Rakor Penganggaran Berbasis Kinerja Tingkatkan Efisiensi dan Transparansi

Untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam penganggaran dalam kegiatan pengawasan tahapan pemilihan umum serentak 2024 maka Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sleman menggelar kegiatan rapat koordinasi dengan mengangkat tema penganggaran berbasis kinerja yang dilaksanakan di Ibarbo Park, Caturharjo, Sleman, Kamis (4/5/2023).

Kegiatan diikuti oleh Ketua dan Anggota Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kecamatan se-Kabupaten Sleman, Koordinator Sekretariat Panwaslu Kecamatan se-Kabupaten Sleman beserta seluruh staf teknis maupun pendukungnya. Hadir sebagai narasumber Koordinator Pengawasan Bidang Akuntan Negara, Marsudi dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Daerah Istimewa Yogyakarta.

Ketua Bawaslu Kabupaten Sleman, M. Abdul Karim Mustofa membuka kegiatan secara resmi didampingi Vici Herawati selaku Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi, dan Pendidikan Pelatihan, Arjuna Al Ichsan Siregar selaku Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat, serta Mujiburahman selaku Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kabupaten Sleman.

Dalam sambutan pembukanya, M. Abdul Karim Mustofa berpesan kepada seluruh Panwaslu Kecamatan se-Kabupaten Sleman dalam berkegiatan pengawasan tahapan pemilu harus memperhatikan ketentuan yang sudah ditetapkan Bawaslu Kabupaten Sleman dalam penggunaan anggaran disertai perencanaan kegiatan yang telah diputuskan secara kolektif kolegial seluruh komisioner melalui mekanisme rapat pleno.

Hal tersebut ditegaskan oleh Marsudi yang kesehariannya menjabat sebagai Koordinator Pengawasan Bidang Akuntan Negara BPKP Daerah Istimewa Yogyakarta bahwasannya penganggaran berbasis kinerja merupakan sebuah pendekatan dalam sistem penganggaran yang memperhatikan keterkaitan antara pendanaan dengan keluaran dan hasil yang diharapkan, termasuk efisiensi dalam pencapaian hasil dan keluaran tersebut.

“Ciri utama adalah anggaran yang disusun memperhatikan keterkaitan antara pendanaan, keluaran, dan hasil yang diharapkan sehingga dapat memberikan informasi tentang efektivitas dan efisiensi pelaksanaan setiap kegiatan,” ujar Marsudi.

Ia menambahkan,dalam menyusun perencanaan dan penganggaran dituntut adanya keterkaitan yang erat antara anggaran dengan kinerja yang diharapkan, serta kinerja yang telah direncanakan tersebut harus bersifat terukur pencapaiannya.

“Yang terpenting yaitu indikator kinerja karena merupakan alat ukur untuk menilai keberhasilan suatu program atau kegiatan yang dilaksanakan oleh setiap unit organisasi termasuk Panwaslu Kecamatan,” pungkasnya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Bersyukur, Dermawan dan Pemaaf Adalah Kunci Surga

Sleman – Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia-Persatuan Guru Republik Indonesia (IGTKI – PGRI) Kapanewon Godean, Sleman hari Kamis (4/5/2023) menyelenggarakan syawalan bertempat R.M Omah Tobong Sidakarto, Godean. Acara tersebut dihadiri langsung oleh Pengawas TK Kapanewon Godean Sasmiyati dan 152 anggota IGTK PGRI Kapanewon Godean.

Ketua IGTKI-PGRI Kapanewon Godean Nunik Tri Haryani, dalam sambutanya menyampaikan terima kasih atas kehadiran para hadirin. Selanjutnya Ia berharap acara tersebut bisa dijadikan ajang untuk bersilaturahmi antar para pendidik TK.

“Halal Bihalal bukan sekedar kumpul tapi mari kita jadikan ajang silaturahmi, untuk perkembangan di dunia pendidikan,” ajak Nunik.

Pengawas TK Kapanewon Godean Sasmiyati menyampaikan apresiasi dan terima kasihnya kepada pengurus yang sudah mengadakan kegiatan syawalan.

“Kita harus meningkatkan diri sebagai hamba Allah, tetapi juga harus menigkatkan diri dalam tugas sebagai pendidik,” tutur Sasmiyati.

Tausiah syawalan disampaikan oleh Ustadz Agus Sutono. Dalam ceramahnya beliau menyampaikan pasca lebaran harus menigkatkan hidup guyup rukun dan menigkatkan dalam bersedekah, hidup harus jadi satriya bukan jadi raksasa (buto bahasa Jawa).

