Karang Taruna Gelora Muda Sinduharjo Bagikan Takjil Gratis

Puluhan anggota Karang Taruna Gelora Muda Kalurahan Sinduharjo mengadakan pembagian takjil kepada pengguna jalan untuk berbuka puasa di jalan depan Kalurahan Sinduharjo, Ngaglik, Sleman pada Minggu (9/4/2023) sore.

Kegiatan pembuatan takjil berbuka ini dikerjakan dengan membuka dapur umum oleh karang taruna kerja sama dengan relawan Rajawali, Destana Kalurahan Sinduharjo dan Pemerintah Kalurahan Sinduharjo dengan membuat 150 kotak nasi dan minum.

Pembuatan dapur umum ini sebagai bekal latihan bagi Tim Relawan Sinduharjo untuk kesiapan seandainya nanti terjadi bencana alam yang membutuhkan makanan siap saji yang dibutuhkan.

“Pembuatan takjil ini sudah yang ketiga kalinya selama bulan Ramadan tahun ini, semoga bermanfaat bagi yang menerima,” kata Rifka Febriza, Sekretaris Karang Taruna Gelora Muda kalurahan Sinduharjo. (KIM Ngaglik/spn).




Ramadan Berbagi Rasa, Laskar Sedekah Bagikan 1.001 Bingkisan Lebaran

Sebanyak 700 lebih bingkisan lebaran  disiapkan oleh Laskar Sedekah yang merupakan panitia Ramadhan Berbagi Rasa (Romansa)  pada tahun 2023 bagi anak yatim piatu dan duafa di wilayah Sleman Barat pada acara yang di gelar di GOR Kalurahan Margoluwih, Seyegan pada Minggu (9/4/2023).

Acara dengan sponsor utama DRW Skincare ini dihelat di 16 kota besar di Indonesia. Untuk wilayah DIY sendiri, Sleman menjadi lokasi ke-3 setelah Bantul dan Gunungkidul dilaksanakan pada beberapa waktu yang lalu.

Acara dihadiri oleh Bupati Sleman, Plt. Panewu Seyegan, Kapolsek, Koramil, KUA Seyegan, Lurah Margoluwih, pemilik DRW Skincare, pendiri Laskar Sedekah, pamong kalurahan, dan masyarakat sekitar.

Dalam sambutannya, Wahyu Triasmara selaku pemilik DRW Skincare menyampaikan bahwa untuk Wilayah DIY ada paket bingkisan lebaran yang dibagikan dari paket seluruh Indonesia. Wahyu berterima kasih telah diberi kepercayaan untuk berbagi kepada sesama terutama yatim piatu dan duafa. Dengan semangat membantu pemerintah dalam menyantuni yatim piatu dan duafa, Wahyu mengajak kita semua untuk ikut merawat dan menyayangi yatim piatu dan duafa.

“Mereka perlu dimuliakan dan dihargai serta dibahagiakan. Selama kita diberi kelapangan rezeki, hendaknya kita berbagi kepada sesama,” pesan Wahyu di akhir sambutannya.

Sementara Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya kepada Wahyu yang telah mensponsori kegiatan Romansa yang telah dilaksanakan 3 kali di wilayah Kabupaten Sleman. Ia juga menyampaikan bahwa program pengentasan kemiskinan dengan memberikan beasiswa bagi lulusan SLTA untuk melanjutkan pendidikan sarjananya dengan jalur prestasi.

“Semua biaya akan ditanggung oleh pemerintah Kabupaten hingga lulus sebagai sarjana. Harapannya dengan predikat sarjana yang disandang akan memperoleh pekerjaan yang sesuai dan akan mengentaskan keluarganya dari kemiskinan,” imbuh Kustini.

Kustini menambahkan bahwa angka kemiskinan di Sleman masih cukup tinggi yaitu sekitar 7,69 persen. Harapannya, program beasiswa tersebut dapat menurunkan angka kemiskinan menjadi 6 persen.

