56 Tempat Ibadah dan Keagamaan di Kabupaten Sleman Dapat Dana Hibah Sebesar 1,37 Milyar

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman menyerahkan bantuan hibah keagamaan kepada 56 tempat ibadah dan keagamaan. Bantuan hibah keagamaan diserahkan secara simbolis kepada lima perwakilan penerima oleh Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo bertempat di Aula lantai 3, Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Kamis (11/5/2023).

Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Budiharjo dalam laporannya menyampaikan, penyerahan bantuan hibah keagamaan diperuntukan untuk pembangunan, renovasi, dan pemeliharaan rumah ibadah serta pengadaan sarana prasarana pendukung kegiatan keagamaan.

“Hibah keagamaan ini diberikan kepada rumah inadah dan lembaga keagamaan berjumlah sebanyak 56 penerima yang terdiri dari 34 Masjid, 14 Mushola, 2 gereja, 1 Pura, 4 Pondok Pesantren, dan 1 Rumah Tahfidz dengan besaran bantuan sebesar Rp miliar,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyampaikan bahwa pemberian hibah keagamaan ini merupakan wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Sleman dalam penguatan lembaga keagamaan dan sarana keagamaan di Kabupaten Sleman.

“Hibah keagamaan ini merupakan salah satu upaya kami dalam rangka memenuhi misi mewujudkan  masyarakat Sleman yang sejahtera, religious dan berbudaya,” katanya.

Kustini menilai, peran lembaga keagamaan sangat besar baik dalam memelihara keimanan dan nilai-nilai religi maupun dalam membangun mental spiritual sebagai benteng dari arus pengaruh negatif. Kustini berharap bantuan yang diberikan dapat bermanfaat dan meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan.




Bupati Sleman Sebut KWT Berperan Vital sebagai Penyangga Pertanian Sleman

Sleman – Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengukuhkan Forkom Kelompok Wanita Tani (KWT) Arum Lestari yang berada di wilayah UPT BP4 yakni Kapanewon Sleman dan Ngaglik pada Kamis, (11/5/2023). Bertempat di Taman Kuliner Pandowoharjo, Kustini berkesempatan meninjau hasil pertanian dan olahan produksi dari KWT Arum Lestari.

Dalam sambutannya, Kustini mengucapkan selamat bekerja untuk kepengurusan KWT Arum Lestari yang baru periode 2023-2027. Ia mengatakan bahwa KWT memiliki peran vital sebagai penyangga ketahanan pangan dan pertanian bahkan perikanan di Kabupaten Sleman.

“KWT memiliki peran vital sebagai penyangga pangan pertanian bahkan perikanan di Kabupaten Sleman,” ujarnya

Lebih lanjut, Kustini mengatakan KWT dan Pemkab Sleman harus berkolaborasi dan berkoordinasi agar dapat saling melengkapi dalam menjalankan berbagai program untuk memajukan pertanian Sleman sehingga petani semakin sejahtera.

“Apabila ingin sejahtera harus semangat, bekerja ulet serta berkarya dan ini tidak mudah. Semoga KWT dapat berperan menjadi pionir wanita mandiri di Sleman dan penggerak perekonomian Sleman,” jelasnya

Sementara itu, Ketua Forkom KWT Arum Lestari, Untari Astuti melaporkan bahwa KWT Arum Lestari berada di wilayah UPT BP4 wilayah yakni Kapanewon Sleman dan Ngaglik. Ia mengatakan KWT di wilayah UPT BP4 ada 32 KWT baik tanaman pekarangaan atau berbagai olahan masing-masing KWT.

“Semoga dengan dikukuhkan dapat menambah semangat kita untuk maju di bidang pertanian dan pengolahan bahan panga pertanian,” ujarnya




Hadiri Doa Bersama Warga Hindu, Bupati Ajak Masyarakat Wujudkan Sleman Sebagai Rumah Bersama

Sleman – Menyambut peringatan Hari Jadi ke-107 Kabupaten Sleman, Warga Hindu di wilayah Sleman Barat menyelenggarakan doa syukur pada Rabu (10/5) sore, bertempat di Pura Sri Gading, Margodadi, Seyegan.

