Mengukur Literasi Digital Masyarakat untuk Kebijakan Pemerintah yang Akurat

Sleman – Perkembangan teknologi memunculkan berbagai inovasi yang sangat mempengaruhi kehidupan manusia. Salah satunya adalah kebiasaan manusia yang mulai terjun ke dalam dunia digital. Hampir semua lini kehidupan manusia saat ini bersentuhan langsung ke dalam dunia digital.

“Hal tersebut tentunya dapat berdampak positif dan negatif, tergantung bagaimana menyikapinya. Untuk itu, diperlukan literasi digital agar masyarkat dapat berkehidupan dalam dunia digital sesuai koridornya masing-masing,” ungkap Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman saat membuka kegiatan Diseminasi Mengukur Tingkat Literasi Digital Masyarakat Kabupaten Sleman di Kopi Gajah, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman, Selasa (8/3/2023).

Literasi digital merupakan kemampuan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk menemukan, mengevaluasi, memanfaatkan, membuat dan mengkomunikasikan konten atau informasi dengan kecakapan kognitif, etika, sosial emosional, dan aspek teknis teknologi.

Eka menuturkan, kemampuan literasi digital yang baik akan membantu memberantas kemiskinan melalui kemudahan akses pada pelayanan sosial digital oleh pemerintah. Selain itu, masyarakat akan mampu mendapatkan informasi dan memperoleh keuntungan dari media digital melalui informasi yang luas. Terbatasnya akses pendidikan dan tantangan dalam memperoleh pendidikan berkualitas bisa dibantu melalui kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan informasi digital.

“Namun demikian, kehadiran media digital tidak selalu berdampak positif terhadap semua lapisan masyarakat. Beberapa tantangan media digital menjadi masalah tantangan serius, seperti penyebaran informasi hoaks, ujaran kebencian, dan aktivitas digital yang merugikan lainnya. Salah satu penyebab fenomena tersebut yakni kurangnya kesadaran keamanan siber karena rendahnya kemampuan literasi digital,” jelas Eka.

Menurut Eka, dampak positif dan negatif yang ditimbulkan dari penggunaan media digital oleh masyarakat dapat diukur dengan beberapa indikator yang dapat menjadi tolok ukur. Beberapa tolok ukur tersebut, yang pertama adalah digital skills yaitu kemampuan individu dalam mengetahui, memahami, dan menggunakan perangkat keras dan piranti lunak serta sistem operasi digital dalam kehidupan sehari-hari.

Kedua digital ethics, yaitu kemampuan individu dalam menyadari, mencontohkan, menyesuaikan diri, merasionalkan, mempertimbangkan, dan mengembangkan tata kelola etika digital (netiquette) dalam kehidupan sehari-hari.

Ketiga, digital culture yaitu kemampuan individu dalam membaca, menguraikan, membiasakan, memeriksa, dan membangun wawasan kebangsaan, nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari.

Keempat yaitu digital safety yaitu kemampuan individu dalam mengenali, mempolakan, menerapkan, menganalisis, menimbang, dan meningkatkan kesadaran keamanan digital dalam kehidupan sehari-hari.

“Berbagai tolak ukur di atas, dapat memberikan gambaran tingkat literasi digital masyarakat sehingga diharapkan kebijakan pemerintah daerah dalam penyediaan informasi dapat lebih memberikan kemanfaatan bagi masyarakat luas,” tutup Eka.




Penulisan Berita yang Benar untuk Wujudkan Masyarakat Informasi

Sleman – Keberadaan media pemerintahan memiliki peranan penting sebagai kanal penyebaran informasi untuk masyarakat. Berbagai kebijakan publik dapat dikomunikasikan secara tepat, akurat, dan relevan melalui kanal seperti website dan media sosial, agar masyarakat dapat mengetahui dan berpartisipasi dalam pembangunan. Untuk itu, dibutuhkan pengetahuan tersendiri agar informasi yang diberikan melalui kanal informasi pemerintahan dapat tepat sasaran.

Menyikapi hal tersebut, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sleman memberikan wadah bagi para admin website pemerintahan di lingkungan Pemkab Sleman untuk meningkatkan kapasitas mereka dalam memberikan informasi melalui Workshop Jurnalistik yang diadakan di Warung Pak Lanjar, Ngaglik, Sleman, Rabu (8/3/2023).

Kepala Diskominfo Sleman, Eka Suryo Prihantoro menuturkan, admin website yang dalam hal ini bertindak sebagai penyebar informasi harus mumpuni dan terampil dalam mengolah data dan informasi yang disajikan dalam bentuk berita.

