Bupati Minta Pendidik di Sleman Tingkatkan Kolaborasi Dengan Orang Tua

Sleman – Sebagai upaya peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Sleman, Dinas Pendidikan Sleman menyelenggarakan Seminar Hari Pendidikan Nasional, Rabu (3/5/2023). Acara yang di selenggarakan di Grha Sarina Vidi itu, mengangkat tema “Pendidikan Sebagai Investasi Peradaban”. Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, hadir membuka dan memberikan arahan kepada para pemangku pendidikan di Kabupaten Sleman.

Kepala Dinas Pendidikan Sleman, Ery Widaryana, mengatakan bahwa tenaga pendidik memiliki tantangan berat dalam dunia pendidikan. Dengan dinamika pendidikan yang maju begitu pesat, para tenaga pendidik dituntut untuk kreatif dan inovatif untuk memajukkan peradaban. Ery menyampaikan, salah satu tujuan diselenggarakan seminar adalah untuk meningkatkan wawasan pendidikan karakter melalui penguatan profil pelajar Pancasila.

“Diharapkan melalui kegiatan seminar nanti kita punya satu tekad bersama bagaimana mewujudkan pendidikan di Sleman yang berkualitas dalam rangka mencetak lulusan yang kompeten dan berakhlak mulia,” kata Ery.

Ery berharap, melalui kegiatan ini dapat melahirkan inovasi dalam dunia pendidikan melaui profil pelajar Pancasila. Untuk memaksimalkan hasil, pihak Dinas Pendidikan Sleman pun menghadirkan beberapa narasumber di antaranya, Guru Besar Universitas Negeri Yogyakarta Prof Anwar Effendi, dan Dr. Drs. Sugiman, , dan Dewan Pendidikan Yogyakarta Prof. Dr. Drs. Sugiman, .

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, pada sambutannya mengatakan Seminar Hari Pendidikan Nasional mendukung upaya Pemkab dalam merealisasikan visi misi yang telah dicanangkan pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Sleman Tahun 2021-2026, yaitu “Terwujudnya Sleman Sebagai Rumah Bersama Yang Cerdas, Sejahtera, Berdaya Saing, Menghargai Perbedaan dan Memiliki Jiwa Gotong Royong”.

“Pendidikan menjadi salah satu prioritas pembangunan di Kabupaten Sleman melalui penguatan pendidikan karakter. Upaya untuk membangun generasi emas yang berakal cerdas, berkarakter dan berdaya saing tidak dapat terlepas dari pendidikan karakter sebagai pondasi dan roh utama pembangunan bangsa,” jelas Kustini.

Kustini turut mengingatkan terkait peran keluarga sebagai pusat pendidikan. Sebab saat ini banyak keluarga yang menyerahkan tanggung jawab pendidikan sepenuhnya pada sekolah. Sehingga, Kustini mengharapkan kolaborasi yang sehat di antara pemerintah, pendidik, keluarga dan masyarakat untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

“Pendidikan harus dilakukan secara terprogram, sinergis, dan berkelanjutan. Dibutuhkan sinergi, kolaborasi yan harmonis antara keluarga, masyarakat, sekolah maupun dengan pemerintah untuk membangun lingkungan yang kondusif bagi pelaksanaan pendidikan anak-anak kita,” tegas Kustini.

Kustini pun mengajak pelaku pendidikan, tokoh masyarakat dan orang tua untuk bersama-sama memberikan pendidikan yang terbaik bagi generasi penerus bangsa di Kabupaten Sleman. Dengan begitu, diharapkan kualitas pendidikan di Sleman dapat meningkat, dan kasus kenakalan remaja pun dapat menurun.




Ungkapan Rasa Syukur atas Hasil Panen, Petani Sayur Sleman Utara Bagikan Sayuran Gratis

Di tengah merosotnya harga sayur mayur belakangan ini, sejumlah petani di Sleman Utara justru melakukan aksi berbagi sayuran kepada pengguna jalan di pertigaan Jalan Kaliurang Km 8.3 Prujakan, Dayu, Sinduharjo, Ngaglik pada Selasa (02/05/2023).

Koordinator kegiatan, Slamet Sugiyono mengatakan bahwa kegiatan ini murni amal dari para petani yang bergerak mengelola hortikultura, tidak ada tuntutan kepada pemerintah terkait merosotnya harga, tidak membawa nama komunitas tertentu, tidak disponsori oleh siapa pun, dan tidak ada hubungannya sama sekali dengan kampanye politik.

Persiapan yang dilakukan pun sangat singkat, hanya butuh 5 hari untuk mempersiapkan kegiatan tersebut. “Alhamdulillah, banyak di-support oleh petani hortikultura. Dari para donatur bisa terkumpul cabai rawit 280 kg, cabai merah keriting 93 kg, kacang panjang 60 kg, sawi 100 kg, tomat 40 kg, dan semuanya habis dibagikan hanya dalam waktu setengah jam saja,” kata Slamet.

