Cegah Praktik Politik Uang, Kalurahan Ambarketawang Rintis Desa APU

Sebagai langkah strategis dan mendasar dalam melakukan pencegahan terjadinya praktek politik uang selama berlangsungnya Pemilihan Umum Serentak Tahun 2024 khususnya di wilayah Kalurahan Ambarketawang, maka Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kecamatan Gamping menyelenggarakan Rapat Koordinasi Pengawasan Partisipatif Desa Anti Politik Uang Kalurahan Ambarketawang yang bertempat di Pendopo Omah Kopi Cokrowijayan, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Jumat (24/03/2023).

Kegiatan yang dihadiri Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Sleman, Arjuna Al Ichsan Siregar mengundang seluruh komponen masyarakat Kalurahan Ambarketawang yang meliputi Lurah, Carik, Jagabaya, Kepala Padukuhan, Ketua Paguyuban Rois, Ketua Tim Penggerak PKK, Ketua Karang Taruna, Ketua Badan Permusyawaratan Kalurahan, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Ketua Desa Budaya, serta Seniman yang memiliki semangat dalam program Kalurahan Anti Politik Uang.

Rapat koordinasi secara resmi dibuka oleh Ketua Panwaslu Kecamatan Gamping, Adnan Iman Nurtjahjo didampingi Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat Panwaslu Kecamatan Gamping, Kurniawan Prihandoko, dan Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa, Antonius Hery Purwito, serta Koordinator Sekretariat Panwaslu Kecamatan Gamping, Dewanto Tri Nugroho.

“Kegiatan hari ini dilaksanakan untuk meneguhkan kembali semangat dalam mewujudkan demokrasi yang sehat di masyarakat melalui gerakan Anti Politik Uang yang telah dirintis oleh Bawaslu Kabupaten Sleman sejak tahapan Pilkada 2020 yaitu mewujudkan masyarakat yang sadar demokrasi melalui program pengawasan partisipatif Desa Anti Politik Uang di Kalurahan Ambarketawang,” ujar Adnan dihadapan peserta rapat.

Hal tersebut dikuatkan oleh Lurah Ambarketawang, Sumaryanto yang telah berusaha mendorong warganya membentuk Tim Fasilitator Desa Anti Politik Uang demi menghilangkan budaya politik transaksional selama perhelatan pemilihan umum serentak tahun 2024 berlangsung, serta memberikan pencerahan kepada masyarakat terkait bahaya politik uang.

Dalam waktu dekat, pihaknya akan membentuk Tim Fasilitator Desa Anti Politik Uang yang ditetapkan dengan Surat Keputusan, serta menyusun Peraturan Kalurahan mengenai Desa Anti Politik Uang yang dilengkapi dengan program kerja selama tahapan pemilihan umum berjalan.

“Tujuan gerakan ini adalah guna mendorong masyarakat untuk menjadi pemilih yang cerdas, berani menolak dan melawan politik uang. Kita harus berjuang agar praktik politik uang semakin berkurang dengan semakin banyaknya masyarakat yang terlibat dalam pengawasan Pemilu secara partisipatif, sehingga masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya secara benar untuk mencegah terjadinya korupsi sejak awal, serta terciptanya pemilu damai dan berintegritas,” imbuh Sumaryanto.

Dirinya juga menyadari bahwa praktik politik uang sangat merugikan dan sulit dicegah karena masyarakat di perdesaan dinilai cukup rentan dalam persoalan politik uang. Di samping itu, bentuk dari praktik politik uang tidak hanya berupa suap menyuap berupa uang, namun dapat berwujud barang tertentu yang diperlukan masyarakat sehingga warga masyarakat sulit untuk menolaknya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Semarakkan Ramadan, Kalurahan Condongcatur Gelar Safari Tarling

Sleman – Dalam rangka menyemarakkan bulan Ramadan 1444 Hijriyah, Pemerintah Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, mengadakan safari tarawih keliling di 18 masjid yang terbagi dalam 3 tim.

Kegiatan yang dimulai pada 24 Maret 2023 tersebut dilakukan untuk menjaga silaturahmi dari Pemerintah Kalurahan Condongcatur kepada masyarakat.

