Sleman Bagikan 8.510 Kilogram Beras untuk Masyarakat Condongcatur

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Sosial Kabupaten Sleman bekerja sama dengan Badan Pangan Nasional dan Kalurahan Condongcatur melakukan pembagian beras gratis di Gedung Serbaguna Kalurahan Condongcatur, Kamis (04/05/2023). Kegiatan ini merupakan upaya Pemerintah Kabupaten Sleman dalam membantu masyarakat kurang mampu yang berdasar pada data kemiskinan.

“Total 851 KK masyarakat Kalurahan Condongcatur. Satu KK akan mendapatkan 1 karung beras 10 kg. Pembagian beras akan dilaksanakan 3 sesi pada hari ini serta melibatkan pendamping TKA dan TKSK,” jelas Govan Gomara selaku Pendamping Sosial dari Dinas Sosial.

Pembagian beras ini merupakan agenda tahunan yang tidak dapat dipastikan karena melihat dari ketersediaan beras yang ada di Bulog. Meski begitu, masyarakat berharap agar setiap tahunnya kegiatan ini dapat terlaksana di Kalurahan Condongcatur. (Halen Juventina/KIM Depok)




Bupati Dorong PPS Sleman Dukung Regenerasi Petani

Sleman – Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengukuhkan Pengurus Forum Komunikasi Penyuluh Pertanian Swadaya (FORKOM PPS) Kabupaten Sleman periode 2023 – 2027 bertempat di Kopi Merapi Cangkringan, pada Rabu (3/5/2023).

Pengukuhan dilakukan terhadap 17 Pengurus Forkom PPS Kabupaten Sleman yang merupakan perwakilan dari 17 Kapanewon di Wilayah Kabupaten Sleman.

Dalam pengukuhan tersebut, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyampaikan perlunya keberadaan Forkom PPS khususnya untuk memberikan masukan dan saran yang membangun bagi kemajuan pertanian di Kabupaten Sleman.

“Saya berharap dengan dikukuhkannya kepengurusan Forum Komunikasi Penyuluh Pertanian Swadaya Kabupaten Sleman ini dapat menjadi jembatan antara pemerintah dengan para petani dari tingkat Kabupaten sampai tingkat Padukuhan. Dengan demikian semua informasi terkait pertanian, peternakan seperti pelatihan, pameran, penguatan permodalan dapat tersampaikan dengan baik,” katanya.

Selain berperan aktif menjadi pendamping dan mitra usaha para petani, Kustini menyebut pengurus Forkom PPS Sleman ini juga diharapkan mendukung upaya Pemerintah dalam mewujudkan regenerasi petani dengan merangkul para petani milenial yang ada di sleman.

“Selama ini PPS berperan aktif mendampingi para petani untuk kemajuan dan kesejahteraan para petani di sleman. Namun, saat ini PPS juga hendaknya berbagi pengalamannya, ilmunya, kepada para generasi muda sehingga generasi muda memiliki minat untuk bertani. Saya khawatir nanti upaya yang dilakukan selama ini oleh seluruh pihak untuk memajukan pertanian. tidak ada penerusnya karna generasi muda yang enggan menjadi petani,” ujar Kustini.

Sementara itu, Ketua Fokom PPS Sleman, Untari mengatakan bahwa pihaknya selalu siap untuk bersinergi bersama Pemerintah Kabupaten Sleman melalui peran aktif PPS yang tersebar di seluruh UPT 1 sampai UPT 8 di wilayah Kabupaten Sleman.




Bupati Sleman Dorong Sinergisitas Pemerintah Kalurahan Dan Pemkab Sleman

Sleman – Paguyuban lurah dan pamong kalurahan se-Kabupaten Sleman yang tergabung dalam Suryo Ndadari kembali mengadakan Syawalan pada Rabu (3/5/2023), bertempat di gedung serbaguna Pemkab Sleman. Hadir pula pada acara tersebut Bupati dan Wakil Bupati Sleman, Sekda Sleman, kepala OPD, serta sejumlah pihak terkait lainnya.

Syawalan Suryo Ndadari kali ini mengangkat tema “Menuju Kalurahan Berbudaya dan Profesional”. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin setiap tahun yang bertujuan untuk menjalin silaturahmi antara lurah dan pamong kelurahan dengan Pemerintah Kabupaten Sleman.

