Forum Komunikasi TKA – TPA Kalurahan Condongcatur Resmi Dibentuk

Sleman – Pemerintah Kalurahan Condongcatur membentuk Forum Komunikasi TKA – TPA Condongcatur. Pembentukan resmi dilakukan ditandai dengan penyerahan secara simbolis SK Nomor 43/ 2023 tentang Pembentukan   Forum TKA- TPA Kalurahan Condongcatur Kepengurusan periode 2023 – 2026 oleh Lurah Condongcatur kepada Suyitno, selalu Ketua Umum Kantor Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Sleman, Senin (27/3/2023)

Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, menyampaikan bahwa untuk mewujudkan manusia yang beriman, bertakwa dan berakhlak mulia diperlukan pendidikan agama yang dapat diperoleh, baik secara formal maupun non formal.

“Dan TKA – TPA merupakan pendidikan non formal yang penyelenggaraanya ditangani oleh masyarakat Islam di wilayah tersebut yang berada di masjid masjid sebagai induk tempat kegiatanya,” ujar Reno.

Dirinya berharap dengan adanya forum komunikasi ini dapat menjadi wahana silaturahmi saling mengenal pengurus TKA-TPA se-Condongcatur mengingat di wilayah Kalurahan Condongcatur ada 82 Masjid yang tersebar di 18 Padukuhan.

“Jadikan Forum ini untuk koordinasi antar pengurus TKA-TPA dan dapat menyelenggarakan kegiatan bersama ataupun lomba lomba antar TPA dan kegiatan lainnya,” ujar Reno.

Ketua Umum Forum Komunikasi  TKA-TPA Condongcatur, Suyitno menyampaikan terimakasih atas disahkannya kepengurusan ini dan akan menjalankan amanah untuk pengembangan dan kemajuan TKA-TPA di wilayah Condongcatur.

“Program terdekat adalah koordinasi pengurus dan Forum ini akan dijadikan sebagai wadah  silaturahmi, komunikasi, koordinasi dan media diskusi dalam pengembangan, pelatihan serta penyelenggaraan kegiatan bersama TPA di Wilayah Kalurahan Condongcatur ke depannya,” ungkap Suyitno.

Sementara Kamituwa Condongcatur, Al Thouvik Sofisalam selaku penanggungjawab bidang berpesan agar dalam pelaksanaan kegiatan senantiasa berkoordinasi dengan Takmir Masjid, BADKO TKA-TPA Kapanewon Depok dan DMI Ranting Condongcatur agar bisa saling bersinergi dan pembinaan untuk meningkatkan dalam pengelolaan TKA-TPA di Wilayah Condongcatur. (Wasana/KIM Depok)




Kembangkan Potensi Lokal, Wabup Sleman Ajak Masyarakat Sinergikan UMKM dan Pariwisata

Sleman – Dukung peningkatan UMKM, Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, hadir dan menjadi pembicara dalam Dialog Bisnis “Sinergi Pariwisata Bersama UMKM” pada Sabtu (25/3/2023). Diselenggarakan di Sleman City Hall, diskusi tersebut juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata Sleman Ishadi Zayid, dan Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Sleman, Martapa.

Wakil Bupati Sleman mengatakan, sektor pariwisata dan UMKM menjadi dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Dalam perkembangan zaman, keduanya dinilai Danang harus berjalan berdampingan untuk saling bersinergi. Terlebih lagi di masa pasca pandemi, dampak dari sinergi antara sektor pariwisata dan UMKM dapat dirasakan, khususnya pada perekonomian masyarakat.

“Dengan sinergi pariwisata dan umkm, ekonomi akan kembali pulih, terlebih lagi untuk masa pasca pandemi. Sehingga diperlukan pendampingan untuk keduanya. Termasuk pendampingan dengan acara seperti ini, dapat membuat pariwisata dan UMKM berkembang bersama-sama dan kembali pulih,” kata Danang.

Danang menyatakan, Pemerintah Kabupaten Sleman mendukung pengembangan pelaku UMKM salah satunya melalui layanan ecommerce Mbizzmarket yang disediakan oleh LKPP bagi portal belanja langsung pemerintah. Melalui Mbizmarket ini, Pemkab Sleman dapat memenuhi belanja pengadaan sekaligus mendukung penggunaan produk UMKM Sleman.

“Kami yakin kami akan terus membersamai pelaku wisata dan UMKM untuk terus meningkatkan penjualan dan usaha dalam rangka mensukseskan program Presiden terkait target 40 persen penggunaan produk dalam negeri,” lanjut Danang.

Sejalan dengan penjelasan Wabup, Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Ishadi Zayid mengajak pelaku UMKM untuk berkolaborasi dalam memulihkan perekonomian di Kabupaten Sleman. Ishadi menjelaskan, Dinas Pariwisata akan berupaya mendatangkan wisatawan, kemudian pelaku UMKM dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan pendapatan.

