Jalin Silaturahmi, Relawan Donoharjo Gelar Ziarah Kubur Pendiri Relado

Sleman – Dalam rangka menyambung silaturahmi antara relawan Donoharjo dengan keluarga mantan anggota dan pendiri Relawan Donoharjo (Relado), anggota Relado menyelenggarakan  ziarah kubur, tabur bunga dan doa bersama Minggu (6/3/2023) di Kalurahan Donoharjo, Ngaglik, Sleman.

Ketua Relado Suratmi yang memiliki nama udara Bunda Imel menjelaskan bahwa selain menyambung tali silaturahmi, ziarah kubur bertujuan untuk  mengenang jasa serta mendoakan almarhum semoga mendapatkan nikmat kubur, diampuni semua dosa dan kesalahannya, diterima di sisi-Nya serta dibukakan pintu surga.

Kegiatan yang mengambil tema Kukenang dan Kuingat Selalu Jasamu Wahai Pahlawan Donoharjo itu diawali dengan ziarah kubur  di makam almarhum Sukamto dan Sugiyono di Ngepas Kidul, dilanjutkan ke makam almarhum Margino di Ngepas Lor, Urip Sarwono atau Randu dan Sugandono di makam Maron, Heri dan Suklihono di makam Jetis Donolayan dan terakhir di Makam Soegito Hadi, mantan Lurah Donoharjo  di Penen.

Relado sendiri merupakan komunitas relawan yang berdiri sejak tahun 2012 dimulai sebagai relawan komunikasi dengan nomer frekuensi .

“Relado telah menyelenggarakan berbagai pelatihan dalam upaya mewujudkan komunitas relawan yang memiliki kompetensi  dalam bertugas,” ujar Suratmi.

“Relado juga melaksanakan  mitigasi bencana seperti penebangan pohon dalam upaya mengantisipasi maupun penanganan saat terjadi bencana, maupun kegiatan lain dalam rangka membantu pemerintah Kalurahan maupun masyarakat seperti pengamanan Prokes penyaluran BLT, penyelenggaraan vaksin, maupun bantuan komunikasi lomba takbir, pengamanan Natal dan tahun Baru,” imbuhnya.

Suratmi menuturkan, ketika pandemi Relado turut melakukan penyemprotan di berbagai fasilitas umum, membantu memantau pelaksanaan proses di Padukuhan masing-masing.

“Sebagian anggota yaitu Bapak Wahyu Agung Purnomo dan Bapak Maryanto juga bergabung di Tim Reaksi Cepat Donoharjo yang melaksanakan kegiatan penguburan jenazah terpapar covid,” jelas Suratmi lagi. (Endarwati/KIM Donoharjo)




Jelang Ramadan dan Lebaran, Ketersediaan Ikan Konsumsi di Sleman Mencukupi

Sleman – Produksi ikan konsumsi di Kabupaten Sleman tahun 2022 mencapai ton. Jumlah tersebut mampu menyuplai 60% ikan konsumsi di Daerah Istimewa Yogyakarta. Jika dibandingkan dengan produksi di Tahun 2021, jumlah tersebut mengalami peningkatan 0,45 %.

“Peningkatan ini menandakan bahwa perikanan Sleman telah bangkit kembali setelah mengalami penurunan selama Covid-19,” ujar Suparmono, Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DPPP) Kabupaten Sleman, Senin (6/3/2023).

Suparmono menuturkan, tren produksi ikan konsumsi di awal tahun 2023 mengalami peningkatan secara stabil. Berdasarkan data DPPP Sleman, produksi ikan nila konsumsi pada bulan Februari sebanyak 611,215 ton. Sedangkan estimasi ketersediaan ikan konsumsi di bulan Maret sebanyak 680,790 ton dan di bulan April sebanyak 907,509 ton.

“Dengan demikian ketersediaan ikan konsumsi menjelang ramadan dan lebaran tercukupi. Tren ini diprediksi berlanjut seiring dengan banyaknya permintaan konsumen dan tingginya minat membudidayakan ikan,” jelas Suparmono.

Untuk menjaga keseimbangan, Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan melakukan akselerasi program di tahun 2023. Target produksi ikan konsumsi di Kabupaten Sleman tahun 2023 di angka ton.

“Target tersebut didukung dengan pagu anggaran sebesar Rp ,- bersumber dari APBD Kabupaten Sleman dan DAK Kementerian Kelautan dan Perikanan,” ungkap Suparmono.

