Dukung Realisasi Penerimaan Pajak, Pemkab Berikan Apresiasi untuk PPAT/Notaris

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman berikan penghargaan kepada Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) atau Notaris Kabupaten Sleman atas dukungannya dalam realisasi penerimaan pajak daerah khususnya Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Piagam penghargaan ini diserahkan oleh Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo bertempat di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Jumat (3/2).

Penghargaan ini diberikan kepada 10 PPAT/Notaris yang terdiri dari 5 PPAT/Notaris dengan kategori jumlah validasi BPHTB terbanyak dan 5 PPAT/Notaris dengan kategori pembayaran BPHTB terbesar.

Kepala BKAD Sleman, Haris Sutarta dalam laporannya menyampaikan bahwa BPHTB merupakan salah satu komponen pajak daerah yang dikelola oleh BKAD, dan memiliki kontribusi terbesar dalam komposisi pajak daerah.

Haris menuturkan perolehan pajak BPHTB pada tahun 2022 mencapai Rp , atau 104,1 persen dari target yang ditetapkan.

“Perolehan BPHTB tentunya tidak terlepas dari kolaborasi dan sinergitas yang baik antara BKAD dengan pihak – pihak yang membantu antara lain PPAT/Notaris, dan Kantor Pertanahan (BPN) Kabupaten Sleman,” jelasnya.

Lebih lanjut, Haris mengatakan sinergitas BKAD Kabupaten Sleman dengan PPTA/Notaris san BPN Sleman memiliki peran penting dalan optimalisasi penerimaan BPHTB di Sleman. Terlebih target kinerja BPHTB untuk tahun 2023 semakin besar, sehingga dikatakan Haris, perlu upaya intensifikasi dan memperkuat kerjasama dengan berbagai pihak terkait.

Sementara itu, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa BPHTB bukan sekedar instrumen pajak untuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah, melainkan juga instrumen untuk penertiban administrasi tanah.

Terkait hal tersebut, Kustini menghimbau PPAT untuk turut serta mengedukasi dan mensosialisasikan kebijakan pemerintah terkait penggunaan lahan dan tertib administrasi pertanahan termasuk di dalamnya, kewajiban-kewajiban pembeli yang harus dipenuhi seperti pembaharuan data PBB.

Selain itu, Kustini juga menyampaikan Kabupaten Sleman merupakan daerah dengan tingkat dinamika peralihan hak atas tanah dan perubahan peruntukan tanah yang tinggi di DIY. Bedasarkan hal tersebut, Kustini menilai pentingnya memberikan apresiasi atas dukungan dan peran serta rekan-rekan PPAT berupa penghargaan dari Pemerintah Kabupaten Sleman.

“Pemberian penghargaan ini merupakan salah satu upaya Pemkab Sleman dalam mengoptimalkan pengelolaan dan pemungutan BPHTB sehingga dapat mencapai target yang telah ditetapkan,” katanya.

Kustini juga berharap pemberian penghargaan bagi PPAT/Notaris ini dapat memotivasi keterlibatan PPAT dalam pemungutan BPHTB ke depannya. Demikian pula dengan penghargaan ini diharapkan PPAT dapat melaporkan nilai transaksi yang sebenarnya.




Strategi Kominfo Sleman Antisipasi dan Tangani Hoaks di Masa Pemilu

Sleman – Beberapa waktu lalu salah satu anggota Paguyuban Sastra Budaya Jawa (Pasbuja) Kawi Merapi memperoleh kesempatan berbincang mengenai berita bohong atau hoaks bersama Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Sleman, Eka Suryo Prihantoro. Perbincangan membahas mengenai bagaimana mengantisipasi dan strategi penanganan  Kominfo terhadap hoaks, terlebih saat ini telah memasuki tahun politik.

Tahun 2024 merupakan tahun politik bagi Negara Republik Indonesia karena akan menyelenggarakan Pemilihan Umum (Pemilu) serentak yang untuk memilih Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Presiden dan Wakil Presiden, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi, serta Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten/Kota.

Permasalahan yang kerap timbul dalam pemilihan umum yaitu kampanye hitam yang dilakukan oleh salah satu peserta pemilu maupun tim sukses kampanye guna menjatuhkan lawan politiknya. Kampanye hitam sangat dilarang karena menjurus ke arah fitnah dan menyebarkan hoaks yang berkaitan dengan peserta pemilu tertentu.

