Porkopri Diharap Dapat Jadi Ajang Peningkatan Solidaritas ASN Sleman

Sleman – Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo membuka secara langsung Pekan Olahraga Korps Pegawai Republik Indonesia (Porkorpri) Kabupaten Sleman pada Senin, (6/3/2023). Bertempat di GOR Pangukan, pembukaan Porkorpri dilakukan dengan upacara pembukaan dan penyerahan bola voli secara simbolis oleh Bupati Sleman kepada perwakilan wasit.

Dalam amanatnya, Kustini menyampaikan apresiasi serta mengharap event laga ini menjadi ajang untuk mempererat tali persaudaraan dan solidaritas.

“Saya mengharapkan Porkorpri ini jadi jembatan persahabatan untuk mempererat tali persaudaraan serta meningkatkan solidaritas anggota KORPRI di Kabupaten Sleman,” ujarnya

Lebih lanjut, Kustini berharap melalui olahraga dapat menjadi sarana pembinaan karakter fisik maupun mental sehingga dapat menihgkatkan pelayanan kepada masyarakat. Selain itu, melalui kegiatan ini diharapkan kedepan Kabupaten Sleman dapat menyumbangkan atlet untuk berlaga ke Porkorpri DIY maupun Nasional.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sleman, Agung Armawanta dalam laporannya menyampaikan bahwa tujuan PORKORPRI antara lain memfasilitasi serta memotivasi anggota Korpri Sleman dalam mengembangkan potensi pegawai Korpri melalui olahraga.

“Maksud dan tujuannya yakni memberi fasilitasi dan meningkatkan motivasi Korpri Sleman dalam mengembangkan prestasi dan potensi anggota Korpri melalui olahraga,” jelasnya

Porkorpri Kabupaten Sleman diikuti oleh 46 unit Korpri dan 16 Sub unit dengan jumlah atlet Korpri sebanyak 1580 orang anggota Korpri. Dilaksanakan mulai tanggal 6 sampai dengan 9 Maret dengan mempertandingkan 6 cabang olahraga yakni Bola Voli, Tennis Indoor, Tenis Meja, Bulutangkis, Futsal dan Catur. Venue yang dipakai yakni GOR Pangukan, Lapangan tenis indoor Tridadi, Aula Kalurahan Caturharjo, GOR Donokerto, Futsal Paragon, dan kantor BKPP Sleman.




Bacakan Laporan Pertanggungjawaban, BUMKal Bersama Seyegan Margo Manunggal Gelar Musyawarah Kalurahan

Sleman – Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal) Bersama Seyegan Margo Manunggal Ltd menggelar Musyawarah Antar Kalurahan (MAK) Pertanggungjawaban tahun 2023 sekaligus membahan Rencana Kerja Tahun 2023 pada Senin (6/3/2023) di RM Joglo Noto Atmojo, Margokaton, Kapanewon Seyegan, Sleman.

Musyawarah yang dihelat pada pukul WIB tersebut dihadiri oleh Dinas PMK Kabupaten Sleman,  Plt Panewu Seyegan dan jajarannya, Lurah, ulu ulu, BPKal, LPMKal dari 5 Kalurahan yang ada di wilayah Seyegan, perwakilan SPP (Simpan Pinjam Perempuan) dan pengurus kelembagaan Lkd Bumkalma.

Siti Baroroh, Panewu Seyegan dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada BUMKal Bersama Seyegan Margo Manunggal atas penyelenggaraan MAK sebagai bentuk pertanggungjawaban kegiatan di tahun 2022 sekaligus perencanaan program kerja tahun 2023 yang bisa dilaksanakan di awal tahun.

“Artinya BUMKal Bersama yang secara operasional dibebankan kepada 3 pengurus wanita dapat bekerja secara optimal sehingga bisa mengadakan MAK  diawal tahun,” ujar Siti.

Hal senada disampaikan pula oleh Agus Waseso dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan yang menyampaikan apresiasinya kepada Bumkalma dengan laporan yang sudah dibuat. “Semoga bisa diterima oleh undangan sebagai peserta musyawarah,” ucap Agus.

