Tingkatkan Pengawasan Partisipatif, Panwascam Gamping Rangkul GP Ansor

Dalam rangka meningkatkan partisipasi masyarat dalam pengawasan pemilihan umum tahun 2024, maka Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kecamatan Gamping melakukan kegiatan sosialisasi melalui program forum warga dengan merangkul Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kapanewon Gamping yang berlangsung di Dusun Baturan Trihanggo, Gamping, Sleman, Sabtu (27/5/2023).

Sosialisasi pengawasan partisipatif pemilu dipimpin oleh Ketua Panwaslu Kecamatan Gamping, Adnan Iman Nurtjahjo didampingi Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat, Kurniawan Prihandoko, Panwaslu Kelurahan/Desa Trihanggo, Niko Cipta Diharja, dan Staf Sekretariat Panwaslu Kecamatan Gamping guna mendukung kelancaran kegiatan tersebut.

Turut hadir dalam kegiatan, Ketua Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kapanewon Gamping, Addin Sidiq Purnomo bersama Ketua Ranting GP Ansor, Ketua Rijalul Ansor, Kasatkoryon Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Gamping, dan Kasatkorkel Banser se-Kapanewon Gamping dengan peserta sosialisasi sejumlah 50 orang yang mayoritas merupakan anggota Gerakan Pemuda Ansor, Banser, dan Rijalul Ansor yang berasal dari Kalurahan Trihanggo, Nogotirto, Banyuraden, Ambarketawang, dan Balecatur.

Di awal pemaparan materinya, Ketua Panwaslu Kecamatan Gamping, Adnan Iman Nurtjahjo menuturkan bahwa sebagai penyelenggara pemilihan umum dari sisi prosedural sangat diperlukan penguatan organisasi Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), tetapi perlu keterlibatan masyarakat untuk aktif berpartisipasi di dalam proses Pemilu baik sebagai pengguna hak pilih, melakukan pendidikan politik bagi sesama warga, serta membantu pengawasan Pemilu dalam rangka kontrol dari masyarakat demi menjaga suara dan kedaulatan rakyat di dalam penyelenggaraan negara.

“Kami harapkan dengan sosialisasi yang masif dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk terlibat dalam pengawasan pemilu. Dengan semakin banyak orang yang terlibat dalam pengawasan tahapan pemilu maka semakin sedikit potensi kecurangan atau pelanggaran yang akan terjadi dan kualitas pemilu menjadi semakin baik,” tutur Adnan.

Adapun Program Forum Warga dilatarbelakangi oleh masih banyaknya masyarakat yang belum memahami hak dan kewajiban dalam partisipasinya sebagai warga negara. Kurangnya kesadaran hak dan kewajiban politik tersebut menjadikan respon masyarakat dalam proses politik masih belum maksimal. Karenanya, Bawaslu perlu mengidentifikasi terhadap banyaknya forum warga yang ada di masyarakat agar ditindaklanjuti dengan jalinan kerja sama dalam hal pengawasan Pemilu.

“Pengawasan Pemilu yang melibatkan warga masyarakat menjadi sebuah keharusan karena pelibatan warga pada hakikatnya untuk melegitimasi suara publik. Dimana suara publik inilah yang mendasari adanya forum warga. Jika berbicara warga saja maka hanya akan menjadi sebuah individu yang akan berdiri sendiri, namun jika berbicara forum maka individu-individu tersebut akan menjadi satu kesatuan,” pungkasnya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Warga Cepor Berbah Rembug Evaluasi Kampung Hijau

Sleman – Menghadapi evaluasi kampung hijau dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman yang rencananya akan dilakukan pada hari Rabu 31 Mei 2023, warga masyarakat Padukuhan Cepor, Sendangtirto, Berbah, Sleman melakukan rembug warga untuk mempersiapkan penyambutan team evaluasi. Rembug Warga dilaksanakan pada hari Jumat (26/5/2023).

Kegiatan dihadiri Panewu Berbah, Ketua TP PKK, kawat Kemakmuran , lurah Sendangtirto beserta istri, FLH, dukuh Cepor berserta warga Cepor.

Lurah Sendangtirto Amir Junawan dalam sambutan menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas kerjasama semua warga Cepor untuk menerima program evaluasi kampung hijau.

“Tidak semua padukuhan mendapatkan evaluasi kampung hijau ada kriteria tersendiri untuk diajukan menjadi kampung hijau,” ujar Amir.

Menurut Amir, tujuan utama evaluasi kampung hijau adalah menjadikan sebuah kawasan yang berwawasan lingkungan sehingga menjadi tempat yang sehat baik dan nyaman dipergunakan sebagai tempat tingal masyarakat.

