Pererat Silaturahmi, Forkom UMKM Berbah Gelar Syawalan

Untuk mempererat tali silaturahmi, para pengusaha yang tergabung dalam wadah Forum Komunikasi Usaha Mikro Kecil Menengah (Forkom UMKM Berbah) mengadakan temu pelaku usaha dan syawalan pada hari Kamis (18/5/2023) di Pendopo Kepanjen Kapanewon Berbah. Kegiatan tersebut dihadiri Panewu Berbah, Kepala Jawatan Kemakmuran Berbah, Polsek Koramil Berbah, lurah se Berbah, Ketua dan anggota Forkom UMKM Berbah.

Ketua Forkom UMKM Berbah,  Ardi Sehami pada kesempatan tersebut menuturkan agenda Forkom UMKM Berbah terdekat adalah akan mengikuti Bazar UMKM se-Indonesia.

“Diharapkan anggota UMKM Berbah ikut berpartisipasi dalam acara tersebut sebagai tempat pemasaran produk hasil usaha. Harapannya dengan penugasan Panewu Berbah yang baru memberi tambahan semangat untuk berusaha lebih baik, dan membuka peluang  memasarkan produk sampe ke luar daerah,” ujar Ardi.

“UMKM bisa menjadi saka guru perekonomian masyarakat  dan keluarga, terutama para ibu yang aktif sebagai pelaku usaha bisa membantu perekonomian keluarga,” imbuhnya.

Panewu Berbah Tri Akhmeriyadi, memberikan apresiasinya terhadap kiprah Forkom UMKM di Kapanewon Berbah.

“Pelaku usaha mempunyai keterampilan pada bidang masing-masing usahanya, bersama-sama berkeinginan belajar sebagai upaya meningkat lebih maju untuk meningkatkan perekonomian,” Tri.

Dalam kesempatan tersebut, juga ada tausiah syawalan yang disampaikan oleh Ustazah Rochma Zulika, Dewan Suro One Day One Ayat.

Dalam tausiahnya, Rochma mengimbau agar sebagai umat manusia dapat menamankan dalam diri untuk selalu bertakwa dan bertawakal kepada Allah SWT.

Ia juga membahas mengenai peran perempuan dalam menjadi hamba yang soleha,  yang dapat menjadi pendamping suami pengasuh dan mencerdaskan anak dengan bekal taqwa.

“Apalagi istri sebagai pelaku usaha bisa menjadi penopang ekonomi keluarga meringankan beban suami.  juga perempuan sebagai agen pembangun peradapan. Meski seorang istri sudah memiliki penghasilan sendiri tetap harus menghormati suami sebagai imam keluarga, tidak boleh durhaka  kepada suami,” ungkapnya. (Kusnadi/KIM Berbah)




Pemerintah Desa Sembung Kunjungi Kampung Ramah Anak di Kalurahan Condongcatur

Sleman – Pemerintah Kalurahan Condongcatur menerima kunjungan dari Desa Sembung, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Provinsi Bali, Jumat (19/05/2023). Kunjungan dalam rangka penguatan dan peningkatan kapasitas ini diikuti oleh Camat Mengawi, Perbekel Desa Sembung, staf desa, serta 94 peserta dari 3 lembaga PKK, LPM, dan linmas.

Dalam Sambutannya, Reno Candra Sangaji selaku Lurah Condongcatur menyampaikan bahwa, kampung ramah anak RW 18 Leles ini merupakan satu satunya kampung ramah anak di Indonesia yang telah dicanangkan oleh kementerian. Bahkan kampung ramah anak tersebut merupakan satu-satunya di dunia.

“Condongcatur yang memiliki penduduk ini harus membentuk generasi dimulai dari anak-anak. Pembentukan kampung ramah anak ini merupakan upaya menjaga tradisi permainan anak di lingkungan perkotaan, agar anak tidak selalu bermain handphone, serta tidak meninggalkan budaya dan adat istiadat,” tambahnya.

