Senam Mencegah Stroke untuk Lansia di BKL Mugi Waras

Sleman – Sekolah Lansia Bina Keluarga Lansia (BKL) Mugi Waras Blendung Sumbersari Moyudan terus berjalan untuk menyelesaikan S2 ( Standar 2) pada tahun 2023 ini yang pada Minggu (21/05/2023) telah memasuki pertemuan ke-4.

Pelaksanaan sekolah lansia ini dihadiri  50 anggota yang tercatat sebagai siswa-siswi sekola lansia, didampingi Koordinator PKB Kapanewon Moyudan, Wahyu Aryanti Rosaria Bawaningsih, dan Dukuh Blendung Rizky Anas Ikhwanudin.

Pada kesempatan itu hadir sebagai pemateri adalah drg. Prasasti Bintarum dari PKU Muhammadiyah Bantul Yogyakarta yang memberikan materi tentang Osteoporosis dan Keseimbangan pada lansia. Ia menjelaskan mengenai osteoporosis atau pengeroposan tulang, lengkap dengan gejala penyebab, dan pencegahannya, juga tentang pentingnya menjaga  keseimbangan pada lansia.

“Bapak ibu jika bangun tidur jangan langsung berjalan, nanti bisa nggloyori. Sebaiknya duduk dulu barang setengah menit,  gelengkan kepala kekanan dan kekiri, kemudian berdiri pelan-pelan lalu jinjit dihitung delapan kali, baru berjalan,” paparnya.

Setelah usai memberikan materi, para lansia diajari senam untuk mencegah stroke oleh dokter tersebut. (Eny Ms/KIM Sumber Biwara Moyudan)




Pererat Silaturahmi Lintas Sektor, Puskesmas Berbah Gelar Syawalan

Sleman – Untuk mempererat silaturahmi antar petugas kesehatan dengan dinas lainnya, Puskesmas Berbah mengadakan kegiatan syawalan di Puskesmas Pembantu Jagalan, Kalitirto, Berbah, Sleman, DIY, Sabtu (20/5/2023). Syawalan dihadiri langsung oleh Panewu Berbah, Tri Akhmeriyadi.

Kepala Puskesmas Berbah, Hari Pratono berharap kegiatan syawalan ini dapat mempererat silaturahmi lintas sektor sehingga dapat memperkuat kinerja setiap petugas untuk memberikan pelayanan bagi masyarakat.

Syawalan ini sendiri menghadirkan Ustaz Wuntat Wawan Sembodo, seorang pengajar sebagai narasumbernya. Dalam tausiahnya, Wuntat menyampaikan

inti syawalan atau halal bihalal adalah saling memaafkan dan memberi maaf antar sesama sehingga terbebas dari kedosaan.

“Sehingga menjadikan Idulfitri kembali suci atau kosong, yang dalam bentuknya kosong adalah bulatan bisa disebut nol,” ungkapnya.

Wuntat menuturkan, angka nol terbentuk setiap hari ketika kita melaksanakan salat setiap satu rakaat akan terbentuk angka nol.

“Bisa dihitung dengan ketika takbiratul ikram mengangkat tangan bersedekap berdiri tegak terhitung 180 derajat ketika rukuk bentuk tumbuh 90 deraja; dan sujud membetuk 45 derajat setiap rokaat dia sujud. Kalau digabungkan takbiratul ikhram, rukuk dan dua kali sujud itungannya adalah 360 derajat yang menggambarkan angka nol, sehingga dalam salat itu membentuk sesuatu yang kosong. Maksudnya menyerahkan diri pada Allah mengosongkan pikiran dan hati,” ujarnya.

Sedangkan dalam kehidupan orang Jawa, Wuntat menggambarkan sirkulasi hidup manusia melalui tembang Mocopat diawali dengan Maskumambang menggambarkan sperma bercampur dengan sel telur yang mengambang di lautan rahim ibu, ketika bayi lahir disebut Mijil, Kinanti menggambarkan  anak kecil yang masih selalu diasuh dituntun dituntun okeh orang tua, sinom menggambarkan masa pemuda,

Asmorondono menggambarkan manusa masuk usia pernikahan untuk melanjutkan keturunan, gambuh melambangkan puncaknya kekuatan, dandanggulo adalah hasil pencapaian yang berasa manis.

“Sedangkan pangkur meninggalkan hal hal duniawi, megatruh adalah  lepasnya roh dari badan manusia dan terakhir pucung atau dipocong dengan kain kafan kembali kepada Allah,” tuturnya.

Menurut Wuntat bahwa kembali kekosongan seperti Idulfitri ini bisa terjadi setiap hari dengan melakukan salat yang pengejawantahan menyerah diri pada Allah SWT, menjalankan perintah dan menjauhi laranganNya.