Di akhir sambutannya, Kustini berpesan kepada anak-anak untuk tidak main petasan dalam merayakan malam lebaran dan mengajak semua yang hadir untuk bersama mengatasi aksi kenakalan jalanan yang akhir akhir ini marak terjadi. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Cukupi Kebutuhan Pangan, Pemkab Sleman Lakukan Gerakan Percepatan Tanam Padi MT II

Sleman – Gerakan percepatan tanam padi dengan varietas Inpari 32 pada program Budidaya Tanaman Sehat telah dilaksanakan di bulak sawah Serangan, Sidoluhur, Godean, Rabu (5/4/2023).

Tanam padi yang dilakukan oleh kelompok tani Ngudi Makmur bersama dengan Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Sleman, Kepala Bidang Tanaman Pangan, perwakilan Kapanewon Godean, ulu-ulu Kalurahan Sidoluhur beserta Kepala UPTD BP4 Wilayah II dan PPL POPT.

Di sela-sela menanam padi, Kepala DPPP Sleman, Suparmono, mengimbau petani untuk melakukan percepatan tanam padi.

“Yuk teman- teman petani, para pejuang pangan. mohon lakukan percepatan masa tanam mumpung masih melimpah air, mumpung masih musim hujan. Musim hujan membuat ketersediaan air cukup tinggi sehingga menjadi waktu yang tepat untuk proses penanaman tanaman padi. Semoga produksi padi kita ke depan bisa optimal,” imbaunya.

Menurut Suparmono, percepatan tanam penting dilakukan terutama setelah masa panen dan mengingat mumpung masih ada ketersediaan air hujan. Informasi iklim menurut laporan BMKG, Kabupaten Sleman akan memasuki Musim Kemarau pada dasarian pertama bulan Mei bahkan diperkirakan terjadi El Nino meski 40%. 

“Padahal menurutnya selama 3 tahun terakhir ini hujan masih turun di musim kemarau atau kemarau basah atau terjadi La Nina,” ujar Suparmono.

Suparmono menambahkan, dii Kabupaten Sleman estimasi panen padi bulan Januari hingga Maret 2023 sekitar ha dan perlu percepatan tanam hingga bulan April seluas sekitar an ha. 

Sementara itu, menurut Kepala UPTD BP4 Sleman Wilayah II, Nurhayati, percepatan tanam bisa dioptimalkan dengan penggunaan mesin olah tanah dan mesin tanam seperti transplanter. Hanya saja mesin tanam ini belum tentu cocok untuk semua lahan sawah, seperti halnya di Sidoluhur Godean, atau bahkan sebagian besar wilayah Sleman barat. 

“Percepatan tanam belum bisa dilakukan serentak karena tipe tanah disini tanah lumpur yang dalam dimana mesin tranplanter tidak bisa digunakan dan hanya mengandalkan tenaga tanam manual, tetapi kelompok tani akan berupaya maksimal untuk segera menanam semua hamparan sawah yang ada di sini,” ungkapnya.




Pemkab Sleman Raih Penghargaan Reka Cipta Bhakti Nugraha

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman meraih penghargaan Pembangunan Daerah Reka Cipta Bhakti Nugraha dari Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai juara Kedua untuk inovasi Sembada Cerdas.

Penghargaan diserahkan secara langsung oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X kepada Wakik Bupati Sleman, Danang Maharsa dalam kegiatan Musrenbang RKPD 2024 DIY bertempat Gedung Pracimasana Kepatihan, Kamis (6/4).

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa mengaku bangga sekaligus mengapresiasi semua pihak yang telah bekerja dengan baik sehingga kinerja Pemerintah Kabupaten Sleman berhasil mendapatkan penghargaan.

Ia juga berharap penghargaan yang diraih Pemkab Sleman ini dapat memacu motivasi pembangunan terkait dengan pemberdayaan sumber daya manusia di Sleman ke depannya.