“Selain juga penyampaian informasi dan penyerapan aspirasi masyarakat terkait program dan kebijakan Pemerintah Kalurahan Condongcatur,” kata Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, Sabtu (25/3/2023).

Reno berharap, Pemerintah Kalurahan Condongcatur dapat lebih memaksimalkan pelayanan terhadap masyarakat.

“Progam unggulan Pemkal Condongcatur tahun 2022-2027 adalah pembangunan berbasis RW di mana masing-masing RW mendapat bantuan Rp 40 Juta per tahunnya,” kata Reno

Safari Tarling perdana sendiri digelar di Masjid Darul Muttaqin Banteng 3 Padukuhan Tiyasan dan diikuti Tim 1 terdiri dari pamong Pemkal Condongcatur, perwakilan BPKal, lembaga kalurahan PKK, LPMK dan Karangtaruna, DMI Ranting Condongcatur, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Destana, KSB dan Linmas.

Pada kesempatan itu diserahkan infak dari Pemerintah Kalurahan Condongcatur sebesar Rp 1,5 juta kepada Takmir Masjid Darul Muttaqin.

Di Kalurahan Condongcatur saat ini ada 82 masjid dan 20 mushala yang tersebar di 18 padukuhan 64 RW dan 211 RT.

Tarling selanjutnya diadakan di Masjid Baitul Muttaqin (Manukan), Nurul Ilmi Kragilan (Pondok),  Al Qonaah Krangkungan (Sanggrahan), Al Mujahidin Karangasem (Gempol), Al Amin (Dero), Al Hidayah Gorongan (Ngringin), Sultan Agung Babadan Baru (Kentungan), Al Firdaus Condongsari (Ngropoh), Baiturrahman Pringgolayan (Dabag), Fatahilah (Gejayan), Istiqomah (Kaliwaru), Fatkhurrohman (Soropadan), Darussalam (Pringwulung), Nurul Hidayah (Kayen), Nurul Iman Pohruboh (Pikgondang), Roudhotul Jannah Pandean (Gandok) dan Al Hikmah Jurugsari (Joho).

Sementara untuk tarling tingkat Kapanewon Depok dilaksanakan di Masjid Sultan Agung Babadan Baru, Kentungan, pada 31 Maret 2023. Sedangkan tarling yang digelar pada 7 April 2023 di Masjid Nurul Hidayah Kayen akan dibersamai  Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sleman. (Wasana/KIM Depok)




650 Jemaah Hadiri Pengajian Ramadan di Masjid Fatukhurrohman

Sleman – Pimpinan Cabang Muhammadiyah Godean mengadakan kegiatan rutin setiap Bulan Ramadan, di antaranya pengajian Buka Puasa tiap Jumat secara bergantian dari ranting ke ranting. Pada Jumat (24/3/2023) pertama  Ramadan 1444 H kali ini mengambil tempat di PRM Sidoluhur Barat yakni di Masjid Fatkhurrahman, Berjo Wetan, Sidoluhur, Godean, Sleman dengan dihadiri 650 jamaah.

Ken Sarjono dari PCM Godean menuturkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan amal ibadah dalam bulan Ramadan.

“Untuk itu pimpinan cabang mengajak untuk terus berupaya di bidang pendidikan untuk berinfak lebih dengan menyekolahkan di sekolah Muhammadiyah baik TK, SD, SMP dan SMK karena dengan berinfak lebih di sekolah Muhammadiyah maka siswa akan dapat ilmu agama yang lebih baik dari pada bersekolah di sekolah umum,” ujar Ken.

Hadir sebagai pembicara dalam pengajian kali ini adalah Ustaz Ahmad fauzi Satriyono. Dalam kesempatan tersebut, Ahmad menuturkan bahwa puasa Ramadan merupakan kewajiban bagi orang beriman, sesuai dengan isi Al-Qurab Surat Al-Baqarah ayat 183.

“Diwajibkan karena puasa di bulan Ramadan karena merupakan bulan turunnya Al Qur’an sebagaimana tertuang dalam surat Al Baqarah ayat 185,” ungkapnya.