“Pariwisata tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan kolaborasi dengan teman-teman UMKM. Sehingga pariwisata akan mendatangkan wisatawan, UMKM yang akan menangkap,” kata Ishadi.

Ishadi turut mengajak, agar pelaku UMKM dapat menambah daya tarik melalui berbagai strategi. Tak hanya meningkatkan dari segi kuantitas produk, namun juga didukung dari segi kualitas, keunikan, dan nilai kelokalan dari sebuah produk.

Untuk mendukung hal tersebut, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Sleman, Martapa mengutarakan, pihaknya telah melakukan berbagai upaya peningkatan kualitas UMKM, termasuk dengan pengadaan pelatihan. Dengan didampingi praktisi dan akademisi, Haris berharap pelatihan tersebut dapat membawa pelaku UMKM bermitra dengan berbagai pihak.

“Kami juga mendorong adanya semacam factory kitchen, yang di dalamnya ada kolaborasi dari beberapa kalangan pelaku UMKM dan mereka bekerja sama di dalam satu tempat,” jelas Haris.

Dengan dukungan dan kerjasama semua pihak, Haris berharap kesejahteraan pelaku UMKM dapat meningkat. Terlebih lagi, Haris melaporkan hingga saat ini jumlah UMKM di Kabupaten Sleman mengalami peningkatan hingga di angka UMKM.

“Seperti yang kita tahu kemarin UMKM kita melejit sampai di angka . Saat ini kami masih melakukan pendataan sudah meningkat dan terdata sudah lebih dari ,” begitu penjelasan Haris.




Antisipasi Jerat Pinjol, OJK Solisialisasikan Literasi Keuangan kepada Warga Sumbersari

Sleman – Perkembangan teknologi memudahkan masyarakat melakukan transaksi online melalui Financial technology (Fintech).  Fintech adalah inovasi industri jasa keuangan yang memanfaatkan teknologi.  Produk fintech biasanya berupa suatu sistem yang dibangun guna menjalankan mekanisme transaksi keuangan spesifik.  Namun masyarakat perlu berhati-hati memanfaatkan fintech, jangan sampai terjerat pinjaman online illegal (pinjol).  

“Untuk menghindari hal tersebut, cek legalitas, abaikan segala tawaran investasi melalui SMS, WA, maupun media sosial (medsos), dan jaga data diri utamanya NIK,” papar Raden Mas Wibisono saat menyampaikan paparannya pada Sosialisasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

Sosialisasi sendiri mengusung tema Meningkatkan Kewaspadaan Masyarakat Terhadap Investasi dan Pinjaman Online Illegal (Pinjol) Sabtu (25/3/2023) di Pendopo Kalurahan Sumbersari Moyudan.  Kegiatan dihadiri Sukadi Lurah Sumbersari beserta seluruh pamong kelurahan, para ketua RT – RW, serta pengurus berbagai organisasi di Kalurahan Sumbersari Moyudan Sleman. 

Wibisono menuturkan, Nomor Induk Kependudukan atau NIK harus dijaga baik-baik penggunaannya. “Jika tidak, bisa disalahgunakan pihak tak bertanggung jawab untuk membobol data keluarga hingga merugikan pemilik,” tegas Wibisono.  

Ia meminta masyarakat untuk menghindari berbagai penawaran pinjaman maupun investasi melalui medsos dalam bentuk Camilan.  “Penawaran lewat media social atau medsos dengan memanfaatkan fasilitas Camilan, yakni camera, microphone dan location,” lanjutnya.  

“Orang yang terjerat pinjol harus diberikan pendampingan.  Jangan dijauhi karena ia adalah korban,” tegas Wibisono.

Ia juga menyampaikan beberapa tips apabila terlanjur pinjam pinjol illegal, yakni laporkan ke SWI atau Satgas Waspada investasi agar dilakukan pemblokiran. Bila sudah jatuh tempo dan tidak mampu membayar maka hentikan upaya mencari pinjaman baru atau pinjam ke orang lain. 

“Apabila mendapat penagihan tak beretika seperti terror, intimidaasi hingga pelecehan maka blokir semua nomor kontak peneror, beritahu ke seluruh kontak di HP bahwa apabila mendapat pesan tentang pinjol agar diabaikan, dan lapor ke polisi dengan melampirkan nomor kontak penagih yang masih muncul, serta jangan pernah lagi mengakses pinjol illegal,” terang Wibisono lagi.

Sosialisasi juga dilakukan tanya jawab, serta praktik langsung memeriksa (check) legalitas suatu lembaga keuangan.  “Pastikan simpan nomor WA OJK 081157157157. Ketik nama Lembaga dan kirim ke nomor tersebut, selanjutnya kita akan mendapat informasi Lembaga tersebut legal atau illegal,” kata Dian dari OJK yang turut memandu peserta untuk praktek memeriksa legalitas suatu lembaga keuangan online melalui nomor tersebut.

