Pelatihan Desain Grafis Kapanewon Seyegan Resmi Ditutup

Bertempat di Ruang Rapat II Lantai II Kapanewon Seyegan, Selasa (18/04/2023) dilaksanakan Penutupan Kegiatan Pelatihan Non Institusional dari Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sleman untuk sub kejuruan desain grafis.

Dalam sambutan penutupannya, Rini Nurhidayati, Kepala Jawatan Kemakmuran Kapanewon Seyegan menyampaikan terima kasih kepada BLK Kabupaten Sleman yang telah memenuhi usulan PUPM Kapanewon Seyegan untuk pelatihan desain grafis.

“Kembali kepada tujuan awal bahwa pelatihan dimaksud untuk memberi bekal berupa ketrampilan bagi pencari kerja atau bahkan membuka peluang kerja yang bisa merekrut tenaga kerja yang pada dasarnya bisa meningkatkan kesejahteraan,” tutur Rini.

Mewakili peserta pelatihan, Mutia dan Ikha menyampaikan terima kasih kepada Kapanewon Seyegan yang telah memberi kesempatan untuk mengikuti pelatihan desain grafis yang sangat bermanfaat. Peserta mengakui bahwa ketrampilan disain grafis ini merupakan nilai lebih bagi pencari kerja di era digital seperti sekarang ini. Selain itu, bagi pelaku usaha dengan tambahan ilmu yang diberikan dapat lebih mengembangkan usahanya.

Di kesempatan yang sama, Arif selaku tutor pelatihan mengapresiasi kepada Kapanewon Seyegan yang telah memfasilitasi tempat yang representatif sehingga pelatihan bisa berlangsung dengan lancar. Arif juga melaporkan tentang tingkat kehadiran peserta yang mencapai 86 persen.

Menurut Arif, semua peserta bisa mengikuti materi pelatihan dengan baik dan telah melaksanakan ujian. Ia berpesan agar para peserta tetap menjalin komunikasi antar peserta untuk saling mendukung dan bisa saling konsultasi berkaitan dengan pekerjaan. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Panwaslu Kecamatan Depok Gencar Sosialisasikan Posko Kawal Hak Pilih

Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kecamatan Depok gencar menyosialisasikan keberadaan Posko Kawal Hak Pilih kepada masyarakat, di sela kesibukkan melakukan Patroli Pengawasan Kawal Hak Pilih, Senin (17/4).

Komisioner Panwaslu Kecamatan Depok Muhammad Muamar Zaenuddin Ekhsan mengatakan, pihaknya telah mendirikan Posko Kawal Hak Pilih selepas Apel Siaga Kawal Hak Pilih Bawaslu Kabupaten Sleman beberapa waktu lalu.

“Posko Kawal Hak Pilih ini dimaksudkan agar masyarakat Depok Sleman yang belum terdaftar dalam daftar pemilih pada Pemilu tahun 2024 bisa segera didaftarkan,” kata Muamar, Senin, (17/4).

Pasalnya, lanjut Muamar, salah satu tahapan yang paling krusial dalam pemilu adalah pemutakhiran data daftar pemilih.“Karena ini akan menentukan hak konstitusional warga negara, yaitu hak untuk dapat memilih pada hari pemungutan suara. Panwaslu Kecamatan Depok akan terus kawal hak pilih warga, jangan sampai ada yang terlewat, siapa pun dia,” katanya.

Warga yang belum terdaftar dalam data hak pilih, imbuh Muamar, dapat melakukan pengaduan secara daring atau mendatangi Kantor Panwaslu Kecamatan Depok yang berada di Gedung Sasana Kapti Kompleks Kantor Kecamatan Depok Jalan Padjajaran, Gandok, Condongcatur, Depok, Sleman. (Athiful/KIM Depok).




Roots Day MAN 2 Sleman Upaya Hentikan Bullying dan Tingkatkan Prestasi

Bullying adalah peristiwa yang wajib dicegah sedini mungkin karena berdampak buruk pada anak yang mengalami maupun melakukan bullying. Saat ini berbagai upaya yang dilakukan untuk mencegah dan menangani bullying di satuan pendidikan dengan tujuan menjadi menjadikan satuan pendidikan yang ramah anak, salah satunya dengan kegiatan Roots Day yang diselenggarakan MAN 2 Sleman pada Senin (17/4/2023).

Roots Day adalah kegiatan kampanye pencegahan bullying dan deklarasi anti bullying yang diinisiasi oleh agen perubahan. Roots Day menjadi puncak dari Program Pencegahan Bullying “Roots” yang merupakan kerjasama antara UNICEF dan Kementerian Agama RI untuk mendukung Madrasah Ramah Anak.

Program Roots (yang berarti akar dalam bahasa Inggris) bermaksud untuk mencegah bullying dari akarnya menggunakan teori jejaring sosial yang berpusat pada siswa. Agen lerubahan dipilih oleh teman-temannya sendiri melalui sistem voting, kemudian dilatih oleh fasilitator guru selama 15 kali pertemuan untuk meningkatkan kapasitas mereka dalam mencegah bullying dan menyebarkan perilaku positif di madrasah.

Kepala Bidang Pendidikan Madrasah, Abd Su’ud dalam sambutannya menyampaikan bahwa MAN 2 Sleman harus berbangga hati sebagai salah satu madrasah piloting pencegahan bullying di DIY dan Madrasah Inklusi. “MAN 2 Sleman harus menjadi madrasah yang aman dan ramah anak dan menjadi contoh bagi madrasah lainnya,” imbuhnya.

Fauzia Firdanisa, Staf Perlindungan Anak UNICEF Jakarta memberikan apresiasi kepada MAN 2 Sleman yang sudah menerapkan disiplin positif dan Roots untuk mendukung Program Madrasah Ramah Anak. Menurut Fauzia, Roots Day ini bukan akhir tapi awal bagi MAN 2 Sleman untuk melanjutkan menyebarkan pesan pesan anti bullying dan melakukan kegiatan positif di madrasah agar madrasah bebas dari perundungan dan terus berprestasi.

Dalam rangkaian kegiatan Roots Day di MAN 2 Sleman, agen perubahan mengkampanyekan perilaku positif dan pesan anti perundungan kepada warga madrasah melalui karya seni, drama puisi, deklarasi madrasah tanpa bullying serta talkshow tentang persoalan bullying yang dipandu oleh fasilitator guru yang menghadirkan Arie Rukmantara, Kepala Perwakilan UNICEF Wilayah Jawa-Bali, Riska Puspitasari, KSKK Kemenag RI, Perwakilan Agen Perubahan, dan Perwakilan Fasilitator Guru dari MAN 2 Sleman.

Riska Puspitasari, Kasi Kelembagaan dan Kerja Sama KSKK Kemenag RI menyampaikan bahwa dukungan kebijakan sudah dilakukan di Kementerian Agama, karena Kementerian Agama sudah ada surat edaran tentang sekolah ramah anak, bahwa sekolah di bawah Kemenag menjadi madrasah ramah anak, yang di dalamnya terdapat indikator sekolah aman dan nyaman tanpa kekerasan dan bullying.

Sementara Arie Rukmantara, Kepala Kantor Perwakilan UNICEF Jawa-Bali menegaskan pentingnya usaha pencegahan bullying di madrasah. “Harapannya pencegahan selalu dilakukan, karena ketika anak telah menjadi korban, tidak hanya itu menyebabkan dampak negatif bagi fisik dan mental anak, pemulihan dan rehabilitasi akan mengabiskan biaya yang sangat besar bisa jutaan rupiah bahkan lebih,” tegasnya. (Sinung/KIM Gamping)