Sukiman, selaku Ketua Panitia Syawalan Suryo Ndadari menyebut acara ini diikuti oleh sebanyak 1900 pamong dan 427 staf kalurahan. Meski begitu, ia memastikan kegiatan pelayanan di kantor kalurahan tetap berjalan normal seperti biasa.

“Meskipun kita euforia syawalan disini, tapi pelayanan masih berjalan seperti yang telah direncanakan,” jelasnya.

Sementara Ketua Suryo Ndadari, Irawan, dalam sambutannya menyampaikan tiga permintaan paguyuban Suryo Ndadari kepada Pemerintah Kabupaten Sleman. Diantaranya yakni peningkatan dan pemerataan tunjangan bagi lurah dan pamong, pemberian Kartu Indonesia Pintar (KIP) untuk anak-anak lurah dan pamong, serta pemberian Kartu Indonesia Sehat (KIS) bagi lurah dan pamong yang sudah purna tugas.

“Kami tahun lalu juga seperti ini mengajukan permintaan kepada Bupati, maka kami juga berterima kasih kepada ibu bupati dan seluruh jajaran Pemkab Sleman yang telah menaikkan Siltap kami sebesar 250 ribu rupiah,” kata Irawan.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, mengapresiasi kegiatan syawalan yang digelar oleh paguyuban Suryo Ndadari ini. Menurutnya acara ini merupakan wadah untuk semakin menguatkan sinergitas antara lurah beserta para pamong kalurahan dengan jajaran Pemerintah Kabupaten Sleman.

“Pemkab Sleman tentu tidak bisa bekerja sendiri, maka perlu adanya sinergi salah satunya dengan lurah dan pamong kelurahan,” ujarnya.

Menanggapi usulan yang disampaikan ketua paguyuban Suryo Ndadari, Bupati Sleman mengatakan ia bersama jajarannya akan mengkaji lebih lanjut usulan tersebut terkait dengan peraturan perundang-undangan dan pendanaan.

“Demi meningkatkan kesejahteraan lurah dan pamong kalurahan memang harus ada sinergi Pemerintah Kabupaten Sleman. Maka mari bersinergi bersama sesarengan mbangun Sleman,” kata Kustini.




Pemkab Sleman Alokasikan 200 Juta per Lokasi untuk TMMD Sengkuyung 2023

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman bersama dengan Kodim 0732/Sleman kembali akan melaksanakan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung yang rencananya akan dibuka pada Rabu 10 Mei 2023 sampai dengan 8 Juni 2023. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan (PMK) Sleman, Samsul Bakri menuturkan bahwa pada tahun ini, Pemkab Sleman akan melaksanakan TMMD dan Karya Bakti di 17 lokasi yang tersebar di 17 kapanewon se-Kabupaten Sleman. Hal tersebut disampaikannya saat melakukan penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) anggaran yang akan digunakan untuk pelaksanaan TMMD Sengkuyung dan Karya Bakti 2023.

“Ada 3 TMMD Sengkuyung yaitu di Tempel, Gamping, dan Godean serta 14 sisanya merupakan Karya Bakti,” ujar Samsul Bakri dalam acara Penandatangan NPHD yang akan digunakan untuk TMMD 2023, Rabu (3/5/2023) di Op Room Dinas PMK Sleman.

TMMD ini sendiri dilaksanakan untuk meningkatkan sinergisitas antara masyarakat, pemerintah, serta TNI dalam melaksanakan pembangunan, terutama di tingkat kalurahan agar dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat.

“Kegiatan ini untuk meningkatkan peran TNI dalam keterlibatan kegiatan pembangunan di Kabupaten Sleman. Sehingga dapat mengintegrasikan TNI dengan masyarakat. Hasil kegiatan ini juga dapat bermanfaat bagi masyarakat, dengan alokasi dana yang terbatas,” ujar Samsul.

Menurut keterangan Samsul, untuk kegiatan TMMD Sengkuyung ini Pemkab Sleman telah mengalokasikan bantuan senilai Rp 200 juta per lokasinya. Sedangkan untuk Karya Bakti, alokasi bantuannya adalah sebesar Rp 60 juta rupiah per lokasi.

“InsyaAllah nanti akan dilakukan pembukaan di Kapanewon Tempel pada hari Rabu tanggal 10 Mei 2023, akan dibuka langsung oleh Bupati Sleman di Lapangan Lumbungrejo,” ungkap Samsul.

