Pelajar Pakem Deklarasi Tolak Geng dan Kejahatan Jalanan

Sleman – Pelajar yang bersekolah di Kapanewon Pakem melakukan Deklarasi untuk Menolak Geng dan Kejahatan Jalanan pada Jumat (17/3/2023) di Kantor Kapanewon Pakem, Sleman. Deklarasi yang menjadi rangkaian dari peringatan HUT Penegakan Kedaulatan Negara Republik Indosesia ini diikuti oleh perwakilan para pelajar tingkat SMP/MTs, SMA/MA/SMK se-Kapanewon Pakem dengan disaksikan Panewu Pakem, para lurah dan jajaran pamong, para guru, anggota Linmas, Kapolsek Pakem, Komandan Komando Rayon Militer 02 Pakem .

Rakhmat Harinawan, Panewu Pakem mengapresiasi apa yang dilakukan para pelajar ini. Menurutnya, Kapanewon Pakem memiliki banyak sekolah dan lembaga pendidikan sehingga tidak mengherankan jika banyak prestasi dari pelajar. Prestasi tersebut harus dipertahankan dan ditingkatkan. 

“Manfaatkan waktu dan energi kalian untuk hal-hal positif.  Banggakan orang tua, jangan cederai upaya mereka yang telah membeayai hidup dan pendidikan kalian,” pesan Rakhmat Harinawan.

Rakhmat mengapresiasi adanya deklarasi perwakilan pelajar untuk menolak segala bentuk dan aksi geng sekolah, energi lebih, kejahatan jalanan, knalpot blombongan, narkoba dan minuman beralkohol. 

“Narkoba dan minuman beralkohol berdampak buruk pada kesehatan dan masa depan, maka harus dijauhi,” tegas Rakhmat. 

“Apalagi para pemuda dan pelajar adalah generasi penerus yang akan menggantikan para tokoh maupun pejabat sekarang.  Dengan adanya deklarasi ini diharapkan tercipta suasana semakin aman tentram dan damai bagi masyarakat Pakem dan sekitarnya, apalagi sebentar lagi memasuki bulan Ramadhan,” tutupnya. (Edy – KIM Sumber Biwara Moyudan)




Kapanewon Berbah Gelar Lokakarya Lintas Sektoral untuk Puskesmas

Sleman – Pemerintah Kapanewon Berbah melakukan Lokakarya Mini Lintas Sektoral Puskesmas Berbah Trisemester Pertama tahun 2023, bertempat di Aula Puskesmas Berbah, Sleman, DIY, Kamis (16/3/2023).

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Panewu Berbah, Kepala UPT Kesehatan Berbah, Danramil dan Kapolsek Berbah, Babinkamtibmas, Babinsa,UPT Pendidikan,  KUA, BP4, SKB, Poskeswan, lurah se-Kapanewon Berbah, serta Forum Lingkungan Hidup Berbah.

Panewu Berbah Rohmiyanto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Lokakarya kali ini berisi laporan dan evaluasi yang telah dilakukan tahun 2022 dan menyampaikan inovasi juga kegiatan apa yang akan diagendakan untuk dilakukan pada tahun ini.

Ia menambahkan bahwa penanganan permasalahan di masyarakat baik kesehatan ataupun sosial tidak bisa dilakukan sendiri sendiri.

“Akan lebih baik bila penangan permasalahan dilakukan bersama-sama lintas sektoral sehingga akan menjadi lebih baik karena banyak yang bertanggungjawab dan akan lebih banyak yang mengawasi,” ujar Rohmiyanto.

Rohmiyanto juga menuturkan  bahwa dalam melakukan pelayanan kepada masyarakat adalah prioritas utama bagi pemerintah dan juga puskesmas Berbah.

“Kejadian yang sudah terlewat hendaklah menjadi pembelajaran untuk  melakukan pelayanan yang lebih baik sesuai ketentuan penugasan yang ditetapkan,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala UPT Kesehatan Berbah, dr. Hari Pratono, menyampaikan bahwa di tengah keterbatasan yang ada, pihaknya terus berusaha memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat.  

“Semoga ke depan bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat lebih baik. Meski terkadang keinginan pelayan terkendala denga SOP yang diberlakukan juga keterbatasan sarana dan prasarana yang kurang mendukung,” ujar Hari.

Dokter Hari menuturkan, pihaknya saat ini masih terkendala dengan keterbatasan ketenagaan dan sarana, sehingga layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) di Puskesmas Berbah saat ini diubah menjadi Pelayanan Gawat Darurat Terbatas (PGDT).

“Denga berubahnya penyebutan tersebut masyarakat bisa memaklumi kondisi  yang ada di puskesmas,” kata dr. Hari.

Selain itu, lanjut Hari, untuk meningkatkan dalam pelayanan, Puskesmas Berbah juga melakukan komputerisasi  digitalisasi sehingga pelayanan bisa lebih terintegrasi.

“Contohnya pasien bisa mendaftar melalui WA sehingga mengurangi antrian berkumpulnya pendaftar. Ini semua sebagai wujud  dari Motto puskesmas Berbah yaitu BISA ( Bersih, Informatif & inovatif, Santun, Akurat ),” tukas dr. Hari.