Berdasarkan keterangan dari Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Sleman dalam upayanya menangkal berita hoaks yang dibagikan di media sosial dan menimbulkan keresahan masyarakat yakni melakukan kampanye anti hoaks melalui kegiatan sosialisasi dan literasi digital dengan memberikan informasi yang benar di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman.

“Dengan memberikan informasi-informasi yang benar dapat mengkonter berita hoaks yang disebarkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Selain itu, saya berharap kepada masyarakat apabila bermedsos ria tidak sedang dalam kondisi suasana hati tidak kondusif. Jika sedang marah atau emosi sebaiknya jangan berkomentar di media sosial karena informasi yang disampaikan dapat menjadikan hal-hal yang tidak baik di medsos. Kalau tidak berhati-hati bisa menjadi ranah pidana,” ungkap Eka Suryo di ruang kerjanya, Kompleks Parasamya Kabupaten Sleman, Senin (30/01/2023) sore.

Sementara itu, masyarakat perlu membaca berulang-ulang untuk mengetahui suatu berita itu benar atau tidak, sehingga tidak termakan informasi yang tidak benar. Kemudian jika menuliskan sesuatu di media sosial masyarakat harus berfikir dulu untuk menghindari timbulnya situasi tidak nyaman di kalangan masyarakat.

“Masyarakat kalau membaca informasi di media sosial tidak hanya sekali dan jika merespon informasi sebaiknya jangan terlalu reaktif karena sangat beresiko. Termasuk saat melakukan posting harus ekstra hati-hati karena dapat membuat situasi yang tidak nyaman atau keresahan  di masyarakat,” tambah Eka Suryo.

Untuk itu Dinas Kominfo Sleman perlu mengingatkan masyarakat perlu agar memanfaatkan media sosial secara positif dan jangan mudah termakan isu yang tidak benar. Serta mengimbau media sosial dapat dimanfaatkan untuk hal-hal yang sifatnya sinergis dan edukatif.

Penggunaan media sosial dapat membawa perubahan perilaku yang baik maupun buruk bagi masyarakat. Contohnya, masyarakat sudah jarang berinteraksi dengan lingkungan sekitar, misalnya pada saat mengantri di loket-loket pelayanan, masing-masing sibuk dengan gadgetnya tanpa mempedulikan orang-orang di sekitarnya.

Eka juga memberikan cara cerdas dan bijak saat menggunakan media sosial, diantaranya cermat dalam membagikan unggahan, tidak mudah menyebarluaskan informasi yang tidak beratanggung jawab atau tidak akurat maupun isu tentang suku, agama, ras, dan antargolongan. Selanjutnya, memanfaatkan sisi positif media sosial, tetap menjaga etika berbahasa, serta harus dapat menahan emosi.

Di akhir perbincangannya, Eka Suryo mengimbau kepada masyarakat untuk menjaga data pribadi di media sosial sebab data pribadi merupakan salah satu hal yang perlu dijaga dengan baik. Apalagi di jaman digital sekarang ini data pribadi dapat diakses secara mudah melalui internet dan sosial media, sehingga data pribadi bisa disalahgunakan yang menimbulkan kerugian bagi pemiliknya aslinya.

Menurutnya, ada beberapa kiat yang dapat dilakukan demi menjaga data pribadi agar tetap aman di dunia maya. Antara lain menggunakan kata sandi sosial media dengan tingkat kesulitan yang tinggi dan secara berkala diganti. Memakai kata sandi yang berbeda untuk setiap akun sosial media agar akun yang dimiliki tidak mudah diretas semuanya. Tidak menampilkan informasi pribadi di media sosial untuk menghindari penyalahgunaan data oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Serta berhati-hati saat menggunakan koneksi publik karena rawan diretas.

“Upaya kami secara kelembagaan lebih banyak literasi, membaca, dan menulis di media sosial agar masyarakat tidak mudah membagikan informasi tanpa mengetahui kebenaran berita tersebut, serta dapat memilih dan memilah informasi atau berita secara benar,” pungkasnya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Kapanewon Berbah Gelar Musrenbang Bahas Usulan Pembangunan Tahun 2024

Sleman – Pemerintah Kapanewon Berbah menyelenggarakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) usulan untuk  tahun 2024 dengan tema Memantapkan Insfrastruktur, Transformasi Ekonomi, SDM handal dan Berbudaya untuk Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat. Musrenbang yang dilaksanakan pada Kamis (2/2/2023) di Pendopo Kepanjen Kapanewon Berbah, Sleman ini dihadiri oleh Kepala Bappeda Sleman, Panewu Berbah, OPD DIY dan Sleman, Kapolsek dan Danramil Berbah, perwakilan lurah, Forum Lingkungan Hidup Berbah, Ketua Forum Kemasyarakatan dan tokoh masyarakat yang lain.

