Lakukan Safari Jumat, Polsek Moyudan Minta Masyarakat Tetap Waspada Jelang Lebaran

Menjelang Idul Fitri biasanya tindak kejahatan meningkat, sehingga kewaspadaan masyarakat juga harus terus ditingkatkan. Diperlukan kerja sama dari seluruh lapisan masyarakat agar tetap hati-hati dan waspada dalam menjaga rumah dan lingkungan.

“Pastikan bila memarkir sepeda motor terpantau guna meminimalisir tindak kriminal. Kami menyampaikan terima kasih atas peran serta masyarakat selama ini,” papar Ponijo salah satu petugas dari Kepolisian Sektor (Polsek) Moyudan saat melakukan Safari Jumat (14/4/2023) di Masjid Nasi Sumbersari, Moyudan, Sleman.

Ponijo juga berpesan agar masyarakat berhati-hati terhadap kejahatan melalui ponsel yang sudah merugikan sebagian masyarakat.  Modus kejahatan salah satunya dengan modus pengiriman belanja online yang berusaha menjebak penerima seolah-olah sedang belanja barang ilegal.

“Pelaku mengancam akan melaporkan penerima karena sudah belanja barang ilegal secara online. Pelaku meminta sejumlah uang sebagai dalih untuk tidak diproses di kepolisian,” lanjut Ponijo.

Ia berpesan bila ada ancaman seperti itu dipastikan sebuah penipuan dan masyarakat tak perlu menuruti permintaan tersebut. “Polisi tidak pernah meminta untuk mengirim sejumlah uang. Kami adalah pelayan masyarakat dan siap membantu untuk ketertiban dan keamanan,” paparnya.

Ditegaskan pula agar jemaat yang memiliki putra atau cucu berusia SMP/SMA diminta untuk meningkatkan perhatian dan kasih sayangnya. Hal itu ditegaskan agar remaja tidak menjadi korban maupun pelaku kejahatan jalanan yang meresahkan masyarakat. (Edy – KIM Sumber Biwara Moyudan)




Bawaslu Sleman Gelar Forum Warga Bersama Ikamaba Condongcatur

Forum Warga Pengawasan Pemilu merupakan salah satu upaya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilihan umum. Pengawas pemilu dapat melakukan identifikasi terhadap forum warga yang terdapat di masyarakat, kemudian pengawas pemilu dapat menghadiri agenda-agenda dalam forum warga dengan menyampaikan materi pengawasan penyelenggaraan pemilu sehingga akan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk terlibat dalam pengawasan pemilu.

Dalam rangka meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan partisipatif Pemilihan Umum Tahun 2024 di lingkungan Kabupaten Sleman, Bawaslu Kabupaten Sleman menyelenggarakan Kegiatan Forum Warga bersama Ikatan Muda-Mudi Babadan Baru (Ikamaba) Condongcatur, Depok bertempat di Balai Rukun Warga (RW) Babadan Baru, Jalan Melati 01 Nomor 10 Babadan Baru, Kentungan, Condongcatur, Depok, Sleman.

Komisioner Bawaslu Sleman, Ibnu Darpito menjelaskan, bahwa Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum mengamanatkan kepada Bawaslu untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu. Penguatan kelembagaan Bawaslu sebagai penyelenggara pemilu sangat diperlukan dari sisi prosedural, namun juga sangat penting adalah keterlibatan masyarakat untuk aktif berpartisipasi di dalam proses pemilu, baik sebagai pengguna hak pilih, melakukan pendidikan politik ke sesama, membantu pengawasan pemilu, dan sebagainya dalam rangka kontrol dari publik untuk menjaga suara dan kedaulatan rakyat di dalam penyelenggaraan negara.

“Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat terutama dalam pengawasan pemilu, Bawaslu mempunyai program Forum Warga Pengawasan Pemilu, untuk mengajak masyarakat dan organisasi masyarakat sipil turun tangan dalam mengawasi pelaksanaan penyelenggaraan pemilu tahun 2024 nanti,” ujarnya.

Peran warga negara di dalam pengawasan pemilu demi terwujudnya penyelenggaraan pemilu dinilai sangat penting. Penyelenggaraan pemilu akan berjalan dengan baik dalam setiap tahapan apabila mendapat pengawasan serta dukungan dari warga negara itu sendiri. Program Forum Warga Pengawasan Pemilu ini dilatarbelakangi karena masih banyaknya masyarakat yang belum memahami hak dan kewajiban dalam partisipasinya sebagai warga negara. Minimnya kesadaran hak dan kewajiban politik itu mengakibatkan respons masyarakat dalam proses politik masih belum maksimal.

Untuk itu, penting bagi Bawaslu Sleman melakukan identifikasi terhadap banyaknya forum warga yang eksis di masyarakat. Identifikasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan menjalin kerja sama dalam pengawasan pemilu. Fungsi kerja sama ini tidak hanya dapat memperkuat kapasitas pengawasan, tetapi juga mendorong pelibatan warga yang lebih luas dalam pengawasan penyelenggaraan Pemilihan Umum tahun 2024.

