Mahasiswa KKN PPPM UGM Lakukan Sosialisasi Progran Kerja

Sleman- Mahasiswa UGM yang melakukan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pengabdian Masyarakat (KKN-PPM) Sub Unit Padukuhan Sombangan Sumbersari Moyudan Sleman pada hari Senin (20/3/2023) melakukan sosialisasi program bertempat di rumah dukuh setempat. Acara tersebut dihadiri oleh dukuh, ketua RT, RW, Ketua Takmir masjid, ketua pemuda dan tokoh dari Padukuhan Sombangan.

Agus Sartono, Dukuh Sombangan dalam sambutannya menyampaikan selamat datang kepada mahasiswa yang melakukan KKN-PPM di Padukuhannya. Dirinya berharap kepada para mahasiswa untuk bisa melaksanakan programnya yang disesuaikan dengan kondisi masyarakat setempat.

Sedangkan koordinator mahasiswa KKN Muhammad  Zaim Alrasyid memperkenalkan seluruh mahasiswa yang melakukan KKN. Zaim menyampaikan bahwa peserta KKN di Padukuhan Sombangan sebabyak 6 orang yang terdiri dari 4 dari fakultas kedokteran, 1 dari fakultas teknik dan 1 dari fakultas hukum. “KKN berlansung dari tanggal 20 Maret 2023 sampai tanggal 8 Mei 2023,” ujar Zaim.

Selanjutnya ia menyampaikan program unggulanya antara lain pencegahan stunting, PHBS, dan pemeriksaan dan pencegahan penyakit tidak menular.

“Kami mohon kerjasamanya agar program kami bisa terlaksana dengan baik,” imbuh Zaim.

Setelah dilkukan diskusi dan masukan dari peserta yang hadir, disepakati peogram kerja KKN-PPM Sub-Unit Padukuhan Sombangan, di antaranya Sosialisasi kesehatan, pencegahan penyakit tidak menular, Sosialisasi hukum dan berbagai bentuk pengandian masyarakat. Selain itu juga mengusahakan teknologi terbarukan sebagai pendukung Kampung Proklim.(Giek/KIM Sumber Biwara Moyudan )




Pimpinan Ranting DMI Kalurahan se-Kapanewon Ngaglik Resmi Dilantik

Sleman – Ketua Pimpinan Cabang Dewan Masjid Indonesia (PC DMI) Kapanewon Ngaglik, Sukamta melantik dan mengukuhkan Pimpinan DMI Ranting Kalurahan se-Kapanewon Ngaglik pada Minggu (19/3/2023) bertempat di Gedung IPHI Klidon, Sukoharjo, Ngaglik, Sleman. Pelantikan dilakukan terhadap seluruh Pimpinan DMI Kalurahan di Kapanewon Ngaglik, yaitu Kalurahan Sukoharjo, Donoharjo, Sardonoharjo, Sariharjo, Sinduharjo, dan Minomartani.

Dalam kesempatan tersebut, Sukamta menuturkan bahwa pelantikan ini dimaksudkan untuk meningkatkan Ukhuwah Islamiyah melalui pengurus takmir masjid dan musala se-Kapanewon Ngaglik.

“Menjaga ukhuwah itu adalah suatu keharusan, apalagi kondisi sekarang ini membutuhkan pendampingan dan pembinaan masjid yang intensif dan mumpuni seperti Lembaga Dewan Masjid Indonesia di Tingkat Ranting yang secara langsung di lokasi masjid dan musala,” ujar Sukamta.

Untuk itu, Sukamta berharap para pimpinan yang baru dilantik ini untuk segera melakukan konsolidasi organisasi untuk dapat melaksanakan program DMI, sebelum dilakukannya Rapat Kerja Program DMI yang rencananya akan dilangsungkan pada 20 Mei 2023.

Sementara itu, Panewu Anom Ngaglik berharap seluruh DMI ranting kalurahan di Kapanewon Ngaglik dapat menjalankan program sebaiknya, sehingga masjid-masjid yang ada di Kapanewon Ngaglik dapat menjadi makmur.

