Jaga Hak Pilih Pemilu 2024, Pantarlih Trihanggo Lakukan Coklit

Sleman – Sebagai langkah awal menjaga hak pilih dan pemutakhiran data pemilih pada pemilihan umum serentak tahun 2024, maka Petugas Pendaftaran Pemilih (Pantarlih) di wilayah Kalurahan Trihanggo, Kapanewon Gamping melaksanakan kegiatan pencocokan dan penelitian (Coklit) data kependudukan  secara tatap muka di kediaman Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Aisyiyah, Tri Hastuti Nur Rochimah yang berada di Trihanggo, Gamping, Sleman, Kamis (23/2/2023) sore.

Kegiatan Coklit dilakukan oleh Pantarlih Tempat Pemungutan Suara (TPS) 54 Kalurahan Trihanggo, Dova Febrianty disaksikan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman, Trapsi Haryadi, Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan, Noor Aan Muhlishoh, Ketua Panitia Pemilihan (PPK) Kecamatan Gamping, M. Mualif, Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kecamatan Gamping, Adnan Iman Nurtjahjo, serta Ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) Kalurahan Trihanggo, Siti Nur Amanah.

Sesuai yang tertuang dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 7 Tahun 2023 tentang penyusunan daftar pemilih dalam penyelenggaraan pemilihan umum dan sistem informasi data pemilih maka hasil coklit dari Pantarlih akan digunakan sebagai bahan penyusunan Daftar Pemilih Sementara (DPS) yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman dengan dibantu Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kapanewon Gamping bersama Panitia Pemungutan Suara (PPS) Kalurahan Trihanggo.

Ketua KPU Kabupaten Sleman, Trapsi Haryadi menuturkan bahwasanya kegiatan Coklit untuk memperbaharui data Pemilih berdasarkan Daftar Pemilih Tetap dari Pemilu atau Pemilihan terakhir dan mempertimbangkan Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilihan (DP4) yang diberikan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten dengan cara melakukan verifikasi faktual data Pemilih di lapangan.

“Tugas Pantarlih membantu KPU Kabupaten, PPK, dan PPS dalam melakukan penyusunan daftar pemilih dan pemutakhiran data pemilih melalui pencocokan dan penelitian data pemilih, dan memberikan tanda bukti terdaftar kepada pemilih yang selanjutnya menyampaikan hasil pencocokan dan penelitian di lapangan kepada PPS di wilayahnya,” tutur Trapsi.

Di sisi lain, Ketua Panwaslu Kecamatan Gamping, Adnan Iman Nurtjahjo yang didampingi oleh Panwaslu Kelurahan/Desa Trihanggo, Niko Cipta Diharja mengungkapkan bahwa pengawasan yang dilakukan pihaknya untuk memastikan bahwa Pantarlih telah melaksanakan kegiatan coklit sesuai regulasi yang berlaku, dan memastikan jajaran pengawasnya menjalankan tugas pengawasan secara intensif.

“Pantarlih melakukan coklit, sedangkan Panwaslu melaksanakan pengawasan merupakan bentuk sinergitas komitmen supaya mampu membuahkan hasil Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang valid dan berkualitas, guna menciptakan Pemilihan Umum Serentak Tahun 2024 yang berkeadilan,” ungkap Adnan.

Dirinya turut mengimbau masyarakat agar berpartisipasi aktif melakukan pengawasan kegiatan coklit yang dilaksanakan Pantarlih melalui gerakan Ayo Jaga Hak Pilihmu, Ayo Ikuti Prosedur Coklit Di Rumah, Ayo Awasi Prosesnya, serta Ayo Laporkan Ke Pengawas Jika Terjadi Pelanggaran.

Ia menambahkan, apabila partisipasi masyarakat terwujud dengan baik maka gelaran pemilu serentak tahun 2024 mendatang yang berkualitas dapat terealisasi. Artinya dari perspektif Badan Pengawas Pemilihan Umum terdapat fokus pengawasan coklit terhadap kinerja Pantarlih. Diantaranya data harus akurat sehingga tidak ada kesalahan dalam penulisan, menyusun daftar pemilih yang mutakhir berdasarkan informasi terkini, memasukkan ke dalam daftar bagi pemilih yang memenuhi syarat dan mencoret pemilih yang tidak memenuhi syarat, serta menyampaikan informasi dan bersedia menerima masukan dari masyarakat. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Wabup Sleman Dorong Sinergi Masyarakat Wujudkan Sleman Rumah Bersama

Sleman – Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa menghadiri aksi sosial yang dilaksanakan oleh forum pembauran kebangsaan Kabupaten Sleman yang diinisasi oleh Badan Kesatuam Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sleman bekerjasama dengan Kalurahan Sardonoharjo, Ngaglik, Jumat, (24/2/2023).  Bertempat di Kedung Ngelo, Kampung Drono, Danang memberikan arahan sekaligus secara simbolis melakukan penanaman pohon.

