1.112 Peserta Ikuti Sembada Run 2023

Sleman – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Sleman ke 107 Kabupaten Sleman, Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kabupaten Sleman bekerjasama dengan KONI Sleman dan SMA Negeri 1 Seyegan menyelenggarakan Sleman Sembada Run pada Minggu, (7/5). Bertempat di halaman SMA Negeri 1 Seyegan, acara tersebut dibuka dan para peserta dilepas secara langsung oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo

Kustini menyatakan, Sembada Run sebagai ajang untuk memperoleh bibit bibit atlet pada cabang olahraga lari. Ia berharap dengan acara seperti ini akan didapat atlet lari profesional yang dapat mewakili Kabupaten Sleman di tingkat nasional bahkan mewakili Indonesia di tingkat Internasional.

“Saya mendukung acara ini dalam upaya mencari bibit bibit atlet unggul untuk menjadi atlet yang berprestasi,” ujarnya

Kustini juga mengajak masyarakat untuk berolahraga untuk menjaga kebugaran dan kesehatan. Ia mengajak masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas jogging track yang telah dibangun Pemkab Sleman di beberapa Kapanewon untuk menjadi sarana masyarakat untuk berolahraga. 

Sementara itu, Ketua PASI Kabupaten Sleman, Aris Priyanto dalam laporannya menyampaikan bahwa tahun ini Sembada Run 2023 diikuti peserta yang terdiri dari kalangan umum, SMA, SMP, dan SD dengan rute mengitari wilayah Kapanewon Seyegan.

“Kami berharap kegiatan ini bisa menghasilkan mutiara-mutiara baru yang bisa berlaga di tingkat internasional seperti Mutiata Oktarani, atlet Kabupaten Sleman yang sedang berlaga di Sea Games Kamboja,” ujarnya

Penyelenggaraan Sleman Sembada Run kembali digelar pada tahun 2023 setelah 2 tahun ditiadakan akibat pandemi. Aris berharap dukungan yang diberikan oleh KONI Sleman dan Pemkab Sleman dapat terus berjalan sehingga acara ini dapat diselenggarakan rutin setiap tahunnya.




Bupati Sleman Ajak Masyarakat Kembangkan Potensi Desa Melalui Budaya

Sleman – Pemerintah Kalurahan Tirtomartani, Kapanewon Kalasan, memperingati Hari Jadi Kalurahan ke-76 pada, Sabtu (6/5). Ratusan warga turut merayakan dengan mengikuti kirab budaya dan upacara yang dilaksanakan di Lapangan Raden Ronggo Tirtomartani. Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, hadir dan mengikuti jalannya upacara.

Kustini menyampaikan rasa syukur atas peringatan Hari Jadi Kalurahan Tirtomartani. Dengan usia 76 tahun saat ini, menjadi pencapaian dari hasil kerja keras seluruh pihak, khususnya masyarakat Tirtomartani. Kustini juga mengapresiasi pelaksanaan Kirab Budaya sebagai upaya pelestarian budaya.

“Saya mengapresiasi pelaksanaan Kirab Budaya ini. Selain merekatkan warga dengan rasa kebersamaan, juga sebagai upaya menjaga dan melestarikan budaya kita,” kata Kustini.

Kustini berharap, peringatan Hari Jadi Kalurahan Tirtomartani, dapat menjadi momentum untuk meningkatkan perekonomian yang lebih baik, dan membawa masyarakat pada kemakmuran. Kustini pun mengajak masyarakat untuk menjaga kerukunan, sikap gotong royong, dan sikap saling menghargai untuk mewujudkan Sleman sebagai rumah bersama.

“Semoga dengan upaya kita dalam melestarikan budaya dan tradisi, dapat menjadi sarana untuk mengembangkan perekonomian masyarakat dan merekatkan kerukunan antarwarga,” ucap Kustini.

Pada kesempatan yang sama, Wahyu Widada, Panitia Hari Jadi Kalurahan Tirtomartani menjelaskan, peringatan pada tahun ini melibatkan 17 padukuhan yang masing-masingnya membawa hingga 50 peserta. Ia mengatakan, perayaan Hari Jadi tak sekadar menjadi pesta namun juga sebagai wujud rasa syukur dari seluruh komponen masyarakat Tirtomartani.

“Acara ini merupakan agenda tahunan yang selalu dilaksanakan. Kami harapkan juga bisa menambah guyup masyarakat, rasa saling memiliki, dan menumbuhkan rasa kebersamaan,” ujar Wahyu.

Tak hanya kirab, peringatan Hari Jadi Kalurahan Tirtomartani dirangkai dengan pengukuhan Rintisan Desa Budaya yang dipimpin oleh Bupati Kustini. Wahyu menambahkan, masyarakat Tirtomartani juga akan dihibur dengan pentas budaya, pentas seni jathilan, pameran potensi kalurahan, pentas orkes keroncong, gebyar PAUD, dan pelaksanaan senam bersama.