Hal senada juga diungkapkan oleh Parwoto, Ketua Pengurus Daerah DMI Kabupaten Sleman. Dirinya berharap para pengurus yang baru dilantik dapat melaksanakan amanah yang diberikan sesuai dengan AD/ART yang telah ditetapkan. (Srp/KIM Ngaglik)




Pengurus Baru PWRI Cangkringan Resmi Dilantik

Sleman – Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Sleman melakukan pelantikan Pengurus Baru PWRI Kapanewon Cangkringan Periode 2023-2028, bertempat di Pendopo Kapanewon Cangkringan, Senin (20/3/2023). Pelantikan dilakukan langsung oleh Staf Ahli Bupati Sleman bidang Kesejahteraan Rakyat, Mafilindati Nuraini yang mewakili Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo. Terpilih sebagai Ketua PWRI Cangkringan adalah Sudaryo.

Dalam kesempatan tersebut, Mafilinda menuturkan bahwa PWRI sebagai sebuah organisasi pensiunan memiliki banyak bekal yang dapat diberikan kepada generasi muda.

“Anggota PWRI punya banyak pengalaman dan pengetahuan yang bisa ditukarkan kepada generasi muda, sehingga diharapkan menjadi suri tauladan bagi generasi penerus,” ujar Mafilinda.

Ia juga mengajar setiap anggota PWRI Cangkringan untuk dapat bersama-sama membangun bangsa dan Negara lewat pengalaman yang dipunyai masing-masing anggotanya. (Sudaryo/KIM Cangkringan)




Inovasi Mas Kliwon Mudahkan Pelayanan Perizinan UMKM Sleman

Sleman – Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa melakukan launching inovasi Mas Kliwon (Melayani OSS keliling Kapanewon) pada Senin, (20/3/2023). Bertempat di Ballroom Amarta Alana Hotel, Inovasi Mas Kliwon diinisiasi oleh DPMPTSP Kabupaten Sleman untuk mempermudah perizinan melalui OSS.

Pada kesempatan tersebut, Danang juga sekaligus menyerahkan berkas izin kepada 30 pelaku usaha sekaligus membuka acara sosialisasi perizinan.

Dalam arahannya, Danang menyambut baik inovasi serta mendorong implementasi inovasi ini guna mendekatkan dan mempercepat pelayanan publik di bidang perizinan berusaha melalui OSS di Kapanewon.

“Untuk memudahkan dan mendorong investasi pasca pandemi, maka melalui inovasi Mas Kliwon ini dapat semakin memudahkan pelayanan perizinan usaha melalui OSS,” ujar Danang

Lebih lanjut, Danang berharap masyarakat yang memiliki usaha, khususnya pelaku UMKM, dapat memanfaatkan dan mengoptimalkan pelayanan Mas Kliwon ini. Nantinya, Pemkab Sleman melalui DPMPTSP akan memberikan bantuan melalui konsultasi dan pendampingan.

Sementara itu, Kepala DPMPTSP Kabupaten Sleman, Retno Susiati dalam laporannya menyampaikan bahwa berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Sleman Nomor 17 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan di Daerah, secara umum kegiatan usaha di Sleman perlu dilengkapi dengan izin berupa perizinan berusaa serta pemenuhan persyaratan dasar berupa, persetujuan kesesuaian tata ruang, persetujuan lingkungan, dan persetujuan bangunan gedung.

Menurut Retno, dari UMKM yg terdata, baru sekitar 17 ribu yang sudah terdaftar di OSS. Oleh karena itu, melalui Mas Kliwon diharapkan dapat mendorong UMKM untuk mendapatkan legalitas perijinan di OSS.

“Dengan Inovasi Mas Kliwon, nantinya kami akan berkeliling ke seluruh Kapanewon di Kabupaten Sleman secara terjadwal, guna mendekatkan dan mempercepat pelayanan publik di bidang perizinan berusaha melalui OSS di Kapanewon,” jelasnya

Ia juga melaporkan bahwa sampai dengan saat ini pelaku usaha di Kabupaten Sleman yang telah mendapatkan NIB (Nomor Induk Berusaha/KTP bagi pelaku usaha) melalui OSS RBA sebanyak pelaku usaha terdiri atas pelaku usaha UMK dan 250 pelaku usaha non UMK dengan jumlah kegiatan usaha/KBLI. Untuk minat kegiatan usaha tertinggi adalah di bidang industri makanan, disusul rumah/warung makan dan perdagangan eceran. Sedangkan untuk lokasi kegiatan usaha terbanyak di Kapanewon Depok, Ngaglik dan Gamping.

