DLH Kabupaten Sleman Sosialisasikan Proklim

Sleman – Selama dua hari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman melakukan sosialisasi kampung iklim (Proklim). Hari pertama dilakukan pada hari Senin (6/2/2023) di Padukuhan Setran Sumberarum Motudan Sleman. Sedangkan hari kedua dilaksanakan pada hari Selasa (6/2/2023) di Padukuhan Sombangan, Sumbersari Moyudan Sleman.

Panewu Miyudan Harsawasono mengungkapkan bahwa kegiatan penyuluhan tersebut menggunakan dana UKM untuk Kapanewon Moyudan dianggarkan sebanyak dua kali pada,tahun 2023.

“Pemerintah Kapanewon berharap warga Moyudan bisa menyelesaikan masalah sampah, dengan memilah dari rumah tangga yang merupakan produk sampah,” tutur Harso.

Darmo, Penyuluh Regional Jawa KLHK menyampaikan bahwa pemerintah menargetkan senanyak Kampung Iklim di tahun 2023 dan sampai saat ini baru tercapai proklim. Untuk mewujudkan proklim tersebut, ada 5 unsur yang harus dipenuhi yaitu kelembagaaan, pengelolaan sampah, Ruang Tanaman Hijau (RYH), konservasi air, dan teknologi terbarukan.

“Tingkatan proklim yaitu proklim oratama, madya dan utama,” ungkap Darmo. (Sugiyanto/ KIM Sumber Biwara Moyudan)




Latih Kesiapan Siswa Jelang ASPD, SMP Muhammadiyah Ngemplak Gelar Try Out Akbar SD/MI

SMP Muhammdiyah Ngemplak menggelar kegiatan Try Out Akbar SD/MI dan gelar pentas seni siswa di halaman SMP Muhammadiyah Ngemplak, Sleman, Minggu (5/2/2023). Rangkaian Try Out Akbar SD/MI diikuti seluruh siswa SD/MI kelas VI di wilayah Cangkringan, Ngemplak, Ngaglik, Manisrenggo, dan sekitarnya . Tercatat ada 38 SD/MI dengan jumlah pendaftar 652 peserta. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih kesiapan siswa dalam menghadapi ASPD 2023, dan menjalin silaturahmi dengan sekolah negeri maupun swasta di DIY. 

 “Kegiatan Try Out ini dilaksanakan sebagai ajang promosi kepada peserta didik kelas 6 SD/MI di wilayah Cangkringan, Ngemplak, Ngaglik, Manisrenggo, dan sekitarnya, serta sebagai latihan dalam menjajaki soal-soal ujian. Kegiatan yang dilaksanakan secara rutin setiap tahun ini juga diharapkan peserta didik kelas 6 memiliki gambaran soal-soal ujian,” ungkap Kepala SMP Muhammadiyah Ngemplak, Cahyo Nugroho.

Ia menambahkan bahwa antusiasme peserta terhadap kegiatan Try Out sangat tinggi, dibuktikan dengan jumlah peserta yang mengikuti melebihi target yang diharapkan.  

Kegiatan ini dimulai Pukul WIB di halaman SMP Muhammadiyah Ngemplak. Kemudian pukul peserta didik sudah mulai memasuki ruang ujian dan siap mengerjakan hingga pukul . Setelah mengerjakan soal ujian peserta didik diminta kembali ke halaman sekolah untuk acara pengundian doorprize.

Kegiatan try out ini juga diramaikan dengan penampilan-penampilan bakat dari peserta didik SMP Muhammadiyah Ngemplak yang merupakan hasil dari kegiatan ekstrakurikuler. Penampilan yang disajikan diantaranya Musik Islami, Tari, Tapak Suci, Angklung, dan Drama kolaborasi 4 kesenian. Selain itu peserta didik SMP Muhammadiyah Ngemplak juga membuka beberapa stand market day, untuk melatih jiwa wirausaha peserta didik. Kegiatan berjalan lancar, dengan dukungan seluruh warga SMP Muhammadiyah Ngemplak dan masyarakat sekitar. (Arief Hartanto)




Karang Taruna Kabupaten Sleman Serahkan Donasi untuk Korban Gempa Bumi Cianjur dan Tanah Longsor Gunungkidul

Sleman- Karang Taruna Kabupaten Sleman melalui bidang Unit Kesejahteraan Sosial (UKS) menyerahkan bantuan donasi warga masyarakat Sleman kepada korban terdampak gempa Cianjur, Minggu (05/02/2023). Penyerahan ini merupakan serangkaian aksi kemanusiaan Karang Taruna se-Kabupaten Sleman. Berbagai kegiatan penggalangan mulai dari konser amal hingga pengajian akbar dilakukan di berbagai kalurahan di Sleman. Total dana terkumpul sebanyak Rp yang disalurkan ke Cianjur dan Gunungkidul.