“Pada prinsipnya, program ini adalah upaya untuk mendekatkan rakyat dengan persoalan-persoalan pengawasan pemilu, upaya peningkatan partisipasi dan pemberian pemahaman bahwa keputusan politik untuk mengawal pemilu berakibat pada kehidupan dasar rakyat,” jelas Ibnu.

Di akhir kesempatan itu, Komisioner Bawaslu Sleman Ibnu Darpito menyampaikan ungkapan terima kasihnya karena telah diterima dan diberikan kesempatan untuk bersosialisasi secara langsung dengan Ikamaba Condongcatur Depok. “Pengawasan pemilu yang melibatkan masyarakat ini bertujuan untuk meminimalisir terjadinya kecurangan pemilu dalam rangka menciptakan pemilu yang jujur, adil, berintegritas, demokratis serta masyarakat bisa menetapkan pilihan berdasarkan hati nurani bukan berdasarkan rupiah,” ucapnya. (Athiful/KIM Depok)




Dinkes Sleman Berikan Penyuluhan Kesehatan Reproduksi Remaja

Jumlah usia remaja di Indonesia cukup tinggi, menurut Sensus Penduduk 2020, komposisi jumlah penduduk usia kerja (15 -60 tahun) dari tahun 1970 – 2020 mengalami peningkatan dari 53,39 persen menjadi 70,72 persen. Kaum remaja sedang mengalami pertumbuhan dan perkembangan, baik fisik maupun psikis.

Pertumbuhan secara fisik dapat dilihat dari perubahan tubuh, terjadi perkembangan psikologis seperti mulai tertarik lawan jenis. Hal tersebut disampaikan oleh Fitri Hidayati selaku narasumber dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman di depan siswa-siswi kelas 11 MAN 4 Sleman pada Kamis (13/4/2023).

Menurutnya, penting bagi remaja untuk mengetahui perubahan dan perkembangan yang terjadi pada dirinya. “Perubahan bisa diukur, dilihat, diraba, biasanya menyangkut fisik, bentuk dan ukuran, seperti pertumbuhan tinggi badan, mulai tumbuh kumis,” lanjut Fitri. 

Kegiatan yang merupakan kerja sama antara MAN 4 Sleman dengan Dinkes Sleman tersebut mengusung tema Cerdas Tanggulangi Risiko Penyakit Reproduksi Akibat Pernikahan Dini.  Rangkaian perubahan fisik dan mental, bersifat perasaan, minat, dan perhatian termasuk perkembangan nilai-nilai, misalnya perhatian terhadap lawan jenis, rasa benci, cinta, cemburu dan masih banyak lagi.

Perkembangan dan perubahan tersebut berpengaruh pada reproduksi remaja, maka penting bagi remaja untuk memahaminya. Kesehatan reproduksi remaja adalah suatu keadaan sejahtera secara fisik, mental, sosial, tidak semata bebas penyakit dan cacat terkait dengan sistem, fungsi dan reproduksi.

Dengan memahami kesehatan reproduksi, maka remaja akan memiliki informasi yang benar mengenai proses reproduksi serta berbagai faktor yang ada di sekitarnya.  Remaja akan memiliki sikap dan tingkah laku yang bertanggung jawab mengenai proses reproduksinya. “Dan apabila terjadi permasalahan alat reproduksinya, remaja dapat melakukan berbagai pencegahan sedini mungkin,” tegas Fitri.

Fitri juga menjelaskan hal-hal praktis seperti bagaimana menjaga genital agar tetap sehat, menyikapi menstruasi, bahaya seks bebas, gaya hidup sehat, dampak pernikahan dini, hingga tips agar terhindar dari cyber bullying.  “Jangan sampai remaja yang populasinya besar, jatuh dalam permasalahan kesehatan reproduksi, yang salah satunya akan berdampak pada stunting,” pungkas Fitri. (Edy/KIM Sumber Biwara Moyudan).




Panwascam Gamping Susun DIM Awasi Penyusunan Daftar Pemilih Pemilu 2024

Menindaklanjuti hasil rapat koordinasi Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kecamatan Gamping bersama Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sleman terkait publikasi dan dokumentasi pengawasan pemutakhiran data pemilih dan penyusunan daftar pemilih pemilu 2024, Pimpinan Panwaslu Kecamatan Gamping menggelar rapat internal bersama Panwaslu Kalurahan/desa se-Kapanewon Gamping di Ruang Rapat Kantor Sekretariat Panwaslu Kecamatan Gamping, Kamis (13/4/2023).

Rapat yang dipimpin oleh Ketua Panwaslu Kecamatan Gamping, Adnan Iman Nurtjahjo didampingi Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa, Antonius Hery Purwito, serta Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat, Kurniawan Prihandoko menitik beratkan pembahasan pada pemetaan masalah pemutakhiran data pemilih dan pengawasan penyusunan Daftar Pemilih Sementara (DPS) Pemilu 2024 khususnya di wilayah Kapanewon Gamping.