Untuk itu dirinya mengajak untuk gerakan Quranisasi terus dilakukan dengan sebaik-baiknya selama Bulan Ramadan dan terus diterapkan dalam kehidupan.

 “Kegiatan lain juga menambah semarak  Ramadan kali ini yang ditandai dengan program Lazismu PCM Godean yang  membagikan  80 bagi yatim, piatu atau dhuafa di masing-masing Pimpinan Ranting Muhammadiyah di wilayah Kapanewon Godean,”  terang salah satu penggiat PCM Godean Wahdan Arifudin. (Arief Hartanto)




PKK di Kapanewon Turi Diberdayakan untuk Entaskan Permasalahan Sampah

Sleman – Sampah merupakan salah satu permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat Padukuhan Surodadi, Donokerto, Turi, Sleman. Hal ini disebabkan karena pekarangan yang ada di Surodadi masih banyak ditanami tanaman tahunan seperti buah dan kayu yang menghasilkan sampah dedaunan yang banyak.

Selain itu, aktivitas rumah tangga juga menghasilkan sampah yang cukup banyak, yang jika tidak ditangani dengan baik maka akan menimbulkan permasalahan bagi kesehatan, lingkungan, dan sosial.

Agar sampah yang ada di Padukuhan Surodadi tidak menimbulkan masalah, maka perlu ada pengelolaan dan penanganan sampah secara sederhana untuk mengurangi limbah atau sampah organik, antara lain dengan mengolahnya menjadi pupuk.

Salah satu potensi masyarakat yang dapat diberdayakan dalam pengelolaan sampah adalah ibu–ibu PKK, karena pada umumnya kebersihan lingkungan banyak ditangani oleh kaum perempuan. Selain itu, ibu–ibu PKK biasanya memiliki ketersediaan waktu yang lebih banyak.

Mendasarkan pada kondisi dan situasi lingkungan di Padukuhan Surodadi, maka Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melakukan pengabdian masyarakat dalam bentuk KKN PPM dengan tujuan meningkatkan kesadaran, pengetahuan,  dan keterampilan kaum perempuan dalam mengolah sampah menjadi pupuk organik yang dapat memberikan kemanfaatan.

Program pengabdian kepada masyarakat ini didukung oleh Tim Pelaksana dari UMY, baik dosen maupun mahasiswa KKN Kelompok 097 yang dipimpin oleh Agus Nugroho Setiawan sebagai Ketua Tim Pelaksana dan sekaligus Dosen Pembimbing Lapangan KKN UMY.

“Kegiatan diawali dengan sosialisasi kegiatan dengan mengumpulkan mitra sasaran yaitu ibu–ibu PKK Padukuhan Surodadi yang didukung oleh Kepala Dukuh, serta Ketua RT dan Ketua RW. Dalam kegiatan tersebut, disampaikan gambaran umum tahapan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang merupakan bagian dari KKN PPM UMY, terutama tujuan dan manfaat program, peserta program, bentuk kegiatan, jadual kegiatan dan partisipasi masyarakat,” ujar Agus saat ditemui pada Rabu (22/3/2023).

Dalam kegiatan, segala peralatan juga telah dipersiapkan, seperti drum plastik besar ukuran 200 liter untuk pembuatan instalasi pupuk organik dan drum plastik kecil ukuran 25 liter untuk pembuatan instalasi pupuk organik cair.

“Selain itu, juga disiapkan peralatan lainnya berupa pipa pvc ukuran diameter 1,5 inc, filter, kran air, slang plastic, dan kursi dudukan drum. Bahan yang disiapkan antara lain sampah organik, dekomposer, urin kelinci, dedak, tetes tebu, dan sebagainya,” terang Agus lagi.

Untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan masayarakat dalam pengelolaan sampah dilakukan penyuluhan yang diselenggarakan di Gedung Serba Guna Surodadi dengan narasumber Tim Pelaksana. Materi yang disampaikan adalah dampak negatif sampah, pengelolaan sampah yang baik, dan pupuk organik. Peserta utama penyuluhan adalah ibu–ibu PKK, namun juga dihadiri oleh Kepala Dukuh, Ketua RT dan RW. Dalam penyuluhan, narasumber juga menjelaskan kegunaan dan manfaat pupuk organik cair bagi tanah.

