Peringati Hari Pers Nasional, Pasbuja Gelar Dialog Budaya Jurnalisme

Sleman – Guna memperingati Hari Pers Nasional ke-38 di Tahun 2023 ini, Paguyuban Sastra Budaya Jawa (Pasbuja) Kawi Merapi Kabupaten Sleman bersinergi dengan Programa Empat Radio Republik Indonesia (RRI Pro 4) Yogyakarta menggelar Dialog Budaya Pendhapa dengan mengangkat tema jurnalisme untuk sastra dan budaya jawa yang berlangsung di Studio RRI Pro 4 Kotabaru, Yogyakarta, Selasa (28/2/2023) malam yang disiarkan secara live streaming pada frekuensi FM 106.6 MHz – AM. 1107 KHz.
Dialog budaya yang dipandu oleh Sugiman Dwi Nurseto menghadirkan Sekretaris Forum Kelompok Informasi Masyarakat (FKIM) Sembada Kabupaten Sleman, Adnan Iman Nurtjahjo bersama Praktisi Pendidikan Non Formal dan Anak Usia Dini sekaligus Penggiat Sastra Jawa, Sabatina Rukmi Widiasih.
Mengawali perbincangannya, Adnan Iman Nurtjahjo yang juga sebagai anggota Pasbuja Kawi Merapi Kabupaten Sleman menuturkan bahwa yang terpenting tidak semata merayakan adanya hari pers, namun di dalam kehidupan masyarakat sehari-hari mau tidak mau akan membutuhkan pers guna mendapatkan berita maupun informasi untuk dikonsumsi.
“Karenanya, Pers atau media jurnalistik merupakan wadah atau saluran untuk memperluas jangkauan penyebaran informasi bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan manusia sebagai makhluk sosial di kehidupan sehari-harinya,” tutur Adnan.
Adapun berbagai manfaat media jurnalistik bagi masyarakat antara lain sebagai sarana informasi, edukasi, hiburan, kontrol sosial, serta dapat dijadikan sebagai lembaga ekonomi yang tumbuh menjadi sebuah industri media yang dapat menyediakan lapangan pekerjaan untuk menyerap tenaga kerja sehingga dapat menghasilkan keuntungan yang tidak sedikit.
“Kaitannya dengan sastra jawa yang memiliki peranan penting dalam membangun peradaban masyarakat. Hal ini disebabkan dengan adanya karya sastra baik lisan maupun tulis maka masyarakat dapat mengembangkan ide dan gagasan, serta mewariskan nilai-nilai kearifan lokal kepada generasi muda,” lanjut Adnan.
Di sisi lain, Pegiat Sastra Jawa, Sabatina Rukmi Widiasih menguraikan beberapa hal mengenai kompetensi sebagai jurnalis. Menurutnya seorang Jurnalis harus berusaha terus mengasah keterampilannya secara professional dalam menulis artikel yang menarik dan layak dikonsumsi masyarakat. Selanjutnya berupaya menambah wawasan dan pengetahuan tentang artikel yang ditulis sehingga menghasilkan karya sastra yang dapat dipercaya oleh masyarakat sebagai pembacanya.
“Sebagai sorang jurnalis juga harus dapat bersikap santun dan memiliki etika saat menggali data bahan berita dari narasumber atau yang diwawancarai. Serta dapat menjaga harkat dan martabat manusia tentang karya yang dihasilkan, tak terkecuali menjaga harga diri dan memanusiakan manusia,” urai Widi panggilan akrabnya.
Di akhir dialog, Ia mengatakan selain memiliki pengetahuan yang luas, sebagai penulis yang baik harus selalu berinovasi dan kreatif dalam menuliskan karyanya supaya dapat melakukan pengamatan menggunakan panca indera, melalui gambar, tulisan maupun suara, serta mampu mengolah informasi sebelum akhirnya disiarkan atau dipublikasikan pada khalayak. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)