Pada kesempatan tersebut, Samsul juga mengimbau agar pelaksanaan TMMD Sengkuyung ini dapat dilaksanakan dengan tertib administrasi, sesuai dengan koridor yang berlaku.

Sementara itu, Pasiter Kodim 0732/Sleman, Kapten Inf Sujana menuturkan bahwa TMMD merupakan program kerja sama lintas sektoral antara TNI dengan lembaga pemerintah, baik itu pusat maupun daerah.

“Salah satu tugas dari Kodim 0732/Sleman yaitu membantu pemda dan masyarakat dalam upaya membantu pembangunan di daerah melalui giat TMMD ini,” terangnya.

Sujana juga menjelaskan bahwa pada TMMD Sengkuyung 2023 ini, ada beberapa sasaran yang ingin dicapai, baik itu sasaran fisik maupun non fisik.

“Untuk fisik seperti pembangunan corblok jalan, talud, dan pembangunan untuk rumah tidak layak huni (RTLH). Sementara untuk sasaran non fisiknya adalah pencegahan stunting dengan meningkatkan peran posyandu dan posbindu PTM (penyakit tidak menular), wawasan kebangsaan dan bela negara, kamtibmas, kejahatan jalanan, dan bullying,” tambah Sujana lagi.




Buku Pedoman Rujukan Maternal Neonatal Kabupaten Sleman 2023 untuk Tingkatkan Kesehatan Ibu dan Bayi

Sleman – Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa meluncurkan buku Pedoman Rujukan Maternal Neonatal Kabupaten Sleman Tahun 2023 pada Rabu, (3/5/2023) di Hotel Crytsal Lotus. Pedoman tersebut nantinya dapat diterapkan dengan Diseminasi hasil Audit Maternal Perinatal Surveilans Respons (AMP-SR) dalam upaya peningkatan sistem dan mutu pelayanan kesehatan.

Dalam arahannya, Danang menyampaikan bahwa pedoman ini merupakan upaya Pemkab Sleman melalui Dinas Kesehatan dalam upaya peningkatan kesehatan ibu dan anak serta mengakselerasi upaya penurunan angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Sleman

“Dengan peluncuran pedoman rujukan maternal neonatal ini menjadi upaya kami dalam meningkatakan kesehatan ibu dan anak serta mengakselerasi upaya penurunan angka kematian ibu dan bayi di Sleman,” ujarnya.

Lebih lanjut, Danang menyampaikan penurunan AKI terus dilakukan termasuk melalui pelaksanaan Audit Maternal Periantal-Surveilans Respons (AMP-SR). Melalui AMP SR nantinya dapat dilakukan proses identifikasi, menentukan penyebab kematian dan derajat kemungkinan pencegahan kematian ibu.

“Saya harap upaya ini dapat dimanfaatkan untuk menyusun langkah-langkah yang akan mencegah terjadinya kematian serupa di masa mendatang serta menyusun rekomendasi dari pengkajian kasus perinatal,” ujarnya

Sementara itu, Plh. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Novita Krisnaeni dalam laporannya menyampaikan Diseminasi AMP-SR dalam rangka penerapan pedoman rujukan maternal neonatal dilatarbelakangi dari Angka Kematian Bayi (AKB) dan Angka Kematian Ibu (AKI) yang masih menjadi permasalahan di Kabupaten Sleman.

“Salah satu upaya kami dalam mengurangi AKB dan AKI yakni menerbitkan pedoman rujukan maternal neonatal sejak tahun 2017 dan tiap tahunnya selalu kita lakukan update,” jelasnya

Lebih lanjut, Novita juga menyampaikan tahun ini BPJS Kesehatan juga sudah ikut dalam pembaruan pedoman rujukan maternal neonatal tahun dan berharap dapat terus mengakselerasi penurunan AKI dan AKB di Kabupaten Sleman

Pada Tahun 2022 di Kabupaten Sleman jumlah kematian ibu sebanyak 11 kasus dengan AKI sebesar 91,61 per kelahiran hidup, menurun dibanding tahun 2021 yaitu sebanyak 45 kasus kematian dengan AKI sebesar 63,40 per kelahiran hidup. Untuk tahun 2023 sampai dengan bulan Mei terdapat 2 kasus jumlah kematian ibu di Kabupaten Sleman.