Pelaksanaan doa syukur ini dihadiri secara langsung oleh Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo beserta jajarannya.

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Sleman, Untung Waluyo menyampaikan bahwa penyelenggaraan doa syukur ini merupakan bentuk keikutsertaan Umat Hindu dalam perayaan Hari Jadi Kabupaten Sleman.

Untung Waluyo menjelaskan kegiatan doa syukur menyambut Hari Jadi Sleman ini digelar hampir setiap tahun. Doa syukur ini juga sebagai bentuk terimakasih dan dukungan kepada Pemerintah yang selama ini selalu hadir mengayomi kegiatan ibadah yang dijalankan umat.

Sementara itu, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyatakan, umat Hindu yang turut mendoakan Hari Jadi Kabupaten Sleman menunjukkan kehidupan kerukunan umat beragama di Sleman terjaga dengan baik.

Kondisi tersebut sesuai dengan tema peringatan Hari Jadi Sleman ke 107 yaitu Nyawiji lan Murakabi yang berarti menyatunya berbagai perbedaan, untuk menuju pada satu tujuan bagi kebermanfaatan bersama.

“Peringatan Hari Jadi Sleman menjadi momen untuk menanamkan semangat kebersamaan, persatuan dan toleransi di Kabupaten Sleman,” tambahnya.

Lebih lanjut, Kustini menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Sleman terus berupaya untuk mewujudkan Sleman sebagai rumah bersama. Menurutnya, upaya tersebut tidak akan maksimal tanpa peran serta  dan dukungan dari masyarakat Sleman.

Dalam kesempatan tersebut Kustini juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama – sama memupuk sikap saling menghormati dan menghargai segala perbedaan baik agama, suku maupun budaya.




Wabup Sleman Rangkul Kelompok Jaga Warga Jadi Mitra Kerja Pemkab Dukung Keamanan Pemilu 2024

Sleman – Jelang menghadapi tahun politik 2024, Satpol PP DIY melaksanakan sosialisasi Kepemiluan di Kabupaten Sleman pada Rabu,(10/5). Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, hadir sekaligus memberikan arahan di Kalurahan Margodadi, Kalurahan Tlogoadi, dan Kalurahan Tambakrejo. Hadir pula dalam rangkaian tersebut, Kepala Satpol PP DIY, Noviar Rahmad, Anggota DPRD DIY H. Koeswanto, Yuni Satia Rahayu dan Rita Nurmastuti

Danang Maharsa menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Sosialisasi Kepemiluan di Kabupaten Sleman. Danang menilai, kegiatan ini dapat menjadi lahan edukasi masyarakat untuk memahami dan meningkatkan kepedulian dalam menyambut pemilu di tahun 2024. Untuk mewujudkannya, Danang menyampaikan dibutuhkan peran serta dari semua pihak, termasuk peran dari kelompok Jaga Warga.

“Melalui sosialisasi kepemiluan ini semoga bapak ibu dapat semakin memahami peran dan tugas sebagai Jaga Warga, khususnya untuk menyukseskan pemilu 2024. Sehingga kita bisa menciptakan keamanan, ketenangan, dan kesejahteraan bersama,” kata Danang.

Danang menyatakan, Pemerintah Kabupaten Sleman senantiasa berkomitmen untuk mewujudkan situasi dan kondisi kemanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif saat pemilu untuk mendukung pelaksanaan pemilu yang berkualitas. Dengan demikian, Wakil Bupati mengajak kelompok jaga warga sebagai mitra kerja Pemkab untuk menjadi mata dan telinga yang menjembatani masyarakat dalam rangka bersinergi bersama Pemkab Sleman.