Panewu Berbah Rohmiyanto, menyatakan bahwa untuk  tahun 2024, Kapanewon Berbah mendapatkan peningkatan alokasi dana, meski kurang signifikan.

“PAGU tahun 2024 sebesar 3,7 miliar, lebih besar  dibanding PAGU tahun 2023 besarannya 3,45 miliar. Harapannya para lurah bisa memanfaatkan  dengan baik memprioritaskan hal yang lebih utama untuk masyarakat,” ujar Rohmiyanto.

Hal yang digarisbawahi oleh Rohmiyanto adalah masih adanya usulan dari masyarakat yang masih belum dilaksanakan, meskipun sudah diusulkan selama bertahun-tahun, yaitu pembangunan SMA Negeri di kapanewon Berbah. Hal tersebut sudah didukung dengan telah dipersiapkannya tanah calok lokasi SMA Negeri seluas 3,2 Hektar.

“Sementara ini pilihan SMA untuk anak anak Berbah ke Kalasan, Prambanan, Banguntapan dan Piyungan karena Berbah bisa masuk zonasi empat SMA tersebut. Dan di Kabupaten Sleman hanya Kapanewon Berbah yang tidak memiliki SMA Negeri,” ujar Rohmiyanto.

Sementara itu, Kepala BAPPEDA Kabupaten Sleman, Dwi Anta Sudibya mengatakan bahwa dampak Pandemi COVID-19 masih terasa sampai saat ini, sehingga akan diperlukan waktu yang lama untuk bisa mempercepat proses pembangunan di semua lini.

“Ada tiga hal perlu diperhatikan untuk peningkatan kesejahteraan. Pertama adalah Pemantapan insfrastruktur baik berupa fisik seperti penyedian jalan, transportasi juga non fisik seperti pelayanan internet yang baik. Kemudian adalah pemantapan ekonomi, dan yang terakhir adalah penyiapan Sumber Daya Manusia yang handal dengan jalan penyediaan pendidikan,” terang Dwi.

Dwi menambahkan bahwa menurut data, angka kemiskinan di Kapanewon Berbah angka cukup tinggi yaitu melebihi dari angka kemiskinan kabupaten Sleman . “Sehingga harus banyak  program pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan  masyarakat,” ujarnya.

Dijelaskan oleh Dwi bahwa pembiayaan pembangunan wilayah bisa bersumber dari PUPM dan Non-PUPM.

“Contonnya non-PUPM seperti danais, dan Berbah itu termasuk dalam Satuan Ruang Strategis (SRS) Kasultanan, termasuk wilayah Prambanan dan Kalasan yang perundangan tertuang pada Peraturan Daerah Keistimewaan (perdais) nomor 2 tahun 2017,” ujar Dwi.

“Harapannya lurah mencermati berbagai sumber pendanaan yang bisa di akses untuk pengembangan wilayah serta peningkatan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Dwi.

Acara selanjutnya diskusi pemaparan permasalahan  dan pengajuan usulan pembangunan  tahun 2024 dari empat lurah yang dipandu moderator Kepala Jawatan Kemakmuran Berbah, Ringgo Antony Surya. Dalam diskusi tersebut juga disampaikan tanggapan dari narasumber dan masukan serta informasi dari peserta musrembang. Acara di akhiri dengan penandatanganan berita acara musrenbang. (Kusnadi/KIM Berbah)




Condongcatur Teken Kerjasama Program Inkubasi UMKM dengan Ruang 412

Sleman – Pemerintah Kalurahan Condongcatur melakukan penandatanganan MoU untuk kolaborasi dengan Ruang 412 Busines Inkubator untuk program Inkubasi UMKM Condongcatur di Ruang 412 (Warung Mbah Sambat) Pandeansari Blok 4/12 Gandok Condongcatur, Kamis (2/2/2023).

HRD Ruang 412  Ricki Riantoby, menyampaikan bahwa program ini merupakan peluang yang besar sekaligus tantangan bagi produk produk UMKM Condongcatur untuk dapat bersaing di pasaran. “Condongcatur memiliki potensi yang besar banyak kampus kampus dengan masiswanya yang memiliki talenta telenta banyak sehingga dapat dimaksimalkan di ruang 412. Program ini merupakan awal untuk pembinaan UMKM, harapanya kedapan akan banyak UMKM UMKM dari berbagai wilayah belajar di UMKM Condongcatur,” ungkap Ricki. 

