Wabup Sleman Ajak Masayarakat Dukung Semua Kegiatan Pelestarian Budaya

Sleman – Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa mendukung segala bentuk pelestarian seni budaya khususnya di wilayah Kabupaten Sleman.

Hal tersebut disampaikan Danang Maharsa saat menghadiri Gelar Seni Budaya Keistimewaan Kalurahan Sidokarto yang berlangsung di Desa Wisata Donowarih, Rewulu Wetan, Kalurahan Sidokarto, Godean, pada Minggu (30/4) malam.

“Pentas seni budaya, selain memberikan hiburan kepada masyarakat tentunya untuk melestarikan kebudayaan yang ada di Kabupaten Sleman, terutama untuk memberikan wawasan kepada generasi muda bahwa kebudaya kita harus terus dijaga dan dilestarikan,” katanya.

Danang juga mengungkapkan kebanggaannya atas antusias masyarakat yang hadir menyaksikan pentas seni budaya. Menurutnya, antusias masyatakat ini menjadi bukti tingginya perhatian masyatakat terhadap seni budaya yang ada di Sleman.

Pada kesempatan tersebut Danang mengatakan bahwa dia sangat mengapresiasi upaya seluruh perangkat desa kalurahan Sidokarto yang melaksanakan kegiatan pentas seni budaya sebagai bentuk pelestarian kebudayaan.

Disamping itu, dukungan dalam pelestarian seni budaya di sleman ini juga disampaikan oleh Ketua Komisi D DPRD DIY, Koeswanto yang juga hadir dalam kegiatan tersebut.

Dia mengataan, pelestarian seni budaya menjadi salah satu program yang terus diperjuangkan melalui pemanfaatan Dana Keistimewaan (Danais).

“Apapun yang menjadi program baik infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, bahkan seni budaya, akan diperjuangan sehingga bisa terselenggara seperti kegiatan saat ini (pentas seni budaya). Tujuannya tentu untuk melestarikan seni tradisi kita yang adiluhung jangan sampai hilang ditelan zaman atau bahkan tergantikan oleh budaya asing,” katanya.

Dalam kegiatan seni budaya ini juga dilakukan penyerahan Nomor Induk Kebudayaan oleh Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa kepada perwakilan Kelompok Seni Jathilan Kalurahan Sidokarto. (Humas Sleman)




Momentum Syawalan Perkokoh Kerukunan Warga

Sleman – Selama satu bulan umat Islam telah menunaikan ibadah Ramadan 1444 H.  Kaum muslimin dididik mengekang hawa nafsu, dibiasakan disiplin dalam beribadah, mulai dari puasa, sholat berjamaah hingga membaca Al-Qur’an. 

“Kebiasaan baik di bulan Ramadhan harus terus dipertahankan dan ditingkatkan. Juga ibadah sosial kemasyarakatan seperti saling membantu harus dipertahankan,” terang Ustaz Nova Andriyanto saat menyampaikan tausiah pada Halal Bi Halal dan Syawalan Warga RW 07 Nasri III Sumbersari Moyudan Sleman, Minggu (30/4/2023). Kegiatan yang mengusung tema guyup rukun ayem tentrem itu berlangsung di halaman Musholla Al-Husna.

Nova juga menyinggung pentingnya berbakti kepada orang tua serta pentingnya memberikan perhatian dan mendidik anak agar anak bisa menjadi generasi penerus yang dapat diandalkan. 

Sementara Zamzuri Latif Dukuh Nasri III menyampaikan terima kasih atas partisipasi dan dukungan warga dalam membangun kerukunan kebersamaan dan ketentraman masyarakat. 

“Jadikan momentum Syawalan ini untuk memperkokoh kerukunan warga. Dengan kerukunan akan terwujud masyarakat yang ayem tentrem, guyup rukun,” ungkap Zamzri Latif.

Kegiatan positif Warga RW 7 seperti ronda malam, gotong-royong bersih lingkungan, adanya iuran hingga terbentuknya Kelompok Wanita Tani (KWT) adalah hal positif yang harus dipertahankan dan ditingkatkan.  Masyarakat RW 7 terdiri dari 4 RT yakni RT 4,5,6 dan 7 yang dipimpin ketua-ketua RT/RW yang relative masih muda.

“Kami mengapresiasi anak-anak muda RW 7 yang selalu tampil dalam berbagai kegiatan.  Kita berharap Bapak/Ibu mengajarkan penggunaan bahasa Jawa sebagai bagian dari pendidikan budi pekerti,” tegas Latif. 

