Posyanduk Mudahkan Masyarakat Mengurus Administrasi Kependudukan

Sleman – Guna meningkatkan kualitas pelayanan administrasi kependudukan, Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) kembali menjalin kerja sama Pos Pelayanan Dokumen Kependudukan (Posyanduk) dengan Rumah Sakit Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta dan sejumlah kalurahan di Kabupaten Sleman. Penandatanganan kerja sama dilaksanakan pada hari Senin (13/3/2023) di kantor Kalurahan Pakembinangun, Pakem. Hadir pula dalam acara tersebut Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo.

Sebanyak enam kalurahan yang menandatangani kerja sama Posyanduk dengan Dinas Dukcapil Sleman pada hari ini, yakni Kalurahan Banyuraden, Tlogoadi, Tegaltirto, Sariharjo, Sindurahjo, dan Kalurahan Minomartani. Hingga saat ini Dinas Dukcapil Sleman telah menjalin kerja sama Posyanduk dengan 61 kalurahan dan 19 Fasilitas Kesehatan.

Susmiarto, Kepala Dinas Dukcapil Sleman menyampaikan bahwa kerja sama Posyanduk ini bertujuan untuk mempermudah sekaligus mendekatkan pelayanan administrasi kependudukan kepada masyarakat. Dengan adanya kerja sama ini, masyarakat dapat mengurus administrasi di kalurahan masing-masing dan juga di beberapa fasilitas kesehatan terdekat.

“Maka nanti pelayanan KTP, KK, Akta Kelahiran/Kematian dan lainnya bisa di lakukan di kalurahan dan juga di fasilitasi kesehatan. Karena personil kita juga terbatas. Maka, layanan administrasi kependudukan bisa dilakukan di tempat tersebut,” ucapnya.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menyambut baik dengan adanya kerja sama ini. Diharapkan kerja sama ini akan mempermudah masyarakat dalam mendapatkan pelayanan terkait administrasi kependudukan. Di samping itu, langkah ini juga dalam rangka mendukung Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (GISA), yaitu kalurahan yang masyarakatnya yang sadar memiliki dan selalu

memutakhikan dokumen kependudukannya.

“Oleh karena itu saya mengharapkan agar pembinaan dan edukasi terhadap penduduk perlu dilakukan secara aktif,” ujarnya.

Pada acara tersebut Bupati Sleman juga menyerahkan secara simbolis buku Data Agregat Kependudukan

Kabupaten Sleman Semester 2 Tahun 2022 kepada sejumlah kepala OPD, Panewu dan Lurah. Data Agregat kependudukan ini merupakan hasil pelayanan administrasi kependudukan.

Selain itu juga diadakan sosialisasi informasi, rekam data dan pelayanan administrasi kependudukan atau SISIR ADMINDUK. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya Pemkab Sleman dalam mengedukasi serta meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat akan pentingnya tertib administrasi kependudukan.




Tingkatkan Peran Orang Tua dalam Pendidikan, MAN 1 Sleman Gelar Kegiatan Parenting

Sleman – Dalam rangka meningkatkan peran orang tua dalam pendidikan anak, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) I Sleman mengadakan kegiatan Parenting bagi orang tua/wali peserta didik kelas XII pada Hari Minggu (12/03/2023).

Kegiatan parenting tersebut diadakan 1 hari sebelum ujian sekolah untuk kelas XII tersebut, mengambil tempat  di Masjid Al Himmah MAN I Sleman itu. Parenting juga dimanfaatkan sebagai media komunikasi orang tua/wali dengan pihak sekolah mengingat peluang untuk melanjutkan kuliah di Perguruan Tinggi yang sebentar lagi akan dijalani oleh anak-anak kelas XII.

Anis Syafa’at, Kepala MAN I Sleman dalam pengantar dan sambutannya menyampaikan bahwa sekolah berharap setelah kelulusan siswa kelas XII nanti, banyak siswa yang bisa melanjutkan ke perguruan tinggi.

