Peringati Hut TNI AU, Pemkab Sleman Bersama AAU Bagikan 2500 Paket Sembako

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman Bersama dengan Akademi Angkatan Udara (AAU) melaksanakan Bakti Sosial dalam rangka memperingati HUT Ke-77 TNI AU. Bakti sosial dilaksanakan dengan memberikan 2500 paket sembako bagi warga kurang mampu. Paket sembako secara simbolis diserahkab kepada 10 warga Sleman bertempat di Lapangan Pemda Sleman, Minggu (5/2).

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Sleman Kustini Sri Purnono bersama dengan Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) II Marsdya TNI Andyawan Martono, dan Gubernur Akademi Angkatan Udara Marsda TNI Eko D. Indarto.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menyampaikan bahwa kegiatan bakti sosial ini merupakan kerjasama Pemerintah Kabupaten Sleman dengan AAU sebagai rangkaian dari peringatan HUT TNI AU ke-77.

“Hari ini AAU bekerjasama dengan Pemkab Sleman untuk menyalurkan sebanyak 2500 paket sembako  dalam rangka bakti sosial peringatan HUT TNI AU ke-77. Bantuan yang diberikan oleh AAU ini diserahkan secara simbolis kepada warga Sleman yang membutuhkan,” jelasnya.

Kustini menjelaskan bantuan tersebut akan diberikan kepada warga yang membutuhkan yang berada di 17 Kapanewon.

Sementara itu, Gubernur Akademi Angkatan Udara Marsda TNI Eko D. Indarto menyampaikan bahwa kegiatan bakti sosial yang diselenggarakan di Sleman ini merupakan program dari Mabes AU sebagai rangkaian HUT TNI AU. Ia menyebut, kegiatan tersebut juga sebagai bentuk silaturahmi AAU kepada Pemkab Sleman.

Lebih lanjut, Eko D. Indarto menuturkan, selain menyerahkan bantuan sembako, AAU juga mendatangkan Taruna untuk melakukan display Drumband Gita Dirgantara AAU untuk memeriahkan kegiatan tersebut.

“Kegiatan ini (bakti sosial) merupakan program mabes TNI AU dengan membagikan 2500 sembako dan AAU datang ke sini dalam rangka mengakrabkan diri dengan Pemkab Sleman di minggu gembira dengan harapan keberadaan kita semakin bisa dirasakan oleh masyarakat khususnya dapat menjalin kolaborasi yang baik antara Pemkab Sleman dengan AAU dan secara umum dengan TNI AU,” jelasnya.




Bentuk Rasa Syukur atas Hasil Panen, Warga Padukuhan Yapah Gelar Wiwit Panen Raya

Kelompok Tani Sedio Utomo serta warga Padukuhan Yapah, Sukoharjo, Sleman menggelar Wiwit Panen Raya Petani Yapah, Minggu (5/3/2023). Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk rasa syukur dan harapan para warga terhadap hasil panen yang melimpah.

Hadi Raharja, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari UPTD Dinas Pertanian Sleman menyebutkan bahwa Dinas Pertanian Sleman mendukung penuh kegiatan ini, karena saat ini, banyak tanah pesawahan yang sudah beralih fungsi menjadi hunian maupun bangunan-bangunan yang sangat berpengaruh dengan menurunnya ketersediaan pangan.

“Oleh karena itu, kita petani saat ini harus pandai-pandai berusaha bagaimana caranya tanah pesawahan yang masih ada ini bisa kita manfaatkan sebaik-baiknya. Bagaimana caranya budidaya yang baik, sehingga bisa didapatkan hasil yang lebh meningkat. Dan untuk mengetahuinya, bisa dengan cara diubin, sehingga bisa tahu apakah hasil pertanian kita meningkat atau tidak,” jelas Hadi.

“Juga bisa berupaya dengan menggandeng dan melibatkan berbagai sektor pertanian untuk membantu kegiatan pertanian yang ada. Dengan adanya acara wiwit bersama ini, diharapkan bisa menambah semangat petani yang ada di daerah Yapah, yang bernaung di bawah Kelompok Tani Sedio Utomo yang diketuai Kris Indito,” ujar Hadi lagi.

Kris Indito, Ketua Kelompok Tani Sedio Utomo menuturkan, Pemerintah melalui Dinas Pertanian sudah memberikan banyak bantuan dan kemudahan yang disalurkan melalui Kalurahan, yang kemudian diserahkan kepada petani di Yapah melalui Kelompok Tani Sedio Utomo.

