Momen Syawalan Sebagai Muhasabah untuk Membina Siswa yang Berprestasi dan Berakhlak Mulia

Sleman – Keluarga besar SMP Negeri 3 Tempel menggelar halal bihalal pada hari Sabtu (29/4/2023) di The Harjo’s Java Resto Jln. Rejondani, Pencarsari, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman. Acara tersebut dihadiri oleh Pengawas SMP Warjiyanto Panca Warsono, Komite Sekolah, Karyawan sekolah beserta keluarga baik yang masih aktif maupun yang sudah purna atau pindah tugas.

Ketua panitia syawalan Istono dalam sambutannya mengucapkan terima atas kehadiran para tamu, juga menyampaikan laporan kegiatan Ramadhan bagi siswa SMP Negeri 3 Tempel. Lebih lanjut ia menyampakan bahwa syawalan merupakan kegiatan akhir Ramadan yang sebelumnya telah melaksanakan berbagai  kegiatan antara lain pesantren kilat, buka bersama, penerimaan dan pentasarufan zakat.

Kepala Sekolah SMP N 3 Tempel, Dwi Utami dalam sambutannya mengharapkan halal bihalal ini dapat dijadikan ajang silaturahmi bagi semua warga sekolah baik yang masih aktif dan yang sudah purna maupun yang pundah tugas.

“Marilah momen syawalan ini kita jadikan muhasabah untuk melakukan konerja yang lebih baik untuk membina siswa yang berprestasi dan berahklak mulua.” Ajak Dwi Utami.

Uraian hikmah syawalan disampaikan oleh ustazd Triana Hadi Kuncara yang juga sebagai Anggota DPRD Kota Yigyakarta. Dalam ceramahnya Kuncara menyampaikan setelah Ramadhan manusia akan kembali fitrah yang artinya kembali ke sifat aslinya.

“Allah mempunyai sifat Ghofur yang artinya pengampun tetapi tidak menghilangkan catatan keburukan manusia. Salah satu ciri orang bertaqwa adalah tidak mudah marah, adapun cara meredakan marah yaitu dengan berdiri, duduk, berbaring, berwudhu dan shalat.” ungkap Kuncara. (Giek/ KIM Sumber Biwara Moyudan )




Pakel Emas Lengkapi Koleksi Kebun Bibit dan Buah PCM Turi 

Sleman – Ketua PDM Sleman, Harjaka bersama mantan Bupati Sleman, Sri Purnomo melakukan penanaman bibit pakel emas (enak dan manis) di Kebun Bibit Buah Muhammadiyah Turi, Sleman pada Sabtu (29/4/2023). Kegiatan yang digagas oleh Majelis Lingkungan Hidup PDM Sleman, dilakukan sebagai implementasi tujuan untuk menciptakan kehidupan masyarakat yang mengetahui, memahami dan mampu mengembangkan kehidupan yang seimbang dalam pengelolaan lingkungan.

“Dengan begitu dapat terwujud masyarakat islam yang sebenar-benarnya,” ujar Suyanto, Ketua Majelis Lingkungan Hidup PDM Sleman.

Ketua PDM Sleman, Harjaka, menuturkan, kebun bibit PCM Turi ini dipilih karena bisa menjadi percontohan bagaimana pengembangan dan optimalisasi penggunaan tanah wakaf Muhammadiyah yang proguktif.

“Sehingga bisa menjadi unggulan, sumber daya, dan sumber dana persyarikatan Muhammadiyah,” tutur Harjaka.

Sementara Sri Purnomo menambahkan bahwa penanaman bibit ini menambah koleksi bibit yang telah dikembangkan di kebun PCM Turi.

“Di Kebun Bibit Buah itu yang sudah tumbuh bagus pohon kelapa, pakel Enak Manis dan beberapa pohon alpokat untuk itu butuh Pemupukan yang intensif, baik organik maupun an organik dan kami bantu dengan pengadaan pupuk pohon alpukat sebanyak 100 sak,” terangnya.

