Margoluwih Siap Jalani Evaluasi Kalurahan Inovatif 2023

Sleman, InfoPublik – Bertempat di Aula lantai II Kapanewon Seyegan, Pemerintah Kapanewon Seyegan menggelar Rakor persiapan Evaluasi Kalurahan inovatif tahun 2023 untuk Kalurahan Margoluwih, Rabu (3/5/2023)
Dihadiri oleh lurah, pamong Kalurahan Margoluwih, UPT Dinas terkait dan Pokja PKK Kapanewon seyegan, rapat ini digelar sebagai persiapan untuk menghadapi penilaian dari tim evaluasi dari Kabupaten.
Rakor dipimpin oleh Rini Nurhidayati, sebagai Kepala Jawatan Kemakmuran untuk mencermati indikator penilaian.
“Evaluasi Kalurahan inovatif pada tahun 2023 ini merupakan tahun ke-2 pelaksanaannya. Sebagai kegiatan yang relatif baru, banyak sekali hal hal yang sifatnya teknis yang harus dikoordinasikan dengan UPT terkait,” ujar Nurhidayati.
“Hampir semua Dinas menentukan indikator penilaian dengan bobot yang sudah ditentukan, untuk itu Kalurahan Margoluwih diharapkan siap untuk dievaluasi kegiatan yang sifatnya inovatif,” tambah Nurhidayati lagi.
Sunaryo, Lurah Margoluwih tidak berharap banyak dengan evaluasi yang akan dilaksanakan pada tanggal 31 Mei 2023 tersebut. Namun sebagai Kalurahan yang ditunjuk mewakili Kapanewon akan berusaha untuk menampilkan yang terbaik. Untuk itu Sunaryo mengharapkan ada pembinaan yang intensif dari Kapanewon dan UPT terkait.
“Tahapan evaluasi sudah dilalui termasuk pengumpulan profil Kalurahan yang harus diterima oleh Jabupaten tanggal 4 Mei 2023. Untuk memenuhi indikator penilaian tentunya sangat sulit, tapi paling tidak ada yang ditampilkan untuk mendukung inovasi Kalurahan,” ungkapnya.
Sementara itu, Widodo, Kamituwo Margoluwih menyampaikan bahwa dibidang kesehatan banyak kegiatan inovatif yang sudah dilakukan antara lain jemput ODGJ, Zero DBD, Tanggap Tangguh Bencana, Pembagian Alkes di Padukuhan, Jumantik anak maupun Skrining Bumil Stunting.
Menurut Widodo, indikator evaluasi berusaha untuk dipenuhi namun kegiatan inovatif yang sudah berjalan perlu ditonjolkan.
“Untuk itu perlu persiapan yang bersifat administrasi seperti SK pengurus, laporan kegiatan untuk mendukung kegiatan dimaksud,” tegasnya.
Sedangkan dari BP4 untuk mendukung presentasi Lurah akan mempersiapkan peta potensi Margoluwih, dimana dengan peta analog tersebut potensi masing masing padukuhan bisa diakses.
“Termasuk ada 2 padukuhan yang sudah melakukan inovasi tanam padi dengan mesin,” imbuh Sunaryo.
Dari Pokja IV PKK, Sunaryo berharap sudah ada kegiatan yang menjadi pilot proyek yaitu penanggulangan Kebakaran. Demikian juga dengan pengelolaan sampah, sudah ada padukuhan yang melaksanakan pemilahan sampah tingkat rumah tangga dengan konsep sedekah sampah.
“Tinggal menunjukkan pengelolaan sampah organik, dengan metode biopori ataupun biopot yang perlu dipersiapkan di lokasi,” ujar Sunaryo. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)



