Wabup Sleman Dorong Sinergi Masyarakat Wujudkan Sleman Rumah Bersama

Sleman – Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa menghadiri aksi sosial yang dilaksanakan oleh forum pembauran kebangsaan Kabupaten Sleman yang diinisasi oleh Badan Kesatuam Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sleman bekerjasama dengan Kalurahan Sardonoharjo, Ngaglik, Jumat, (24/2/2023).  Bertempat di Kedung Ngelo, Kampung Drono, Danang memberikan arahan sekaligus secara simbolis melakukan penanaman pohon.

Dalam sambutannya, Danang menyambut baik ide dan gagasan yang dilakukan Forum Pembauran Kebangsaan Kabupaten Sleman dalam melakukan aksi sosial untuk menata kembali lokasi wisata Kedung Ngelo yang merupakan potensi wisata di Kalurahan Sardonoharjo.

“Saya menyambut baik sekaligus mendukung kegiatan ini dalam rangka sebagai wujud gotong royong dalam melakukan aksi sosial nan positif,” ujarnya

Lebih lanjut, kegiatan ini juga dapat menunjukan bahwa Sleman sebagai rumah bersama yakni walau berbeda-beda namun dapat bersinergi dan satu visi dalam melakukan aksi sosial kemasyarakatan.

“Saya berharap forum pembauran kebangsaan Kabupaten Sleman dapat tetus melakukan aksi sosial yang bermanfaat bagi masyarakat. Serta menunjukan bahwa perbedaan dapat disatukan melalui kegiatan gotong royong,” jelasnya

Sementara itu, Kepala Bidang Bina Ideologi Kesbangpol Sleman, Suprapti menjelaskan bahwa Aksi Sosial Pembauran Kebangsaan merupakan bentuk nyata pembauran kebangsaan yaitu proses pelaksanaan kegiatan integrasi anggota masyarakat dari berbagai ras, suku dan etnis

“Kegiatan aksi sosial ini merupakan salah satu langkah pelaksanaan pembauran melalui kegiatan masyarakat yakni kerja bakti gotong royong,” ujarnya

Pada acara tersebut dilaksanakan aksi sosial kerja bakti gotong royong yakni melakukan perawatam dan pembersihan kawasan Kedung Ngelo bersama dengan masyarakat Drono yang tergabung dalam Pokdarwis Drono, Sardonoharjo




Bupati Sleman Dukung Monumen Plataran Jadi Wisata Edukasi

Sleman – Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengharapkan monumen Taruna (Plataran) yang bertempat di Kalurahan Selomartani, Kalasan, menjadi salah satu destinasi wisata edukasi sejarah di wilayah Kabupaten Sleman. Hal tersebut disampaikan Bupati Sleman dalam kegiatan sarasehan peringatan ke-74 Tahun Pertempuran, Jumat (24/2/2023).

“Monumen Plataran merupakan simbol sejarah yang harus dipertahankan keberadaannya sebagai pengingat tentang semangat perjuangan para pahlawan kita di masa lalu demi merebut kemerdekaan yang tengah kita nikmati hari ini,” kata Kustini.

Kustini juga mengapresiasi peringatan perjuangan Plataran yang diisi dengan berbagai kegiatan. Menurutnya, dengan rangkaian kegiatan apel dan pertunjukan teatrikal dapat memberikan wawasan kepada generasi muda tentang sejarah perjuangan para pahlawan. Kustini berharap agar edukasi tentang sejarah juga dapat dilakukan melalui berbagai cara, salah satunya mengkolaborasikan antara edukasi sejarah dengan wisata maupun budaya, sehingga dapat menarik lebih banyak minat generasi muda terkait sejarah perjuangan para pahlawan.

“Semangat juang para pahlawan harus terus kita tumbuhkan pada generasi muda kita saat ini melalui beragam kegiatan yang dikemas menarik. Sehingga dapat menumbuhkan kesadaran tiap insan masyarakat untuk lebih menghargai jasa dan pengorbanan para pahlawan karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya,” ujar Kustini.

Sementara itu, Gubernur Akademi Militer (Akmil) Mayor Jenderal TNI Legowo W.R. Jatmiko yang juga hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa peristiwa plataran ini menjadi cikal bakal dari Akmil. Ia mengikutsertakan para taruna Akmil untuk mengikuti upacara peringatan ke-74 Tahun perjuangan Plataran.

“Saya berharap para taruna Akmil paham betul bagaimana sejarah perjuangan para pahlawan yang juga menjadi cikal bakal Akmil sekarang. Saya juga berharap Bupati Sleman dapat meneruskan upaya upaya yang telah dilakukan dalam menumbuhkan jiwa patriotisme dan nasionalisasi melalui minat generasi muda kepada sejarah,” jelasnya.




Tekan Risiko Bencana, Pengurus Kaltana Margodadi Dikukuhkan

Sleman – Sebagai bentuk antisipasi menghadapi risiko bencana, BPBD Sleman melaksanakan gladi lapang pada Jumat (24/2/2023). Kegiatan tersebut dilakukan dalam bentuk simulasi bencana dan melibatkan masyarakat setempat. Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, hadir meninjau sekaligus mengukuhkan 25 pengurus Kalurahan Tangguh Bencana (Kaltana) Margodadi.