Puncak Peringatan Hardiknas 2023, PGRI Kapanewon Pakem Gelar Karya Siswa dan Guru

Pakem – Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kapanewon Pakem menyelenggarakan Puncak Acara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Sabtu (6/5/2023) di Aula Kalurahan Hargobinangun Kapanewon Pakem Sleman DIY.  Dalam kesempatan tersebut digelar berbagai hasil karya siswa dan guru, mulai dari aneka jenis makanan, foto-foto, lukisan hingga kerajinan tangan serta best practices guru. 

Sementara di dalam aula digelar pentas potensi siswa seperti menari, story-telling, pantomim, menyanyi tunggal, hingga maca pat.  Tak ketinggalan guru-guru juga menampilkan senam poco-poco. Pada kesempatan tersebut diserahkan hadiah lomba best practice (praktek mengajar terbaik) bagi guru. 

Kawit Suharja, Ketua Panitia yang juga Ketua PGRI Kapanewon Pakem mengapresiasi para guru yang telah berpartisipasi pada Peringatan Hardiknas. Berkat adanya kolaborasi antara guru peserta didik serta wali murid, berbagai potensi potensi dapat dipamerkan. 

“Pakem gudangnya para cendekiawan, banyak orang pintar, sekolah dan lembaga Pendidikan bermutu, mari kita terus berkarya untuk Pendidikan Indonesia,” lanjut Suharja yang disambut tepuk tangan hadirin. 

Hadir di acara tersebut Panewu, Kapolseh, Danramil Kapanewon Pakem, pejabat Dinas Pendidikan Sleman, para kepala sekolah serta guru-guru TK hingga SMA.  Puncak Peringatan Hardiknas bertajuk “Guru Bangkit Pulihkan Pendidikan, Indonesia Kuat Indonesia Maju” itu juga untuk ajang syawalan bagi pengurus dan anggota PGRI Kapanewon Pakem.

Guru juga manusia tak lepas dari permasalahan yang terkadang berurusan dengan beberapa pihak seperti kepolisian.  Untuk meneguhkan harkat dan martabat guru, telah ditandatangani Memorandum of Understanding (MOU) antara Pengurus PGRI Sleman dengan Kepolisian. 

“Disepakati bahwa semua guru yang kebetulan bersinggungan dengan permasalahan tidak boleh ditangkap saat bertugas mengajar. Untuk menghubungi guru saat mengajarpun harus sesuai aturan serta mendapat ijin dari kepala sekolah selaku atasan,” imbuh Kawit.

Kawit beserta jajarannya serta Pengurus PGRI Sleman juga sudah melakukan langkah-langkah strategis terhadap guru-guru P3K yang SK-nya dibatalkan oleh pusat. 

“PGRI membuat tim melakukan berbagai upaya agar pembatalan tersebut ditinjau ulang.  Hasilnya, porsi khusus bagi guru P3K yang SK-nya dibatalkan,” lanjut Suharja. 

“Adanya guru-guru yang harus mutasi karena sekolahnya kedatangan guru-guru baru, harus disikapi dengan arif dan bijaksana,” pesan Kawit. (Edy – KIM Sumber Biwara Moyudan)




Pekan Olahraga Kabupaten Sleman 2023 Resmi Dibuka

Sleman – Pekan Olahraga Kabupaten (PORKAB) Sleman Tahun 2023 resmi dibuka di Lapangan Pemda Kabupaten Sleman, Sabtu (6/5/2023). Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo membuka secara langsung gelaran Porkab yang ditandai pelepasan 17 burung merpati bersama dengan Forkopimda Sleman.

Defile atlet Porkab dari 17 Kapanewon di wilayah Sleman, mengawali kegiatan pembukaan Porkab Sleman tahun 2023 di Lapangan Pemda Sleman. Parade atlet ini juga diiringi oleh pasukan Drumband SMKN Cangkringan dan purna Paskibra Indonesia Kabupaten Sleman.

Ketua Umum KONI Sleman, Joko Hastaryo mengatakan Porkab Sleman merupakan agenda rutin dua tahunan yang diselenggarakan KONI Sleman. Joko menjelaskan Porkab terakhir dilaksanakan pada tahun 2018 lalu. Dikarenakan adanya covid 19, Porkab Sleman baru bisa diselenggarakan kembali pada tahun 2023.

“Porkab Sleman baru dapat dilaksanakan kembali tahun ini (2023). Pada tahun ini Porkab diikuti oleh 17 Kapanewon dan mempertandingkan 9 cabang olahraga anggota KONI,” jelasnya.

Dalam gelaran Porkab Sleman tahun 2023 ini jumlah cabang olahraga yang dipertandingkan meningkat dibanding tahun sebelumnya yaitu hanya 8 cabang olahraga.

Dalam kesempatan tersebut, Joko juga menyampaikan bahwa Porkab tahun 2023 ini melibatkan sebanyak atlet yang terdiri dari 770 atlet putra dan 395 atlet putri, serta official sebanyak 223 orang.