Bambang Rahmanto, Ketua PCM Turi menyampaikan tanah wakaf Muhammadiyah sebesar 2600 m2 yang terletak di dusun Ngentak, Bangunkerto, Turi, Sleman dikelola agar produktif. Proses pembangunannya mendapat pendampingan dari Majelis Lingkungan Hidup PDM Sleman, dan Majelis Lingkungan Hidup serta Lazismu PWM DIY.

“Tanah wakaf yang sebelumnya berupa kebun salak pondoh ini ternyata mulai berkurang nilai produktivitas dan nilai ekonominya menjadi kebun buah dan bibit Muhammadiyah. Mulai November 2019 pohon salak pondoh kami rombak dan kami buat lahan baru untuk penanaman bibit kepala kopyor, alpukat, pakel enak manis, sawo, jambu air, dan lain-lain dan juga sarana edukasi dan bermain di alam  sebagai upaya untuk mengoptimalkan potensi yang ada,” jelasnya. (Arief Hartanto)




Dewan Paroki Maria Assumpta Gandeng Panwascam Gamping Edukasi Kebangsaan Umat Katolik

Media sosial yang bersifat luas dan terbuka merupakan salah satu unsur melunturnya nilai-nilai kebangsaan. Apabila tidak dibarengi dengan edukasi tentang wawasan kebangsaan terhadap sebagian masyarakat maka dikhawatirkan dapat menimbulkan permasalahan besar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Berkaca dari pemikiran tersebut, Dewan Pastoral Paroki Gereja Santa Maria Assumpta Gamping, Kabupaten Sleman berencana menggandeng Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kecamatan Gamping dalam kegiatan edukasi kebangsaan bagi umat Katolik guna membangun peradaban kasih pada masyarakat khususnya di Paroki Maria Assumpta Gamping.

Hal tersebut diutarakan Antonius Untung Subagiya selaku Koordinator Tim Pelayanan Sumber Daya Manusia Paroki Maria Assumpta Gamping dalam kunjungan kerjanya yang ditemui langsung oleh Ketua Panwaslu Kecamatan Gamping, Adnan Iman Nurtjahjo didampingi Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa, Antonius Hery Purwito beserta Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat, Kurniawan Prihandoko di Kantor Sekretariat Panwaslu Kecamatan Gamping, Sabtu (29/4/2023).

Untung Subagiya mengungkapkan bahwa pihaknya sebagai warga gereja sekaligus sebagai Warga Negara Indonesia yang baik sudah sepantasnya menginisiasi kegiatan ini karena penyebab rendahnya kesadaran masyarakat untuk memahami tata cara dalam berkehidupan dan bernegara yaitu masih kurangnya edukasi tentang nasionalisme bagi masyarakat. 

“Guna terjaminnya keberlangsungan kehidupan dalam berbangsa dan bernegara, maka diperlukan pendidikan atau pembelajaran tentang pemahaman kebangsaan dan rasa cinta tanah air yang dilakukan secara kontinyu,” ungkap Untung.

Hal senada dituturkan oleh Ketua Panwaslu Kecamatan Gamping, Adnan Iman Nurtjahjo yang mendukung terlaksananya kegiatan edukasi mengenai wawasan kebangsaan sebagai wujud tanggung jawab dari seluruh komponen masyarakat, termasuk di lingkungan Paroki Maria Assumpta Gamping di dalamnya.

Menurutnya, edukasi terkait pemahaman wawasan kebangsaan bagi masyarakat khususnya kalangan milenial sangat penting dilakukan seperti amanat dalam Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia bahwa dalam berkehidupan sosial harus menjaga persatuan dan kesatuan, serta saling menjaga keharmonisan diantara sesama warga negara Indonesia.

“Rasa cinta tanah air generasi muda penerus bangsa tercermin dalam pemahaman wawasan kebangsaan di kalangan milenial saat ini. Apabila aktivitas pendidikan tentang kebangsaan bagi generasi muda tersebut memudar maka dapat menciptakan rasa nasionalisme yang memprihatinkan,” pungkasnya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Mendag Zulkifli Hasan Tinjau Pasar Lebaran 2023 di Sleman

Sleman – Menteri Perdagangan RI Zulkifli Hasan bersama Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo meninjau pelaksanaan Pasar Murah 2023 yang digelar oleh Kementerian Perdagangan bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Sleman di pelataran Kantor Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, Sabtu (29/4/2023).

