Hipertensi acap kali disebut ‘The Silent Killer’ lantaran sering tanpa keluhan, sehingga penderita tidak mengetahui kalau tubuhnya mengidap penyakit hipertensi yang kemudian mendapatkan dirinya sudah mengidap penyakit penyulit atau komplikasi dari hipertensi.
Hal tersebut diungkapkan oleh dr. Annisa Aninditta Lathifah sebagai narasumber dalam kegiatan Health Talk and Screening hasil kolaborasi Bulan Sabit Merah Indonesia Yogyakarta dengan Komunitas Peduli Kesehatan Perempuan Kapanewon Gamping yang mengangkat tema ‘Cegah dan Kendalikan Hipertensi Untuk Hidup Sehat Bahagia’ yang digelar di Pendopo Kantor Pemerintah Kapanewon Gamping, Ambarketawang, Gamping, Sleman, Minggu (19/2/2023).
Dalam paparan materinya, dr Annisa Aninditta Lathifah mengatakan tidak semua penderita hipertensi mengenali atau merasakan keluhan ataupun gejala, sehingga hipertensi sering dijuluki sebagai pembunuh diam-diam (Silent Killer).
“Biasanya keluhan-keluhan pada penderita hipertensi diantaranya gelisah, sakit kepala, pusing, jantung berdebar-debar, rasa sakit di dada, penglihatan kabur, serta tubuh mudah lelah,” imbuh dr. Ifah panggilan akrabnya.
Dirinya juga memberikan informasi kepada peserta mengenai faktor risiko hipertensi. Risiko yang pertama adalah risiko yang tidak dapat dimodifikasi seperti usia, jenis kelamin, dan riwayat keluarga atau genetik. Sedangkan risiko yang dapat dimodifikasi meliputi kurang aktivitas fisik, konsumsi alkohol berlebih, konsumsi garam berlebih, diet tinggi lemak, merokok, kegemukan atau obesitas, psikososial dan stress, serta disiplidemia atau kondisi di mana kadar kolesterol, yaitu LDL, HDL, dan trigliserida, tidak normal.
Kegiatan yang dihadiri 60 peserta dari Komunitas Peduli Kesehatan Perempuan ini juga dilengkapi dengan pemeriksaan dan konsultasi kesehatan bagi peserta secara gratis. Harapannya adalah hipertensi dapat dideteksi sejak dini dan dapat dikendalikan agar tidak menimbulkan berbagai macam penyakit yang berbahaya.
“Jika tidak terkontrol, hipertensi sangat berbahaya karena dapat menyebabkan terjadinya komplikasi seperti penyakit ginjal, stroke, gangguan saraf mata, gangguan otak, penyakit pembuluh darah tepi, kerusakan retina, serta penyakit jantung,” terang dr. Ifah.
Hal senada diungkapkan oleh Ketua Komunitas Peduli Kesehatan Perempuan Kapanewon Gamping, Tanti Ardiyanti bahwasannya ada beberapa hal sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk menjaga jantung agar tetap sehat antara lain mengatur berat badan dengan menjaga pola makan yang sehat, seimbang, rendah lemak, dan rendah kadar gula, jangan merokok, tetap aktif dalam beraktivitas fisik (berolah raga), mengurangi pemakaian garam pada masakan, mengonsumsi ikan dua kali dalam seminggu, mengonsumsi makanan yang kaya akan serat seperti buah dan sayur, serta mengurangi konsumsi lemak jenuh.
“Bagi masyarakat yang telah terindikasi mengidap hipertensi diharapkan dapat mengendalikan hipertensinya melalui penerapan gaya hidup sehat dan minum obat secara teratur. Sesuai anjuran dokter pengobatan secara teratur adalah meminum obat secara teratur sesuai rekomendasi dokter, serta melakukan kontrol teratur, “ pungkas Tanti menutup obrolannya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)