Tri Kusumawati, Direktur BUMKal Bersama Seyegan Margo Manunggal membacakan Laporan Pertanggungjawaban tahun 2022 dan penyampaian Rencana Kerja tahun 2023. Dalam laporannya, Kusumawati menyampaikan gambaran umum yang merupakan profil Bumkalma mulai dari visi-misi sampai dengan payung Hukum dan transformasi terbentuknya Bumkalma.

“Lkd yang mempunyai jumlah anggota sebanyak 980 orang yang diwadahi dalam 107 kelompok ini, sampai sekarang telah mengelola dana sebesar Rp ,-,” ungkap Kusumawati.

Dalam laporan kegiatan dan keuangan tahun 2022, Kusumawati melaporkan tentang kegiatan dari mulai verifikasi kelompok, rakor pelaksana Harian, pencairan perguliran SPP, pembinaan dan pendampingan administrasi.

Kusumawati juga melaporkan realisasi dana sosial yang antara lain duwujudkan dalam bentuk bantuan paket sembako (300 paket), bantuan subsidi minyak (272 paket), bantuan alat produksi bagi Rumah Tangga miskin (51 orang) dan bantuan perbaikan mushola. Total dana sosial yang disalurkan sebesar Rp ,-.

Untuk Laporan keuangan, realisasi perguliran melebihi rencana hingga 12,99 % ( Rp ,-) sedangkan pendapatan juga mengalami kenaikan dari rencana sebesar 13,17 % (Rp ,-). Untuk prosentase biaya terhadap pendapatan terjadi efisiensi sebesar 44,56%. Dilaporkan juga surplus/laba  dari rencana perubahan yang mencapai 41,44 %.

Pada kesempatan tersebut, Kusumawati juga melaporkan tentang permasalahan SPP yang berupa tunggakan, yang mana tunggakan terbesar ada di wilayah kalurahan Margodadi sebesar 6,99 %, disusul Margoagung %, Margoluwih 3,58%, Margomulyo 1,71% dan Margokaton 0,42%. Dihadapan peserta musyawarah, Kusumawati juga melaporkan pembagian surplus netto yang dialokasikan pada penambahan modal (54,65%), dana sosial (20,81%), peningkatan kapasitas (16,01%), reward (8,53%). Bagi hasil Kalurahan tidak ada karena penyertaan modal dari kalurahan belum ada.

Rencana keuangan tahun 2023 yang disampaikan Kusumawati adalah kenaikan batas maksimal pinjaman tiap anggota kelompok, rencana perguliran, rencana pendapatan biaya dan surplus laba. Sedangkan rencana kegiatan dana sosial berupa bantuan sembako, alat produksi dan fasilitasi UMKM.

Sebagai penutup disampaikan hasil pemeriksaan pengawas dengan melihat laporan tingkat kesehatan sampai bulan Desember 2022 dengan hasil cukup sehat.

Setelah laporan kemudian dilanjutkan dengan tanggapan dari peserta musyawarah. Banyak hal ditanyakan dengan laporan dan rencana kerja BUMKal Bersama tersebut. Namun secara aklamasi peserta menerima laporan pertanggungjawaban tahun 2022 fan rencana kerja tahun 2023 yang dituangkan dalam berita acara yang ditandatangani oleh perwakilan BPKal, LPMKal, SPP,dan Penasehat. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Entaskan Pengangguran, Disnaker Sleman Gelar Pelatihan Tataboga

Sleman – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Sleman bekerjasama dengan LPK Kayu Manis  menyelenggarakan pelatihan Tataboga, bertempat di LPK  Kayu Manis , Saren, Sumberrahayu, Moyudan, Sleman, yang dibuka pada Senin (6/3/2023). Pelatihan hasil pokir dari Anggota Dewan fraksi PAN Arif Kurniawan ini rencananya akan dilaksanakan selama 12 hari, diikuti oleh 16 warga setempat  tanpa dipungut biaya.

Pelatihan ini merupakan salah satu progam pemerintah dari Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Sleman, yaitu Progam Pokir, merupakan progam yang dilaksanakan atas dasar usulan dari anggota dewan.

Arif Kurniawan menturukan, pelatihan di LPK ini merupakan bentuk pelatihan yang menitikberatkan pada praktik di samping teori. Menurutnya, program ini akan membawa manfaat bagi peserta dengan tersedianya angkatan kerja yang terampil serta menciptakan wirausaha baru bidang kuliner sehingga mampu mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan, khususnya di kabupaten Sleman.