Sementara itu, Ketua Tim Penilai Independen, Ir. Gatot Saptadi menjelaskan bahwa penghargaan Reka Cipta Bhakti Nugraha merupakan penghargaan yang diberikan atas dokumen perencanaan dan pencapaian pembangunan terbaik.

Lebih lanjut, Ia menuturkan bahwa proses penilaian penghargaan pembangunan daerah dilakukan secara bertahap. Adapun tahapan tersebut dimulai dari dokumen perencanaan untuk memperoleh nilai “passing grade” yang telah ditetapkan, kemudian dilanjutkan pada tahap presentasi dan wawancara.

“Untuk Daerah Istimewa Yogyakarta, karena terdiri dari empat kabupaten dan satu kota maka semua diikutsertakan sehingga semua wajib mengikuti tahapan perencanaan, presentasi, hingga wawancara,” katanya.

Gatot menyebut terdapat beberapa aspek penilaian saat proses seleksi juara, di antaranya aspek pencapaian pembangunan, aspek kualitas dokumen RKPD, aspek proses penyusunan RKPD, aspek proses penyusunan RKPD, dan aspek inovasi.

“Namun, untuk DIY terdapat tambahan aspek penilaian berupa muatan lokal,” katanya.

Selain itu, dalam kesempatan tersebut disampaikan keputusan hasil penilaian terhadap Kabupaten/Kota. Adapun hasilnya yaitu Kota Jogja berada di peringkat pertama dengan nilai . Selanjutnya peringkat kedua diraih Kabupaten Sleman dengan nilai atas inovasi Sembada Cerdas.

Atas prestasi tersebut, Kota Jogja dan Kabupaten Sleman kemudian diusulkan oleh Pemda DIY untuk mengikuti penilaian di tingkat Nasional.




Tingkatkan Daya Beli, BAZNAS Sleman Berikan Bantuan untuk Warga

Sleman – Berbarengan dengan kegiatan Gelar Operasi Pasar Murah di Kapanewon Gamping, Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Sleman memberikan bantuan berupa uang tunai yang ditujukan bagi warga masyarakat kapanewon Gamping yang kurang mampu untuk meningkatkan daya beli masyarakat. Penyerahan bantuan dilakukan oleh Panewu Gamping, Yakti Yudanto di Pendopo Kantor Kapanewon Gamping, Kamis (6/4/2023).

Dalam keterangannya, Panewu Gamping, Yakti Yudanto yang didampingi oleh Kepala Jawatan Sosial Kapanewon Gamping, Wahyudi menuturkan bahwa penyaluran bantuan berupa uang tunai yang bersumber dari anggaran BAZNAS Kabupaten Sleman merupakan upaya dari Pemerintah Kabupaten Sleman guna meringankan beban masyarakat kurang mampu agar dapat dipergunakan membeli kebutuhan bahan pokok seperti minyak goreng, telur, beras, tepung terigu, gula pasir, dan daging di momen operasi pasar murah.

“Semoga bantuan uang tunai dari BAZNAS tersebut dapat langsung digunakan untuk berbelanja kebutuhan pokok di pasar murah dan bermanfaat bagi warga yang menerimanya,” tutur Yakti dihadapan warga yang memadati pendopo Kapanewon Gamping.

Kegiatan operasi pasar murah digelar oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah Kabupaten Sleman sekaligus memperingarti hari jadi Kabupaten Sleman ke-107 tahun guna mengendalikan harga di pasaran seiring dengan kenaikan harga di beberapa komoditas menjelang hari raya idul Fitri 1444 H.

“Karena pihak kami memperoleh barang dengan harga distributor, maka harga jual barang di sini adalah harga distributor sehingga menjadikan harga barang menjadi lebih murah dan sangat membantu dalam mencukupi kebutuhan pokok keluarga, di tengah melambungnya harga bahan pokok seperti beras dan telur ayam,” pungkasnya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)