Lurah Condongcatur Gelar Open House Sambut Lebaran 1444 Hijriah

Sleman – Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji menggelar Halal Bihalal di kediamannya yaitu Joglo Cepit, Condongcatur, Sleman, Minggu (23/4/2023). Kegiatan yang merupakan tradisi tahunan ini dibagi menjadi 2 sesi, di mana sesi pertama untuk setiap pamong kalurahan, dan sesi kedua untuk masyarakat umum.

Reno dalam kesempatan tersebut menuturkan bahwa syawalan adalah momentum untuk saling memaafkan atas segala kesalahan, baik yang disengaja maupun maupun tidak sengaja. “Karena setiap manusia pasti memiliki kekurangan dan kesalahan,” ujarnya.

Ia juga berterimakasih kepada setiap unsur kalurahan yang telah menjalankan tugasnya sebagai dengan baik.

“Momong dan ngemong masyarakat dengan berbagai karakternya, mohon doa restu semoga sebagai lurah  diberikan kelancaran, kemudahan dan selamat semuanya mengemban amanah sehingga dapat melayani dan mensejahterakan masyarakat dengan kerjasama, sinergi pamong dan masyarakat melalui berbagai program program pembangunan maupun pemberdayaan masyarakat,” tutur Reno.

Reno menambahkan, kegiatan Halal Bihalal ini sendiri dilaksanakan untuk memberikan ruang dan kesempatan kepada warga masyarakat khususnya condongcatur untuk bisa bersilaturahmi dan bertemu secara langsung tanpa sekat dan jarak dengan Lurah.

“Sebagai pemimpin masyarakat kalurahan yang merupakan pamomong masyarakat untuk saling memanfaatkan dibulan Syawal,” imbuhnya. (Wasana/KIM Depok)




Memupuk Ukhuwah dengan Lomba Takbir

Moyudan – Ikatan Pengasuh Pengajian Sumbersari (IPPS) menyelenggarakan parade takbir keliling di Moyudan, Kamis (20/4/2023).

Takbir keliling diikuti oleh 18 kelompok, yang terbagi menjadi dua kategori yaitu kategori A dengan jumlah anggota lebih dari 120 orang setiap regunya, sedangkan kelompok B yang jumlah anggotanya kurang dari 119 orang. Kepada peserta, saya harap untuk mematuhi semua peraturan.” tutur Eka.

H. Muhammad Yazid selaku pembina IPPS yang juga sebagai anggota DPRD Propinsi DIY dalam sambutannya menyampaikan IPPS merupakan gerakan moral agar tetap selalu dijaga. Yazid juga mengharap agar IPPS untuk selalu melakukan konsolidasi dengan masjid sebagai ghirah perjuangan umat islam.

“Gunakan acara takbir keliling yang merupakan agenda rutin IPPS ini sebagai bentuk kreatifitas untuk memupuk ukhuwah, mari gemakan takbir sebagai ghirah kemenangan,” ajak Yazid.

Sedangkan Lurah Sumbersari, Sukadi dalam mengutarakan atas nama pemerintah kalurahan mengapreasi agenda takbir keliling yang diselenggarakan rutin setiap hari raya baik Hari Raya Idul Fitri maupun hari Raya Idul Qurban. Sukadi berharap kepada para peserta untuk bisa menjaga ketertiban, sehingga akan terwujud rasa aman dan tentram. ( Giek/KIM Sumber Biewara Moyudan )




Meriahnya Lomba Takbir di Donoharjo

Ngaglik – Dalam rangka menyemarakkan Hari Raya Idulfitri 1444 H, pemerintah Kalurahan Donoharjo menggelar lomba takbir di Lapangan Donoharjo, Ngaglik, Sleman, Jumat (21/4/2023).

Lomba takbir ini menampilkan berbagai atraksi dan kreasi seni yang ditampilkan oleh anak-anak, remaja, hingga dewasa dalam bentuk tarian, nyanyian, wayang orang, drumband, dekorasi mobil, drama, wayang kulit, miniatur masjid, tokoh agama, hingga seni pertunjukan lainnya yang berhasil memukau penonton.

“Setelah unjuk kebolehan di lapangan, kemudian peserta lomba mengikuti takbir keliling dengan rute sejauh kurang lebih 10 km,” kata Nugroho Surya Pambudi, ketua panitia lomba.

Ia menambahkan bahwa acara lomba takbir ini merupakan salah satu rangkaian dari hari jadi yang ke 75 Kalurahan Donoharjo, dan diikuti oleh 16 peserta dari 16 padukuhan di wilayah Donoharjo.

Mengambil tema Bangkitkan Semangat Berkarya dalam Pelestarian Budaya, diharapkan dengan digelarnya even tahunan ini menjadi momen yang tepat untuk bangkit kembali dari keterpurukan akibat dihantam badai pandemi Covid 19 yang telah berjalan selama 3 tahun.

“Dengan even ini menggugah kesadaran kita untuk melestarikan seni budaya di tengah gempuran pengaruh seni budaya dan informasi global dari negara lain,” kata Nugroho.

Sementara itu Lurah Donoharjo, Hadi Rintoko dalam sambutannya sangat mengapresiasi pelaksanaan lomba takbir keliling ini.

“Rasa bangga dan haru menyaksikan anak-anak dan para peserta penuh semangat menampilkan yang terbaik mewakili padukuhan masing-masing. Panitia yang mayoritas adalah anak muda sangat rapi mengemas lomba ini, juga kiprah dari para relawan dan dermawan yang tulus ikhlas membantu pelaksanaan event ini hingga berjalan dengan baik, tertib, aman, lancar. Ini semua adalah aset Donoharjo yang mesti kita jaga dan pelihara menuju Donoharjo Sri Taman Sri Gunung,” kata Hadi.

