Bupati Sleman Harap RSA UGM Bisa Tingkatkan Pelayanan Bagi Masyarakat

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun ke-11 Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada (RSA UGM), yang terletak di Kronggahan, Trihanggo, Gamping, Sleman, Kamis (2/3/2023).

Dalam sambutannya, Kustini mengucapkan selamat sekaligus terima kasih kepada keluarga besar RSA UGM yang telah berkontribusi memberikan pelayanan kesehatan, khususnya di Kabupaten Sleman. Dengan semakin bertambahnya usia ini, ia berharap RSA UGM dapat semakin meningkatkan mutu pelayanan kesehatannya, sehingga keberadaan RSA UGM dapat semakin dirasakan oleh masyarakat.

“Keberadaan RSA UGM selama ini, telah memberikan pelayanan kesehatan yang lebih lengkap dan dapat mendekatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas kepada masyarakat, terutama warga Sleman,” kata Kustini.

Lebih lanjut ia berharap agar RSA UGM juga mampu membangun hubungan serta memberikan edukasi terhadap masyarakat di sekitarnya untuk selalu konsisten menerapkan pola hidup sehat.

Hadir pula dalam acara tersebut Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, ., (K)., Ph.D. Ia mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sleman yang telah bersinergi dan berkolaborasi dengan RSA UGM dalam rangka mengembangkan layanan kesehatan yang ada di rumah sakit tersebut.

“Mari kita buktikan rumah sakit pendidikan dapat memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat, bahkan menjadi bagian yang tak terpisahkan untuk menyelesaikan masalah-masalah yang ada di wilayah di sekitarnya,” ujarnya.

Sementara Direktur Utama RSA UGM, . Darwito, S.H., Sp.B(K) Onk, mengajak seluruh karyawan untuk tetap komitmen dengan cita-cita RSA UGM, yakni mengabdi pada masyarakat, memajukan ilmu pengetahuan, dan menguatkan pelayanan kesehatan.




Tingkatkan Program Bangga Kencana, Dinas P3AP2KB Sleman Monev Kampung KB Sumbersari

Sleman – Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Sleman melakukan monitoring dan evaluasi terhadap Kampung KB di Kalurahan Sumbersari, Moyudan, Sleman, Kamis (2/3/2023). Monev tersebut dihadiri oleh Tim Monev dari Dinas P3AP2KB Kabupaten Sleman, Kepala Jawatan Sosial Kapewon Moyudan, Carik Sumbersari, PLKB Sumbersari dan pengurus Kampung KB Sumbersari.

Carik Sumbersari Junaidi mewakili Lurah dalam sambutannya mengucapkan selamat datang ke tim monev dan semua yang hadir. Ia menbahkan bahwa Kampung KB Sumbersari sudah memiliki SK Lurah dan sudah melaksanakan bebagai kegiatan sesuai dengan seksi masing-masing.

“Silakan untuk diperiksa segala kegiatan baik secara fisik maupun adminisyrasi, namun mohon maaf tidak bisa kami sajikan seluruhnya dalam bentuk hardcopy tapi semua data lengkap ada dalam soft file,” ungkap Junaidi.

Kepala Jawatan Sosial Kiswanto mengungkapkan bahwa Kampung KB merupakan Nawacita presiden Jokowi sejak tahun 2016. Kampung KB didirikan dengan tiga kriteria yaitu angka kemiskinan yang tinggi, capaian peserta KB yang kurang dan daerah kumuh.

“Sumbersari ini masuk angka kemiskinan tertinggi di Kapanreon Moyudan,” tutur Kiswanto.

Ketua tim Monev Diah Niken Andarwati dalam sambutannya menyampaikan bahwa sesuai Perbub Nomor 40.1 Tahun 2022 dinyatakan Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) dan Organisasi Sosial harus ikut serta dalam Kampung KB dan Pengembangan Pembangunan Keluwarga, sehingga tahun 2024 ini  semua Kalurahan di Kabupaten Sleman sudah terbentuk Pokja Kampung KB.

“Dalam evaluasi ini kami bersifat membina sehingga kami berharap setiap Kampung KB akan bertambah maju dan lebih berkualitas,” tutur bu Niken.

Lebih lanjut Niken berharap agar Kampung KB Sumbersari bisa mewujudkan Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana ( Bangga Kencana). “Silakan pertahankan Kampung KB Sumbersari ini dipertahankan dan dilanjutkan, dengan indikator dan berubah,” lanjut Niken. (Sugiyanto/KIM Sumber Biwara  Moyudan )




Sleman Kirimkan Tim Promosi Wisata ke Travel Dialog di Bekasi

Sleman – Kepala Dinas Pariwisata (Dinpar) Kabupaten Sleman Ishadi Zayid melepas Tim  Promosi Pariwisata yang akan berangkat ke Bekasi, Rabu (1/3/2023). Tim promosi yang dipimpin oleh Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Kus Endarto, terdiri atas 35 peserta dari berbagai stakeholder usaha pariwisata, pengelola destinasi dan jajaran Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman

Dalam kesempatan tersebut Ishadi memberikan apresiasi yang tinggi kepada para stakeholder yang telah bergabung dengan Dinas Pariwisata untuk melakukan promosi bersama ke luar daerah.