Edi Tri Wahyudi selaku Satgas PPA RW 18 juga menyampaikan bahwa moto dan tujuan dari kampung ramah anak tersebut adalah Berlian (Bersama Lindungi Anak). Kampung tersebut sudah dikunjungi UNICEF dan beberapa negara di dunia serta berbagai pemerintah provinsi di Indonesia. (Halen Juventina/ KIM Depok)




Kustini Ajak Ormas Islam Sesarengan Mbangun Sleman

Sleman – Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, menghadiri pengukuhan bersama pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) se-Kabupaten Sleman masa bakti 2023-2028, Kamis (18/5), bertempat di masjid agung dr. Wahidin Sudirohusodo, Sleman.

Dikukuhkan pula pada acara tersebut pengurus ranting Muslimat NU, pengurus IGTK Muslimat NU, dan pengurus forum PAUD Muslimat NU. Pengukuhan dilakukan oleh ketua Muslimat NU Sleman, Dwi Nurhayatinah.

Bupati Sleman, Kustini, dalam pidatonya mengucapkan selamat kepada pengurus yang baru dikukuhkan tersebut. Dengan pengukuhan ini, Ia berharap Muslimat NU dapat semakin meningkatkan kualitasnya dalam dalam memberikan pelayanan dan kiprahnya di tengah warga NU, dan masyarakat Sleman pada umumnya.

“Terlebih lagi sebagai organisasi sosial keagamaan, NU lahir sebagai respon atas realitas sosial yang terjadi ditengah-tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh keluarga besar Nahdlatul Ulama atas sumbangsihnya dalam berbagai kegiatan, seperti pendidikan, dakwah dan sosial di wilayah Sleman. Menurutnya ini merupakan sinergitas yang baik antar pemerintah dan masyarakat yang harus terus ditingkatkan demi mendorong laju pembangunan di Kabupaten Sleman.

“Melalui Muslimat NU ini mari kita senantiasa meningkatkan kualitas diri kita, untuk sesarengan mbangun Sleman,” kata Kustini.




Pentingnya Manajemen Pengelolaan Data bagi Lembaga kesejahteraan Sosial

Sleman – Sebanyak 51 Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) se-Kabupaten Sleman berkumpul dalam Temu Forum LKS se-Kabupaten Sleman yang digelar oleh Dinas Sosial Kabupaten Sleman Rabu (17/5/2023) di Panti Asuhan Tafaqquh Fiddin, Kendal Bangunkerto, Turi.

Mustadi, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sleman mengatakan bahwa Forum Koordinasi LKS Sleman kali ini mengangkat tema Manajemen Pengelolaan Data bagi Lembaga Kesejahteraan Sosial.

“Hal ini dikarenakan menjadi salah satu tugas Dinas Sosial untuk melakukan pembinaan dan penguatan kepada lembaga sosial di Kabupaten Sleman,” ujar Mustadi.

Salah satu materi yang ditampilkan dalam pertemuan tersebut adalah membahas mengenai Manajemen Pengelolaan Data bagi tembaga Kesejahteraan Sesial yang disampaikan oleh Ketua PSP DPD Yogyakarta Irwan Fauzi

“Kegiatan ini dalam upaya untuk mengedukasi pengurus LKS terkait Manajemen data LKS ,sharing terkait pengelola data di LKS serta nantinya akan menghasilkan adanya serta peningkatan pemahaman bagi pengurus LKS terkait manajemen data,” ujar Irwan.

Menurut Irwan, data sendiri pada dasarnya adalah kumpulan fakta mentah, angka, atau detail yang diperoleh melalui pengamatan atau pengukuran. Data belum memiliki konteks atau makna yang jelas.

Sedangkan informasi adalah data yang telah diolah, diorganisir, dan diberi makna atau konteks sehingga memberikan pemahaman yang lebih baik tentang suatu topik atau situasi.

“Manajemen pengelolaan data merujuk pada serangkaian kegiatan dan proses yang dilakukan untuk mengumpulkan, menyimpan, mengelola, melindungi, dan menggunakan data dengan efektif dan efisien,” jelasnya.

“Tujuan utama dari manajemen pengelolaan data adalah untuk memastikan ketersediaan data yang akurat, terpercaya, dan relevan untuk mendukung pengambilan keputusan pada suatu lembaga,” imbuh Irwan.