“Dari 9 cabang olahraga yang dipertandingkan dalam Porkab 2023, ada 16 medali emas yang diperebutkan. Dan gelaran Porkab akan berlangsung mulai 6 Mei 2023 sampai dengan 13 Mei 2023,”  jelasnya.

Sementara itu, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengatakan Kegiatan Porkab ini merupakan salah satu wahana untuk mengevaluasi prestasi para atlet dan pembina cabang olah raga prestasi di Kabupaten Sleman.

“Melalui ajang Porkab ini, kemampuan, fisik, mental dan skill hasil latihan para atlet dapat diketahui kualitas dan efektivitasnya,” katanya.

Kustini juga menyebut pelaksanaan Porkab ini dapat menjadi salah satu alternatif yang akan berperan sebagai wadah pembinaan olah raga yang dilakukan secara terukur dan berkesinambungan. Ia juga berharap melalui Porkab ini akan terjaring atlit-atlit berprestasi untuk membawa nama harum Kabupaten Sleman baik ditingkat regional, nasional dan internasional.




Adhyaksa Peduli Stunting Melalui Gerakan Nasional Aksi Bergizi di SMA Negeri 1 Seyegan

Sleman – Dinas Kesehatan Sleman bekerja sama dengan Kejaksaan Negeri Sleman dan Puskesmas Seyegan menggelar Adhyaksa Peduli Stunting melalui Gerakan Nasional aksi Bergizi di Aula Lantai II SMA Negeri 1 Seyegan, Sleman, Jumat (5/5/2023).

Kegiatan diawali dengan senam pagi di halaman sekolah dan dilanjutkan dengan sarapan pagi bersama dan setelah itu baru dilaksanakan acara talk show Gerakan Nasional Aksi Bergizi.

Mengambul tema Cegah Stunting Itu Penting, kegiatan ini menghadirkan 2 narasumber yaitu Ginanjar Danar Pamenang, dari Kejaksaan Negeri Kabupaten Sleman dan dr. Adit dari Puskesmas Seyegan.

Kepala SMA N 1 Seyegan, Kristya Mintareja menyampaikan ucapan terima kasih kepada Dinkes, Kejari dan Puskesmas Seyegan yang telah menunjuk SMA N 1 Seyegan menjadi pilot Gerakan Nasional Aksi Bergizi dalam mencegah stunting.

“Sangatlah tepat bila yang disasar adalah siswi karena kaum wanita adalah calon ibu yang perlu mendapat edukasi berkaitan dengan asupan gizi yang harus dipenuhi,” ujar Kristya.

Kristya memberi gambaran bahwa di SMA N 1 Seyegan setiap tahunnya dari 324 peserta didik baru, 20% nya adalah pendaftar afirmasi/tidak mampu.

“Hal ini menjadi tanggung jawab bersama,  bagi siswa afirmasi tidak hanya dibebaskan dari administrasi keuangan  tapi juga dipedulikan asupan gizinya selama menempuh pendidikan. Artinya pendidikan juga berkontribusi untuk  pencegahan stunting,” imbuhnya.

Kristya juga mempunyai gagasan untuk membuat Kantin Keikhlasan di sekolahnya, siswa/i silakan mengambil makanan di kantin yang telah disediakan, dan membayar seikhlasnya bagi yang mampu dan bagi yang tidak mempunyai uang tidak usah membayar.

Di akhir sambutannya, Kristya mengingatkan kepada peserta bahwa wanita adalah madrasah yang pertama bagi manusia, sehingga mempersiapkan wanita yang sehat adalah utama karena ada 3 aspek yang harus dibebankan kepada wanita yaitu akhlak, kecerdasan dan ketrampilan.

Ginanjar, Jaksa dan Kasi Intelijen Kejari Sleman yang menjadi narasumber pertama  dalam Talk show menceritakan tentang pola asuh yang dialaminya waktu kecil. Terlebih mengenai asupan gizi yang diperoleh sehingga menjadi Jaksa seperti sekarang ini.

“Asupan Gizi yang cukup merupakan modal untuk masa depan terlebih untuk Wanita sebagai calon ibu, guna mempersiapkan anak-anak yang sehat,” terang Ginanjar.

dr. Adit dari Puskesmas Seyegan sebagai pembicara kedua menyampaikan bagaimana supaya hidup sehat, asupan gizi seperti apa yang seimbang dan manfaat tablet tambah darah sebagai upaya penambahan zat besi bagi wanita.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan gerakan minum tablet tambah darah bagi 100 siswi yang hadir. Sebelumnya juga telah dilaksanakan pemeriksaan HB untuk 360 anak di 6 kelas. Pemeriksaan HB ini berkaitan dengan asupan gizi.

Sebagai closing statemen dari nara sumber adalah diharapkan aksi bergizi di SMA N 1 Seyegan ini menjadi pemicu gerakan gerakan selanjutnya. Untuk itu ditunggu partisipasi pihak pihak terkait untuk mewujudkan Sumber Daya Manusia yang meningkat sehingga stunting dapat turun secara signifikan. Acara yang digelar pada puku wib tersebut berakhir pada pukul wib. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)