Adhyaksa Peduli Stunting Melalui Gerakan Nasional Aksi Bergizi di SMA Negeri 1 Seyegan

Sleman – Dinas Kesehatan Sleman bekerja sama dengan Kejaksaan Negeri Sleman dan Puskesmas Seyegan menggelar Adhyaksa Peduli Stunting melalui Gerakan Nasional aksi Bergizi di Aula Lantai II SMA Negeri 1 Seyegan, Sleman, Jumat (5/5/2023).

Kegiatan diawali dengan senam pagi di halaman sekolah dan dilanjutkan dengan sarapan pagi bersama dan setelah itu baru dilaksanakan acara talk show Gerakan Nasional Aksi Bergizi.

Mengambul tema Cegah Stunting Itu Penting, kegiatan ini menghadirkan 2 narasumber yaitu Ginanjar Danar Pamenang, dari Kejaksaan Negeri Kabupaten Sleman dan dr. Adit dari Puskesmas Seyegan.

Kepala SMA N 1 Seyegan, Kristya Mintareja menyampaikan ucapan terima kasih kepada Dinkes, Kejari dan Puskesmas Seyegan yang telah menunjuk SMA N 1 Seyegan menjadi pilot Gerakan Nasional Aksi Bergizi dalam mencegah stunting.

“Sangatlah tepat bila yang disasar adalah siswi karena kaum wanita adalah calon ibu yang perlu mendapat edukasi berkaitan dengan asupan gizi yang harus dipenuhi,” ujar Kristya.

Kristya memberi gambaran bahwa di SMA N 1 Seyegan setiap tahunnya dari 324 peserta didik baru, 20% nya adalah pendaftar afirmasi/tidak mampu.

“Hal ini menjadi tanggung jawab bersama,  bagi siswa afirmasi tidak hanya dibebaskan dari administrasi keuangan  tapi juga dipedulikan asupan gizinya selama menempuh pendidikan. Artinya pendidikan juga berkontribusi untuk  pencegahan stunting,” imbuhnya.

Kristya juga mempunyai gagasan untuk membuat Kantin Keikhlasan di sekolahnya, siswa/i silakan mengambil makanan di kantin yang telah disediakan, dan membayar seikhlasnya bagi yang mampu dan bagi yang tidak mempunyai uang tidak usah membayar.

Di akhir sambutannya, Kristya mengingatkan kepada peserta bahwa wanita adalah madrasah yang pertama bagi manusia, sehingga mempersiapkan wanita yang sehat adalah utama karena ada 3 aspek yang harus dibebankan kepada wanita yaitu akhlak, kecerdasan dan ketrampilan.

Ginanjar, Jaksa dan Kasi Intelijen Kejari Sleman yang menjadi narasumber pertama  dalam Talk show menceritakan tentang pola asuh yang dialaminya waktu kecil. Terlebih mengenai asupan gizi yang diperoleh sehingga menjadi Jaksa seperti sekarang ini.

“Asupan Gizi yang cukup merupakan modal untuk masa depan terlebih untuk Wanita sebagai calon ibu, guna mempersiapkan anak-anak yang sehat,” terang Ginanjar.

dr. Adit dari Puskesmas Seyegan sebagai pembicara kedua menyampaikan bagaimana supaya hidup sehat, asupan gizi seperti apa yang seimbang dan manfaat tablet tambah darah sebagai upaya penambahan zat besi bagi wanita.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan gerakan minum tablet tambah darah bagi 100 siswi yang hadir. Sebelumnya juga telah dilaksanakan pemeriksaan HB untuk 360 anak di 6 kelas. Pemeriksaan HB ini berkaitan dengan asupan gizi.

Sebagai closing statemen dari nara sumber adalah diharapkan aksi bergizi di SMA N 1 Seyegan ini menjadi pemicu gerakan gerakan selanjutnya. Untuk itu ditunggu partisipasi pihak pihak terkait untuk mewujudkan Sumber Daya Manusia yang meningkat sehingga stunting dapat turun secara signifikan. Acara yang digelar pada puku wib tersebut berakhir pada pukul wib. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Melihat Peringatan Hari Jadi Banyurejo yang ke-75

Sleman – Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, menghadiri acara kirab budaya dalam rangka memperingati hari jadi ke-75 Kalurahan Banyurejo, Tempel, Jumat (5/5/2023) sore, bertempat di kantor Kalurahan Banyurejo. Acara ini turut dimeriahkan dengan berbagai macam kesenian tradisional masyarakat Kalurahan Banyurejo.

Lurah Banyurejo, Saparjo, , menyebutkan acara hari jadi ke-75 ini melibatkan seluruh komponen masyarakat Kalurahan Banyurejo yang berjumlah kurang lebih orang. Kegiatan ini menurutnya bertujuan agar rasa memilki masyarakat terhadap Kalurahan Banyurejo semakin meningkat.

“Terima kasih kepada semua komponen masyarakat, kepada panitia, yang telah menyukseskan acara kirab budaya hari ini. Sehebat apapun pemerintah, kalau tidak ada dukungan masyarakat tidak ada artinya,” kata Saparjo.

Rangkaian hari jadi ke-75 Kalurahan Banyurejo dilaksanakan selama tiga hari, yakni mulai tanggal 5 hingga 7 Mei 2023. Selain kirab, akan digelar pula berbagai pentas budaya, diantaranya ketoprak mataram, tari dolanan anak, geguritan, sholawat, berbagai jenis tari tradisional, Hadroh, band, dan lainnya.

Sementara dalam sambutannya, Kustini mengapresiasi dan mendukung kegiatan yang digelar cukup meriah tersebut. Menurutnya dengan adanya kegiatan tersebut dapat memupuk rasa persatuan dan kerukunan antar warga masyarakat di Kalurahan Banyurejo. Di samping itu, melalui kegiatan peringatan hari jadi ini juga diharapkan dapat menjadi wadah untuk melestarikan kebudayaan dan kesenian tradisional yang ada di Banyurejo.

“Saya juga berharap dengan acara ini dapat meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat di Kalurahan Banyurejo,” imbuhnya.