Sleman – Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal) Bersama Seyegan Margo Manunggal Ltd menggelar Musyawarah Antar Kalurahan (MAK) Pertanggungjawaban tahun 2023 sekaligus membahan Rencana Kerja Tahun 2023 pada Senin (6/3/2023) di RM Joglo Noto Atmojo, Margokaton, Kapanewon Seyegan, Sleman.
Musyawarah yang dihelat pada pukul WIB tersebut dihadiri oleh Dinas PMK Kabupaten Sleman, Plt Panewu Seyegan dan jajarannya, Lurah, ulu ulu, BPKal, LPMKal dari 5 Kalurahan yang ada di wilayah Seyegan, perwakilan SPP (Simpan Pinjam Perempuan) dan pengurus kelembagaan Lkd Bumkalma.
Siti Baroroh, Panewu Seyegan dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada BUMKal Bersama Seyegan Margo Manunggal atas penyelenggaraan MAK sebagai bentuk pertanggungjawaban kegiatan di tahun 2022 sekaligus perencanaan program kerja tahun 2023 yang bisa dilaksanakan di awal tahun.
“Artinya BUMKal Bersama yang secara operasional dibebankan kepada 3 pengurus wanita dapat bekerja secara optimal sehingga bisa mengadakan MAK diawal tahun,” ujar Siti.
Hal senada disampaikan pula oleh Agus Waseso dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan yang menyampaikan apresiasinya kepada Bumkalma dengan laporan yang sudah dibuat. “Semoga bisa diterima oleh undangan sebagai peserta musyawarah,” ucap Agus.
Tri Kusumawati, Direktur BUMKal Bersama Seyegan Margo Manunggal membacakan Laporan Pertanggungjawaban tahun 2022 dan penyampaian Rencana Kerja tahun 2023. Dalam laporannya, Kusumawati menyampaikan gambaran umum yang merupakan profil Bumkalma mulai dari visi-misi sampai dengan payung Hukum dan transformasi terbentuknya Bumkalma.
“Lkd yang mempunyai jumlah anggota sebanyak 980 orang yang diwadahi dalam 107 kelompok ini, sampai sekarang telah mengelola dana sebesar Rp ,-,” ungkap Kusumawati.
Dalam laporan kegiatan dan keuangan tahun 2022, Kusumawati melaporkan tentang kegiatan dari mulai verifikasi kelompok, rakor pelaksana Harian, pencairan perguliran SPP, pembinaan dan pendampingan administrasi.
Kusumawati juga melaporkan realisasi dana sosial yang antara lain duwujudkan dalam bentuk bantuan paket sembako (300 paket), bantuan subsidi minyak (272 paket), bantuan alat produksi bagi Rumah Tangga miskin (51 orang) dan bantuan perbaikan mushola. Total dana sosial yang disalurkan sebesar Rp ,-.
Untuk Laporan keuangan, realisasi perguliran melebihi rencana hingga 12,99 % ( Rp ,-) sedangkan pendapatan juga mengalami kenaikan dari rencana sebesar 13,17 % (Rp ,-). Untuk prosentase biaya terhadap pendapatan terjadi efisiensi sebesar 44,56%. Dilaporkan juga surplus/laba dari rencana perubahan yang mencapai 41,44 %.
Pada kesempatan tersebut, Kusumawati juga melaporkan tentang permasalahan SPP yang berupa tunggakan, yang mana tunggakan terbesar ada di wilayah kalurahan Margodadi sebesar 6,99 %, disusul Margoagung %, Margoluwih 3,58%, Margomulyo 1,71% dan Margokaton 0,42%. Dihadapan peserta musyawarah, Kusumawati juga melaporkan pembagian surplus netto yang dialokasikan pada penambahan modal (54,65%), dana sosial (20,81%), peningkatan kapasitas (16,01%), reward (8,53%). Bagi hasil Kalurahan tidak ada karena penyertaan modal dari kalurahan belum ada.
Rencana keuangan tahun 2023 yang disampaikan Kusumawati adalah kenaikan batas maksimal pinjaman tiap anggota kelompok, rencana perguliran, rencana pendapatan biaya dan surplus laba. Sedangkan rencana kegiatan dana sosial berupa bantuan sembako, alat produksi dan fasilitasi UMKM.
Sebagai penutup disampaikan hasil pemeriksaan pengawas dengan melihat laporan tingkat kesehatan sampai bulan Desember 2022 dengan hasil cukup sehat.
Setelah laporan kemudian dilanjutkan dengan tanggapan dari peserta musyawarah. Banyak hal ditanyakan dengan laporan dan rencana kerja BUMKal Bersama tersebut. Namun secara aklamasi peserta menerima laporan pertanggungjawaban tahun 2022 fan rencana kerja tahun 2023 yang dituangkan dalam berita acara yang ditandatangani oleh perwakilan BPKal, LPMKal, SPP,dan Penasehat. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)