Pada kesempatan tersebut, Danang menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan gladi lapang dan pengukuhan pengurus Kaltana Margodadi. Danang menilai, pembentukan kepengurusan dapat menjadi penambah semangat untuk memberikan pendampingan dan pertolongan saat terjadi bencana.

“Dengan pengukuhan ini tentunya menambah semangat dan kreativitas dari Kaltana Margodadi untuk selalu memberikan pendampingan dan pertolongan di saat bencana terjadi di Kalurahan ini,” ujar Danang.

Sebagai tindak lanjut, Danang menyampaikan dukungan untuk mengukuhkan semua Kalurahan di Kabupaten Sleman untuk menjadi Kalurahan Tangguh Bencana. Terlebih secara letak geografis Sleman berada di kawasan rawan bencana sehingga dengan kehadiran pengurus Kaltana Margodadi, Wakil Bupati berharap risiko kerugian bencana dapat diminimalisir.

“Dengan gladi lapang ini juga diharapkan bisa memberikan perlindungan kepada masyarakat bila sewaktu-waktu bencana hadir. Sehingga bisa kita atasi bersama,  karena kita tidak tahu kapan terjadinya bencana,” lanjut Danang.

Sejalan dengan pernyataan Wakil Bupati, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Sleman, Dharma Widjaja menjelaskan terdapat 7 ancaman bencana alam di Kabupaten Sleman di antaranya, erupsi Gunung Merapi, tanah longsor, banjir lahar dingin, angin kencang, kebakaran, kekeringan, dan gempa bumi.

“Kegiatan ini memiliki tujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat yang berada di kawasan rawan bencana dan meningkatkan peran masyarakat, khususnya kelompok yang berisiko dalam rangka mengurangi risiko bencana,” jelas Haenry.

Sebagai langkah penanggulangan risiko dari bencana tersebut, BPBD Sleman saat ini telah membentuk sebanyak 72 Kalurahan Tangguh Bencana. Pembentukan Kaltana masih akan terus dilanjutkan dengan target di akhir 2023 sebanyak 82 Kalurahan.

Lurah Margodadi, Djalmo Susilodiprodjo menambahkan, masyarakat Margodadi melakukan persiapan gladi lapang selama 5 hari. Dalam pelaksanaannya melibatkan sejumlah warga yang terdiri dari linmas, tokoh masyarakat, karang taruna, dan perangkat desa. Tingginya antusias dari masyarakat dalam pelaksanaan kegiatan itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi Djalmo. Ia pun berharap, kesiapsiagaan dan kesadaran masyarakat semakin meningkat dalam menghadapi bencana alam maupun non alam.

“Kami sampaikan ucapan terima kasih kepada teman-teman pengurus dan juga pemerintah Kabupaten Sleman yang sudah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan gladi lapang ini. Semoga kesiapsiagaan dan kesadaran kita semakin baik dalam menghadapi bencana khususnya di kawasan Margodadi,” tutur Djalmo.




Pemkab Sleman Gelar Aksi Sosial Donor Darah Peringati HUT Satpol PP, Satlinmas dan Damkar

Sleman – Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, dan Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menghadiri aksi sosial donor darah yang diadakan di kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sleman, Jumat (24/2) pagi. 

Kegiatan ini merupakan rangkaian acara dalam rangka HUT Satpol PP ke-73, Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) ke-61, dan Pemadam Kebakaran (Damkar) ke-104.

Dalam sambutannya, Kustini mengapresiasi aksi sosial donor darah yang diadakan oleh Satpol PP Kabupaten Sleman ini. Menurutnya kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian Satpol PP terhadap kebutuhan sosial dan kemanusiaan di Kabupaten Sleman.

“Terlebih Satpol PP, Satlinmas dan Damkar ini kan ketugasannya memang selalu dekat dengan masyarakat. Maka saya atas nama Pemerintah Kabupaten Sleman dan atas nama pribadi mengapresiasi kegiatan ini,” ujarnya.

Lebih lanjut Kustini berharap Satpol PP Kabupaten Sleman selalu meningkatkan profesionalitasnya. Namun, lanjutnya, diharapkan Satpol PP juga mengedepankan sikap humanis dalam setiap ketugasannya.

“Satpol PP memang harus tegas, tapi juga harus dilakukan dengan cara yang humanis,” kata Kustini.

Sementara Kasatpol PP Sleman, Shavitri Nurmala Dewi, menyebutkan aksi donor darah ini dilakukan serentak di Satpol PP seluruh Indonesia. Ia menargetkan 100 kantong darah bisa terkumpul dalam aksi sosial kali ini.

“Ini diikuti oleh karyawan Satpol PP dan juga untuk umum,” ungkapnya.

Sejumlah kegiatan lainnya juga diadakan dalam rangka HUT Satpol PP, Satlinmas dan Damkar pada tahun ini. Diantaranya, lomba olahraga antar Satpol PP se-DIY, kerja bakti dan penanaman 50 bibit kopi di sekitar gardu pandang kali Boyong, dan pembagian 250 paket bantuan kepada masyarakat Kaliurang, lansia, panti werdha dan PKL yang berada di lokasi milik Pemerintah Kabupaten Sleman.




