65 Orang Warga Ngaglik Tebus Sembako Murah

Sleman – Sebanyak 65 warga tidak mampu di Padukuhan Rejodani II, Kalurahan Sariharjo, Ngaglik, Sleman pada Minggu (19/2/2023), melakukan tebus murah sembako sebesar Rp. ,00/paket, lebih murah dibandingkan dengan harga normal Rp. ,00/paket. Paket sembako tersebut terdiri dari beras, minyak, gula, tepung terigu, kecap, telur minyak, gula dan telur.

Kegiatan tebus murah sembako merupakan kegiatan sosial dari Wahana Kesejahteraan Sosial Berbasis Masyarakat (WKSBM) Menur Padukuhan Rejodani II Sariharjo Ngaglik Sleman. Kegiatan dilengkapi dengan senam Lansia dan pemeriksaan kesehatan gratis serta konsultasi dokter. Pengadaan paket sembako bersumber dari program sedekah subuh yang dijalankan oleh WKSBM Menur.

Kegiatan Tebus Murah Sembako dihadiri oleh Ketua Dekranasda Sleman yang juga merupakan Mantan Bupati Sleman 2 periode, Sri Purnomo. Dalam sambutannya Bapak Sri Purnomo memberi semangat kepada warga padukuhan Rejodani II agar kegiatan serupat terus digalakkan.

“Kegiatan dari warga, oleh warga, untuk warga dijaga dan dilestarikan untuk kesejahteraan bersama,” ujar Sri.

Selain itu kegiatan Tebus sembako juga dihadiri Sarbini, sebagai Lurah Kalurahan Sariharjo. “Dengan semangat membersamai warga WKSBM Menur diharapkan mampu mengurangi permasalahan sosial dan meningkatkan kesejahteraan warga Padukuhan Rejodani II bersama tokoh masyarakat lainnya,” ungkap Sarbini. (Iwan/KIM Ngaglik)




Cegah dan Kendalikan Hipertensi Sejak Dini Agar Hidup Sehat Bahagia

Hipertensi acap kali disebut ‘The Silent Killer’ lantaran sering tanpa keluhan, sehingga penderita tidak mengetahui kalau tubuhnya mengidap penyakit hipertensi yang kemudian mendapatkan dirinya sudah mengidap penyakit penyulit atau komplikasi dari hipertensi.

Hal tersebut diungkapkan oleh dr. Annisa Aninditta Lathifah sebagai narasumber dalam kegiatan Health Talk and Screening hasil kolaborasi Bulan Sabit Merah Indonesia Yogyakarta dengan Komunitas Peduli Kesehatan Perempuan Kapanewon Gamping yang mengangkat tema ‘Cegah dan Kendalikan Hipertensi Untuk Hidup Sehat Bahagia’ yang digelar di Pendopo Kantor Pemerintah Kapanewon Gamping, Ambarketawang, Gamping, Sleman, Minggu (19/2/2023).

Dalam paparan materinya, dr Annisa Aninditta Lathifah mengatakan tidak semua penderita hipertensi mengenali atau merasakan keluhan ataupun gejala, sehingga hipertensi sering dijuluki sebagai pembunuh diam-diam (Silent Killer).

“Biasanya keluhan-keluhan pada penderita hipertensi diantaranya gelisah, sakit kepala, pusing, jantung berdebar-debar, rasa sakit di dada, penglihatan kabur, serta tubuh mudah lelah,” imbuh dr. Ifah panggilan akrabnya.

Dirinya juga memberikan informasi kepada peserta mengenai faktor risiko hipertensi. Risiko yang pertama adalah risiko yang tidak dapat dimodifikasi seperti usia, jenis kelamin, dan riwayat keluarga atau genetik. Sedangkan risiko yang dapat dimodifikasi meliputi kurang aktivitas fisik, konsumsi alkohol berlebih, konsumsi garam berlebih, diet tinggi lemak, merokok, kegemukan atau obesitas, psikososial dan stress, serta disiplidemia atau kondisi di mana kadar kolesterol, yaitu LDL, HDL, dan trigliserida, tidak normal.

Kegiatan yang dihadiri 60 peserta dari Komunitas Peduli Kesehatan Perempuan ini juga dilengkapi dengan pemeriksaan dan konsultasi kesehatan bagi peserta secara gratis. Harapannya adalah hipertensi dapat dideteksi sejak dini dan dapat dikendalikan agar tidak menimbulkan berbagai macam penyakit yang berbahaya.