Berbagai program telah direncanakan dan dilaksanakan di awal tahun 2023. Kegiatan tesebut antara lain Penyediaan calon induk unggul, Rehabilitasi Unit perbenihan, Bedah Unit Pengolahan Ikan, penebaran ikan di perairan umum, dan pengadaan sarana budidaya ikan air tawar.

Kegiatan lain yang diharapkan mampu mendukung pencapaian target produksi ikan konsumsi yaitu pelatihan dan pendampingan sarana prasarana budidaya.

“Tahun 2023 Bidang Perikanan Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan siap melaksanakan 54 angkatan pelatihan baik budidaya maupun pengolahan serta pendampingan sarana prasarana budidaya di 54 lokasi diseluruh wilayah Kabupaten Sleman,” jelas Suparmono lagi.

Dukungan masyarakat juga sangat kuat melalui 675 kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) yang ada di Sleman dengan penggunaan teknologi terbaru. Teknologi dalam rangka meningkatkan produksi dan produktivitas lahan budidaya terus dikembangkan dengan berbagai inovasi.

“Teknologi Sibudidikucir (Sistem Budidaya Ikan dengan Kincir Air) masih menjadi pilihan teknologi oleh masyarakat perikanan Sleman. Pada tahun 2022 mulai terasa geliat penerapan teknologi bioflok dalam budidaya ikan nila dan lele. Di tahun 2023, teknologi bioflok di kolam permanen berukuran kecil terus dikaji. Hasil sementara menunjukan ada peningkatan produksi dan memberikan keuntungan secara ekonomi yang lebih besar bagi pembudidaya ikan,” imbuh Suparmono.

Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan berupaya mempersiapkan diri dengan kemungkinan serangan hama dan penyakit pada usaha budidaya ikan melalui penyediaan vitamin dan probiotik yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha budidaya .

“Sehingga harapannya usaha budidaya ikan memberikan hasil optimal dan permintaan masyarakat terhadap protein hewani dari komoditas perikanan,” pungkas Suparmono.

Sementara, untuk jenis ikan, Nila merah masih menjadi komoditas unggulan di Kabupaten Sleman. Permintaan yang cukup besar terutama menjelang ramadan dan lebaran akan mampu terpenuhi karena secara simultan pelaku perikanan memanfaatkan kedua momen tersebut untuk meningkatkan produksi mereka.

Menurut Sri Hartono, salah seorang Penyuluh Swadaya Perikanan, sudah menjadi tradisi di kalangan pembudidaya bahwa menjelang hari besar keagamaan pembudidaya menyiapkan produksi untuk memenuhi pasar yang biasanya permintaannya meningkat di kisaran 15 – 20% dibanding hari hari biasa.

Saat ini harga yang berlaku dipasaran untuk komoditas nila yaitu sebesar , lele , gurami dan bawal




Peringati Hut TNI AU, Pemkab Sleman Bersama AAU Bagikan 2500 Paket Sembako

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman Bersama dengan Akademi Angkatan Udara (AAU) melaksanakan Bakti Sosial dalam rangka memperingati HUT Ke-77 TNI AU. Bakti sosial dilaksanakan dengan memberikan 2500 paket sembako bagi warga kurang mampu. Paket sembako secara simbolis diserahkab kepada 10 warga Sleman bertempat di Lapangan Pemda Sleman, Minggu (5/2).

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Sleman Kustini Sri Purnono bersama dengan Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) II Marsdya TNI Andyawan Martono, dan Gubernur Akademi Angkatan Udara Marsda TNI Eko D. Indarto.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menyampaikan bahwa kegiatan bakti sosial ini merupakan kerjasama Pemerintah Kabupaten Sleman dengan AAU sebagai rangkaian dari peringatan HUT TNI AU ke-77.

“Hari ini AAU bekerjasama dengan Pemkab Sleman untuk menyalurkan sebanyak 2500 paket sembako  dalam rangka bakti sosial peringatan HUT TNI AU ke-77. Bantuan yang diberikan oleh AAU ini diserahkan secara simbolis kepada warga Sleman yang membutuhkan,” jelasnya.

Kustini menjelaskan bantuan tersebut akan diberikan kepada warga yang membutuhkan yang berada di 17 Kapanewon.