Kepala Satpol PP DIY, Noviar Rahmad, menyampaikan Jaga Warga memiliki peran penting dalam kehidupan bermasyarakat. Hal ini sejalan dengan Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 28 Tahun 2021 tentang Jaga Warga. Noviar juga mengucapkan terima kasih karena Pemkab Sleman telah mengukuhkan jaga warga di kalurahan-kalurahan di Kabupaten Sleman.

Tak hanya terkait pengamanan warga, Noviar mengatakan bahwa kelompok Jaga Warga turut memiliki peran yang luas dalam lingkup masyarakat. Salah satunya saat tim Jaga Warga turun menyalurkan bantuan saat wabah Covid-19 berlangsung.

“Dampak dari peran Jaga Warga begitu luas. Sehingga kami sampaikan ucapan terima kasih kepada bapak ibu semua yang telah berperan aktif dalam membantu sesama. Untuk itu mari kita tingkatkan kembali semangat kita terutama dalam menyambut pesta pemilu di tahun 2024,” ujar Noviar.

Dijelaskan Noviar, pelaksanaan Sosialisasi Kepemiluan di Kabupaten Sleman akan dilakukan secara roadshow pada hari Rabu (10/5). Rencananya kegiatan akan dilaksanakan di seluruh Kapanewon yang ada di Kabupaten Sleman.

Pada kesempatan itu, Wakil Bupati Danang sekaligus menyerahkan rompi secara simbolis kepada perwakilan jaga warga yang hadir. Wakil Bupati pun memberikan arahan agar kelompok Jaga Warga dapat ikut mendukung dan mensukseskan pemilu 2024 dengan mensosialisasikan informasi valid kepada masyarakat.




Bupati Sleman Dukung Pemberdayaan Masyarakat Melalui Bertani

Sleman – Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menghadiri kegiatan panen raya mentimun baby pada Rabu, (10/5). Bertempat di lahan yang dikelola Kelompok Tani Sari Manggala, Soka Binangun, Merdikorejo, Tempel, Kustini turut melakukan panen raya  mentimun.

Hadir pula dalam acara tersebut, Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru) DIY, Krido Suprayitno dan Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan, Suparmono.

Dalam sambutannya, Kustini mengucapkan terimakasih dan apresiasi atas Dana Keistimewaan yang dipergunakan untuk membantu budidaya mentimun di Sari Manggala ini. Menurutnya, melalui budidaya mentimun masyarakat dapat berdaya melalui bertani dan tentunya dapat menyejahterakan masyarakat khususnya di Soka Binangun, Merdikorejo.

“Peranan sektor pertanian tidak hanya andil terhadap ketahanan pangan, namun juga memberikan kontribusi yang besar terhadap perekonomian terutama terkait dengan pendapatan petani maupun penyerapan tenaga kerja,” jelasnya.

Kepala Dispertaru DIY, Krido Suprayitno mengatakan bahwa ini merupakan tahun ketiga Soka Binangun, Merdikorejo mendapatkan bantuan danais dan pada tahun ini alokasinya 77 juta untuk pemanfaatan tanah kas desa sebagai lahan pertanian untuk memberdayakan masyarakat dan mengurangi kemiskinan.

“Jangan sampai petani nglokro dan tidak berpenghasilan. Semoga pemanfaatan tanah kas desa yang dibantu danais ini dapat menjadi tanah yang bermanfaat subur dan menghasilkan banyak manfaat,” jelasnya.

Lebih lanjut, melalui program BKK diharapkan kemandirian masyarakat dapat terbangun dan mengurangi pengangguran sehingga mengurangi kemiskinan dan terjadi secara berkelanjutan atau sustainable.

Sementara itu, Lurah Merdikorejo, Agus Prasetyo menyampaikan bahwa di Kelompok Tani Sari Manggala ini ditanami 6000 pohon mentimun dan setiap hari menghasilkan 2 kwintal menyimun dengan masa panen sekitar 1 bulan.

“Harapannya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani sebagai alternatif pertanian hortikultura selain komoditi salak,” ujarnya