Lebih lanjut ia berharap lomba takbir keliling menjadi syiar agama Islam, menjalin ukhuwah islamiah umat Islam khususnya di Donoharjo. Dan juga menjalin tali persatuan dan kesatuan dengan pemeluk agama lain.

” Lomba ini bisa menjadi ajang unjuk kreativitas remaja masjid dan menyalurkan bakat seni, serta memberikan hiburan dan suasana baru bagi masyarakat Donoharjo.” tambah Hadi.

Adapun Hasil lomba takbir keliling Idul Fitri 1444 H adalah Juara 1 Padukuhan Jetis Donolayan, Juara 2 Penen, Juara 3 Bakalan, Juara harapan 1 Kayunan, Juara harapan 2 Brengosan, Juara harapan 3 Balong, dan Juara Favorit Donolayan. (Upik Wahyuni KIM Donoharjo)




Panitia Amil Zakat Sumbersari Salurkan 1150 Kg Beras untuk Penerima Zakat

Sleman – Menyambut berakhirnya bulan Ramadan, umat muslim diwajibkan untuk menunaikan ibadah Zakat Fitrah. Tak terkecuali masyarakat di Kalurahan Sumbersari, di mana zakat berupa beras tersebut kemudian ditasyarufkan di lingkungan 13 (tiga belas) pedukuhan, sebagian disetorkan ke Panitia Penerimaan dan Penyaluran Zakat Fitrah (PPZF) Kalurahan Sumbersari Moyudan Sleman. 

Menurut Agus Iskandar, Ketua P3ZF Sumbersari,  beras zakat yang masuk sebanyak 1150 kg berasal dari jemaah masjid dan musala di 13 pedukuhan, dan dari dua sekolah terdekat. 

“P3ZF mentasyarufkan kepada 20 pemohon yang masuk seperti Lembaga penghafal Qur’an, jama’ah dari Bantul, Kulon Progo, Gunungkidul hingga Klaten,” jelas Agus Iskandar di Pendopo Balai Kalurahan Sumbersari Kamis (20/4/2023). 

Selain menyalurkan ke beberapa jamaah, P3ZF juga mentasyarufkan kepada penyandang disabilitas.  “Kami menunggu kedatangan pemohon hingga jam 9, sesudah jam tersebut tidak kami layani. Kepada pemohon kami tasyarufkan 50 kg hingga 70 kg,” ujar Agus.

Kegiatan penerimaan dan pentasyarufan zakat dipantau langsung oleh Sukadi Lurah Sumbersari beserta jajarannya.  Sukadi mengapresiasi kegiatan yang sudah berlangsung rutin sejak tahun 80-an ini.  “Kami Semoga banyak memberikan manfaat bagi banyak umat,” harap Sukadi.  (Edy – KIM Sumber Biwara Moyudan)




Bagikan Insentif, Kalurahan Donoharjo Apresiasi Pengabdian RT RW

Ngaglik – Pemerintah Kalurahan Donoharjo kembali memberikan apresiasi kepada 34 ketua RW dan 78 ketua RT di wilayah Donoharjo bertempat di Aula Kalurahan Donoharjo, Sleman, pada Selasa (18/04/2023).

Fendi Aji Putra, Jogoboyo (Kaur Pemerintahan) Kalurahan Donoharjo mengatakan bahwa apresiasi diberikan dalam bentuk pembagian insentif uang yang diberikan 2 kali dalam 1 tahun.

“Nilai nominal dari insentif tersebut tidaklah seberapa bila dibandingkan dengan pengabdian beliau yang melayani masyarakat selama 24 jam. Ini hanyalah wujud rasa cinta dan hormat dari pemerintah Donoharjo atas beliau-beliau yang telah menjadi partner atau mitra pemerintah kalurahan,” kata Fendi.

Sementara itu Lurah Donoharjo, Hadi Rintoko dalam kesempatan tersebut mengucapkan terima kasih kepada para relawan pemerintahan yang dengan tulus berperan menjadi kepanjangan tangan, sebagai perantara penyampaian kebijakan, program dan kegiatan pemerintahan di kalurahan, maupun penyambung lidah pemerintah desa menyelesaikan berbagai macam persoalan yang terjadi di masyarakat sekaligus sebagai lembaga pertama penerima aspirasi, sekaligus motor penggerak dalam membangun masyarakat.

“Perjuangan RT RW tidak diragukan lagi. Pelayanan di masyarakat selalu tercukupi. Teruji saat pandemi covid telah berperan membuat masyarakat tetap dalam keadaan nyaman, aman dan terjaga. Selain itu telah terbukti selama ini tidak ada masalah di Donoharjo yang tidak diselesaikan dengan musyawarah sehingga suasana terasa selalu adem ayem,” kata Hadi.

Aris Sutarto, Ketua RT 03 Jetis Suruh mengaku senang dan bersyukur menerima insentif dari pemerintah kalurahan Donoharjo. “Kami sangat berterimakasih kepada pemerintah Kalurahan Donoharjo atas perhatiannya. Tapi itu bukanlah tujuan utama kami. Diberikan kesempatan untuk mengabdi dan melayani masyarakat adalah suatu kehormatan dan memberikan kepuasan tersendiri bagi kami,” ujar Aris yang sudah 2 tahun menjabat sebagai ketua RT tersebut. (Upik Wahyuni /KIM Donoharjo)