“Ini semua akan membentuk kekosongan yang oleh Allah, akan memberikan banyak kemudahan dan limpahan rahmat, yang implementasi dalam kehidupan memberikan suasana yang sejuk damai sejahtera dalam lindungi Allah,” jelasnya lagi.

“Hal itu semua bila diterapkan dalam dunia kerja seorang karyawan harus tunduk pada aturan, berserah tidak memperkeruh suasana tidak saling mencederai dan jangan mau diadudomba yang membuat suasana kerja kurang kondusif. Jalin silaturahmi tingkatkan kerjama dan semangat kerja,” tutup Wuntat. (Kusnadi/KIM Berbah)




Kalurahan Margoagung Gelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan SPALD-S

Sleman – Bertempat di Aula Kalurahan Margoagung, pada Jumat (19/05/2023) Pemerintah Kalurahan Margoagung mengadakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik Setempat (SPALD-S) Skala Individu. Program ini dilaksanakan dalam rangka peningkatan akses sanitasi di Kalurahan Margoagung.

Hadir dalam Musyawarah tersebut, Kepala Jawatan Kemakmuran Kapanewon Seyegan, Lurah Margoagung, ketua BPKal Margoagung, Ulu ulu, Babinsa/Babinkamtibmas, Dukuh, tokoh masyarkat dan penerima manfaat.

Baik lurah maupun ketua BPKal Margoagung menyampaikan bahwa program yang sudah dimuskalkan tahun 2022 tersebut untuk segera direspon oleh masyarakat utamanya penerima manfaat.

Sepuluh (10) orang penerima manfaat yang masuk list adalah Prawirio Dikromo, Sarindi, Tukimin, Purwanto, Dwi Suryanto, Sutikno, Erni Wardani, Ny. Arjo Sumarjo, Ny. Wagimin, dan M. Jamal.

Yuli Suseno,  Ulu ulu Margoagung, dalam pengarahannya menyampaikan bahwa pada kesempatan musyawarah ini akan dibentuk pengurus kelompok, nama Kelompok dan nanti akan dibuat Berita Acara Kesanggupan dari 10 orang penerima manfaat.

Diingatkan juga oleh Yuli, bahwa dalam Berita Acara Kesanggupan dari penerima manfaat yaitu sanggup menerima program pembangunan SPALD-S Skala Individu, merelakan dan mengizinkan sebidang tanah untuk dibangun SPALD-S Skala Individu dalam waktu yang tidak terbatas, sanggup untuk tidak merubah lokasi posisi dibangunnya SPALD-S, sanggup untuk tidak mengalihkan penerima manfaat program SPALD-S Skala Individu ke penerima lain, dan sanggup untuk merawat SPALD-S Skala Individu tersebut.

Yuli meminta penerima manfaat untuk pencermatan Berita Acara kesanggupan tersebut sebelum ditanda tangani.

Berita Acara tersebut menjadi lampiran Proposal dan juga nama kelompok yang sudah disepakati yatu Agung Sehat.

Yuli Suseno juga memberi gambaran kepada penerima manfaat bahwa program dari DLH ini sifatnya  stimulan dan mekanisme pemberian stimulan tersebut bisa berupa bangunan yang terima jadi, diterimakan dalam bentuk uang ataupun berupa barang.

“DLH Kabupaten Sleman akan melakukan survey yang dapat digunakan untuk menentukan apakah akan dibangun bangunan baru apa hanya renovasi saja. Demikian juga menentukan jarak yang memenuhi syarat untuk pembangunan SPALD-S Skala individu,” ujar Yuli.

Yuli juga mengingatkan kepada penerima manfaat untuk Berita Acara Musyawarah kelurahan Margo agung tahun 2022 yang lalu berisi 2 point  yaitu Pembahasan usulan calon penerima manfaat pembangunan SPALD-S Skala Individu tahun 2023 dan pembentukan/penetapan pengurus Pokmas SPALD-S Skala Individu.

Sementara itu, Rini Nurhidayati, Kawat Kemakmuran Kapanewon Seyegan dalam pengarahannya menyampaikan dukungannya kepada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman yang telah menggulirkan program SPALD-S Skala Individu di wilayah Seyegan.

Rini berpesan kepada penerima manfaat untuk bisa merawat sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal dan tidak terjadi pencemaran lingkungan serta secara teknis tidak kemasukan air hujan. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Halal Bihalal untuk Menyatukan Umat

Sleman – Keluarga Besar Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kapanewon Ngaglik menggelar Halal Bihalal dengan menghadirkan narasumber Ketua MUI Sleman, Ahmad Fatah bertempat di Gedung IPHI Ranting Kalurahan Sukoharjo, Ngaglik, Jumat (19/5/2023). Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Penewu Ngaglik Agung Indarto, serta para tokoh ormas Islam lainnya.