“Sekolah memang belum bisa memfasilitasi siswa dengan mengadakan bimbingan belajar secara intensif dan hanya memfasilitasi dengan kegiatan tryout. Namun diharapkan siswa bisa mempersiapkan diri lebih baik dalam menghadapi seleksi  ke perguruan tinggi,” ujar Anis.

Pada bagian akhir, Anis berpesan kepada orang tua/wali untuk terus mendukung dan memberi semangat yang sangat membantu anak mewujudkan cita citanya.

Kegiatan Parenting atau pola asuh menampilkan Oqwa Niar Luqmanesi dari Biro Psikologi Fokus yang memberi judul kajiannya dengan  Bakat dan Minat pada anak.

Diawal kajiannya, Niar menyampaikan tentang Intelegence Quotien (IQ), Emotional Quotien (EQ) dan Spiritual Quotien (SQ). Dilanjutkan dengan Fungsi otak kanan dan otak kiri.

Niar menjelaskan kepada orang tua/wali bahwa mengembangkan bakat dan minat ada 2 faktor pendukungnya yaitu orang tua dan lingkungan (rumah/sekolah).

Lebih jauh, Niar menyampaikan 8 jenis kecerdasan dengan disertai dengan penjelasan dan pekerjaan yang sesuai dengan kecerdasan yang dimiliki. Kedelapan kecerdasan tersebut adalah kecerdasan visual/keruangan, verbal/ bahasa, kinestetik, musik/ritmis, natural, interpersonal, intrapersonal dan logika/matematika.

Niar mengenalkan pula adanya pola dasar pembelajaran anak yaitu gaya belajar visual/melihat, gaya belajar auditori/mendengar dan gaya belajar kinestetik (sentuhan dan gerakan).

Dibagikan akhir, Niar mengingatkan kepada Orang tua/wali akan tugas mulianya dalam pendidikan anak yaitu mengontrol belajar anak di rumah, memantau kemampuan akademik, memperlihatkan kepribadian anak, membantu mengenali dirinya sendiri dan menjadi teman curhat yang baik.

Setelah selesai pemaparan materinya, diadakan forum tanya jawab yang dimanfaatkan orang tua/ wali bertanya banyak hal berkaitan dengan pola asuh anak.

Di akhir kegiatan, Musahir Wakil Kepala bidang Kurikulum memberikan pengumuman sehubungan dengan ujian sekolah, peraturan sehubungan dengan  SNBT (Seleksi Nasional Berbasis Test).

“Sedangkan SOP syarat kelulusan bagi siswa adalah harus menempuh pembelajaran secara komplit semester I sampai semester VI, sikap peserta didik harus masuk kategori baik dan harus menempuh ujian madrasah,” ungkap Musahir.

Ditambahkan oleh Musahir bahwa mulai tanggal 13 – 27 Maret 2023 akan dilaksanakan ujian sekolah yang diikuti oleh 193 anak kelas XII. Tidak lupa Musahir minta orang tua/wali untuk mendukung penuh anak-anaknya.(Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Wujudkan Generasi Muda Sukses, Kapolsek Pakem Berikan Pembinaan Kepada Siswa MAN 4 Sleman

Sleman (MAN 4 Sleman) – Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Pakem, Ani Sukayarini memberikan pembinaan kepada siswa-siswi MAN 4 Sleman Senin (13/3/202023), bertempat di MAN 4 Sleman, Pakem, Kabupaten Sleman. Dalam kesempatan tersebut, Ani memaparkan berbagai macam hal yang sebaiknya tidak dilakukan oleh siswa dan siswi sekolah. Beberapa diantaranya adalah membawa senjata tajam.    

“Bila tertangkap membawa sajam, termasuk ikat pinggang yang dimodifikasi menjadi senjata akan langsung diproses di Polres Sleman bukan lagi di Polsek,” ujar Ani.