Dalam sambutannya, Danang menyambut baik ide dan gagasan yang dilakukan Forum Pembauran Kebangsaan Kabupaten Sleman dalam melakukan aksi sosial untuk menata kembali lokasi wisata Kedung Ngelo yang merupakan potensi wisata di Kalurahan Sardonoharjo.

“Saya menyambut baik sekaligus mendukung kegiatan ini dalam rangka sebagai wujud gotong royong dalam melakukan aksi sosial nan positif,” ujarnya

Lebih lanjut, kegiatan ini juga dapat menunjukan bahwa Sleman sebagai rumah bersama yakni walau berbeda-beda namun dapat bersinergi dan satu visi dalam melakukan aksi sosial kemasyarakatan.

“Saya berharap forum pembauran kebangsaan Kabupaten Sleman dapat tetus melakukan aksi sosial yang bermanfaat bagi masyarakat. Serta menunjukan bahwa perbedaan dapat disatukan melalui kegiatan gotong royong,” jelasnya

Sementara itu, Kepala Bidang Bina Ideologi Kesbangpol Sleman, Suprapti menjelaskan bahwa Aksi Sosial Pembauran Kebangsaan merupakan bentuk nyata pembauran kebangsaan yaitu proses pelaksanaan kegiatan integrasi anggota masyarakat dari berbagai ras, suku dan etnis

“Kegiatan aksi sosial ini merupakan salah satu langkah pelaksanaan pembauran melalui kegiatan masyarakat yakni kerja bakti gotong royong,” ujarnya

Pada acara tersebut dilaksanakan aksi sosial kerja bakti gotong royong yakni melakukan perawatam dan pembersihan kawasan Kedung Ngelo bersama dengan masyarakat Drono yang tergabung dalam Pokdarwis Drono, Sardonoharjo




Bupati Sleman Dukung Monumen Plataran Jadi Wisata Edukasi

Sleman – Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengharapkan monumen Taruna (Plataran) yang bertempat di Kalurahan Selomartani, Kalasan, menjadi salah satu destinasi wisata edukasi sejarah di wilayah Kabupaten Sleman. Hal tersebut disampaikan Bupati Sleman dalam kegiatan sarasehan peringatan ke-74 Tahun Pertempuran, Jumat (24/2/2023).

“Monumen Plataran merupakan simbol sejarah yang harus dipertahankan keberadaannya sebagai pengingat tentang semangat perjuangan para pahlawan kita di masa lalu demi merebut kemerdekaan yang tengah kita nikmati hari ini,” kata Kustini.

Kustini juga mengapresiasi peringatan perjuangan Plataran yang diisi dengan berbagai kegiatan. Menurutnya, dengan rangkaian kegiatan apel dan pertunjukan teatrikal dapat memberikan wawasan kepada generasi muda tentang sejarah perjuangan para pahlawan. Kustini berharap agar edukasi tentang sejarah juga dapat dilakukan melalui berbagai cara, salah satunya mengkolaborasikan antara edukasi sejarah dengan wisata maupun budaya, sehingga dapat menarik lebih banyak minat generasi muda terkait sejarah perjuangan para pahlawan.

“Semangat juang para pahlawan harus terus kita tumbuhkan pada generasi muda kita saat ini melalui beragam kegiatan yang dikemas menarik. Sehingga dapat menumbuhkan kesadaran tiap insan masyarakat untuk lebih menghargai jasa dan pengorbanan para pahlawan karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya,” ujar Kustini.

Sementara itu, Gubernur Akademi Militer (Akmil) Mayor Jenderal TNI Legowo W.R. Jatmiko yang juga hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa peristiwa plataran ini menjadi cikal bakal dari Akmil. Ia mengikutsertakan para taruna Akmil untuk mengikuti upacara peringatan ke-74 Tahun perjuangan Plataran.

“Saya berharap para taruna Akmil paham betul bagaimana sejarah perjuangan para pahlawan yang juga menjadi cikal bakal Akmil sekarang. Saya juga berharap Bupati Sleman dapat meneruskan upaya upaya yang telah dilakukan dalam menumbuhkan jiwa patriotisme dan nasionalisasi melalui minat generasi muda kepada sejarah,” jelasnya.




Tekan Risiko Bencana, Pengurus Kaltana Margodadi Dikukuhkan

Sleman – Sebagai bentuk antisipasi menghadapi risiko bencana, BPBD Sleman melaksanakan gladi lapang pada Jumat (24/2/2023). Kegiatan tersebut dilakukan dalam bentuk simulasi bencana dan melibatkan masyarakat setempat. Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, hadir meninjau sekaligus mengukuhkan 25 pengurus Kalurahan Tangguh Bencana (Kaltana) Margodadi.

Pada kesempatan tersebut, Danang menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan gladi lapang dan pengukuhan pengurus Kaltana Margodadi. Danang menilai, pembentukan kepengurusan dapat menjadi penambah semangat untuk memberikan pendampingan dan pertolongan saat terjadi bencana.