“Jika tidak terkontrol, hipertensi sangat berbahaya karena dapat menyebabkan terjadinya komplikasi seperti penyakit ginjal, stroke, gangguan saraf mata, gangguan otak, penyakit pembuluh darah tepi, kerusakan retina, serta penyakit jantung,” terang dr. Ifah.

Hal senada diungkapkan oleh Ketua Komunitas Peduli Kesehatan Perempuan Kapanewon Gamping, Tanti Ardiyanti bahwasannya ada beberapa hal sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk menjaga jantung agar tetap sehat antara lain mengatur berat badan dengan menjaga pola makan yang sehat, seimbang, rendah lemak, dan rendah kadar gula, jangan merokok, tetap aktif dalam beraktivitas fisik (berolah raga), mengurangi pemakaian garam pada masakan, mengonsumsi ikan dua kali dalam seminggu, mengonsumsi makanan yang kaya akan serat seperti buah dan sayur, serta mengurangi konsumsi lemak jenuh.

“Bagi masyarakat yang telah terindikasi mengidap hipertensi diharapkan dapat mengendalikan hipertensinya melalui penerapan gaya hidup sehat dan minum obat secara teratur. Sesuai anjuran dokter pengobatan secara teratur adalah meminum obat secara teratur sesuai rekomendasi dokter, serta melakukan kontrol teratur, “ pungkas Tanti menutup obrolannya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Pulihkan Kondisi Mental dan Fisik, Kader Jumantik Lavender Gelar Outbound

Sleman – Kader Jumantik Lavender Padukuhan Kayen mengadakan out bound untuk me-refresh kondisi mental dan fisik yang digelar di Green Kayen, Condongcatur, Sleman, DIY, Sabtu (18/2/2023)

Out bound ini dimentori oleh para pemuda dan pemudi Padukuhan Kayen yang didampingi oleh mentor yang sudah ahli dan profesional di bidangnya.

Menurut Ketua Pokdarwis Green Kayen, Dadang Hermawan kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai bentuk penjajakan (trial) paket outbound yang rencananya akan disediakan sebagai pilihan kegiatan wisata alternatif di Green Kayen.  

Kader Jumatik Lavender Kayen, Ninik Setyarini menyampaikan rasa antusiasme dirinya pada kegiatan outbond ini.

“Dengan hadiah yang tidak seberapa besar tetapi kami ingin memberikan semangat dan mempererat rasa kekeluargaan antar kader Jumantik kedepan Green Kayen bekerjasama dengan pemuda siap menerima out bond dari padukuhan lain,” ujar Ninik. (Wasana/KIM Depok)




6000 Peserta Meriahkan Pembukaan Muswil Muhammadiyah dan Aisyiyah DIY

Sleman – Berbagai kegiatan digelar untuk memeriahkan Pembukaan Musyawarah Wilayah Muhammadiyah XIII dan Aisyiyah XII DIY bertempat di Kampus Terpadu Universitas Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta, Jl. Ring Road Barat, Sleman, DIY, pada Jumat (17/2/2023). Kegiatan tersebut meliputi GowesMu yang diikuti oleh berbagai cabang Muhammadiyah se-DIY, jalan sehat, dan senam yang dipusatkan di Unisa.

 “kami merasa terhormat dan menjadi kebanggaan bahwa UNISA diberikan kepercayaan menjadi tuan rumah dan ajang peristiwa akbar Muhammadiyah dan Aisyiyah kali ini,” ungkap Rektor Unisa, Warsiti.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo berkesempatan langsung untuk mengibarkan bendera start para peserta kegiatan yang diikuti oleh total 6000 peserta, terdiri dari 2000 peserta gowes bareng, 2000 jalan sehat, dan 2000 senam.

“Apresiasi Luar biasa antusiasme peserta tiga kegiatan yang dijadikan satu dan harapan kami kemeriahan syiar pembukaan Musywil Muhammadiyah XIII dan ‘Aisyiyah XII menghasilkan kepemimpinan dan program ke depan yang semakin maju, serta semoga Allah selalu meridhoi,” ujar Kustini ditemui di sela acara.

Syiar Musywil juga diwarnai dengan pembagian ratusan doorprize yang menarik, seperti televisi, kulkas, sepeda, kompor gas Rangkaian berikutnya adalah  pembukaan Bazar Ekonomi , Kuliner dan Expo pendidikan, dibuka oleh Ketua PWM D.I. Yogyakarta, Gita Danu Pranata.

 “Alhamdulillah, para peserta yang hadir di Syiar Musywil sangat antusias dan ini melebihi ekspektasi dari panitia. Apresiasi seluruh komponen persyarikatan, terutama amal usaha yang turut bahu-membahu mensukseskan Syiar Musywil ini,” tukas Gita.