Ia mengatakan bahwa aksi ini merupakan bentuk rasa syukur kepada Tuhan atas anugerah tanah yang subur, air yang melimpah, serta hasil panen yang cukup lumayan. Slamet juga menjelaskan bahwa aksi ini baru pertama kali dilakukan yang untuk selanjutnya akan menjadi agenda rutin tahunan.

Aksi tersebut juga merupakan salah satu kepedulian dan pengabdian petani kepada masyarakat sekaligus menggugah kesadaran para petani agar tidak saja memikirkan diri sendiri tapi juga orang lain.

“Mungkin selama ini kita hanya berpikir materi saja, memutar otak bagaimana caranya tanaman subur, panen melimpah, menekan biaya produksi, dan berharap harga selalu tinggi. Tetapi dengan berbagi sedekah inilah saatnya kita memikirkan orang lain, menyadarkan bahwa sebagian dari rezeki yang kita dapat adalah milik orang lain,” ungkapnya

Pada momen ini, Slamet berharap makin banyak petani bergabung untuk beramal dan berbagi hasil panen kemudian akan disalurkan ke panti asuhan, pondok pesantren, atau kepada orang orang yang membutuhkan. (Upik Wahyuni/KIM Donoharjo)




Sedekah Sampah Ngaran Asri Margokaton Studi Tiru di GSTC Pajangan Bantul

Sleman – Pengelola sedekah  sampah “Ngaran Asri” dari Padukuhan Ngaran, Margokaton, Seyegan mengadakan studi tiru di Gowasari Traning Centre (GSTC) Pajangan Bantul, suatu kawasan pengelolaan sampah berbasis industri, Selasa (2/05/2023).

Kegiatan yang didanai dari Pagu Usulan Partisipasi Masyarakat (PUPM) Kapanewon Seyegan sepenuhnya dibiayai oleh Dinas Lingkungan Hidup /DLH Kabupaten Sleman.

Sebanyak 30 peserta mengikuti kegiatan tersebut yang terdiri  dari pengurus Sedekah Sampah, RT, RW, KWT, Kader dan didampingi dari wakil kalurahan, Kapanewon, Puskesmas dan relawan JPSM.

Muhammad Yidin, Sub-Koordinator Kelompok Substansi Pengelolaan Persampahan Bidang Kebersihan dan Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau DLH Sleman menyampaikan bahwa studi tiru ini merupakan salah satu bentuk peningkatan kapasitas bagi pengelola sampah agar termotivasi untuk meniru dan memodifikasi apa yang bisa dilihat di GSTC.

Sedangkan Suhadi, Pengelola Pembinaan dan Pengembangan Perekonomian pada Jawatan Kemakmuran Kapanewon Seyegan menyampaikan ucapan terima kasih kepada GSTC yang sudah mau menerima kegiatan studi tiru dari Seyegan.

“Saya berharap apa yang dilihat dan disampaikan oleh bara sumber dari GSTC dapat diduplikasi di Margokaton,” ujarnya.

Boy Candra, Pemilik GSTC  dalam paparannya menceritakan tentang perjalanan mengelola GSTC yang dirintis pada tahun 2020. Dari mengumpulkan plastik bekas, botol air mineral akhirnya memotivasi Boy untuk menjadi pejuang lingkungan sekaligus menjadikan sampah menjadi main bisnisnya.

Menempati areal kurang lebih 2 Ha dengan status menyewa tanah kas desa ini, Boy meningkatkan aktivitasnya dengan mengelola sampah secara terpadu namun tetap berbasis eco planner atau ekonomi kerakyatan.

“Sampah harus selesai di Gowasari, tidak perlu TPST begitu semboyannya. Artinya GSTC menjadi tempat mengolah sampah tanpa sampah,” terang Boy.

Dengan semangat yang dibangun oleh Boy inilah akhirnya di GSTC ini bisa dilihat pengelolaan sampah organik dan anorganik secara paripurna.

“Prinsipnya semua sampah termanfaatkan dan seminimal mungkin menghasilkan residu,” tukas Boy.

Mengenai organisasi yang bernama Bank Sampah ataupun Sedekah sampah, Boy memberi apreasiasi yang tinggi dalam turut andil mengeliminir timbulan sampah. Namun Boy berpesan bahwa bank sampah/sedekah sampah jangan terpaku pada kegiatan yang sifatnya sosial saja tapi ditingkatkan menjadi kegiatan yang profesional.

Pada kesempatan itu pula, Boy mengajak peserta untuk membuat susunan pengurus Sedekah Sampah sebagai bentuk refreshing pengurus yang lama.

Sebagai narasumber kedua, Neni Widuri, seorang relawan peduli sampah mengajak dialog para peserta mengenai hal yang bersifat teknis dalam  pengelolaan sampah.

Neni mengajari peserta untuk bagaimana membuat eco-enzym, membuat sabun dari minyak jelantah, membuat pot dari pampers dan memberi contoh bijih plastik yang bisa digunakan untuk membuat sedotan dan tali rafia.

Neni memotivasi peserta bahwa sampah harus selesai sumbernya yaitu Rumah Tangga. “Sehingga semaksimal mungkin  sampah yang dihasilkan mempunyai nilai ekonomi,” ujar Neni.