Dalam sambutannya  Ketua MUI Kapanewon Ngaglik  Muslimin Hamid mengatakan bahwa MUI Ngaglik mengajak jajaran pengurus untuk ikut aktif dalam kegiatan dan memberikan pencerahan terkait ke-ummat-an kepada masyarakat yang sangat majemuk pemahamannya. “Sehingga Kapanewon Ngaglik bisa tetap kondusif seperti sekarang ini,” ungkap Muslimin.

Sementara itu Panewu Kapanewon Ngaglik, Agung Indarto menyambut baik diadakan Halal bihalal Keluarga Besar MUI Kapanewon Ngaglik ini. Dirinya juga menuturkan bahwa Kapanewon Ngaglik  akan terus memberikan bantuan sesuai kondisi dan kemampuan Kapanewon selaku pemerintah.

“Di samping itu juga MUI Ngaglik sudah sangat berperan dalam pelaksanaan Tarweh Keliling yang kita laksanakan tahun ini sehingga Tarling Ramadan tahun ini sukses dan lancar atas dukungan MUI Ngaglik dan seluruh jajaran pengurusnya,” ujar Agung.

Agung juga berharap kepada MUI Kabupaten Sleman untuk bisa memberikan tausiah agar kondisi di Kapanewon Ngaglik tetap kondusif menghadapi tahun politik tahun 2024 yang sudah dalam persiapan menuju kesana. “Agar tidak terjadi gesekan antar kelompok atau golongan sehingga tetap kondusif,” harapnya.

Dalam pengajian syawalan sendiri diisi oleh Ahmad Fatah dengan memberikan pengetahuan tentang sejarah halal bihalal yang berkembang di Indonesia.  (Srp/KIM Ngaglik)




Komunitas Sepeda Algojo Meriahkan 6th Anniversary dengan Gowes Bareng

Sleman – Komunitas Antar Lintas Gowes Jogja (Algojo) menyelenggarakan acara peringan anniversary-nya yang ke-6 serta Halal Bi Halal dengan melakukan Gowes Bareng yang mengambil start di Halaman Kalurahan Condongcatur dan Finish di rintisan destinasi wisata Green Kayen Condongcatur, Depok, Sleman, Minggu (21/5/2023).

Gowes bareng yang diikuti 100 komunitas sepeda di DIY dan sekitarnya, bahkan ada peserta yang berasal dari Bengkulu tersebut menempuh perjalanan sejauh 20 Km, dipandu oleh marshal yang bertugas mengarahkan para peserta melewati rute yang telah ditentukan. Selain itu, panitia juga membagikan kupon undian berhadian sepeda dan doorprize lainnya.

Dalam sambutannya, Pembina Algojo, Reno Candra Sangaji menyampaikan tujuan digelarnya gowes bareng 6th Anniversary dan Halal BI Halal ini sebagai forum silaturrahim antar komunitas pecinta dan pe-hoby sepeda.

“Ajang untuk silaturahmi para goweser DIY dan sekitarnya, nglumpuke balung pisah dan kali ini mengambil Finish di rintisan desa wisata Green Kayen yang saat ini masih dalam proses pembangunan dan pengembangan yang telah dilengkapi bangunan joglo pindahan dari kalurahan condongcatur,” ujar Reno.

Reno menuturkan, sebagaimana tahun-tahun sebelumnya komitmen Komunitas Sepeda Algojo selalu ikut mempromosikan  destinasi wisata khususnya yang ada di Sleman untuk mengangkat potensi wisata yang ada. Sehingga masyarakat sekitar bisa mendapatkan manfaat dengan pemberdayaan UMKM, sekaligus mempromosikan destinasi wisata.

“Para Goweser mempunyai semangat yang sama selalu menjaga kekompakkan, setiap dimana kita mengadakan kegiatan touring seperti di daerah Jawa Tengah, Jawa barat, Jawa timur kita pasti  singgah dan di sambut oleh komunitas goweser setempat karena para  goweser mempunyai prinsip paseduluran saklawase,” tukas Reno.

Sementara Ketua Algojo, Gianto menyampaikan bahwa dalam acara ini juga melakukan kegiatan sosial dengan memberikan santunan bagi anak yatim dan pemberian paket sembako kepada 30 orang penerima warga sekitar (Kayen dan Krikilan) sebagai wujud ikut berbagi kebahagian kepada mereka

Sedangkan Sesepuh Goweser DIY, Heru Rasya mengucapkan selamat ulang tahun ke 6 kepada komunitas ALGOJO.

“Semoga tambah kompak  guyup, rukun dan selalu kreatif dalam menyelenggarakan kegiatan Gowes Bareng yang dikemas dengan bakti sosial dan promosi destinasi wisata,” ungkapnya. (Wasana/KIM Depok)