Sebelumnya KT Kab Sleman melakukan assessment di Cianjur pada Minggu 18 Desember 2022 lalu dan penyerahan donasi tanah longsor di Gunungkidul pada Senin, 9 Januari 2023. Dalam pelaksanaannya, kami bekerjasama dengan Himpunan Alumni IPB Cianjur (hiaci) Peduli dan Karang Taruna Kapanewon Semin, Gunungkidul.

Samirin selaku ketua umum KT Kab Sleman menyatakan belasungkawa terhadap para korban bencana yang terdampak dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu meringankan beban saudara kita.

“Mendengar musibah yang melanda saudara kita di Cianjur dan Gunungkidul, kami turut berbela sungkawa lalu berinisiasi untuk menggalang donasi. Alhamdulillah disambut warga masyarakat Sleman dengan baik. Terima kasih kepada semua pihak yang telah mempercayakan amanah kepada kami. Semoga apa yang kita lakukan mampu meringankan saudara kita yang terkena musibah,” ungkapnya.

Menurut Samirin, pemberian donasi dari warga Sleman merupakan wujud empati dan simpati terhadap saudara kita di Cianjur dan Gunungkidul.

“Tahun 2006 warga Sleman merasakan dahsyatnya gempa bumi Bantul dan Erupsi Gunung Merapi 2010. Hal ini membuat warga Sleman menjadi lebih mudah berempati dan bersimpati terhadap sesama yang sedang tertimpa musibah”.

Ketua Hiaci Peduli Brian Koesoema Adhie menyampaikan ucapan terima kasih terhadap warga sleman yang telah peduli terhadap masyarakat Cianjur.

“Matur nuhun untuk teman-teman warga Sleman yang telah membantu meringankan beban masyarakat Cianjur. Mohon doanya supaya kami dapat segera bangkit dan beraktivitas seperti sedia kala,” pungkas Brian.

Adapun donasi yang sudah terkumpul dibelanjakan untuk pembangunan fasilitas umum di Cianjur seperti hunian sementara (huntara), madrasah, instalasi air, mck serta sarana dan prasarana penunjang lainnya. Sedangkan di Gunungkidul dibelanjakan untuk kebutuhan rumah tangga yang terdampak serta uang tunai. (Imam SW)




Kabupaten Sleman Raih Penghargaan Predikat Kepatuhan Standar Pelayanan Publik

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman menerima piagam penghargaan Predikat Kepatuhan Standar Pelayanan Publik 2022 dengan nilai 91,57. Penghargaan tersebut merupakan hasil kegiatan pengawasan pelayanan publik yang dilakukan oleh Ombudsman RI.  Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menerima piagam penghargaan yang diserahkan oleh Kepala Perwakilan Ombudsman RI DIY, Budhi Masthuri pada Senin (6/2/2023),

Budhi Masthuri mengatakan, penyerahan penghargaan tersebut merupakan agenda tahunan yang diberikan oleh Ombudsman RI. Dengan meraih nilai sebesar 91,57, membuat Kabupaten Sleman masuk dalam kategori zona hijau kualitas tertinggi. Pencapaian tersebut, dikatakan Budhi layak untuk diapresiasi.

“Kami sampaikan ucapan selamat kepada Kabupaten Sleman yang berhasil masuk dalam kategori zona hijau. Saya yakin dengan angka 91,57 tersebut tidak mudah untuk mencapainya. Karena masih banyak juga daerah yang mendapatkan hasil di bawah angka 80, sehingga ini layak untuk diapresiasi,” kata Budhi.

Budhi sekaligus berharap, penghargaan tersebut dapat menjadi pematik untuk Pemerintah Kabupaten Sleman dalam meningkatkan pelayanan. Dengan membangun komunikasi yang sehat bersama masyarakat, Budhi berharap persepsi positif terhadap Kabupaten Sleman pun turut semakin meningkat.