“Melalui promosi secara terintegrasi dari berbagai stakeholder diantaranya pengelola destinasi, hotel, restoran, dan usaha jasa lainnya kedepan sektor pariwisata Kabupaten Sleman diharapkan semakin maju dan semakin banyak didatangi wisatawan baik wisnus maupun wisman. Selain itu diharapkan tingkat hunian hotel dan lama tinggal wisatawan dapat lebih meningkat,” ujar Ishadi, Rabu (1/3/2023)

Acara promosi pariwisata yang dikemas dalam bentuk travel dialog dan table top tersebut akan dilaksanakan di dua lokasi yaitu Hotel Grand Cikarang Kabupaten Bekasi dengan peserta 80 orang Kepala Sekolah SMP SMA/K serta Dinas Pariwisata dan dan Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi. Lokasi kedua di Graha Hartika Kota Bekasi dengan peserta 50 orang dari biro perjalanan wisata, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dan Dinas Pendidikan Kota Bekasi.

Adapun peserta Travel Dialog tersebut meliputi PT TWC Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko, Jeep Shiva Plato Breksi, Jeep wisata Lava Tour Merapi, Ramayana Garden Resto, Omah Oblong, Bali Ndeso Kampung Flory, Jogja Exotarium Mini Zoo, Puri Mataram, Warung Eyup, Front One Resort Hotel, University Hotel, Sekarwangi Resto, Bakpia Jogkem, Urban Lativa Hotel,  Ibarbo Park, Resto Jejamuran, Yellow Star Hotel, Gembira Loka Zoo, Candisari Resto, Sari Bahari Resto, Ambarketawang Resto, Baledono Resto, The Cangkringan Villa & Spa, RM Pringsewu, dan Resto Mendut Tamansari.




Hari Penegakan Kedaulatan Negara Sebagai Momentum untuk Tidak Melupakan Sejarah

Sleman – Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menghadiri Peringatan Penegakan Kedaulatan Negara pada Rabu (1/3/2023) di Monumen Yogya Kembali. Acara itu diisi dengan berbagai kegiatan, seperti pelaksanaan upacara bendera dan lomba mural.

Danang Maharsa menjelaskan, Peringatan Penegakan Kedaulatan ini menjadi momen penting untuk menumbuhkan kesadaran kebangsaan. Danang menilai, peringatan tersebut tak hanya untuk mengenang jasa pahlawan, namun sekaligus menjadi sarana edukasi bagi generasi muda.

“Momen-momen peringatan ini saya harap bisa dijadikan sebagai pembelajaran bagi anak-anak kita, bahwa dulu sejarah pernah terjadi di sini, khususnya di Kabupaten Sleman, di Monumen Yogya Kembali, yaitu Serangan Umum 1 Maret” ujar Danang.

Danang memberikan pesan, salah satu poin penting dari peringatan tersebut adalah bagaimana sikap masyarakat untuk memaknai kemerdekaan yang sudah diberikan para pahlawan. Sehingga, ia pun mengajak masyarakat untuk mengisi kemerdekaan dengan kegiatan positif, baik untuk diri sendiri maupun lingkungan sekitar.

“Untuk ke depan, mudah-mudahan acara ini bisa berlangsung secara berlanjut dan memberikan edukasi kepada anak-anak kita. Yang pasti ini peringatan yang harus kita laksanakan sampai kapanpun,” kata Danang.

Usai memberikan sambutan, Danang Maharsa sekaligus meresmikan pameran lukisan yang berada di lantai satu Monumen Yogya Kembali. Menanggapi adanya pameran tersebut, Wabup menyampaikan akan berdiskusi bersama Kepala Dinas Kebudayaan Sleman terkait dukungan pelaksanaan event kesenian yang melibatkan para pelukis.

“Kami tadi sudah berdiskusi dengan Prof. Hajar dan Pak Kadis Kebudayaan, ingin mengadakan acara untuk seniman khususnya pelukis di Sleman dalam rangka bagaimana kita berbudaya lewat sebuah lukisan, nanti akan kita diskusikan lagi konsepnya,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua panitia peringatan Penegakan Kedaulatan Negara, Nanang Dwinarto, menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kabupaten Sleman. Dukungan tersebut dikatakan Nanang menjadi wujud kolaborasi positif antara penyelenggara dengan Pemerintah Kabupaten Sleman

“Kami ucapkan terima kasih banyak kepada Pemerintah Kabupaten Sleman dan Bapak Wakil Bupati yang memberikan dukungan dengan hadir pada pagi ini. Semoga peringatan ini bisa terus dilaksanakan di tahun-tahun berikutnya,” ujar Nanang.

Nanang menyampaikan, salah satu yang spesial dalam peringatan tahun ini adalah adanya beberapa kegiatan. Di samping pelaksanaan upacara bendera, juga terdapat lomba mural yang diikuti komunitas pecinta seni lukis kabupaten Sleman dan pameran lukisan.