Setelah penyuluhan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan instalasi pembuatan pupuk organik secara simbolis yang diterima oleh Kepala Dukuh Surodadi. Instalasi yang diberikan berupa instalasi pembuatan pupuk organik padat dan pupuk organik cair kepada masing–masing kampung yang ada di Padukuhan Surodadi, yaitu Pules Lor, Surodadi, dan Donomulyo. 

Setelah mitra sasaran mendapatkan pengetahuan dan wawasan tentang pengelolaan sampah, selanjutnya dilakukan pelatihan pengolahan organik menggunakan instalasi yang sudah dihibahkan. Pelatihan dilakukan dengan Trainer Tim Pelaksana Dosen dan Mahasiswa KKN 097. Dalam pelatihan ditunjukkan urutan tahapan pembuatan pupuk organik, cara penyiapan bahan yang digunakan antara lain penyiapan sampah organik yang sebaiknya dicincang menjadi ukuran yang kecil agar lebih cepat mengalami dekomposisi, cara mencampur bahan dan dekomposer, lama pengomposan yang sangat dipengaruhi oleh bahan.

Program PKM KKN PPM dilanjutkan dalam bentuk kegiatan pendampingan, dengan cara mengunjungi mitra secara berkala. Dalam kunjungan tersebut juga dilakukan evaluasi lapangan dan memberikan masukan kepada mitra agar dapat berjalan dengan baik. Masyarakat Padukuhan Surodadi sebagai mitra sasaran ikut berperan aktif dalam berbagai tahapan kegiatan yang dilakukan.

“Meskipun demikian, untuk mendapatkan keberhasilan pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat tetap perlu ada pendampingan dan pembinaan secara berkelanjutan terutama dari Kepala Dukuh dan Tim Penggerak PKK,” tutup Agus. (Arief Hartanto)




190 ASN Sleman Terima Satya Lencana Karya Satya

Pemerintah Kabupaten Sleman menganugerahkan Tanda Kehormatan Satya Lencana Karya Satya kepada 190 Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pendopo Parasamya, Kabupaten Sleman, Selasa (21/3/2023). Setiap tahunnya Pemerintah Kabupaten Sleman memberikan penganugerahan  bagi ASN yang telah memasuki masa kerja 10, 20, dan 30 tahun.

Dalam sambutannya, Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menyampaikan bahwa penganugerahan ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah kepada ASN yang telah melaksanakan tugasnya dengan penuh kesetiaan, pengabdian, kecakapan, kejujuran, dan kedisiplinan.

“Penghargaan ini bertujuan mendorong peningkatan pengabdian dan prestasi kerja serta menjadi motivasi bagi ASN lainnya dalam menjalankan tugas yang diberikan,” kata Kustini.

Kustini mengatakan bahwa ASN yang menerima Tanda Kehormatan Satya Lencana Karya Satya 30 tahun dan 20 tahun telah melalui proses seleksi atas beberapa indikator. “Sehingga bapak/ibu yang berhasil memperoleh penghargaan benar–benar memiliki kualifikasi sebagai ASN yang berprestasi,” kata Kustini.

Sedangkan dalam laporannya, Plt Kepala BKPP Kabupaten Sleman Arip Pramana mengatakan bahwa pada tahun ini diberikan Tanda Kehormatan Satya Lencana Karya Satya  kepada 190 orang ASN dengan rincian tanda kehormatan 30 tahun sebanyak 122 ASN dan 20 tahun sebanyak 68 ASN.

“Penganugerahan tanda Kehormatan karya Satya Lencana yang disampaikan kepada PNS diwujudkan dalam bentuk piagam dan lencana sebagai penghargaan dan ungkapan terima kasih yang mandalam dari Pemerintah Kabupaten Sleman kepada PNS yang telah mengabdi kepada negara dan pemerintah,” kata Arip.

Arip mengatakan ASN yang menerima Tanda Kehormatan Sayta Lencana Karya Satya ini berasal dari berbagai instansi. Dinas Pendidikan menerima Tanda Kehormatan Satya Lencana Karya Satya terbanyak, dengan total 121 ASN.