“Dinas komunikasi dan informatika mengadakan bimbingan teknis khusus bagi seluruh admin pemeirntah daerah yang aktif memberikan kontribusi berita maupun foto. Mengangkat tema workshop jurnalistik konten pemerintah, materi bimtek difokuskan pada penulisan berita dan foto/video jurnalistik,” ujar Eka.

Tujuan dari pelatihan ini sendiri, lanjut Eka adalah untuk meningkatkan kompetensi admin website daerah untuk menulis berita tentang pelayanan publik. Selain itu, dengan pelatihan ini, para admin nantinya mendapat peningkatan komptetensi untuk memotret dan membuat video.

“Dengan begitu, kualitas dan kuantitas kontribusi berita dan foto dari OPD daerah untuk masyarakat akan meningkat,” imbuh Eka.

Eka berharap, kegiatan ini dapat bermanfaat dalam meningkatkan kualitas pelayanan informasi dan meningkatkan kontribusi konten (berita dan foto/video) di website perangkat daerah.

“Besar harapan kami agar diseminasi informasi dan kebijakan publik dicapai secara optimal untuk mewujudkan masyarakat informasi Indonesia,” tutup Eka.




185 Guru di Sleman Dapatkan Sertifikat Pendidik

Sleman – Sebanyak 185 orang Guru di Kabupaten Sleman yang lulus dalam Pendidikan Profesi Guru (PPG) dalam Jabatan tahun 2022 mendapatkan Sertifikat Pendidik. Penyerahan sertifikat dilakukan secara simbolis oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo kepada tiga perwakilan guru, bertempat di Pendopo Parasamya, Rabu (8/3/2023).

Kustini mengatakan bahwa sertifikat pendidik yang diterima oleh 185 guru di Sleman ini menjadi bukti kompetensi dan profesionalitas para guru sebagai tenaga profesional.

“Sertifikat pendidik diberikan kepada guru yang telah memenuhi persyaratan sebagai guru profesional dan lulus dalam Pendidikan Profesi Guru yang diselenggarakan oleh LPTK. Tentunya ini menjadi kabar baik dan patut dibanggakan,” ungkap Kustini.

Kustini juga mengingatkan kepada para guru yang menerima sertifikat pendidik untuk tidak lupa terhadap tanggungjawab yang melekat yaitu mengimplementasikan hasil uji kompetensi para guru dalam ketugasan menjaga anak-anak didik hingga menjadi generasi yang bukan saja berilmu tetapi juga memiliki wawasan dan budi pekerti yang baik.

“Saya berharap agar para guru yang dinyatakan lulus sertifikasi dapat termotivasi untuk terus meningkatkan kompetensi dalam proses belajar mengajar anak didiknya, mampu memberikan pelayanan yang terbaik untuk murid-muridnya, serta terus berupaya untuk meningkatkan mutu pendidikan sebagai bekal anak- anak dalam meraih cita-citanya,” ujar Kustini.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Sleman, Ery Widaryana melaporkan bahwa pada tahun 2022, Dinas Pendidikan Sleman telah mengirimkan sebanyak 419 mahasiswa PPG yang terdiri dari jenjang Taman Kanak – Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama  (SMP).

Dari jumlah mahasiswa PPG yang dikirimkan Dinas Pendidikan Sleman, sebanyak 355 guru dinyatakan lulus dan memperoleh sertifikat pendidik.




Wujudkan Pertanian Sehat Lewat Panen Padi Sehat

Sleman – Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman, menyelenggarakan Panen Padi Sehat dan Gerakan Pemassalan Biosoka pada Rabu (8/3/2023). Bertempat di Dusun Prumpung, Sardonoharjo, Ngaglik, prosesi panen dipimpin oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo didampingi jajarannya. Kegiatan Panen Padi Sehat dimulai dengan pelaksanaan tradisi wiwitan dan prosesi potong tumpeng sebagai wujud rasa syukur petani.

Bupati Kustini menyatakan dukungan terhadap pelaksanaan panen Padi Sehat di Bulak Kelompok Tani “Ngudi Makmur” Prumpung. Kustini menyampaikan bahwa Pemkab Sleman terus berupaya melakukan pengembangan padi sehat atau padi organik yang mempunyai nilai tambah bagi petani.

Ditambahkan Kustini, pertanian organik diupayakan dengan cara meminimalkan penggunaan pupuk kimia secara bertahap. Sehingga nantinya 100% hanya menggunakan pupuk organik. Dengan begitu dampak yang dirasakan tak hanya dari sisi ekonomi, namun juga dari segi kesehatan masyarakat.

“Kami mendukung dan mendorong pemanfaatan bahan alami Biosaka dalam pelaksanaan teknis budidaya tanaman pangan, terutama untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Penggunaan Biosaka juga merupakan upaya perlindungan tanaman untuk menjaga kelestarian lingkungan, dalam rangka penerapan pertanian sehat,” ujar Kustini.

Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Sleman, Supramono melaporkan, panen Padi Sehat juga menjadi tanda masuknya musim panen raya di Kabupaten Sleman. Pada Februari hingga April mendatang, Pramono menerangkan bahwa Sleman akan melakukan panen seluas 15 hektar dengan produksi ton.

“Menurut perhitungan kami, hasil panen akan mencukupi kebutuhan beras di Kabupaten Sleman untuk 8-9 bulan ke depan,” jelas Pramono.

Dilanjutkan Kepala Dinas, agenda panen padi sehat merupakan hasil kerjasama dengan tim Riset Inovatif Produktif (Rispro) UGM yang sudah berjalan sejak 2017 silam. Pramono pun berharap kolaborasi baik tersebut dapat dilanjutkan pada tahun berikutnya. Di samping panen Padi Sehat, Pramono mengatakan pihaknya juga melakukan Sosialisasi Gerakan Pemassalan Biosaka.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, Sugeng Purwanto, yang hadir dalam kesempatan itu menyampaikan apresiasi terhadap Kabupaten Sleman.  Pelaksanaan Panen Padi Sehat dan Gerakan Pemassalan Biosoka dinilainya sebagai wujud nyata komitmen Sleman dalam rangka panen nusantara.

“Adanya sosialisasi pembuatan biosoka ini penting untuk dilakukan. Biosoka bukan pestisida, yang secara fakta bisa mengembalikan metabolisme pupuk tanaman,” terang Sugeng.

Sugeng kemudian menjelaskan, budidaya tanaman sehat sudah saatnya untuk dilakukan. Salah satu hal yang melatarbelakangi hal ini ialah terkait degradasi lahan di DIY yang kian parah. Sehingga, pihaknya menyampaikan akan melaksanakan panen padi dengan konsep budidaya sehat pada Juni mendatang dan akan dilaksanakan di Kapanewon Moyudan, Sleman.

Sementara itu, Profesor Irham, perwakilan Fakultas Pertanian UGM yang juga merupakan tim Riset Program LPDP, menyampaikan respons positif terhadap kerjasama yang dilakukan bersama pihak Pemerintah Kabupaten Sleman. Kerjasama tersebut diharapkan Irham dapat melahirkan peningkatan pembangunan pertanian di Sleman.

“Saya dan tim sangat berbahagia karena beberapa tahun ini menjadi bagian dari upaya peningkatan pembangunan pertanian di Sleman. Harapan dari kerjasaman ini semoga memberikan kontribusi besar terhadap pertanian di Sleman khususnya, dan Daerah Istimewa Yogyakarta pada umumnya,” tutur Irham.




Kabupaten Sleman Jadi Tuan Rumah Peringatan HUT Satpol PP, Satlinmas, dan Damkar Tingkat DIY

Sleman – Kabupaten Sleman bertindak sebagai tuan rumah dalam upacara peringatan HUT Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) ke-73, Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) ke-61 dan Pemadam Kebakaran (Damkar) ke-104 tahun 2023 tingkat DIY, Rabu (8/3). Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo bertindak sebagai inspektur upacara yang berlangsung di lapangan Pemda Sleman.

Hadir dalam acara tersebut Kepala Satuan Pol PP DIY, Noviar Rahmad beserta seluruh Kasatpol PP dari 5 Kabupaten/Kota di DIY.

Amanat Gubernur DIY yang dibacakan Bupati Sleman menyebutkan bahwa tema tahun ini adalah Mewujudkan wilayah tertib dan ramah investasi melalui Satpol PP dan Satlinmas yang profesional.

“Oleh karenanya, Gubernur mengimbau jajaran Satpol PP, Satlinmas, dan damkar agar terus memperkuat profesionalitas dan integritas dengan mempertahankan sikap humanis agar memberikan kenyamanan bagi masyarakat dan pelaku usaha untuk beraktivitas,” ujar Kustini.

Lebih lanjut, Gubernur juga berpesan agar kedepan Satpol PP, Satlinmas dan Damkar terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menjaga kamtibmas mengingat menuju pesta demokrasi tahun 2024 agar tercipta kondusivitas di masyarakat sehingga proses demokrasi dan pemulihan ekonomi dapat berjalan beriringan.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Sleman juga menyerahkan piagam penghargaan pengabdian kepada 50 anggota Satlinmas se-DIY. Selain itu, juga dilakukan pemotongan tumpeng secara simbolis oleh Bupati Sleman dan diserahkan kepada Kasatpol PP DIY dan Kasatpol PP se-DIY.

Setelah dilaksanakan upacara, juga ditampilkan kesenian tari Prawiro Utomo dari Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY dan acara ditutup dengan penampilan senam perahu karet oleh Satlinmas Rescue Istimewa.