DPRD Sleman Gelar Audiensi dengan JPSM Sehati Terkait Pengelolaan Sampah

Sleman – Jejaring Pengelolaan Sampah Mandiri (JPSM) Sehati kabupaten Sleman merupakan wadah pengelola masyarakat penggiat persampahan kabupaten Sleman yang terdiri dari berbagai kelompok baik bank Sampah, Sedekah Sampah, TPS3R ataupun pengrajin daur ulang Sampah.

Atas undangan ketua DPRD kabupaten Sleman, pegiat sampah berkesempatan melakukan audiensi pada hari Kamis (25/5/2023) yang diwakili oleh Ketua JPSM Sehati berserta pengurus. Rombongan diterima oleh Ketua dan Anggota Pansus perubahan Perda kabupaten Sleman nomor 4  tahun 2015 tentang pengelolaan sampah rumah tangga atau sejenis sampah rumah tangga, di Ruang Rapat Sekretariat lantai ll gedung DPRD kabupaten Sleman.

Dalam sambutannya, Ketua Pansus Sumaryatin, mengatakan bahwa kondisi persampahan di kabupaten Sleman yang cukup membuat masalah, dengan jumlah sampah yang dikirim ke TPA Piyungan semakin meningkat maka diperlukan penyesuaian beberapa regulasi dan kebijakan dalam pengelolaan sampah di kabupaten Sleman yang selama ini menggunakan dasar acuan Perda kabupaten Sleman nomor 4 tahun 2015 tentang

“Oleh sebab untuk menyesuaikan kondasi yang ada dibuatlah rancangan perubahan perda tersebut dengan dibentuk pansus perubahan perda. Dan semua anggota pansus adalah dari komisi C yang salah satunya membidangi lingkungan hidup,”ujarnya.

“Harapan nya masukan dari pelaku aktif penggiat sampah  yang langsung terjun menggeluti, bisa lebih tahu apa yang dilakukan,” imbuh Atin.

Juga dikatakan peran aktif, inisiatif dan inovatif merupakan bentuk partisipasi masyarakat yang sebaiknya mendapatkan apresiasi dari pemerintahdalam bentuk pendampingan dan penganggaran sesuai dengan kondisi dan kesesuaian.

“Harapan dari dewan hanyalah ingin menjadi lebih baik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat agar membuat masyarakat lebih nyaman dan sejahtera,”tambahnya.

Sementara itu Ismi Sutarti yang merupakan anggota dewan senior menjelaskan bahwa draf perubahan yang sudah dalam proses di Kemenhumkam belum bisa menjawab semua masalah persampahan yang ada di Sleman. “Dengan audensi dari JPSM nanti akan melengkapi draf usulan yang sudah tersusun,” ujarnya.

Ketua JPSM Sehati Hijrah Punama menyampaikan bahwa JPSM sehati sudah ada sejak tahun 2012 namun sampai sekarang  belum mempunyai SK juga belum mempunyai kantor sekretariat yang bisa dipakai untuk kordinasi dan tempat  berembug.

“Padahal JPSM memiliki Mitra kelompok bank sampah, sodakoh sampah tps3R juga pengrajin daur ulang sebanyak lebih 200 kelompok dan sebagain besar kelompok tersebut sudah memiliki SK dari DLHK,” ungkap Hijrah.

Ia juga menyampaikan ada beberapa permasalahan tentang pengelolaan sampah yang terjadi di lapangan bahwa kampanye pilah sampah dari sumbernya tidak sejalan dg petugas pengangkut sampah

“Sampah yang sudah terpilah dari rumah kadang oleh petugas pengangkut akan tercampur lagi. Perlu adanya  regulasi untuk mengatur hal tersebut,” kata Hijrah.

Disebutkan juga pengistilahan jenis sampah yang kurang konsisten antara peraturan satu dengan lainnya sehingga menyulitkan pemahaman di masyarakat.

“Harapannya ada perubahan kebijakan yang konsisten sehingga memudahkan di masyarakat,” harap Hijrah.

Kusnadi dari KPSM Rejosari Berbah mengatakan bahwa salah satu yang perlu dalam pengelolaan sampah adalah pengelolaan residu yang tidak diterima di lapak seperti Styrofoam, multiyer, popok dsb.

Padahal itu semua jenis masih bisa diolah  menjadi barang yang bermanfaat bisa menjadi BBM, juga bahan bangunan.