“Saya percaya ini bisa menjadi pemantik untuk meningkatkan pelayanan dengan hati. Semoga tahun depan Sleman bisa mendapat nilai yang lebih tinggi,” ucap Budhi.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo pada kesempatan itu menyampaikan ucapan terima kasih kepada Ombudsman yang telah mempercayakan penghargaan tersebut kepada Kabupaten Sleman. Bupati menilai, apresiasi itu menjadi bentuk upaya pencegahan sekaligus mencari solusi terhadap masalah dan hambatan yang ditemui pada sistem pemerintahan.

“Alhamdulillah hasil penilaian kepatuhan implementasi standar pelayanan oleh Ombudsman RI pada tahun 2022 Pemerintah Kabupaten Sleman berada di zona hijau dengan nilai 91,57 . Hasil ini akan menjadi motivasi bagi kami untuk terus berkomitmen dalam memberikan pelayanan publik yang lebih baik di masa yang akan datang,” kata Kustini.

Dilanjutkan Kustini, Pemerintah Kabupaten Sleman terus berupaya untuk melakukan peningkatan kompetensi pelaksana dan pemenuhan sarana prasarana pelayanan. Termasuk juga, dengan mengelola pengaduan masyarakat melalui berbagai kanal untuk menghindari terjadinya mal-administrasi. 

“Dengan begitu, diharapkan dapat memenuhi harapan masyarakat akan pelayanan publik yang mudah, efisien sesuai standar operasional yang ditentukan,” sambung Kustini.

Pada kesempatan itu, terdapat 6 OPD Kabupaten Sleman yang juga meraih penghargaan. Keenam OPD tersebut di antaranya, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu dengan nilai 94,27, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil dengan nilai 93,21, Puskesmas Gamping 2 dengan nilai 92,72, Puskesmas Ngaglik 1 dengan nilai 89,92, Dinas Sosial dengan nilai 89,67, serta Dinas Pendidikan dengan nilai 89,65.




Bupati Sleman Berharap Paguyuban Bregada Rakyat Sembada Jadi Garda Terdepan Pelestarian Kebudayaan

Sleman – Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, mengukuhkan pengurus Paguyuban Bregada Rakyat Sembada Kabupaten Sleman, bertempat di Omah Dhahar Mbah Wanto, Berbah, Minggu (5/2/2023). Dalam kesempatan tersebut, Kustini berharap Paguyuban Bregada Rakyat Sembada ini dapat aktif dalam upaya pelestarian budaya yang ada di Sleman.

“Bregada ini adalah bagian dari keistimewaan Yogyakarta. Saya harapkan Bregada tidak hanya aktif di event-event, tapi juga aktif dalam melestarikan kebudayaan jawa secara umum,” ujarnya.

Lebih lanjut Kustini berharap para bregada juga dapat menjadi teladan yang baik di masyarakat, khususnya dalam hal kebudayaan. Di samping itu, Bregada juga diharapkan dapat bersinergi dengan pihak terkait di wilayahnya masing-masing dalam rangka menjaga keamanan dan ketenteraman masyarakat.

“Melestarikan budaya tidak mudah. Karena harus bisa menjadi tauladan, baik dalam perkataan ataupun perbuatan,” ungkapnya.

Sementara Yulianto, Ketua Paguyuban Bregada Rakyat Sembada, melaporkan ada sebanyak 35 orang dari 17 Kapanewon yang dikukuhkan pada kesempatan tersebut. Ia juga menyebutkan saat ini kurang lebih ada 200 paguyuban bregada yang telah terdaftar di Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman.

“Sebenarnya lebih banyak dari itu, tapi masih banyak yang belum mempunyai NIK (Nomor Induk Kebudayaan). Yang belum mengurus NIK silahkan diurus, kami siap membantu,” ungkapnya.

Dijelaskan bahwa paguyuban ini berdiri sejak 1 Februari 2022 lalu. Bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, sambungnya, Paguyuban Bregada Rakyat Sembada sering mengadakan pelatihan bagi anggotanya. Selain itu, paguyubannya juga selalu turut andil dalam memeriahkan acara HUT Kabupaten Sleman.