Dukuh Joho Condongcatur Raih Penghargaan Perempuan Berjasa dan Berprestasi di Kabupaten/Kota

Sleman – Retnaningsih, Dukuh Joho dari Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Sleman berhasil meraih penghargaan dari Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Maju (OASE) sebagai Perempuan Berjasa dan Berprestasi untuk tingkat Kabupaten/Kota. Penyerahan piagam penghargaan dilakukan oleh Setda DIY Bidang Ekonomi Pembangunan, Tri Saktiyanta di Joglo Agro Park, Naggulan, Kulonprogo, Senin (29/5/2023).

Dalam sambutanya, Tri mengatakan bahwa penghargaan tersebut sebagai wujud apresiasi kepada perempuan berjasa dan berprestasi di Indonesia serta upaya untuk dapat mendorong kinerja perempuan agar berperan aktif dan mengabdi kepada masyarakat sehingga terus menginspirasi.

Penghargaan diberikan kepada 5 perempuan dari kabupaten/kota di DIY. Unutk Kategori Bidang Pertanian diberikan kepada Tri Sukamdiyah, Ketua Kelompok Wanita Tani Guyub Rukun Kalimundu dan Korwikab Kelompok Wanita Tani Kapanewon Sanden, Kabupaten Bantul, yang sudah melakukan kegiatan pemberdayaan perempuan, terutama di kegiatan pertanian dan berkarya untuk kemajuan di bidang pertanian.

Kategori Bidang Lingkungan Hidup diberikan kepada Mariati dari Kabupaten Kulon Progo, yang dikenal aktif menjadi relawan Eco Enzyme Nusantara sekaligus menjadi Ketua Eco Enzyme Nusantara Kabupaten Kulon Progo. Sehari-hari melakukan sosialisasi dan pelatihan pengelolaan sampah organik menjadi eco enzyme yang mempunyai banyak manfaat bagi pertanian, udara, tanah, air dan bagi kesehatan makhluk hidup.

Kategori Bidang Sosial Budaya diberikan kepada Yuning Rosanti dari Kota Yogyakarta. Perempuan kelahiran Yogyakarta 21 Juni 1976 aktif berkiprah melalui upaya mencegah terjadinya pernikahan dini, kasus Narkoba, kekerasan pada anak dan KDRT. Berbagai programnya antara lain pemberdayaan ekonomi melalui “Kopi Warsimah” dan “Warsimah Pasaran”.

Kategori Bidang Pendidikan diberikan kepada Sumarsini, dari Kabupaten Gunungkidul yang aktif sebagai pendidik PAUD sejak tahun 2005 dan mempunyai pengalaman dalam melaksanakan pendampingan kepada lembaga PAUD untuk membuka program Layanan PAUD Holistik Integralif (HI) serta melaksanakan program parenting.

Sementara untuk Kategori Bidang Kesehatan diberikan kepada Retnaningsih dari Kabupaten Sleman. Retnaningsih, Perempuan kelahiran Sleman 10 Juli 1985 adalah pejuang pengentasan stunting. Selama pandemi Covid-19 merupakan motor penggerak dalam penanganan warga yang terkena Covid-19 yang juga aktif dan turun langsung dalam penanganan, menggerakkan sistem support untuk warga yang harus melakukan isolasi mandiri.

Bagi Retnaningsih, peringatan Hari Kartini merupakan upaya untuk menyegarkan kembali dan menggugah kesadaran akan perjuangan dan keteladanan RA Kartini dalam mengangkat harkat dan martabat kaum perempuan.

“Saat ini telah banyak kaum perempuan yang memiliki peran dan posisi jabatan strategis di pemerintahan. Hal ini membuktikan kaum perempuan apabila diberi peluang dan kesempatan mampu meningkatkan kualitas hidupnya secara mandiri, perempuan mampu menjadi motor perubahan (agent of change). Bahkan kaum perempuan merupakan salah satu kekuatan bagi kemajuan bangsa,” tandasnya.