Neni juga mengajak keliling di GSTC untuk melihat aktivitas pengelolaan sampah, dari mulai pemilihan, pencucian, pengeringan dan packing. Neni juga mempraktikkan cara membuat pot bunga dari limbah kain yang sudah tidak terpakai.

Acara kunjungan dalam rangka studi banding ini berakhir dengan melihat pengelolaan sampah organik dengan budidaya maggot. Mulai dari budidaya lalat BSF nya sampai panen maggot. Acara studi tiru berakhir pada pukul wib. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




TPA Al-Falah Awali Pembelajaran Pasca Lebaran dengan Syawalan

Moyudan – Taman Pendidikan Al-Quran ( TPA) Al-Falah Sombangan, Sumbersari, Moyudan, Sleman mengawali pembelajaran dengan kegiatan syawalan, Selasa ( 2/5/2023 ). Kegiatan yang digelar di Masjid Al-Falah dihadiri oleh seluruh santri dan wali santri TPA dan pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM).

Selaku direktur TPA Suci Rohyati dalam sambutanya menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran para tamu. Lebih lanjut ia menyampaikan permihonan maaf apabila selama mengasuh ada salah dan khilaf.

“Semoga kita masih dipertemukan lagi dibulan Ramadhan berikutnya,” harap Suci.

Ketua DKM H. Jazuli dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan TPA walau baru berjalan 2 tahun tetapi sudah mendapat kepercayaan dari warga untuk menitipkan putra putrinya belajar Al Qur’an.

“Marilah kita qur’ani untuk menggapai kebahagiaan dunia akhirat,” ajak Jazuli.

Tausiah syawalan disampaikan oleh ustadz Arkam, dalam tausiahnya beliau menyampaikan ada 5 B dalam idul fitri yaitu Bersilaturahmi, Bersalam-salaman, Bertaqwa, Berpuasa dan Berbajagia. Dalam ceramahnya yang menggunakan peragaan boneka untuk mendongeng cukup mendapat perhatian dari santriwan, santriwati TPA Al-Falah. (Giek/ KIM Sumber Biwara Moyudan )




Bupati Sleman Ajak Siswa Untuk Terus Kembangkan Kreativitas

Sleman – SMK Negeri 2 Godean kembali menyelenggarakan Gelar Karya Tugas Akhir kelas XII, pada Selasa (2/5/2023) di Sleman City Hall. Pameran bertajuk Baswara Asmaraloka itu menampilkan hasil kolaborasi karya siswa siswi jurusan tata boga, tata busana, dan tata kecantikan kulit dan rambut. Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, berkesempatan hadir memberikan dukungan dan arahan pada acara itu.

Kustini menyampaikan rasa bangga atas prestasi yang dilahirkan siswa SMK Negeri 2. Pameran tersebut diyakini Bupati dapat menjadi modal untuk menunjang kesuksesan di masa depan. Bupati berpesan, agar siswa tidak berhenti dan berpuas diri pada pencapaian hari ini dan terus mengembangkan potensi diri untuk meraih kesuksesan yang lebih besar.

“Ini merupakan pijakan pertama untuk berkreasi dan berinovasi. Sehingga untuk mencapai tujuan di masa depan, apabila dimulai dengan semangat dan rasa percaya diri, nanti akan sukses,” kata Kustini.

Kustini berharap, pelajar di Kabupaten Sleman dapat mandiri setelah lulus. Bahkan dapat menciptakan lapangan pekerjaan sesuai bidangnya masing-masing. Kustini juga berpesan kepada orang tua agar membantu anak dalam menggali potensinya. Dengan menjadi teman anak, maka orang tua akan lebih mudah membangun hubungan yang sehat dengan anak.

“Saya senang dan bangga dengan prestasi anak-anak SMK Negeri 2 Godean. Mari kita bersama menciptakan krativitas, inovasi, sekaligus mensejahterakan kita bersama,” pesan Kustini.

Ketua panitia pameran, Pramudi, melaporkan bahwa sebanyak 274 siswa kelas XII terlibat dalam acara tersebut. Disamping untuk menunjukkan eksistensi sekolah, Gelar Karya Tugas Akhir bertujuan untuk memberikan ruang kepada siswa dalam mengasah rasa percaya diri, serta sebagai bahan uji bagi para siswa.

“Acara ini juga hasil kerjasama dengan adik-adik kelas X dan XI. Sehingga mereka berkreasi bersama untuk menciptakan karya sesuai jurusannya. Hal ini juga yang menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami,” kata Pramudi.

Pramudi menambahkan, rangkaian acara dilaksanakan dengan penampilan fashion show hasil kolaborasi siswa jurusan tata busana dan tata kecantikan kulit dan rambut. Kemudian juga ada pameran kuliner hasil karya siswa jurusan tata boga.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Kustini Sri Purnomo sekaligus menyerahkan hadiah kepada para pemenang dan meninjau pameran hasil karya siswa SMK Negeri 2 Godean.