“Di kelompok Rejosari sudah mulai melakukan itu namun masih skala edukasi. Karena kita sudah ada alatnya dengan kapas kecil. Harapannya ada perhatian dari dewan untuk  pengembangannya,” ujar Kusnadi.(Kusnadi/Kim Berbah)




Cukupi Kebutuhan Darah, Condongcatur Gelar Donor Darah

Sleman – Pemerintah Kalurahan Condongcatur bekerjasama dengan PMI Sleman melaksanakan kegiatan Donor Darah pada hari Jumat (26/5/2023) jam WIB – WIB di Ruang Wacana Loka Kantor Kalurahan Condongcatur.

Plt. Ketua PMI Kapanewon Depok, Sussi Listyaningsih, mengatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan untuk mendukung kebutuhan darah PMI Sleman untuk program pelayanan LADAMANIS (Layanan Darah Di Kabupaten Sleman Gratis).

“Kegiatan Donor Darah ini terselenggara berkat kerjasama PMI Sleman dengan Pemerintah Kalurahan Condongcatur,” ujarnya.

Para Calon Pendonor Darah sebelumnya mengisi form data diri dan wawancara untuk memeriksa kesehatan dasar seperti riwayat penyakit apa yang diderita dan daftar obat-obatan yang diminum.

“Jika calon pendonor minum obat pengencer darah atau antibiotik tidak direkomendasikan selanjutnya Petugas PMI Sleman melakukan pengecekan darah / Hemoglobin (Hb) sebagai syarat utama donor darah,” tegas Sussi,

Pada tahap ini ada beberapa calon pendonor yang tidak lolos setelah dicek darahnya karena HB-nya ada yang terlalu rendah dan terlalu tinggi. Selain itu, dilakuka  juga pemeriksaan suhu tubuh, denyut nadi, dan tekanan darah.  

“Alhamdulillah yang Hadir 33 orang yang dapat terambil 19 pack, rata rata alasan  tidak dapat terambil darahnya sebagai pendonor  terbanyak karena HB diatas 17 dan di alami calon pendonor kebanyakan dari calon pendonor laki-laki. Hampir semua dari  11 calon pendonor perempuan berhasil di ambil darahnya, hanya 1 yang gagal karena baru selesai haid,” tambah Sussi.

Tri Joko Saptono selaku Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Sleman yang hadir me-monitoring kegiatan donor darah ini mengapresiasi inisiatif dari pemerintah Kalurahan untuk menyelenggarakan donor darah.

“Ini merupakan wujud kepedulian dari Pemerintah Kalurahan kepada pamong dan masyarakat yang memiliki keinginan untuk berperan lebih riil di bidang kemanusiaan melalui sedekah darah. Atas nama PMI Kabupaten Sleman mengucapkan terima kasih Kepada Pemerintah Kalurahan Condongcatur yang telah memfasilitasi masyarakat Condongcatur yang berkeinginan mendonorkan darahnya,” ujar Tri Joko.

Tri Joko mengatakan, dengan kegiatan ini maka masyarakat bisa lebih dekat mendapatkan pelayanan donor darah.

“Donor darah dapat dilaksanakan setiap tiga bulan sekali, semoga pendonor kedepan dapat semakin bertambah sehingga donor darah menjadi tren gaya hidup masyarakat,” imbuhnya.

Dirinya berharap, penyelenggaraan donor darah di Kalurahan ini dapat dilaksanakan secara rutin. “Sedangkan untuk mendapatkan jumlah yang signifikan, dapat disosialisasikan ke padukuhan padukuhan dan lembaga kalurahan bila mungkin instansi dan sekolah yang ada di wilayah Condongcatur seperti guru, dan sebagainya,” terang Tri Joko lagi.

Sementara Kamituwa Condongcatur, Al Thouvik Sofisalam, mengucapkan terimakasih kepada para pendonor darah yang telah berbagi untuk menolong sesama.

“Semangat seperti ini harus disebarluaskan, semoga semakin banyak masyarakat yang ikut donor darah rencananya donor darah ini akan dilaksanakan secara rutin setiap 3 bulan sekali, dan berikutnya akan dilaksanakan pada bulan Agustus 2023,” ujar Al Thouvik.

“Kedepan akan kita usahakan Donor Darah dengan Doorprize karena kebutuhan ketersediaan darah di PMI terus meningkat oleh karena itu kesadaran dan semangat untuk menarik menjadi pendonor darah rutin harus ditingkatkan lagi,” tutupnya. (Wasana/KIM Depok)




Serius Tekan Angka Stunting, Wabup Sleman Lakukan Monitoring dan Evaluasi TPPS

Sleman – Sebagai bentuk upaya untuk menekan angka stunting, Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, memberikan arahan pada pertemuan monitoring dan evaluasi kegiatan Tim Percepatan Penurun Stunting (TPPS), Kamis (25/5/2023). Berlokasi di Kantor Kapanewon Turi, Wakil Bupati yang selaku ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Sleman, turut berdiskusi dengan masyarakat.