“Kami melaksanakan beberapa agenda, yaitu yang pertama upacara peringatan yang telah dilaksanakan tadi pagi. Kemudian ada lomba mural yang dan pameran lukisan yang diikuti oleh komunitas pecinta seni lukis di Kabupaten Sleman,” terang Nanang.




Ketersediaan Mencukupi, Cabai Sleman Dikirim Sampai ke Jakarta

Sleman – Pembangunan Kawasan hortikultura diprioritaskan untuk menjaga stabilitas pasokan komoditas strategis diantaranya seperti komoditas cabai. Cabai merupakan salah satu komoditas yang mempengaruhi nilai inflasi. Kabupaten Sleman sebagai salah satu sentra produksi cabai nasional, pada tahun 2022 berhasil memproduksi ,6 ton atau naik sebesar 14,947% dari produksi cabai tahun 2021 yang mencapai ,3 ton. Produksi cabai tersebar di 17 kapanewon dengan daerah sentra produksinya berada di Kapanewon Ngaglik, Pakem, Ngemplak, Turi, Sleman dan Tempel.

Jenis cabai yang berkembang di Kabupaten Sleman adalah cabai rawit dan cabai keriting. Berdasarkan data produksi tahun 2022 tersebut, komposisi cabai rawit mencapai ,3 ton (57,07%) dan cabai keriting sebesar ,3 ton (42,93%).

Produksi cabai di Kabupaten Sleman cenderung stabil sebagai dampak dari penerapan pola tanam. “Cabai di Kabupaten Sleman relative aman sepanjang tahun, rata-rata per bulan ada lahan cabai 300 ha. Adanya pasar lelang dan titik kumpul dirasa sangat bermanfaat bagi petani cabai,” ujar Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DPPP) Kabupaten Sleman, Suparmono, Rabu (1/3/2023).

Suparmono menjelaskan, data dari Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman menunjukkan bahwa perkiraan produksi cabai rawit di bulan puasa sampai Idulfitri sebesar 350 ton. Sedangkan cabai besar termasuk cabai keriting mencapai 542 ton, yang sudah melebihi konsumsi Sleman. Prediksi ini didasari luas tanam di bulan November-Desember 2022.

Selain itu, keberadaan pasar lelang dan titik kumpul cabai berperan penting bagi petani dalam meningkatkan posisi tawar.

“Di titik kumpul ini, ada sekitar lebih dari 1 ton cabai per hari, jika diambil rata-ratanya. Perkiraan saya, di bulan puasa dan mendekati idul fitri, bisa lebih dari 2 ton per hari. Itu baru 1 titik kumpul, belum termasuk titik kumpul yang lain,” jelas Suparmono.

Suparmono menuturkan bahwa titik kumpul ini adalah tempat singgah sementara untuk cabai sebelum dikirim ke pembeli yang sudah memenangi lelang. Cabai hasil lelang rata-rata dikirim ke beberapa pasar induk di Jakarta.

“Titik kumpul ini menaungi hasil panen dari petani lebih, dengan rata-rata lahan m2.” imbuhnya.

Dalam rangka mendukung ketersediaan produksi cabai, di tahun 2023 ini Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Sleman melaksanakan 30 kali Sekolah Lapang Budidaya Cabai dimana dalam setiap pelaksanaan dikembangkan 1,25 ha lahan cabai.

“Tujuan dari pelaksanaan sekolah lapang ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani sejak dari proses produksi hingga pemasaran hasil,” ujar Suparmono lagi.

Cara penanggulangan hama dan penyakit tanaman menjadi bagian materi yang sangat penting pada Sekolah Lapang yang dilaksanakan. Menurut Suparmono, pengendalian hama dan penyakit ini akan lebih efektif dan efisien apabila dilaksanakan sedini mungkin diantaranya dimulai dengan pengolahan tanah yang baik dan benar.

“Sumber serangan hama dan penyakit pada tanaman cenderung ditimbulkan dari dalam tanah, sehingga penyiapan lahan yang tepat diharapkan mampu meminimalisir serangan organisme pengganggu tanaman,” tukasnya.

Beberapa langkah yang perlu dilaksanakan dalam pengendalian hama dan penyakit pada tanaman cabai di antaranya adalah menjaga kebersihan lahan, melakukan pengamatan perkembangan hama dan penyakit secara rutin di lahan pertanaman, melakukan tindakan sesegera mungkin apabila tanaman teridentifikasi terserang hama dan penyakit, menggunakan pestisida tepat waktu, sasaran, cara dan dosis (mengutamakan pestisida nabati yang ramah lingkungan), penggunaan likat kuning dan antraktan lalat buah serta melakukan pengamatan dan pengulangan penyemprotan apabila terjadi serangan dengan intensitas sedang dan berat.

“Dengan kegiatan ini diharapkan produksi cabai di Kabupaten Sleman lebih meningkat sehingga mampu memberikan kontribusi lebih dalam rangka penyediaan kebutuhan cabai nasional,” pungkas Suparmono.