Partisipasi masyarakat juga sebagai bagian dari partisipasi warga Pedukuhan Nasri III dalam rangka mewujudkan “Sleman sebagai Rumah Bersama” serta memperingati Hari Jadi Sleman yang ke-107.  Kegiatan diakhiri dengan berjabat tangan dan saling memaafkan. (Edy – KIM Sumber Biwara Moyudan)




Syawalan Paguyuban Ibu-Ibu RW 28 Jamblangan Seyegan

Paguyuban ibu-ibu warga RW 028 Perum Puri Margomulyo Asri (PMA) Margomulyo, Seyegan mengadakan acara syawalan. Acara yang digelar pada hari hari Minggu (30/04/2023) tersebut mengambil tempat di serambi Masjid At Taufiq PMA dan dihadiri oleh kurang lebih 40 orang anggota paguyuban Ibu ibu RW 028.

Acara dibuka dengan pembacaan Khalam Illahi oleh Syifa dan Annisa dan dilanjutkan dengan sambutan dari ketua Paguyuban ibu ibu RW.

Dalam sambutannya, Vivi Afianti selaku Ketua Paguyuban menyampaikan bahwa kegiatan syawalan ini merupakan kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap tahunnya.

“Sehingga tradisi yang baik ini akan tetap dipertahankan untuk menjalin tali silaturahmi dan ukhuwah dilingkungan PMA,” ujar Vivi

Lebih jauh Vivi mengatakan bahwa kerukunan warga PMA semakin ditingkatkan mengingat tahun ini adalah tahun politik yang mempunyai potensi untuk merusak kerukunan warga. Sehingga Vivi berharap, Warga PMA terutama ibu ibu untuk berhati hati dalam menggunakan hak dan kewajiban sebagai warga negara. Di bagian akhir Vivi mengajak ibu ibu untuk meningkatkan ibadah sebagaimana arti syawal itu sendiri yaitu peningkatan.

Sebagai acara inti, hikmah syawalan disampaikan oleh Ustaz Eko Al Bayan dari Minggir. Dalam tausiahnya, ustaz Eko menyampaikan bahwa syawalan merupakan tradisi yang baik, karena dengan syawalan bisa saling berkunjung, bersilaturahmi dan menyambung kekerabatan dengan sanak, saudara dan handai taulan. 

“Namun yang lebih dipahami oleh jamaah adalah amal Muslim apa yang dilakukan di bulan syawal dan mampu dikerjakan oleh jamaah,” ujar Eko.

“Selama bulan Ramadhan banyak ilmu yang telah disampaikan oleh para Ustaz kepada jemaah. Setelah ilmu didapat, ada kewajiban untuk mengamalkan ilmu tersebut. Dan setelah ilmu diamalkan masih ada kewajiban tang lebih berat lagi yaitu istiqomah dalam ketaatan,” imbuhnya.

Eko menyampaikan bahwa ibadah yang dilaksanakan di bulan Ramadhan harus ada bekasnya di sebelas bulan berikutnya.

“Dan inilah saatnya, di bulan Syawal yang artinya peningkatan, kita tetap  diharapkan dapat mempertahankan amalan amalan selama bulan Ramadan. Contohnya sholat Tarawih diganti dengan qiyamul lail/sholat tahajut, puasa ramadhan diganti dengan puasa sunnah senin kamis, bersedekah, tadarus Qur’an menjadi amalan harian,” jelas Eko.

“Menjadi orang yang istiqomah dalam ketaatan memang tidak mudah dan ini perlu diusahakan oleh kita selaku pribadi, untuk Istiqomah sebagaimana termatub dalam Qur’an surat Hud ayat 112,” tambah Eko lagi.

Dan sebagai kesimpulan, Ustad Eko sampaikan bahwa derajat Muttaqin (orang yang bertaqwa)  sebagaimana tujuan dari puasa Ramadan ini dibangun oleh 3 pilar yaitu Ilmu, amal dan istiqomah. Salah satu tidak dilaksanakan berarti belum termasuk  sebagai hamba yang Muttaqin.

Untuk itu Eko mengajak jemaah untuk mawas diri dengan apa yang kita lakukan mumpung belum jauh dari madrasah Ramadhan, sehingga kita masih mempunyai semangat dalam mempertahankan amalan amalan seperti yang dilakukan di bulan Ramadhan. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)