Danang Maharsa menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Sleman telah membentuk Tim Percepatan Penurun Stunting (TPPS). Tim tersebut ditujukan untuk mempercepat penurunan angka stunting dengan bantuan dari seluruh lintas sektor masyarakat. Sehingga, melalui monitoring tersebut, Danang berharap dapat menjadi wadah untuk menemukan solusi dalam menekan angka stunting, khususnya di Kapanewon Turi.

“Melalui penyelenggaraan monitoring dan evaluasi ini saya harapkan kita dapat mengetahui berbagai kendala, permasalahan maupun hambatan dalam upaya menurunkan stunting di Kabupaten Sleman. Sehingga kita dapat mencapai target tahun 2023 ini, yaitu angka stunting dapat turun lagi menuju angka 14 persen,” kata Danang.

Danang menjelaskan, menurut data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), tingkat prevelensi stunting nasional berada di angka 21,7 persen, sedangkan untuk DIY sebesar 16,4%. Sementara itu, Kabupaten Sleman tercatat berada pada angka 15%. Meski Sleman berada di bawah angka nasional dan provinsi, Danang tetap mendorong agar target 14% dapat tercapai.

“Mari kita wujudkan ketahanan keluarga baik di bidang kesehatan, ekonomi maupun kebahagiaan keluarga di Kabupaten Sleman, guna memutus mata rantai kemiskinan dan menurunkan angka stunting hingga zero di Kabupaten Sleman,” pungkas Danang.

Sementara itu, Arif Wibowo, Penyuluh Keluarga Berencana Kapanewon Turi, memaparkan jumlah anak stunting di Kapanewon Turi berdasarkan data Puskesmas Turi tahun 2022 sebanyak 227 anak. Data tersebut terdiri dari, Kalurahan Bangunkerto sebanyak 64 anak, Kalurahan Donokerto sebanyak 37 anak, Kalurahan Girikerto sebanyak 58 anak, dan Kalurahan Wonokerto sebanyak 68 anak.

Untuk menekan angka anak stunting di Kapanewon Turi, telah dibentuk Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang terdiri dari kader KB, unsur PKK, dan unsur bidan/tenaga kesehatan. Arif berharap, dukungan juga dapat terus diberikan dari berbagai pihak, baik dari tingkat kabupaten maupun dukungan pihak swasta.

“Keterlibatan TPPS tingkat Kabupaten, Kecamatan, Kelurahan maupun swasta dibutuhkan dalam mendukung program percepatan penurunan stunting,” jelas Arif.




Bank BPD DIY Diharap Dapat Dorong Perekonomian Sleman

Sleman – Bank BPD DIY terus berupaya mengambil peran dalam peningkatan laju perekonomian di DIY. Kali ini, sebagai upaya dalam mendukung perekonomian di wilayah Sleman, BPD DIY meresmikan Gedung Kabtor Hybrid  Bank BPD DIY Kantor Cabang Pembantu (KCP) dan Kantor Cabang Pembantu Syariah (KCPS) Gamping, pada Kamis (25/5/2023).

Peresmian Gedung Kantor Hybrid ini dihadiri secara langsung oleh Gubernur DIY Hamengku Buwono X dan Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo.

Direktur Utama BPD DIY Santoso Rohmad menjelaskan bahwa peresmian gedung hybrid dimaksudkan untuk mendukung perekonomian berbasis desa dengan pelayanan yang lebih strategis yaitu mengakomodir operasional pelayanan konvensional dan syariah dalam satu gedung.

Sementara konsep hybrid ini, Santoso menjelaskan Bank BPD DIY KCP dan KCPS Gamping mendukung penggunaan sumber energi panel surya sebagai operasional dengan daya VA.

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyampaikan, keberadaan gedung kantor hybrid Bank BPD DIY ini menggunakan energi alternatif dan ramah lingkungan. Menurutnya, gedung ini tentunya menjadi inspirasi di tengah isu energi dan pemanasan global.

“Gedung kantor Bank BPD DIY ini merupakan green building atau gedung yang berwawasan lingkungan. Energi hybrid ini sebenarnya bukan hal yang baru, namun masih jarang yang menerapkan, khususnya di Kabupaten Sleman,” ungkapnya.

Kustini berharap, dengan penerapan sistem energi hybrid ini dapat mendukung pelayanan di Bank BPD DIY untuk semakin lebih baik dan memberikan kepuasan kepada masyarakat.

Selain itu, apresiasi juga disampaikan Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X. Menurutnya, BPD DIY merespon dengan baik berbagai isu dan dinamika keuangan khususnya di wilayah DIY. Menurut Sultan, hal ini tergambar dari pertumbuhan nilai aset Bank BPD DIY yang terus meningkat.