Sementara itu, Gubernur Akademi Angkatan Udara Marsda TNI Eko D. Indarto menyampaikan bahwa kegiatan bakti sosial yang diselenggarakan di Sleman ini merupakan program dari Mabes AU sebagai rangkaian HUT TNI AU. Ia menyebut, kegiatan tersebut juga sebagai bentuk silaturahmi AAU kepada Pemkab Sleman.

Lebih lanjut, Eko D. Indarto menuturkan, selain menyerahkan bantuan sembako, AAU juga mendatangkan Taruna untuk melakukan display Drumband Gita Dirgantara AAU untuk memeriahkan kegiatan tersebut.

“Kegiatan ini (bakti sosial) merupakan program mabes TNI AU dengan membagikan 2500 sembako dan AAU datang ke sini dalam rangka mengakrabkan diri dengan Pemkab Sleman di minggu gembira dengan harapan keberadaan kita semakin bisa dirasakan oleh masyarakat khususnya dapat menjalin kolaborasi yang baik antara Pemkab Sleman dengan AAU dan secara umum dengan TNI AU,” jelasnya.




Bentuk Rasa Syukur atas Hasil Panen, Warga Padukuhan Yapah Gelar Wiwit Panen Raya

Kelompok Tani Sedio Utomo serta warga Padukuhan Yapah, Sukoharjo, Sleman menggelar Wiwit Panen Raya Petani Yapah, Minggu (5/3/2023). Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk rasa syukur dan harapan para warga terhadap hasil panen yang melimpah.

Hadi Raharja, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari UPTD Dinas Pertanian Sleman menyebutkan bahwa Dinas Pertanian Sleman mendukung penuh kegiatan ini, karena saat ini, banyak tanah pesawahan yang sudah beralih fungsi menjadi hunian maupun bangunan-bangunan yang sangat berpengaruh dengan menurunnya ketersediaan pangan.

“Oleh karena itu, kita petani saat ini harus pandai-pandai berusaha bagaimana caranya tanah pesawahan yang masih ada ini bisa kita manfaatkan sebaik-baiknya. Bagaimana caranya budidaya yang baik, sehingga bisa didapatkan hasil yang lebh meningkat. Dan untuk mengetahuinya, bisa dengan cara diubin, sehingga bisa tahu apakah hasil pertanian kita meningkat atau tidak,” jelas Hadi.

“Juga bisa berupaya dengan menggandeng dan melibatkan berbagai sektor pertanian untuk membantu kegiatan pertanian yang ada. Dengan adanya acara wiwit bersama ini, diharapkan bisa menambah semangat petani yang ada di daerah Yapah, yang bernaung di bawah Kelompok Tani Sedio Utomo yang diketuai Kris Indito,” ujar Hadi lagi.

Kris Indito, Ketua Kelompok Tani Sedio Utomo menuturkan, Pemerintah melalui Dinas Pertanian sudah memberikan banyak bantuan dan kemudahan yang disalurkan melalui Kalurahan, yang kemudian diserahkan kepada petani di Yapah melalui Kelompok Tani Sedio Utomo.

“Jadi kita sebagai petani juga harus bisa berusaha bagaimana caranya pertanian kita bisa berhasil dengan baik, hasil panen meningkat sehingga bisa menambah kesejahteraan warganya. Kegiatan wiwit ini merupakan salah satu wujud syukur kita kepada Allah SWT, yang telah memberikan hasil panen seperti yang diharapkan, selain juga untuk nguri-uri kebudayaan Jawa yang sudah sejak dulu dilakukan oleh warga Yapah,” tutur Kris. 

Dukuh padukuhan Yapah, Joni Pranata menyebutkan bahwa kegiatan wiwit bersama ini juga sebagian dari usaha padukuhan Yapah yang mendukung adanya Desa Rintisan Wisata di kalurahan Sukoharjo.

Sementara itu Sunyoto yang mewakili tamu undangan dari Kalurahan Sukoharjo mengungkapkan dukungan penuh dari pemerintah Sukoharjo untuk maju dan berusaha bersama menuju Desa Rintisan Wisata.

Warga Yapah pun sangat mendukung dan antusias dengan adanya kegiatan wiwit ini. Sugiyanto yang merupakan seorang tokoh masyarakat juga menuturkan bahwa dia sangat senang dengan adanya acara ini.