Dokter Hari juga mengatakan Puskesmas Berbah juga akan menjalankan re-evaluasi akreditasi dari Dinas Kesehatan Sleman. Untuk itu, dirinya meminta dukungan agar Puskesmas Berbah dapat mencapai level maksimal agar dapat memberikan pelayanan yang lebih baik.

“Diharapkan dukungan dari pemerintah kapanewon dan pihak lain dalam penilaian kinerja puskesmas. Harapannya akan mendapatkan nilai akreditasi Paripurna, karena sekarang akreditasi puskesmas Berbahpada level Utama,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, dr. Hari juga menyampaikan laporan kinerja tahun 2021 sampai tahun 2022, di antaranya tentang penanganan Covid-19, peningkatan gizi, serta pengendalian penyakit.

“Upaya peningkatan gizi masyarakat 129,40 persen. Upaya pencegahan dan pengendali Penyakit diangka 104,57 persen, harapannya kedepan semua bisa tuntas mencapai seratus persen,” tutup dr. Hari. (Kusnadi/KIM Tirto Gumregah Berbah)




Sambut Kompetisi Kajian Hukum Kepemiluan, Bawaslu Sleman Latih Panwascam

Sleman – Menyambut gelaran kompetisi penyusunan kajian hukum  di bidang kepemiluan yang diinisiasi oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Daerah Istimewa Yogyakarta pada bulan April 2023 mendatang, maka Pimpinan Bawaslu Kabupaten Sleman memberikan bimbingan teknis penulisan kajian hukum sekaligus melakukan kegiatan sosialisasi dan implementasi produk hukum bawaslu berupa Surat Keputusan Nomor 3/ tentang Petunjuk Teknis Penyelesaian Sengketa Proses Pemilihan Umum yang dilaksanakan di The Manohara Hotel Yogyakarta, Kamis (14/3/2023).

Kegiatan dibuka secara langsung oleh Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa  Mujibur Rahman mewakili Ketua Bawaslu Kabupaten Sleman, M. Abdul Karim Mustofa. Tampak hadir dalam acara pembukaan Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Daerah Istimewa Yogyakarta, Agus Muhamad Yasin didampingi anggota Bawaslu Kabupaten Sleman selaku Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Ibnu Darpito, Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat, Arjuna Al Ichsan Siregar, serta Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi, dan Pendidikan Pelatihan, Vici Herawati.

Dalam sambutan pembukanya, Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kabupaten Sleman,  Mujibur Rahman mengharapkan agar seluruh Ketua dan Anggota Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kecamatan se-Kabupaten Sleman yang hadir menyimak dan memperhatikan materi secara utuh yang diberikan oleh Pegiat Caksana Institute dan Dosen Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Hasrul Halili bersama Pelaksana Tugas Kepala Bagian Penanganan Pelanggaran, Penyelesaian Sengketa Proses, dan Hukum Sekretariat Bawaslu Daerah Istimewa Yogyakarta, Cahyo Febriyanto Tadhery yang memberikan pemaparan mengenai teknik penyusunan kajian hukum.

Dalam paparannya, Cahyo Febriyanto mengatakan penyusunan kajian hukum merupakan upaya untuk menemukan ketidakadilan atau kelemahan yang terdapat pada suatu aturan maupun praktek di lapangan yang proses penemuan kebenarannya dapat dilakukan secara ilmiah atau non ilmiah.

“Penelitian hukum normatif dilakukan karena didasari kekosongan hukum, terdapat perbedaan mencolok antara peraturan dengan realita di lapangan, kekaburan hukum, ditemukan aturan yang menyimpangi asas hukum yang ada, terdapat aturan namun tidak bisa digunakan dalam penegakan hukum, ada konflik hukum secara vertikal atau horizontal, maupun studi kasus,” jelas Cahyo.

Hal senada diutarakan Pegiat Caksana Institute, Hasrul Halili bahwa sistematika penulisan kajian hukum harus diperhatikan oleh penulis yang meliputi judul kajian harus jelas dan bersifat netral, latar belakang mengapa penulis tertarik mengkajinya, rumusan masalah, tinjauan pustaka, analisis atau pembahasan, serta penutup yang berisi kesimpulan dan saran dari sejumlah rumusan masalah yang diangkat penulis.

“Kata kunci dari rumusan masalah dapat diambilkan dari kata-kata yang ada di dalam judul yang merupakan variabel utama, dan dirumuskan dalam bentuk pertanyaan dengan selalu ingat prinsip metode Socrates karena untuk sampai kepada kebenaran harus mulai dengan pertanyaan yang tepat,” tegas Halili dihadapan peserta bimtek. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Hujan Angin, Upacara Adat Tuk Si Bedug Ditunda

Sleman – Serangkaian Upacara Adat Tuk Si Bedug tahun 2023 yang harusnya digelar di Panggung Mraggen, Kalurahan Margodadi, Kapanewon Seyegan terpaksa ditunda pagelarannya akibat hujan deras disertai angin kencang yang melanda daerah Kapanewon Seyagan, Kamis (17/3/2023). Kegiatan yang termasuk Agenda Budaya Pemerintah Kabupaten Sleman itu merupakan warisan budaya Sunan Kalijaga dalam menyebarkan Agaman Islam di Wilayah Margodadi, Kapanewon Seyegan.