“Jadi kita sebagai petani juga harus bisa berusaha bagaimana caranya pertanian kita bisa berhasil dengan baik, hasil panen meningkat sehingga bisa menambah kesejahteraan warganya. Kegiatan wiwit ini merupakan salah satu wujud syukur kita kepada Allah SWT, yang telah memberikan hasil panen seperti yang diharapkan, selain juga untuk nguri-uri kebudayaan Jawa yang sudah sejak dulu dilakukan oleh warga Yapah,” tutur Kris. 

Dukuh padukuhan Yapah, Joni Pranata menyebutkan bahwa kegiatan wiwit bersama ini juga sebagian dari usaha padukuhan Yapah yang mendukung adanya Desa Rintisan Wisata di kalurahan Sukoharjo.

Sementara itu Sunyoto yang mewakili tamu undangan dari Kalurahan Sukoharjo mengungkapkan dukungan penuh dari pemerintah Sukoharjo untuk maju dan berusaha bersama menuju Desa Rintisan Wisata.

Warga Yapah pun sangat mendukung dan antusias dengan adanya kegiatan wiwit ini. Sugiyanto yang merupakan seorang tokoh masyarakat juga menuturkan bahwa dia sangat senang dengan adanya acara ini.

“Selain bisa silaturahmi dengan sesama warga Yapah, juga bisa mencicipi hasil masakan ibu-ibu Yapah yang sangat lezat,”guraunya. (ESWE/KIM Sukoharjo-Ngaglik)




Mudahkan Administrasi, Dukcapil Sleman Jemput Bola Data Kependudukan Warga Sukoharjo

Sukoharjo – Salah satu syarat menjadi pemilih pada pemilu adalah mempunyai e-KTP atau warga yang sudah berusia 17 tahun. Ini yang menjadi salah satu alasan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Sleman menggandeng Kapanewon Ngaglik, sebagai kapanewon pertama yang melakukan inisiasi pelayanan jemput bola perekaman e-KTP bagi pemula yang berada di Kalurahan Sukoharjo, Kapanewon Ngaglik, Sleman, pada Sabtu (4/3/2023). Selain perekaman e-KTP, kegiatan ini juga bisa dimanfaatkan untuk mengurus dokumen lainnya seperti perbaikan KK yang bermasalah atau ganti status, perbaikan KTP yang rusak dan pembuatan KIA bagi anak dibawah 17 tahun.

Susmiarto, Kepala Dinas Dukcapil Sleman menjelaskan bahwa kegiatan ini dilakukan untuk membantu masyarakat dan mendukung hajat demokrasi 2024.

“Sehingga nanti pada pemilu yang akan datang  warga yang sekarang masih 16 tahun dan tahun depan sudah berusia 17 tahun, yang jumlah nya lebih dari warga yang sudah bisa melakukan perekaman biodata e-KTP. Sehingga nanti setelah umur 17 tahun, KTP sudah bisa langsung dicetak,” ungkap Susmiarto.

Selain kapanewon dan nantinya kalurahan, Dukcapil Sleman juga sudah akan melakukan kegiatan ini ke sekolah-sekolah yang ada di Sleman, yang sampai saat ini sudah terjadwal sejumlah 30 sekolah terdiri dari SMA, SMK dan MAN.

“Dengan adanya kemudahan ini diharapkan semua warga mempunyai dokumen kependudukan yang sah dan sesuai antara dokumen yang satu dengan yang lain. Kegiatan ini sendiri gratis tanpa ada pungutan biaya,” jelas Susmiarto

Sementara itu, Hadi Subronto, Lurah Sukoharjo menjelaskan bahwa kegiatan ini sendiri terlaksana atas kerjasama Dinas Dukcapil Sleman, Kapanewon Ngaglik, Kalurahan Sukoharojo, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta pelibatan RT, RW, dan PKK untuk penyebaran informasi ke masyarakat.

“Meskipun datanya hanya 125 warga yang direncanakan untuk melakukan perekaman e-KTP, tapi pada kenyataannya banyak sekali warga yang antusias mengikuti kegiatan ini. Selain perekaman e-KTP, juga adanya pengurusan KK dan KIA yang mencapai ratusan warga yang ikut serta,” jelas Hadi.