Membentuk Keluarga Literasi dengan Metode Read Aloud

Sleman – Dalam rangka merealisasikan program Gelari Pelangi, Pokja II Tim Penggerak  Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Sleman menyelenggarakan Pelatihan Read Aloud bagi Kader PKK pada Rabu (22/2/2023) di Aula Kapanewon Sleman, DIY.

Kegiatan ini diikuti oleh kader PKK Kabupaten Sleman Tengah yang meliputi wilayah dari Kapanewon Mlati, Sleman, Turi, Tempel, Pakem dan Ngaglik. Tim Penggerak PKK Kabupaten Sleman mengusung kegiatan literasi  untuk meningkatkan pengetahuan dalam keluarga melalui minat membaca buku dimulai dari anak usia dini. Diharapkan dengan keluarga yang literat akan membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Dalam sambutannya Ketua Tim Penggerak  PKK Kabupaten Sleman, . Sri Habsari  Suprobo Dewi menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya peningkatan pendidikan dalam keluarga agar literat sehingga menyejahterakan keluarga. Kegiatan literasi ini menyasar kader PKK sekabupaten Sleman dengan 3 kali pelatihan pada tanggal 15 dan 22 Februari juga tanggal 1 Maret 2023.

“Minggu lalu wilayah Sleman Barat, hari ini Sleman Tengah, dan Minggu depan menyasar untuk wilayah Sleman Timur”, jelasnya.

“Dalam pelaksanaan pelatihan ini kami bekerjasama dengan gerakan pemasyarakatan minat baca (GPMB) DIY dan Mata Aksara sebagai mentornya. Hal ini sejalan dengan tindak lanjut dari MoU yang ada”, imbuhnya.

Read Aloud adalah metode membaca dengan bersuara nyaring atau lantang sehingga bisa didengarkan oleh siapa saja dengan diikuti oleh intonasi lagu kalimat dan ekspresi mimik pembacanya. Dengan cara ini membaca menjadi lebih menyenangkan dan dapat memberikan kedekatan hubungan antara pembaca dan yang dibacakan.

Tri Akhmeriyadi selaku Panewo anom Kapanewon Sleman menyampaikan bahwa budaya baca haruslah dipupuk sejak dini dengan ditauladani oleh kedua  orangtuanya.

“Tidak hanya ibunya saja namun juga oleh bapaknya, tentunya bisa dengan metode read aloud yang akan dipelajari nanti.  Membacakan buku cerita diharapkan dapat lebih meningkatkan kedekatan perasaan Ibu dan anak sehingga keluarga menjadi lebih bahagia” ujar Tri sekaligus membuka pelatihan bagi kader PKK tersebut.

Sementara itu Nuradi Indrawijaya, mentor sekaligus Ketua GPMB DIY menjelaskan bahwa metode read aloud ini juga bisa digunakan untuk anak-anak belajar membaca, bahkan yang gemar membaca.

“Selain itu, read aloud juga melatih keterampilan menyimak, menambah kosa kata dan untuk membangun kedekatan antara orangtua dan anak,” ujarnya.

Heni Wardatur Rohmah  dari Mata Aksara selaku narasumber menjelaskan untuk bisa menguasai metode read aloud, ada tiga tahapan yang harus diperhatikan oleh orangtua yakni persiapan, saat memulai dan selama kegiatan, serta sesudah.

Tahap persiapan menyangkut empat hal yakni menetapkan tujuan pembacaan, memilih bahan bacaan, membaca kembali, dan merencanakan tanggapan. Kemudian tahapan kedua yaitu saat dan selama kegiatan dimulai dengan membaca informasi latar bacaan, memperhatikan intonasi, kecepatan, dan penekanan kata, serta melakukan interaksi gestur. Tahapan terakhir yakni sesudah, ditutup dengan kegiatan diskusi bersama peserta.

“Persiapan merupakan tahap terpenting dalam mempraktikan metode read aloud. Contohnya panjang teks dan bacaan yang nyaman untuk kita baca, menjadi pertimbangan penting dalam memilih bahan bacaan dan yang terpenting adalah tindakan nyata (action) berupa praktik membaca buku dalam keluarga di rumah,” jelas Heni.

Dalam kesempatan lain Gugun salah satu peserta manyatakan kesenangannya mendapatkan pelatihan read aloud ini.

“Senang mendapat pengalaman baru, diberi ilmu membacakan buku cerita dengan teknik yang menyenangkan sehingga nanti saat di rumah akan langsung praktik,” ujarnya.

Sementara itu, Mila Harda, Ketua Pokja II PKK Sleman berharap dengan pelatihan ini, para kader dapat memiliki pemahaman tentang teknik read aloud dan nantinya dapat langsung menerapkannya di dalam keluarga.

“Semoga pelatihan membaca nyaring ini dapat berkontribusi meningkatkan literasi membaca di Kabupaten Sleman,” pungkas Mila. (Nuradi-KIM Ngemplak)