Zulkifli Hasan mengatakan kegiatan pasar murah bertujuan agar masyarakat lebih mudah mendapatkan barang kebutuhan pokok yang murah, mengingat setelah lebaran ketersediaan kebutuhan pokok masih terbatas.

“Paska lebaran harga bapok masih terpantau tinggi, kemungkinan para pedagang menaikkan harga akibat dari pasokan yang belum stabil. Truk besar pengangkut bahan pokok belum boleh beroperasi mengingat arus mudik dan balik masih berlangsung, selain itu, para pedagang masih banyak yang tutup sehingga distribusi bahan pokok menjadi terhambat,” kata Mendag.

Dengan digelarnya pasar murah ini ia berharap dapat membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan mudah dan harga terjangkau sesuai yang ditetapkan pemerintah.

Sejalan dengan Mendag, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengatakan dengan adanya pasar murah ini ia berharap masyarakat Sleman lebih mudah memperoleh bahan pangan pokok dengan mudah dan murah sehingga tidak terbebani.

Lebih lanjut, Bupati Sleman tersebut mengatakan bahwa Pemkab Sleman senantiasa menjaga ketersediaan bahan pangan pokok dan memantau kestabilan harga bahan pangan di pasaran. “Dengan demikian inflasi di Kabupaten Sleman dapat ditekan,” lanjutnya.

Adapun bahan pangan pokok yang dijual pada pasar murah tersebut adalah minyak goreng harga per liter, gula per kilo, beras kemasan isi 5 kg dan telur kg.

Selain komoditas di atas, pada pasar murah dijual produk UMKM Kecamatan Ngaglik yang diborong Mendag dan dibagikan kepada warga masyarakat.

Suminah (52 tahun) warga Sariharjo Ngaglik mengaku senang adanya pasar murah ini meski harus mengantri di tengah rintik hujan.

“Tadi saya naik ojek menuju tempat ini, tapi saya senang bisa mendapatkan bahan pokok dengan harga yang lebih murah daripada beli di pasar tradisional. Apalagi saya dapat bonus gula dan minyak gratis dari ibu Bupati,” kata ibu 2 anak yang kesehariannya bekerja sebagai pengumpul barang bekas tersebut. (Upik Wahyuni KIM Donoharjo)




PPK Moyudan Sosialisasikan DPT Online

Moyudan – Setelah ditetapkannya Daftar Pemilih Sementara (DPS) oleh KPU, mulai tanggal 12 April 2023 warga masyarakat diberikan kesempatan untuk memberikan tanggapan. Tanggapan yang dimaksud adalah apabila ada pemilih baru yang belum terdaftar sebagai pemilih atau ada pemilih Tidak Memenuhi Syarat ( TMS) misalnya meninggal dunia, pindah domisili atau menjadi anggota TNI dan Polri atau sebaliknya yang sudah pensiun dari anggota TNI atau Polri.

Guna memberikan pemahaman tentang DPS tersebut, maka Panitia Pemilihan Kapanewon (PPK) Moyudan melakukan sosialisasi. Sosialisasi dilakukan dengan cara tatap muka melalui pertemuan dengan warga maupun dengan pemasangan panflet.

Ketua PPK Kapanewon Moyudan Agung Wahyudi mengharapkan kepada seluruh PPS di Kapanewon Moyudan untuk memasang panflet di setiap Padukuhan.

 ” tersebut, masyarakat bisa membuka aplikasi DPT melihat data sudah terdaftar sebagai pemilih pada pemilu belum, jika belum atau data tidak sesuai kepada masyarakat dimohon melakukan setempat.” kata Agung, Jumat (28/4/2023)

Sedangkan batas pemberian tanggapan sampai dengan tanggal 2 Mei 2023, dan kemudian dilanjutkan dengan tanggapan tahap ke dua setelah pleno Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP). (Giek/KIM Sumber Biwara Moyudan )