“Orang hidup harus dermawan, jangan jadi pemarah, pemberi maaf orang lain dan selalu bersyukur itulah kuncinya surge,” ungkap Agus Sutono. (Giek/ KIM Sumber Biwara Moyudan)




Tiga Warga Sleman Terpilih Sebagai Finalis Young Ambassador Agriculture 2023 Kementan RI

Sleman – Kabupaten Sleman boleh berbangga. Pasalnya, 3 warganya yaitu Janu Muhammad, Isnaini Baroroh, dan Jamaluddin Nur Ridho berhasil lolos sebagai finalis 50 besar Young Ambassador Agriculture 2023. Mereka bertiga adalah pengusaha muda bidang pertanian yang tidak hanya sukses berbisnis tetapi juga berkomitmen untuk mengembangkan agrosociopreneur.

Grand Final Young Ambasador Agriculture 2023 dilaksanakan di IPB International Convetion Center (IPB ICC) pada Selasa (2/5/2023) sampai dengan Kamis (5/5/2023) dan diikuti 70 nominee/finalis. Kegiatan ini sendiri diinisiasi oleh Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services dari Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan RI. Sebelumnya telah dilakukan beberapa tahapan seleksi, dimulai dari tahap seleksi portofolio dan administrasi dari peserta menjadi 90 peserta yang mengikuti Bootcamp di Depok pada 23 hingga 28 Februari 2023 lalu.

Janu Muhammad merupakan seorang pengusaha sayur online dengan platform “Sayur Sleman” yang memasarkan berbagai sayur, buah, dan lauk secara online melalui instagram @ dan WhatsApp bersama istrinya. Menurut lelaki lulusan Universitas of Birmingham ini, Sayur Sleman merupakan sebuah usaha sosial bidang pertanian karena memiliki beberapa program yaitu Sayur Sleman Berbagi, Sayur Sleman Bertani dan Sayur Sleman Academy.

“Pangan adalah kebutuhan tiap hari sehingga pasti selalu ada permintaan, Sebagian generasi muda masih enggan mengembangkan sektor pertanian, padahal potensinya besar,” ungkapnya, Jumat (6/5/2023)

Janu juga kerap mengisi berbagi pelatihan agribisnis bagi petani milenial maupun kelompok tani. Meskipun bukan lulusan sarjana pertanian, Janu membuktikan bahwa kemauan untuk belajar, inovasi, kerja keras, kolaborasi, dan kekuatan doa turut mengantarkan dirinya untuk terus bisa bermanfaat.

Lain lagi kisah Isnaini Baroroh, wanita 32 tahun yang kini sukses jadi pebisnis sukulen dan kaktus. Menurutnya bisnis tanaman hias tiada matinya. Tanaman hias dedaunan maupun bunga-bunga selalu jadi tren di kalangan pecintanya. Begitu pula tanaman sukulen dan kaktus. Dia menilai peluang budi daya kaktus sekulen lebih besar di DIY. Sebab, masih minim pembudidaya kaktus di Kota Gudeg ini.

Dari usaha budi daya menjual kaktus, souvenir kaktus hinga home decor, Isna mampu mengantongi omzet per bulan Rp 25 juta hinga Rp 75 juta. Bukan sekadar budi daya dan menjual, ia juga terbuka membagi ilmunya. Dia juga membuka konsultasi gratis seputar perawatan kaktus.

“Tinggal WA saja. Saya terbuka,” tutur wanita bergelar Sarjana Komputer ini. Tak pelit ilmu, dia pun sampai dijuluki konsultan kaktus sarjana kompos.

Sementara itu, Jamaluddin Nur Ridho terinspirasi bisnis budidaya jamur dari orangtuanya. Di bawah naungan nama Jamal Farming, ia sudah melebarkan sayapnya ke usaha tanaman hias, pembibitan, hingga penyediaan media tanam. 

Menurut pemuda 20 tahun ini, para milenial harus berani merintis bisnis sejak dini, selain itu mengikuti perkembangan jaman dan teknologi serta kemampuan membangun jejaring merupakan factor sukses berwirausaha. Jamal juga meyakinkan para peserta kegiatan bahwa pertanian itu sangat luas dan sangat menjanjikan, menjadi petani muda itu keren dan harus keren dalam berinovasi dan berpikir.

“Sudah menjadi tanggungjawab saya sebagai Duta Petani Milenial untuk turut meresonansikan semangat agrosocio kepada para pemuda,” tegas lelaki yang juga seorang Penyuluh Pertanian Swadaya. Sebagai Juara III Pemuda Pelopor Kemenpora Tahun 2022 ia juga mengajak masyarakat sekitarnya terutama generasi seusianya untuk turut menjalankan usaha pertanian ini.

Sebagai Young Ambassador, mereka bertiga bertugas untuk menumbuhkembangkan agrosociopreneur, meningkatkan citra positif pertanian melalui perubahan mindset, pemberian informasi dan motivasi sebagai representasi duta muda pertanian. Membagikan informasi, pengalaman dan keberhasilan dalam menjalankan usaha di bidang pertanian serta berperan aktif dalam penyebaran informasi