“Dengan pengukuhan ini tentunya menambah semangat dan kreativitas dari Kaltana Margodadi untuk selalu memberikan pendampingan dan pertolongan di saat bencana terjadi di Kalurahan ini,” ujar Danang.

Sebagai tindak lanjut, Danang menyampaikan dukungan untuk mengukuhkan semua Kalurahan di Kabupaten Sleman untuk menjadi Kalurahan Tangguh Bencana. Terlebih secara letak geografis Sleman berada di kawasan rawan bencana sehingga dengan kehadiran pengurus Kaltana Margodadi, Wakil Bupati berharap risiko kerugian bencana dapat diminimalisir.

“Dengan gladi lapang ini juga diharapkan bisa memberikan perlindungan kepada masyarakat bila sewaktu-waktu bencana hadir. Sehingga bisa kita atasi bersama,  karena kita tidak tahu kapan terjadinya bencana,” lanjut Danang.

Sejalan dengan pernyataan Wakil Bupati, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Sleman, Dharma Widjaja menjelaskan terdapat 7 ancaman bencana alam di Kabupaten Sleman di antaranya, erupsi Gunung Merapi, tanah longsor, banjir lahar dingin, angin kencang, kebakaran, kekeringan, dan gempa bumi.

“Kegiatan ini memiliki tujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat yang berada di kawasan rawan bencana dan meningkatkan peran masyarakat, khususnya kelompok yang berisiko dalam rangka mengurangi risiko bencana,” jelas Haenry.

Sebagai langkah penanggulangan risiko dari bencana tersebut, BPBD Sleman saat ini telah membentuk sebanyak 72 Kalurahan Tangguh Bencana. Pembentukan Kaltana masih akan terus dilanjutkan dengan target di akhir 2023 sebanyak 82 Kalurahan.

Lurah Margodadi, Djalmo Susilodiprodjo menambahkan, masyarakat Margodadi melakukan persiapan gladi lapang selama 5 hari. Dalam pelaksanaannya melibatkan sejumlah warga yang terdiri dari linmas, tokoh masyarakat, karang taruna, dan perangkat desa. Tingginya antusias dari masyarakat dalam pelaksanaan kegiatan itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi Djalmo. Ia pun berharap, kesiapsiagaan dan kesadaran masyarakat semakin meningkat dalam menghadapi bencana alam maupun non alam.

“Kami sampaikan ucapan terima kasih kepada teman-teman pengurus dan juga pemerintah Kabupaten Sleman yang sudah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan gladi lapang ini. Semoga kesiapsiagaan dan kesadaran kita semakin baik dalam menghadapi bencana khususnya di kawasan Margodadi,” tutur Djalmo.




Pemkab Sleman Gelar Aksi Sosial Donor Darah Peringati HUT Satpol PP, Satlinmas dan Damkar

Sleman – Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, dan Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menghadiri aksi sosial donor darah yang diadakan di kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sleman, Jumat (24/2) pagi. 

Kegiatan ini merupakan rangkaian acara dalam rangka HUT Satpol PP ke-73, Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) ke-61, dan Pemadam Kebakaran (Damkar) ke-104.

Dalam sambutannya, Kustini mengapresiasi aksi sosial donor darah yang diadakan oleh Satpol PP Kabupaten Sleman ini. Menurutnya kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian Satpol PP terhadap kebutuhan sosial dan kemanusiaan di Kabupaten Sleman.

“Terlebih Satpol PP, Satlinmas dan Damkar ini kan ketugasannya memang selalu dekat dengan masyarakat. Maka saya atas nama Pemerintah Kabupaten Sleman dan atas nama pribadi mengapresiasi kegiatan ini,” ujarnya.

Lebih lanjut Kustini berharap Satpol PP Kabupaten Sleman selalu meningkatkan profesionalitasnya. Namun, lanjutnya, diharapkan Satpol PP juga mengedepankan sikap humanis dalam setiap ketugasannya.

“Satpol PP memang harus tegas, tapi juga harus dilakukan dengan cara yang humanis,” kata Kustini.

Sementara Kasatpol PP Sleman, Shavitri Nurmala Dewi, menyebutkan aksi donor darah ini dilakukan serentak di Satpol PP seluruh Indonesia. Ia menargetkan 100 kantong darah bisa terkumpul dalam aksi sosial kali ini.

“Ini diikuti oleh karyawan Satpol PP dan juga untuk umum,” ungkapnya.

Sejumlah kegiatan lainnya juga diadakan dalam rangka HUT Satpol PP, Satlinmas dan Damkar pada tahun ini. Diantaranya, lomba olahraga antar Satpol PP se-DIY, kerja bakti dan penanaman 50 bibit kopi di sekitar gardu pandang kali Boyong, dan pembagian 250 paket bantuan kepada masyarakat Kaliurang, lansia, panti werdha dan PKL yang berada di lokasi milik Pemerintah Kabupaten Sleman.