Sultan juga mengatakan, seluruh capaian yang dilakukan BPD DIY harus menjadi motivasi bagi direksi dan karyawan untuk senantiasa memberikan pelayanan yang terbaik. Tidak hanya itu, Sultan mengingatkan bahwa BPD DIY harus terus meneruskan misi membangkitkan perekonomian masyarakat salah satunya mendukung sektor UMKM di DIY.




Dukung Gerakan Anti Asap Rokok, Pemkab Sleman Gelar Pemilihan Duta GASBRO

Sleman – Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman menyelenggarakan Pemilihan Duta Gerakan Keluarga Sehat Bebas Asap Rokok (GASBRO) Tahun 2023 di Hotel Prima SR, Jalan Magelang, Rabu (25/5/2023).

Sekretaris Dinas Kesehatan Kab Sleman, Isa Dharmawidjaja mengatakan bahwa Kabupaten Sleman telah mengembangkan inovasi GASBRO yang mencakup intervensi terhadap individu, interpersonal , lingkungan sosial hingga kebijakan guna mendukung inovasi tersebut maka dibutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai Agent Of Change.

Untuk itu, Dinas Kesehatan Sleman menyelenggarakan Pemilihan Duta GASBRO yang berasal dari kader kesehatan Kalurahan seluruh Kapanewon di Kabupaten Sleman sebagai bentuk Pencegahan dalam keluarga dan intervensi keluarga.

“Melalui kegiatan ini diharapkan menghasilkan Agent of Change yang memiliki kemampuan dan keterampilan dalam pengendalian konsumsi rokok khususnya dibtingkat rumah tangga,” ungkapnya.

Indonesia menjadi salah satu negara dengan pravelensi merokok tertinggi di dunia. Hasil Global Adult Tobacco Survay (GATS) tahun 2011 menyebut 67% laki laki merokok dan 87% orang dewasa terpapar asap rokok di rumah sedangkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan prevalensi merokok usia 10 – 18 tahun adalah 9,1 dan 22 dari 100 remaja usia 15 – 19 tahun telah merokok.

Kebanyakan remaja belum memahami bahaya rokok sehingga masih mencoba rokok, baik rokok konvensional maupun rokok elektrik bahkan dalam berbagai hasil kajian menunjukkan adanya pengaruh paparan asap rokok terhadap kejadian Stunting di dalam keluarga.

“Sehingga hal ini menjadi tantangan dan tanggungjawab kita semua dalam mewujudkan sumber data manusia yang unggul dan berdaya saing sehingga dilakukan pemilihan duta GASBRO,” jelas Isa.

Hal ini diperkuat oleh pernyataan dari Sub Koordinator Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Cahya Prihantama yang menyampaikan bahwa melalui survei 2021 diketahui 10,5 persen dari sekitar anak, berusia 10-18 tahun di Kabupaten Sleman pernah mencoba untuk merokok.

“Dan angka ini naik sekitar 6 persen di tahun 2022,” tegasnya.

Pemilihan Duta Gasbro dan KTR Kabupaten Sleman dilakukan selama 3 hari yaitu tanggal 23-24 Mei melalui Bimtek yang diikuti 50 kader perwakilan 25 puskesmas di Sleman. Setelah itu, kemudian dipilih 12 besar kader terbaik untuk mengikuti penilaian berupa orasi di tanggal 25 Mei. Pada grand final 25 Mei 2023, didapatkan hasil bahwa Kader Perwakilan Puskesmas Depok 2, Anies Kusuma Wardani meraih juara 1 Duta GASBRO Kab. Sleman tahun 2023 Kategori Best Perfomance

Ditemui saat menerima penghargaan, Anies Kusuma Wardani merasa sangat bahagia dan bangga atas pencapaian ini. Dirinya berharap, bekal ini bisa menjadi tambahan semangat dan motivasi untuk mengaplikasikan ilmu yang di dapat selama bimtek kepada masyarakat karena merokok adalah salah satu penyebab stunting dan faktor resiko penyebab penyakit tidak menular seperti darah tinggi, jantung dan lainnya.  

Sementara itu, Lurah condongcatur, Reno Candra Sangaji mengucapkan selamat atas terpilihnya salah satu Kader Kesehatan Condongcatur mewakili Puskesmas Depok 2. Dirinya berharap, pencapaian ini dapat memberikan inspirasi dan kontribusi nyata dalam pelaksanaan kampanye pengurangan asap rokok di dalam keluarga demi menciptakan generasi yang unggul dan sehat di masa mendatang.

“Pemerintah Kalurahan Condongcatur juga berkomitmen dalam hal ini di kantor Kalurahan juga telah di buat Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di beberapa ruangan,” tutupnya. (Wasana/KIM Depok)