“Sebagai pengawas pemilu, kita harus membuat Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) pasca diturunkannya Daftar Pemilih Sementara (DPS) Pemilu 2024 oleh Komisi Pemilihan Umum Kabupaten (KPU) Sleman beberapa hari lalu. Untuk mengurangi potensi pelanggaran pada pemilu mendatang dapat dilakukan dengan cara mempertajam DIM agar antisipasi persoalan daftar pemilih dapat dimulai,” tegas Adnan.

Beberapa permasalahan yang muncul di lapangan di antaranya masih terdapat sejumlah pemilih yang tidak memenuhi syarat karena sudah meninggal dunia pada daftar pemilih sementara lantaran belum disampaikannya akta kematian ke KPU Kabupaten Sleman. Selain itu, perlu adanya koordinasi yang intensif antara penyelenggara pemilu dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil guna mempercepat penerbitan Kartu Tanda Penduduk Elektronik mengingat jumlah pemilih pemula pada pemilu 2024 bertambah banyak.

“Pemutakhiran data pemilih merupakan satu-satunya tahapan pemilu yang rawan dipermasalahkan dan secara langsung melibatkan warga masyarakat guna memastikan terpenuhinya hak pilih sebagai warga negara. Karenanya, pengawasan yang intensif dari jajaran pengawas pemilu,” lanjutnya.

Sejatinya, daftar pemilih dalam pemilu tidak murni disusun oleh Komisi Pemilihan Umum, tetapi pemerintah khususnya kementerian Dalam Negeri juga turut andil dalam menyumbangkan data kependudukan dalam bentuk data penduduk potensial pemilih pemilu yang diberikan kepada Komisi Pemilihan Umum agar dapat disandingkan dengan Daftar Pemilih Tetap Pemilu sebelumnya.

Di akhir rapat internal, Ketua Panwaslu Kecamatan Gamping berpesan kepada seluruh Panwaslu Kelurahan/Desa agar segera dapat melakukan inventarisasi permasalahan terkait dengan DPS yang sudah dipasang di papan pengumuman di setiap kalurahan, serta mengisi alat kerja pengawasan pemilu menggunakan form mengenai keberadaan DPS yang mudah dijangkau atau tidak oleh masyarakat, penyandang disabilitas, ditampilkan secara urut berdasar abjad atau tidak, serta lama pemasangan 14 hari kalender. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Kalurahan Margomulyo Laksanakan Tarling Putaran Terakhir

Safari Tarawih atau Tarawih Keliling (Tarling) Pemerintah Kalurahan Margomulyo, Kamis Malam (13/04/2023) telah berakhir. Tarawih putaran terakhir di Musala Al Huda Babrik Padukuhan Jamblangan itu dihadiri oleh pamong kalurahan yang terdiri dari perangkat kalurahan dan dukuh, Babinsa/Babinkantibmas, Anggota BPKal, Ketua LPMKal, dan masyarakat sekitar.

Tohari, Ketua Takmir Al Huda menyampaikan bahwa kondisi musala yang secara fisik sudah mengalami banyak kemajuan. “Selain digunakan untuk salat 5 waktu, musala juga digunakan untuk kegiatan pengajian rutin 2 kali dalam sebulan. Selain itu, musala juga digunakan untuk mengajar baca Al-Qur’an bagi ibu-ibu seminggu 2 kali,” lanjutnya

Eko Puji Mulyanto, Lurah Margomulyo dalam sambutannya menyampaikan bahwa musala ini memang baru pertama kali digunakan untuk kegiatan Tarling dari pemerintah kalurahan.

Ia menambahkan, sebagai wilayah yang berbatasan dengan proyek nasional jalan tol Yogya – Bawen, Babrik terdampak dengan proyek tersebut. Sehingga, usulan pengaspalan jalan diajukan Eko kepada pihak Adikarya sebagai pelaksana proyek dan sudah dipenuhi dengan pengaspalan jalan sepanjang 400 meter yang menghubungkan Babrik -Tegal Weru. Harapan Eko, wilayah Babrik yang perkembangan warganya pesat tersebut bisa lebih makmur dengan sarana transportasi yang memadai.

Sarasehan warga tersebut diisi juga dengan tausiah yang disampaikan oleh Aiptu Prayitno yang juga Babinkamtibmas Kalurahan Margomulyo. Dalam tausiahnya, Prayitno menyampaikan tentang pendidikan anak secara Islami. Ia juga menyinggung terkait maraknya kenakalan jalanan yang banyak dilakukan anak remaja.

Hal tersebut bisa dijadikan bukti bahwa pendidikan anak kita sedang bermasalah atau sedang tidak baik baik saja. Untuk itu Prayitno mengajak semua pihak, baik pemerintah, lembaga, dan orang tua serta lingkungan untuk mengambil peran dalam menciptakan generasi yang Qurani. “Generasi yang tidak hanya cerdas dalam menghadapi masa depan tapi generasi yang berakhlak mulia,” (Sutarto Agus/KIM Seyegan)