Mengutip Iwan Setiawan, Pemerhati Sejarah Muhammadiyah dan Akademisi UNISA,  Aspek kesejarahan Muhammadiyah DIY memiliki kesan tersendiri bagi warga Muhammadiyah di luar DIY.

“Bagi warga Muhammadiyah di luar DIY, Muhammadiyah DIY adalah role model untuk aktivitas organisasi. Baik dari segi perkaderan ataupun segi amal usaha Muhammadiyah yang maju. Tentu kesan ini menjadi tanggung jawab moral bagi Muhammadiyah DIY dalam mengembangkan Muhammadiyah ke depan,” jelas Iwan. (Arief Hartanto)




Membekali Anggota KIM dengan Ilmu Jurnalistik

Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Lumintu Ngemplak menggelar pelatihan jurnalistik bagi anggotanya di Widodomartani, Ngemplak, Sleman, Kamis (16/2/2023). Pelatihan ini diikuti oleh sejumlah pemuda warga Ngemplak dan para staf kalurahan pengelola Sistem Informasi Desa (SID) di wilayah Kapanewon Ngemplak.

Peserta pelatihan mendapat materi pengantar jurnalistik, teknik menulis berita, dan fotografi jurnalistik yang disampaikan para praktisi media. Minta Harsana, Ketua KIM Lumintu Ngemplak mengatakan kegiatan pelatihan jurnalistik ini bertujuan mengaktifkan keberadaan KIM yang sudah terbentuk di beberapa kalurahan sekaligus mendorong terbentuknya KIM kalurahan yang belum ada.

“Lewat pelatihan ini dapat diperoleh bibit-bibit jurnalis muda, sehingga informasi yang dimiliki oleh kalurahan bisa terekspos dan lebih mengangkat potensi yang dimiliki oleh kalurahan,” ungkap Minta Harsana.

Panewu Anom Kapanewon Ngemplak, Tri Widodo Purnomo dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada KIM Ngemplak yang secara aktif melakukan terobosan-terobosan kegiatan dalam rangka menumbuhkan dan menguatkan peranan warga masyarakat untuk bisa memberikan informasi yang membangun sehingga dapat mengangkat potensi ekonomi yang dimiliki oleh warga masyarakat Ngemplak.

“KIM hendaknya menjadi panglima yang menguasai informasi di wilayahnya berikut data sehingga pemberitaan yang dilakukan secara masif dapat menciptakan inovasi yang selanjutnya menciptakan ikon bagi kapanewon dalam hal peningkatan ekonomi dan kesejahteraan,” ujar Tri Widodo Purnomo.

Pelibatan warga masyarakat khususnya pemuda dapat menjadi agen dalam hal sumber berita yang update dengan memanfaatkan media online yang ada. Mengemas informasi yang sesuai dengan jamannya sehingga dapat memantik dan mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat. “Tentunya dengan selalu bersinergi dengan pemerintah,” imbuhnya.

Adapun Ketua KIM Sembada Kabupaten Sleman Suripto turut menyampaikan bahwa saat ini kondisi KIM Sleman sangat beragam. Keberadaan KIM di tiap kalurahan sangat dibutuhkan karena diharapkan mampu mengangkat potensi yang ada di wilayah setempat.

“Mari yang sudah terbentuk KIM-nya di kalurahan untuk diaktifkan. KIM Kabupaten Sleman melakukan pertemuan rutin dengan tujuan menghimpun pendapat anggota sekaligus melakukan evaluasi. KIM Ngemplak sangat aktif karena beberapa kali melaksanakan program kegiatan yang menarik, seperti saat ini dengan melakukan pelatihan jurnalistik, ini menunjukkan program kerjanya jalan,” ungkap Suripto. Suripto juga mengajak  agar kalurahan yang belum membentuk KIM segera dibentuk KIM di tingkat kalurahan.

Nuradi, salah satu pemateri menegaskan bahwa pelatihan ini tidak semata-mata mengajak untuk jadi wartawan atau jurnalis, tapi lebih kepada mengajak para peserta untuk memahami bagaimana sebuah berita itu bisa dilakukan oleh siapa saja dengan media online apapun secara sederhana hingga menjadi sebuah produk jurnalistik yang sesuai kaidah-kaidah faktual dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dalam acara ini juga dilakukan penandatanganan kerjasama (MoU) antara KIM Lumintu Ngemplak dengan Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (GPMB) DIY, yang bertujuan untuk saling bersinergi dalam peningkatan literasi di masyarakat.(Nuradi-KIM Ngemplak)