Retnaningsih berharap agar peringatan Hari Kartini dapat dijadikan sebagai momentum untuk bersama-sama meningkatkan semangat juang dalam membangun DIY sesuai dengan keahlian dan tanggung-jawabnya masing-masing

Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji mengapresiasi atas prestasi salah satu Dukuhnya dan ini menjadi satu kebanggaan lagi bagi Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman.

“Selamat dan semoga barokah untuk bu Retnaningsih selaku Dukuh Joho yang sudah berjuang dan mendapat apresiasi prestasi luar biasa di tingkat nasional, yang sebelumnya pada tahun 2020 juga telah mendapatkan Piagam Penghargaan “Gender Champion” atas dedikasinya terhadap kesetaraan dan keadilan gender sebagai dukuh perempuan penggerak proklim di kabupaten Sleman,” ujarnya. (Wasana/KIM Depok)




Donor Darah di Berbah Libatkan Anggota PMR

Sleman – Kapanewon Berbah kembali mnggelar Donasi Donor Darah pada Selasa (30/5/2023) di Pendopo Kepanjen Kapanewon Berbah. Kegiatan ini diikuti oleh panewu Berbah beserta staf dan karyawan,  puskesmas Berbah, personil TNI, polri, lurah pamong, relawan dan warga masayarakat.

Andy Kurniawan, Kepala Jawatan Sosial Berbah mengatakan bahwa donor darah yang rutin diadakan setiap 3 bulan sekali merupakan kerja sama pemerintah kapanewon lewat PMI Berbah bersama dengan PMI kabupaten Sleman serta pemerintah kalurahan untuk mendukung  ketersediaan darah di PMI Sleman, sesuai dengan program LADAMANIS (Layanan Darah Kabupaten Sleman  Gratis).

“Harapannya semakin banyak warga yang peduli dan rela mendonorkan darahnya untuk menolong sesama,” katanya.

Harapan tersebut menurut Andy kian terjadi, karena pada donor darah kali ini animo masyarakat untuk melakukan donor darah semakin meningkat.

“Kegiatan donor darah saat ini diikuti oleh 59 pendonor dan mendapatkan 50 kantong, semoga bisa bermanfaat buat yang membutuhkan,” terang Andy.

Sebelum melakukan donor darah, pendonor melakukan pendaftaran dan skrining kesahatan untuk mendapatkan hasil donor darah yang sehat. Ada beberapa persyaratan bagi yang akan melakukan donor darah diantaranya selama satu minggu terakhir tidak mengkonsumsi obat kecuali vitamin, usia 17 sampai 60 tahun, HB 12,5 gram/dl, tidak sedang menstruasi bagi wanita.

Selain itu, donor darah kali ini juga melibatkan 5 anggota Palang Merah Remaja (PMR) dari SMP Negeri 1 Berbah yaitu Naila, Intan, Agustin, Lisando, dan Radiata

Naila Permatasari salah satu anggota PMR SMP Negri 1 Berbah merasa  bangga bisa bergabung dengan PMI  membantu dengan kegiatan donor darah di kapanewon Berbah.

Naila yang becita-cita menjadi Seniman ini bersama teman-teman PMR-nya mendapat pengarahan dan bimbingan dari Dodit Suhardo, Pengajar Bahasa Inggris sekaligus Ketua PMI Kapanewon Berbah.

“Ada rasa senang dihati ketika bisa membantu orang lain. Meskipun kali ini belum bisa ikut mendonorkan darah karena usia belum 17 tahun sebagai batasan minimal usia pendonor,” ujar Naila.

Sementara Intan Wahyu Kurniawati mengakui bahwa dirinya merasa senang bisa membantu sesama. Dirinya bersama Naila bertugas melakukan sosialisasi tentang PMR dan donor darah kepada teman teman satu sekolahan.

“Bisa merasakan hal berbeda dalam kehidupan ketika bergabung dengan PMR,” tukas Wahyu.

Sedangkan Agustin berharap dengan keaktifannya di PMR dapat membentuk pribadinya sehingga berhasil meraih impiannya menjadi seorang Polwan.  

“Ke depan bila usia sudah sampai batas minimal akan ikut mendonorkan darah untuk membantu sesama,” tutupnya.(Kusnadi/KIM Berbah)