“Selain bisa silaturahmi dengan sesama warga Yapah, juga bisa mencicipi hasil masakan ibu-ibu Yapah yang sangat lezat,”guraunya. (ESWE/KIM Sukoharjo-Ngaglik)




Mudahkan Administrasi, Dukcapil Sleman Jemput Bola Data Kependudukan Warga Sukoharjo

Sukoharjo – Salah satu syarat menjadi pemilih pada pemilu adalah mempunyai e-KTP atau warga yang sudah berusia 17 tahun. Ini yang menjadi salah satu alasan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Sleman menggandeng Kapanewon Ngaglik, sebagai kapanewon pertama yang melakukan inisiasi pelayanan jemput bola perekaman e-KTP bagi pemula yang berada di Kalurahan Sukoharjo, Kapanewon Ngaglik, Sleman, pada Sabtu (4/3/2023). Selain perekaman e-KTP, kegiatan ini juga bisa dimanfaatkan untuk mengurus dokumen lainnya seperti perbaikan KK yang bermasalah atau ganti status, perbaikan KTP yang rusak dan pembuatan KIA bagi anak dibawah 17 tahun.

Susmiarto, Kepala Dinas Dukcapil Sleman menjelaskan bahwa kegiatan ini dilakukan untuk membantu masyarakat dan mendukung hajat demokrasi 2024.

“Sehingga nanti pada pemilu yang akan datang  warga yang sekarang masih 16 tahun dan tahun depan sudah berusia 17 tahun, yang jumlah nya lebih dari warga yang sudah bisa melakukan perekaman biodata e-KTP. Sehingga nanti setelah umur 17 tahun, KTP sudah bisa langsung dicetak,” ungkap Susmiarto.

Selain kapanewon dan nantinya kalurahan, Dukcapil Sleman juga sudah akan melakukan kegiatan ini ke sekolah-sekolah yang ada di Sleman, yang sampai saat ini sudah terjadwal sejumlah 30 sekolah terdiri dari SMA, SMK dan MAN.

“Dengan adanya kemudahan ini diharapkan semua warga mempunyai dokumen kependudukan yang sah dan sesuai antara dokumen yang satu dengan yang lain. Kegiatan ini sendiri gratis tanpa ada pungutan biaya,” jelas Susmiarto

Sementara itu, Hadi Subronto, Lurah Sukoharjo menjelaskan bahwa kegiatan ini sendiri terlaksana atas kerjasama Dinas Dukcapil Sleman, Kapanewon Ngaglik, Kalurahan Sukoharojo, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta pelibatan RT, RW, dan PKK untuk penyebaran informasi ke masyarakat.

“Meskipun datanya hanya 125 warga yang direncanakan untuk melakukan perekaman e-KTP, tapi pada kenyataannya banyak sekali warga yang antusias mengikuti kegiatan ini. Selain perekaman e-KTP, juga adanya pengurusan KK dan KIA yang mencapai ratusan warga yang ikut serta,” jelas Hadi.

Hadi Subronto juga menuturkan, dengan adanya perekaman e-KTP di usia 16 tahun ini, nantinya di tahun 2024 saat pelaksanaan pemilu, mereka sudah bisa langsung mencetak e-KTP dan bisa ikut serta dalam pesta demokrasi 2024.

Hadi berharap ditahun-tahun mendatang, kegiatan seperti ini bisa dilaksanakan lagi sehingga masyarakat akan merasa diberi kemudahan dalam kepengurusan dokumen yang pada akhirnya semua masyarakat bisa memiliki dokumen-dokumen kependudukan yang seharusnya.

Dalam kegiatan sisir adminduk di kalurahan Sukoharjo ini, terdata pengurusan KIA 272 anak, perekaman e-KTP pemula 92 orang, KK 68, e-KTP 40, dan Identitas Kependuduan Digital (IKD) 18 orang.

Tidak hanya masyarakat umum, warga dengan gangguan jiwa pun dilayani dalam kegiatan ini, tanpa membedakan pelayanan.

Warga pun mengapresiasi apa yang dilakukan Dukcapil Sleman ini. Mujiyono salah satu wargaa Banturejo Sukoharjo mengungkapkan rasa senangnya karena telah mendapatkan kemudahan dalam kepengurusan KIA putranya. Baik secara pendataan maupun lokasi yang harus dia tempuh sangat dekat dan mudah, dibandingkan bila harus datang langsung ke Dukcapil Sleman.

“Semoga kegiatan seperti ini akan terus berlanjut, sehingga masyarakat pada umumnya akan sangat merasa terbantu,” ungkap Mujiyono. (ESWE/KIM Sukoharjo-Ngaglik)