Dian juga memberikan tips aman melakukan pinjaman yakni, meminjam pada fintech peer-to-peer lending yang terdaftar pada OJK, pinjaman untuk hal produktif, pahami manfaat, beaya, bunga, jangka waktu, denda serta resiko.  “Dan yang paling penting pinjam sesuai kebutuhan dan kemampuan.  Pinjam untuk memenuhi kebutuhan bukan memenuhi keinginan,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan, agar masyarakat tidak mudah tergiur penawaran investasi, dan harus selalu waspada terhadap penawaran investasi. 

“Jangan sampai terjebak investasi illegal.  Ciri-ciri investasi illegal di antaranya menjanjikan keuntungan tak wajar dalam waktu dekat, menjanjikan bonus dari perekrutan atau members get members, memanfaatkan public figure untuk menarik minat investasi, klaim tanpa resiko, serta legalitas tidak jelas,” tutup Wibisono.  (Edy – KIM Sumber Biwara Moyudan)




BBY dan BPMP DIY Pantau Kegiatan Literasi di SD Muh Semingin

Sleman – SD Muhammadiyah Semingin merupakan satu-satunya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang mendapatkan bantuan hibah 281 buku dari Kemendikbudristek Republik Indonesia.  Untuk melihat pemanfaatan buku hibah yang diserahkan November 2022 itu dilakukan monitoring (Pemantauan) dan evaluasi oleh Balai Bahasa Yogyakarta (BBY) dan BPMP DIY. 

Monitoring dan evaluasi di SD Muhammadiyah Semingin Sumbersari dilakukan oleh Dwi Pratiwi dari Balai Bahasa Yogyakarta (BBY) DIY dan Cokrowihasto, Widyaprada dari Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP Yogyakarta) Jumat (24/3/2023). 

“Semua buku hibah dari Kemendikbudristek perlu ditempeli stiker jenjang pada sampul.  Ini akan dikoordinasikan oleh tim pemantau kepada tim Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra,” papar Dwi Pratiwi.

Ia menambahkan perlu adanya pengelola khusus baik oleh guru maupun pegawai yang memilikiki kompetensi pengelolaan perpustakaan.

Cokrowihasto menegaskan perlunya penataan buku ramah anak.  “Semua buku bacaan perlu ditata lebih ramah anak, sereta variasi ruang perpustakaan guna meningkatkan daya tarik anak untuk membaca,” tambahnya. 

Sementara Kepala SD Muhammadiyah Semingin, Eny Purwaningsih melaporkan optimalisasi pemanfaatan buku hibah untuk meningkatkan literasi di sekolah. Program yang telah dilakukan, adanya jadwal kunjung siswa ke perpustakaan, pemanfaatan buku bacaan secara bergilir, pembiasaan membaca 15 menit sebelum pembelajaran,  hingga setiap ruang kelas terdapat pojok baca.

“Alhamdulillah, monev berjalan dengan baik dan lancar. Mohon do’a restu semoga pelaksanaan literasi di sekolah bisa semakin baik,” papar Eny Purwaningsih.

 “Untuk pengelolaan buku perpustakaan, kami juga dibantu mahasiswa yang sedang mengikuti program merdeka belajar,” tambahnya.

Pengurus Komite Zamahsari dan Agus Joko Indarto mengapresiasi optimalisasi kegiatan literasi di SD Muhammadiyah Semingin guna peningkatan mutu layanan dan output peserta didik.  (Edy – KIM Sumber Biwara Moyudan)




Isi Pengajian Jelang Takjil, Kanit Binmas Polsek Moyudan Imbau Warga Selalu Waspada

Sleman- Salah satu Kegiatan Ramadan di Masjid Al-falah Sombangan, Sumbersari Moyidan Sleman adalah pengajian menjelang takjil. Pada Minggu (26/3/2023) pengajian disampaikan oleh Kanit Binmas Polsek Moyudan Ipda Paijan, yang dihadiri kurang lebih 200 jamaah.

Dalam ceramahnya Paijan menyampaikan bahwa situasi kamtibmas secara umum di Moyudan saat ini kondusif. Ia mengajak masyarakat untuk membantu tugas kepolisian dalam menjaga keamanan, di mana warga diminta jangan sampai lengah ketika meninggalkan rumah.

“Harus dikunci sehingga akan lebih tenang untuk beribadah ke masjid. Jangan sampai memberikan kesempatan kepada orang yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan kejahatan,” ujarnya.

Lebih lanjut dirinya juga berharap kepada orang tua untuk ngawasi anaknya jangan sampai terjadi kejahatan anak jalanan.

“Kalau anak keluar malam lebih dari jam sepuluh juga harus dicari. Orang tua berkewajiban memberikan tauladan dan pendidikan.  Jangan sampai anak-anak kita terjerumus dengan narkoba,” imbuhnya. (Giek/ KIM Sumber Biwara Moyudan )