“Pasca pandemi memang sangat dibutuhkan untuk pelatihan sebagai investasi jangka panjang bagi pemberdayaan ekonomi masyarakat seperti pelatihan keterampilan memasak,” tegas Arif Kurniawan.

Kepala Disnaker Sleman, Sutiasih menyampaikan apresiasi dan rasa terimakasihnya kepada LP Kayu Manis Nusantara yang sudah bekerjasama dengan pemerintah dalam melaksanakan program Disnaker dengan sasaran bagi penganggur dan setengah pengangguran  melalui progam Pelatihan Tataboga.

Dirinya juga berharap kepada para peserta pelatihan agar bersungguh – sungguh dalam mengikuti pelatihan ini karena sangat berguna.

“Setelah pelatihan agar lebih trampil lagi  dan dapat  memanfaatkan ilmu yang didapat secara maksimal di kehidupan sehari hari agar bisa lebih mandiri. Selain bekerja juga bisa menciptakan lapangan usaha sendiri dengan dimulai dengan usaha kecil keluarga. Di akhir pelatihan ini ada  perserta akan  mendapatkan sertifikat sehingga dapat menjadi nilai plusnya,” tandas Sutiasih. (Arief Hartanto)




Jalin Silaturahmi, Relawan Donoharjo Gelar Ziarah Kubur Pendiri Relado

Sleman – Dalam rangka menyambung silaturahmi antara relawan Donoharjo dengan keluarga mantan anggota dan pendiri Relawan Donoharjo (Relado), anggota Relado menyelenggarakan  ziarah kubur, tabur bunga dan doa bersama Minggu (6/3/2023) di Kalurahan Donoharjo, Ngaglik, Sleman.

Ketua Relado Suratmi yang memiliki nama udara Bunda Imel menjelaskan bahwa selain menyambung tali silaturahmi, ziarah kubur bertujuan untuk  mengenang jasa serta mendoakan almarhum semoga mendapatkan nikmat kubur, diampuni semua dosa dan kesalahannya, diterima di sisi-Nya serta dibukakan pintu surga.

Kegiatan yang mengambil tema Kukenang dan Kuingat Selalu Jasamu Wahai Pahlawan Donoharjo itu diawali dengan ziarah kubur  di makam almarhum Sukamto dan Sugiyono di Ngepas Kidul, dilanjutkan ke makam almarhum Margino di Ngepas Lor, Urip Sarwono atau Randu dan Sugandono di makam Maron, Heri dan Suklihono di makam Jetis Donolayan dan terakhir di Makam Soegito Hadi, mantan Lurah Donoharjo  di Penen.

Relado sendiri merupakan komunitas relawan yang berdiri sejak tahun 2012 dimulai sebagai relawan komunikasi dengan nomer frekuensi .

“Relado telah menyelenggarakan berbagai pelatihan dalam upaya mewujudkan komunitas relawan yang memiliki kompetensi  dalam bertugas,” ujar Suratmi.

“Relado juga melaksanakan  mitigasi bencana seperti penebangan pohon dalam upaya mengantisipasi maupun penanganan saat terjadi bencana, maupun kegiatan lain dalam rangka membantu pemerintah Kalurahan maupun masyarakat seperti pengamanan Prokes penyaluran BLT, penyelenggaraan vaksin, maupun bantuan komunikasi lomba takbir, pengamanan Natal dan tahun Baru,” imbuhnya.

Suratmi menuturkan, ketika pandemi Relado turut melakukan penyemprotan di berbagai fasilitas umum, membantu memantau pelaksanaan proses di Padukuhan masing-masing.

“Sebagian anggota yaitu Bapak Wahyu Agung Purnomo dan Bapak Maryanto juga bergabung di Tim Reaksi Cepat Donoharjo yang melaksanakan kegiatan penguburan jenazah terpapar covid,” jelas Suratmi lagi. (Endarwati/KIM Donoharjo)




Jelang Ramadan dan Lebaran, Ketersediaan Ikan Konsumsi di Sleman Mencukupi

Sleman – Produksi ikan konsumsi di Kabupaten Sleman tahun 2022 mencapai ton. Jumlah tersebut mampu menyuplai 60% ikan konsumsi di Daerah Istimewa Yogyakarta. Jika dibandingkan dengan produksi di Tahun 2021, jumlah tersebut mengalami peningkatan 0,45 %.