Selain itu, Ani juga melarang untuk para siswa dan siswi untuk berkendara dengan knalpot blombongan karena hal itu bisa mengganggu ketertiban umum. Ia meminta siswa yang masih mengendarai motor dengan knalpot blombongan untuk segera mengganti dengan knalpot standar. 

“Nantinya akan ada operasi penertiban knalpot, bagi pelanggar akan disita di Kepolisian Sektor Pakem,” tegasnya.

Ani juga berpesan kepada siswa agar jangan minum minuman beralkohol, karena hal itu berdampak buruk, serta menjauhi narkotika dan obat-boabat terlarang (narkoba). “Kalian adalah remaja, tumpuan masa depan bangsa.  Jauhi perilaku negatif,” tegasnya. 

Hal yang tak kalah penting adalah para siswa harus bijak dalam bermedia sosial. “Ada pihak-pihak yang memanfaatkan media sosial untuk menipu, bullying, memantau keberadaan seseorang hingga terjadi kejahatan. Hati-hati dan bijak dalam ber-status di media sosial, hindari bullying baik verbal maupun fisik,” pesannya.

Kegiatan diakhiri dengan deklarasi bersama menolak adanya geng-geng sekolah, menolak adanya siswa dengan energi lebih, serta menolak kejahatan di jalan. 

“Deklarasi ini diharapkan akan semakin menyadarkan siswa agar mereka lebih fokus belajar untuk meraih cita-cita,” ungkap Ahmad Arif Ma’ruf Kepala MAN 4 Sleman di sela menerima tamu Kepolisian Sektor Pakem. (Edy-KIM Sumber Biwara Moyudan)




Pantau Erupsi Merapi, Wabup Sleman: Masyarakat Masih Bisa Beraktivitas Biasa Pada Jarak Aman

Menindaklanjuti terjadinya erupsi gunung Merapi pada hari Sabtu (11/3/2023), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman bersama sejumlah pihak terkait melakukan koordinasi sekaligus memantau kesiapan penanganan bencana di beberapa tempat pada hari Minggu (12/3/2023).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, Kapolresta Sleman, Kombes Pol Aris Supriyono, Dandim/0732 Sleman, Letkol Arm Danny A.P Girsang .,, Kepala BPTTKG, Agus Budi Santoso, Kepala BPBD Sleman, Makwan, dan Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Ishadi Zayid.

Kegiatan pemantauan dilakukan di beberapa tempat, diantaranya di pos pengamatan Gunung Api Merapi Kaliurang, pos pantau merapi Turgo, Desa Wisata Turgo dan juga bertemu dengan stakeholder pariwisata di Umbulharjo, Cangkringan.

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, meminta masyarakat agak tidak perlu terlalu panik, namun dihimbau tetap waspada dan tetap berada di jarak aman. Disamping itu, ia juga menyebutkan jalur evakuasi dan barak pengungsian saat ini dalam kondisi siap digunakan jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

Terkait aktivitas pariwisata dan perekonomian di sekitar gunung Merapi, Danang mengatakan bahwa masyarakat masih bisa melakukan kegiatan tersebut dengan tetap memperhatikan jarak aman. Untuk itu, bagi masyarakat yang beraktivitas di sekitar gunung Merapi diharapkan bisa turut aktif melaporkan perkembangan aktivitas gunung Merapi kepada pihak yang berwenang.

“Saya harap pelaku wisata, masyarakat, pelaku ekonomi, terus meningkatkan kewaspadaan dan komunikasinya dengan fasilitas apapun, baik dengan HT, HP, dan lainnya,” ujar Danang.

Kepala BPBD Sleman, Makwan, menjelaskan pihaknya telah membuat rencana kontinjensi dampak erupsi ini dengan jarak sejauh 9 kilometer dari kawah Merapi. Dengan begitu, maka ada tujuh Kalurahan yang masuk dalam radius tersebut, diantaranya Glagaharjo, Kepuharjo, Umbulharjo, Purwobinangun, Hargobinangun, Girikerto, dan Wonokerto.