Hadi Subronto juga menuturkan, dengan adanya perekaman e-KTP di usia 16 tahun ini, nantinya di tahun 2024 saat pelaksanaan pemilu, mereka sudah bisa langsung mencetak e-KTP dan bisa ikut serta dalam pesta demokrasi 2024.

Hadi berharap ditahun-tahun mendatang, kegiatan seperti ini bisa dilaksanakan lagi sehingga masyarakat akan merasa diberi kemudahan dalam kepengurusan dokumen yang pada akhirnya semua masyarakat bisa memiliki dokumen-dokumen kependudukan yang seharusnya.

Dalam kegiatan sisir adminduk di kalurahan Sukoharjo ini, terdata pengurusan KIA 272 anak, perekaman e-KTP pemula 92 orang, KK 68, e-KTP 40, dan Identitas Kependuduan Digital (IKD) 18 orang.

Tidak hanya masyarakat umum, warga dengan gangguan jiwa pun dilayani dalam kegiatan ini, tanpa membedakan pelayanan.

Warga pun mengapresiasi apa yang dilakukan Dukcapil Sleman ini. Mujiyono salah satu wargaa Banturejo Sukoharjo mengungkapkan rasa senangnya karena telah mendapatkan kemudahan dalam kepengurusan KIA putranya. Baik secara pendataan maupun lokasi yang harus dia tempuh sangat dekat dan mudah, dibandingkan bila harus datang langsung ke Dukcapil Sleman.

“Semoga kegiatan seperti ini akan terus berlanjut, sehingga masyarakat pada umumnya akan sangat merasa terbantu,” ungkap Mujiyono. (ESWE/KIM Sukoharjo-Ngaglik)




Dukung Pencegahan Stunting dengan Aksi Bergizi Sekolah

Sleman – Dalam upaya mendukung program pencegahan stunting, SMK Muhammadiyah Minggir bekerja sama dengan Puskesmas Minggir mengadakan Aksi Bergizi Sekolah Cegah Stunting pada Sabtu (4/3/2023). Serangkaian kegiatan dilakukan, di antaranya pemeriksaan kesehatan siswa meliputi pemeriksaan HB, Berat Badan, Tinggi badan dan penyuluhan kesehatan.

Stunting adalah masalah kesehatan yang berdampak pertumbuhan dan perkembangan anak, dimana penyebab utama stunting di Indonesia adalah karena ibu tidak memiliki akses terhadap makanan sehat dan bergizi seperti makanan berprotein tinggi, sehingga menyebabkan buah hatinya turut kekurangan nutrisi.

Selain itu, rendahnya asupan vitamin dan mineral yang dikonsumsi ibu juga bisa ikut memengaruhi kondisi malnutrisi janin

Dampak stunting ini bukan hanya urusan tinggi badan, tetapi yang paling berbahaya adalah nanti rendahnya kemampuan anak untuk belajar, dan yang ketiga munculnya penyakit-penyakit kronis yang gampang masuk ke tubuh anak.

Dalam rangka pencegahan stunting harus dilakukan sejak dini dimulai dari calon ibu dan ayah.

“stunting harus dicegah mulai dari dini dengan mencukupkan gizi, ditambah dengan tablet penambah darah, sehingga sekolah yang mempunyai generasi Z ini siap untuk melahirkan generasi yang sehat,” jelas Frida, petugas Puskesmas Minggir.

Menurut Frida, hal ini penting untuk dilakukan dalam rangka menyongsong Generasi emas Indonesia  pada tahun 2045.

“Yang nantinya akan merupakan bonus demografi bangsa ini sehingga harus dipersiapkan dengan sebaik mungkin bagi generasi muda saat ini yang akan mengalamaminya,” ungkap Frida lagi.

Mengutip Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dari mengatakan berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2022, angka stunting turun dari 24,4% di tahun 2021 menjadi 21,6% di tahun 2022.

Kegiatan ini sendiri mendapat apresiasi positif dari para siswa SMK Muhammadiyah Minggir. “Kami para siswa cukup senang dengan kegiatan seperti ini sehingga paham apa yang harus disiapkan sebagai calon orang tua dari segi Kesehatan,” kata Sindy, Siswa kelas X.