Ruang 412 sendiri adalah perusahaan inkubasi Bisnis, Community dan Collaboration yang memiliki perhatian serius terhadap pembangunan ekosistem bisnis industri UMKM. Perusahaan yang berlokasi di Pandeansari Gandok Condongcatur bersama UII Fakultas Ekonomi dan Bisnis ini melakukan kerja sama dengan Pemerintah Kalurahan Condongcatur untuk Program Inkubasi UMKM yang berada di wilayah Condongcatur.

Sementara Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, mengatakan bahwa program ini menjadi lembaran baru bagi UMKM di Condongcatur, khususnya dalam pengelolaan.

“Untuk diinkubasi agar bisa naik karena Condongcatur merupakan ladang UMKM penjualan secara online tertinggi dengan (Aplikasi) Shopee , Gojek, dan sebagainya ada disini. Semoga dengan program inkubasi UMKM di Ruang 412 yangg didukung oleh para mahasiswa UII Fakultas Ekonomi dan Bisnis dapat menjadikan UMKM di Condongcatur lebih maju, lebih hebat menjadi kebanggan bagi Kapanewon Depok dan Kabupaten Sleman,” ungkap Reno.

Reno menambahkan bahwa Peran Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) sangatlah penting dalam mendongkrak perekonomian.

“Mengembangkan UMKM membutuhkan langkah langkah dan strategi yang tepat karena banyak UMKM yang berdiri namun usahanya tidak berkembang dan mengalami kerugian bahkan berakhir dengan ditutupnya usaha tersebut,” tutup Reno. (Wasana/KIM Depok)




MAN 4 Sleman Berikan Bimbingan Karier dan Digital Survive

Sleman – Madrasah Aliyah Negeri 4 (MAN) 4 Sleman menggelar Pelatihan dan Bimbingan Karier bagi para peserta didiknya pada Kamis (2/2/2023) di Aula 2 MAN 4 Sleman. Kegiatan diikuti oleh 22 siswa dan siswa yang memutuskan untuk memasuki dunia kerja, dengan didampingi guru bimbingan konseling, Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP) dan Desain Komunikasi Visual (DKV). Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk pembekalan bagi peserta didik yang ingin bekerja setelah lulus dari sekolah.

Bimbingan sendiri dibuka langsung oleh Kepala MAN 4 Sleman, Mohamad Yusuf. Dalam kesempatan tersebut, Mohamad Yusuf memberikan arahan dan motivasi kepada seluruh siswa untuk tetap melanjutkan studinya meskipun sudah bekerja.

“Meskipun anak-anak ingin bekerja, tetaplah memiliki keinginan untuk studi lanjut atau kuliah.  Kuliah untuk menambahkan wawasan dan kedewasaan pola pikir,” jelas Mohamad Yusuf

Kegiatan sendiri menghadirkan narasumber dari NaZma Office, sebuah perusahaan konsultan teknologi informasi (IT).  Pelatihan diselenggarakan dengan teori dan banyak praktek. 

“Di era digital, kerja tidak harus ngantor, pekerjaan bisa dikerjakan di mana saja dan memberikan hasil. Pengalaman dan kecakapan hidup harus dimiliki,” tutur Wiji Nurastuti, Direktur NaZwa Office.

Wiji yang juga berprofesi sebagai trainer nasional tersebut menegaskan perlunya setiap siswa memiliki Digital Survive, mampu bertahan di era digital,  dapat memanfaatkan fasilitas teknologi informasi untuk memperoleh kecakapan hidup. 

“Ketika pandemi seolah kita mati kutu, perekonomian terhenti.  Ketika tidak melakukan apa-apa, maka tidak akan punya kemampuan,” lanjutnya.

Bagi siswa usai lulus sekolah memilih bekerja, harus membekali diri dengan digital survive, siap mental, karena setiap perusahaan memiliki standar kompetensi.   “Apapun pilihan kalian, baik mau bekerja, melanjutkan, atau berwirausaha, semua harus dipersiapkan.  Siswa harus bertanggungjawab dengan pilihannya,” tegasnya. 

“Dunia digital bisa mendekatkan (connecting), bisa menjauhkan (distancing).  HP yang kita miliki merupakan modal untuk bekerja dan mendapatkan penghasilan. Secara bertahap nantinya diberikan beberapa program selama 12 kali pertemuan.  Pihak NaZma Office melakukan pendampingan,” tambah dosen Universitas Amikom itu.  (Edy/KIM Sumber Birawa Moyudan)