“Peningkatan ini menandakan bahwa perikanan Sleman telah bangkit kembali setelah mengalami penurunan selama Covid-19,” ujar Suparmono, Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DPPP) Kabupaten Sleman, Senin (6/3/2023).

Suparmono menuturkan, tren produksi ikan konsumsi di awal tahun 2023 mengalami peningkatan secara stabil. Berdasarkan data DPPP Sleman, produksi ikan nila konsumsi pada bulan Februari sebanyak 611,215 ton. Sedangkan estimasi ketersediaan ikan konsumsi di bulan Maret sebanyak 680,790 ton dan di bulan April sebanyak 907,509 ton.

“Dengan demikian ketersediaan ikan konsumsi menjelang ramadan dan lebaran tercukupi. Tren ini diprediksi berlanjut seiring dengan banyaknya permintaan konsumen dan tingginya minat membudidayakan ikan,” jelas Suparmono.

Untuk menjaga keseimbangan, Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan melakukan akselerasi program di tahun 2023. Target produksi ikan konsumsi di Kabupaten Sleman tahun 2023 di angka ton.

“Target tersebut didukung dengan pagu anggaran sebesar Rp ,- bersumber dari APBD Kabupaten Sleman dan DAK Kementerian Kelautan dan Perikanan,” ungkap Suparmono.

Berbagai program telah direncanakan dan dilaksanakan di awal tahun 2023. Kegiatan tesebut antara lain Penyediaan calon induk unggul, Rehabilitasi Unit perbenihan, Bedah Unit Pengolahan Ikan, penebaran ikan di perairan umum, dan pengadaan sarana budidaya ikan air tawar.

Kegiatan lain yang diharapkan mampu mendukung pencapaian target produksi ikan konsumsi yaitu pelatihan dan pendampingan sarana prasarana budidaya.

“Tahun 2023 Bidang Perikanan Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan siap melaksanakan 54 angkatan pelatihan baik budidaya maupun pengolahan serta pendampingan sarana prasarana budidaya di 54 lokasi diseluruh wilayah Kabupaten Sleman,” jelas Suparmono lagi.

Dukungan masyarakat juga sangat kuat melalui 675 kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) yang ada di Sleman dengan penggunaan teknologi terbaru. Teknologi dalam rangka meningkatkan produksi dan produktivitas lahan budidaya terus dikembangkan dengan berbagai inovasi.

“Teknologi Sibudidikucir (Sistem Budidaya Ikan dengan Kincir Air) masih menjadi pilihan teknologi oleh masyarakat perikanan Sleman. Pada tahun 2022 mulai terasa geliat penerapan teknologi bioflok dalam budidaya ikan nila dan lele. Di tahun 2023, teknologi bioflok di kolam permanen berukuran kecil terus dikaji. Hasil sementara menunjukan ada peningkatan produksi dan memberikan keuntungan secara ekonomi yang lebih besar bagi pembudidaya ikan,” imbuh Suparmono.

Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan berupaya mempersiapkan diri dengan kemungkinan serangan hama dan penyakit pada usaha budidaya ikan melalui penyediaan vitamin dan probiotik yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha budidaya .

“Sehingga harapannya usaha budidaya ikan memberikan hasil optimal dan permintaan masyarakat terhadap protein hewani dari komoditas perikanan,” pungkas Suparmono.

Sementara, untuk jenis ikan, Nila merah masih menjadi komoditas unggulan di Kabupaten Sleman. Permintaan yang cukup besar terutama menjelang ramadan dan lebaran akan mampu terpenuhi karena secara simultan pelaku perikanan memanfaatkan kedua momen tersebut untuk meningkatkan produksi mereka.

Menurut Sri Hartono, salah seorang Penyuluh Swadaya Perikanan, sudah menjadi tradisi di kalangan pembudidaya bahwa menjelang hari besar keagamaan pembudidaya menyiapkan produksi untuk memenuhi pasar yang biasanya permintaannya meningkat di kisaran 15 – 20% dibanding hari hari biasa.

Saat ini harga yang berlaku dipasaran untuk komoditas nila yaitu sebesar , lele , gurami dan bawal