Prayoga, salah satu panitia menjelaskan bahwa kondisi alam ini tidak bisa diprediksi sehingga acara yang sudah disusun demikian rapi tidak bisa dilanjutkan. Prayoga sedianya menjadi pembawa acara untuk acara utama tersebut sekaligus membacakan sejarah tuk si bedug yang dikemas dalam bahasa jawa halus dan diiringi dengan fragmen.

Di samping itu, Prayoga juga menyampaikan bahwasannya antusiasme warga masyarakat memang luar biasa, mengingat even budaya upacara adat tuk si bedug ini diadakan pertama kali pasca pandemi. “Artinya 2 tahun berturut turut kegiatan serupa tidak dapat dilaksanakan,” ujar Prayoga.

Harapan Prayoga, untuk tahun berikutnya mulai dipikirkan tentang kemasan acaranya yang tidak hanya dilaksanakan acara prosesi adat, namun diberi kesempatan pula generasi muda untuk terlibat dengan kreasi budayanya.

“Selain menambah khazanah budaya juga untuk merangkul generasi muda untuk cinta dengan adat budaya yang masih dilestarikan sampai sekarang,” ungkap Prayoga.

Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi kalurahan Margodadi yang mempunyai status desa mandiri budaya.

Serangkaian kegiatan sudah dipersiapkan Panitia untuk mengisi upacara agung adat Tuk si Bedug. Dimulai dari jam di Panggung Mranggen sudah diisi dengan  Karawitan Dusun Beran. Masih di tempat yang sama, pada pukul WIB, Kelompok Karawitan Mardi Laras berkenan juga mengisi acara.

Pada Pukul diadakan kirab budaya yang dimulai dari Lapangan Gendengan Kalurahan Margodadi menuju ke Panggung Mranggen yang melalui padukuhan Grogol, jagan, japanan, jagalan dan Druju.

Memakan waktu 1 jam lebih prosesi kirab budaya. Pukul wib, rombongan kirab baru masuk ke lapangan di depan panggung Mranggen, namun demikian hujan sudah mulai turun. Penonton yang dari siang dengan antusias menunggu prosesi adat si Bedug mulai bubar satu persatu mencari tempat berteduh.

Sementara hujan deras disertai angin kencang tidak bisa dihindari sehingga membuat tenda utama untuk tamu undangan terkena limpasan air hujan. Kencangnya angin juga membuat seng atap tenda lepas dan jatuh sehinggga membuat tamu undangan untuk berlarian dan berteduh di Gedung SMK 17 yang tidak jauh dari tenda undangan. Sementara itu bergodo yang baru masuk lapangan upacara membubarkan diri karena hujan angin yang semakin besar.

Hujan baru reda sekitar pukul wib, namun  acara puncak urung dilaksanakan karena hujan angin tersebut.  Kejadian tersebut juga tidak menyurutkan panitia untuk menggelar pagelaran wayang kulit ditempat yang sama di malam harinya sebagai kegiatan penutup upacara adat tuk si bedug tahun 2023 dengan dalang lokal Ki Suyanto dari Tegalweru. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Empat Siswa MAN 4 Sleman Berlaga di POPDA DIY

Sleman –  Sebanyak empat siswa MAN 4 Sleman turut memperkuat tim Kabupaten Sleman pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Daerah Istimewa Yogyakarta.

Keempat siswa tersebut adalah Ilham Firmansyah (X MIPA-1) untuk cabang olah raga (cabor) menembak, Delvi Kusuma Indiyastiani (XI PK) cabor Menembak Habib Maulana Makruf (X IPS-2) cabor karate, Farah Yuku Nareswari (XI MIPA-2) cabor Kempo. 

“Setiap anak memiliki potensi berbade satu dengan yang lin, dan semua harus dikembangkan dan difasilitasi, baik bidang seni maupun olah raga.  Kami mengapresiasi siswa yang ikut memperkuat Kontingen Sleman,” papar Ahmad Arif Makruf kepala MAN 4 Sleman Kamis (16/3/2023) saat menerima laporan keikutsertaan siswa di ajang POPDA 2023 Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Untuk keperluan berbagai kompetisi yang diikuti siswa, madrasah memfasilitasi dan memotivasi.  Semoga mampu mempersembahkan medali,” lanjut Arif. 

Salah satu siswa, Habib Maulana Makruf yang bertanding untuk cabor karate menyatakan siap tanding maksimal. Ia gigih berlatih untuk menghadapi POPSDA tahun ini. 

“Selain mempersiapkan fisik, tentu juga arahan dari pelatih.  Mohon do’anya ya,” kata Habib yang juga telah beberapa kali meraih kejuaraan.   (Edy-KIM Sumber Biwara Moyudan)