Sementara itu, Kepala SMK Muhammadiyah Minggir, Edy Purwanto berharap para siswa dapat menjaga kesehatannya dengan selalu menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

“Penerapan pola hidup bersih dan sehat PHBS hendaknya dibiasakan sebagai karakater siswa dan seluruh warga sekolah, harapannya dengan hidup sehat akan menjadikan generasi yang kuat dan bermartabat,” ujar Edy. (Arief Hartanto)




Muslimat NU Berbah Lantik Perwakilan Muslimat NU Tingkat Kalurahan

Sleman – Pimpinan Anak Cabang Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kapanewon Berbah menggelar Pengajian Rutin Sabtu Wage sekaligus Pelantikan Muslimat NU ranting Kalurahan Tegaltirto, Jogotirto, dan Padukuan Krasaan di Gedung Serbaguna Kalurahan Jogotirto, Berbah, Sleman, DIY, pada Sabtu (4/3/2023). Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Pimpinan Muslimat NU Sleman, Panewu Anom Berbah, dan Lurah Jogotirto.

Sudiyanti, Ketua Pimpinan Anak Cabang Muslimat Berbah menyampaikan bahwa pengajian Sabtu Wage adalah pengajian rutin PAC Muslimat Kapanewon Berbah. Namun kali ini adalah hal istimewa karena  bersamaan  dengan pelantikan Muslimat Ranting Tegaltirto, Jogo tirto dan pelantikan anak ranting Krasaan.

“Semoga pengurus yang nanti dilantik bisa iklas menerima dan menjalankan tugas dengan baik dan bertanggungjawab,” ujar Sudiyanti.

Panewu Anom Berbah, Gunardi menyebut bahwa Muslimat NU merupakan aset yang luar biasa dan berharap Muslimat bisa ikut berpartisipasi dalam pembangunan pemerintah, sesuai dengan kapasitasnya.

“Karena muslimat sebagai ibu bisa membantu pemerintah dalam mengatasi  beberapa program pemerintah seperti penanganan stanting, pengentasan kemiskinan, juga pencegahan klitih yang meresahkan. Dalam pengentasan kemiskinan sudah terlihat dengan adanya program Muslimat bidang UMKM yang ada sebagai penopang ekonomi keluarga,” jelas Gunardi.

Pelantikan Pengurus Muslimat Ranting Jogotirto, Tegaltirto dan Muslimat Anak Ranting Krasaan dilakukan oleh ketua Pimpinan Cabang Muslimat kabupaten Sleman, Dwi Nurhayati, dengan membacakan Surat keputusan Pelantikan pengurus Muslimat periode tahun 2023 – 2028.

Seusai melakukan pelantikan Dwi Nurhayati mengatakan bahwa  pengurus merupakan amanah berat yang diberikan jamaah.

“Sebagai pengurus memiliki  niat ahli Sunah  dan  haruslah sering melakukan pertemuan untuk membahas visi misi serta membangun kemaslahatan dan perkembangan umat guna meraih kejayaan organisasi serta bisa memberi nilai tambah dalam pembangunan Negara,” ujarnya.

Pengajian Sabtu Wage sendiri diisi oleh Ustaz Arif Aryono, yang juga sebagai Kamituwo Kalurahan Jogotirto, dengan judul Muslimat Unggul Berkualitas Seutuhnya.

Dikatakan oleh Ustaz Arif, bahwa ibu merupakan tiang Negara. Dengan ibu yang baik akan menjadikan negara yang baik juga.

Dikatakan juga bahwa ibu atau wanita mempunyai kelebihan yang tidak dimiliki  lelaki yaitu hamil, melahirkan, menyusui  sebagai sarana penerusan kehidupan dan keistimewaan itu diganjar oleh Allah sebagai pahala yang tinggi melebihi puasa dan salat lail.

“Begitu penting dan istimewanya fungsi seorang ibu dikatakan sebagai tiang negara bisa disebabkan ibu merupakan pendidikan atau sekolah pertama dalam mendidik penerus bangsa,” jelas Arif.

Dikatakan juga bahwa sebagai seorang muslimat harus memiliki sifat istikamah, toleransi atas perbedaan yang ada dalam bernegara dan memberikan solusi untuk memberikan jalan keluar yang baik untuk kemajuan negara.

“Karena warga Nahdlatul Ulama dan Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak bisa dipisahkan,” pungkas Arif. (Kusnadi/KIM Berbah)