“Kalau BPTTKG sudah menyampaikan bahayanya 9 kilometer, maka kami sudah punya skenario tujuh desa teratas ini akan dilakukan evakuasi. Tapi selama itu belum, maka belum kami lakukan evakuasi,” ujarnya.

Disampaikan juga BPBD Sleman telah menyiapkan sebanyak 32 titik pengungsian. Setiap padukuhan yang ada di tujuh kalurahan teratas juga telah dibekali SOP terkait skenario evakuasi jika terjadi hal yang membahayakan warga.

Kepala BPTTKG, Agus Budi Santoso, menyampaikan bahwa Merapi mengalami erupsi secara signifikan sejak Sabtu hingga Minggu siang, yakni sebanyak 52 kali. Meski begitu, menurutnya erupsi Merapi sudah terjadi secara terus menerus sejak 4 Januari 2021.

“Jika dikatakan Merapi erupsi hari Sabtu kemarin, iya benar. Tapi sebenarnya Merapi erupsi sudah dua tahun lebih, yakni sejak 4 Januari 2021, dan status siaganya pada 5 November 2020,” jelasnya.

Ia juga berharap para stakeholder dapat menyikapi erupsi ini secara proporsional agar tidak terjadi panik yang berlebihan di masyarakat. Menurutnya masyarakat juga masih bisa beraktivitas seperti biasa di luar zona bahaya erupsi Merapi.

“Sebab Merapi ini juga mempunyai sisi manfaatnya bagi masyarakat, baik itu pariwisata, perekonomian, pertanian, dan lainnya,” tambahnya.




Wabup Ajak Masyarakat Junjung Tinggi Kebersamaan Dalam Melestarikan Budaya

Sleman – Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa menghadiri kegiatan Atraksi Kebudayaan Lintas Agama dalam rangka Merti Dusun atau bersih pada Minggu (12/3). Perhelatan atraksi budaya kni berlangsung di Dusun Kradenan, Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping.

Wakip Bupati Sleman, Danang Maharsa dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan atraksi budaya yang menampilkan berbagai kesenian kebudayaan merupakan salah satu kegiatan dalam melestarikan warisan budaya yang sampai saat ini diakui eksistensinya.

Menurutnya, warisan budaya harus terus dilestarikan dan diperkenalkan kepada generasi muda agar tetap terjaga keberlangsungannya.

“Warisan kebudayaan harus kita kenalkan kepada anak cucu kita bahwa inilah budaya kita yang harus kita lestarikan,” ujar Danang.

Lebih lanjut, Danang mengatakan bahwa kegiatan atraksi kebudayaan tidak hanya sekedar tontonan masyarakat, bukan juga sekedar kegiatan seremonial, tetapi menurutnya terdapat nilai gotong royong, terdapat semangat kebersamaan yang kuat dalam setiap kegiatan pelestarian kebudayaan

“Saya yakin, untuk menyelenggarakan kegiatan seperti ini (atraksi kebudayaan) tidak cukup hanya satu atau dua orang saja, tetapi pasti banyak yang terlibat bekerjasama gotong royong sehingga terlaksana kegiatan untuk melestarikan kebudayaan. Maka dari itu saya mengajak semua masyarakat untuk terus menjaga semangat kebersamaan dalam melestarikan kebudayaan yang kita miliki,” ujar Danang.

Kegiatan atraksi kebudayaan ini dimeriahkan berbagai kegiatan antara lain, Seni Tari Nawung Sekar, Teatrikal Dolanan Anak, dan terdapat proses tumpeng.

Selain itu, pada kesempatan tersebut Danang Maharsa juga melepas secara langsung pelaksanaan kirab bidaya yang ditandai dengan pemukulan gong sebagai tanda dimulainya kirab budaya.