Sementara itu, sejak diluncurkannya aplikasi SINOM Tahun 2020, DPPTSP sampai dengan Februari 2023 telah menerbitkan sebanyak perizinan/non perizinan dan 53 jenis perizinan/non perizinan. Permohonan izin terbanyak adalah IMB/PBG dispensasi yang mencapai IMB/PBG.

Penyelenggaraan Sosialisasi implementasi perizinan berusaha berbasis risiko yang akan diselenggarakan pada kesempatan yang sama bertujuan untuk menyampaikan informasi, fasilitasi serta pendampingan penerbitan perizinan berusaha berbasis risiko kepada pelaku usaha UMK sebanyak 60 pelaku usaha yang belum memiliki NIB.




Sambut Ramadan, Pemkab Sleman Gelar Ramadan Fair dan Pasar Sembako Murah

Sleman – Sambut Bulan Suci Ramadan tahun 2023, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman kembali menyelenggarakan Ramadan Fair dan Pasar Murah Sembako. Acara diselenggarakan di Galeri Upakarti dan Galeri Dekranasda Sleman itu dibuka oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, pada Senin (20/3/2023).

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sleman, Mae Rusmi, mengatakan pada tahun ini, Ramadan Fair menghadirkan 200 Industri Kecil Menengah (IKM) di Sleman dengan menawarkan lebih dari 600 produk, mulai dari produk makanan, minuman, hingga fashion. Mae menambahkan, Ramadan Fair diselenggarakan untuk mendekatkan masyarakat dan ASN di lingkup Pemerintah Kabupaten Sleman dalam mencari produk berbuka puasa, konsumsi rapat, serta parcel untuk kebutuhan Lebaran mendatang.

“Acara tahunan ini diselenggarakan dalam rangka membantu para IKM, khususnya yang tergabung di galeri Upakarti dan galeri Dekranasda, untuk meningkatkan omzet dalam menghadapi momen puasa dan lebaran. Sedangkan digelarnya pasar murah ini untuk medekatkan ASN dan masyarakat dengan barang kebutuhan pokok dengan harga terjangkau,” lapor Mae.

Mae menambahkan, Ramadan Fair diselenggarakan mulai dari 20 Maret hingga 20 April 2023. Sementara itu, untuk Pasar Murah Sembako hadir selama 2 hari, yakni pada 20-21 Maret 2023. Bagi masyarakat yang ingin bergabung pada kedua agenda tersebut, diharapkan membawa KTP dan kantong belanja untuk mempermudah proses transaksi.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo pada sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif Disperindag dalam menyelenggarakan Ramadan Fair. Agenda tersebut dinilai Bupati menjadi akses yang tepat untuk membantu IKM dalam mempromosikan produknya. Dengan diselenggarakan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman, target pasar dikatakan Kustini akan menjadi semakin luas. Sehingga, tak hanya masyarakat sekitar yang dapat berbelanja, namun juga diramaikan oleh ASN di lingkup Pemkab Sleman.

“Usaha untuk mendekatkan ASN dan masyarakat pada IKM ini menjadi cara yang tepat. Sehingga produk IKM Sleman semakin dikenal luas oleh masyarakat dan pembeli juga mudah untuk mengaksesnya. Saya ajak untuk bapak ibu ASN untuk turut meramaikan Ramadan Fair dengan berbelanja produk asli Sleman,” imbau Kustini.

Di samping itu, Bupati sekaligus menyerahkan bantuan sosial hasil kerjasama dengan Baznas Sleman berupa 75 paket sembako. Paket tersebut diserahkan secara simbolis kepada 8 warga kurang mampu. Bupati pun berharap, bantuan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat jelang Bulan Suci Ramadan dan Hari Raya Idulfitri.

“Pemerintah Kabupaten Sleman terus berusaha agar masyarakat sejahtera lahir dan batin. Mudah-mudahan bantuan yang diberikan oleh Baznas bisa memenuhi kebutuhan bapak ibu penerima jelang bulan puasa ini, dan dapat dimanfaatkan sebaik mungkin,” kata Kustini.