“Pemerintah kalurahan akan selalu mendukung membantu dalam pencapaian menjadi kampung hijau” kata Amir.

Semua yang telah dilakukan warga akan memberikan sesuatu hasil yang akan dirasakan oleh warga itu sendiri baik secara rohani dan jasmani

“Kerja keras akan berbanding kurus dengan hasil yang akan dicapai dirasakan oleh warga,” tambahnya.

Sedangkan Panewu Berbah Tri Akhmeriyadi, mengatakan evaluasi yang akan dilakukan hanyalah sebuah penilaian. “Yang penting kesinambungan warga dalam keseharian untuk menjaga lingkungan untuk nyaman dipergunakan sebagai tempat untuk tinggal berusaha dan mendidik keluarga. Namun pun tuk menjadikan lingkungan yang ideal seperti itu sangatlah susah dilakukan. Butuh kesadaran warga untuk merubah perilaku peduli lingkungan terutama pengelolaan sampah,” ujar Tri.

Ketua FLH Berbah Kusnadi menyampaikan pengelolaan sampah merupakan salah satu indikator utama dalam evaluasi kampung hijau. Maka perlu dilakukan pengelolaan sampah dengan memilah sampah dari sumbernya, melakukan usaha pengurangan pemakaian plastik sekali pakai dan tidak melakukan pembakaran.

“Yang utama menjaga kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah berkelanjutan,” tegasnya.

Sedangkan dukuh Cepor Yuli Lestari menyampaikan kesiapan warga masyarakat padukuhan Cepor untuk menerima team evaluasi  kampung hijau. Meskipun disadari bahwa banyak kendala yang ada bila mengacu indikitor penilaian yang disampaikan.

“Kendala yang ada seperti keberadaan tobong pembakaran batu bata yang merupakan mata pencaharian warga meski disadari itu membuat polusi udara. Juga pengelolaan  sampah yang belum optimal dilakukan warga,” terang Yuli

“Pada dasarnya warga sangat ingin melakukan perubahan, evaluasi ini semoga menjadi momentum perubahan menjadi lebih baik lagi. Masyarakat sedang berproses jadi tidak berhenti di evaluasi saja. Harapannya skanbterus berlanjut,” imbunya.

Menanggapi kendala yang disampaikan dukuh Cepor Ringgo Antoni Surya, menganjurkan menutupi kendala yang ada dengan memaksimalkan poin lain dari indikator yang ada, misal  program KWT dengann pemanfaatan lahan pekarangan yang baik.

“Boleh juga memaksimalkan penampilan produksi UMKM yang merupakan produk lokal,” tutup Ringgo. (Kusnadi/KIM Berbah)




Sedekah Sampah Warga Padukuhan Kayen

Sleman – Mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dari Pelatihan pengelolaan Sampah yang diselenggarakan oleh Kapanewon Depok dan Studi Banding Pengelola Sampah Mandiri di Guwosari Training Center (GTC) Pajangan Bantul yang difasilitasi oleh DLH Kab. Sleman beberapa waktu lalu, Bank Sampah Menur’45 RW 45 Padukuhan Kayen Condongcatur Depok Sleman melaksanakan Pengumpulan hasil sedekah sampah warga setiap Minggu ke 2 dan Minggu ke 4 pada setiap bulannya. Salah satunya dilakukan pada Minggu (28/5/2023)

Menurut koordinator pengumpulan wilayah RT 07, Ristianingsih, sedekah sampah warga ini telah diimulai sejak bulan Maret 2022.

“Pengumpulan sedekah dibagi 2 tempat di RT 07 bertempat di Joglo Suratno dan di RT 08 ditempat Bapak Jindarto yang saat ini sudah ada 72 warga yang aktif rutin mensedekahkan sampahnya dari RT 07 sebanyak 47 warga dan RT 08 sebanyak 25 warga,” ungkap Ristianingsih.

Menurutnya, kegiatan pengumpulan Sedekah Sampah adalah salah satu bentuk dari pengelolaan Sampah melalui Bank Sampah yang dikelola rata rata oleh ibu-ibu RW 45.

“Karena sampah ternyata tidak hanya memiliki nilai ekonomi tetapi mampu menjadi medium dalam bersedekah,” ujar Ristianingsih lagi.

Ketua Bank Sampah Menur 45, Relis Gusneta menjelaskan bahwa barang-barang yang dapat disumbangkan/disedekahkan untuk dikumpulkan berupa, kardus bekas, kertas, Botol, plastik, minyak jelantah, pecahan kaca bening non keramik dan logam /besi.

“Selanjutnya setalah dilakukan pemilahan dan dikemas sesuai jenis barang bekas langsung diambil oleh Pengepul barang bekas/rosok untuk ditimbang dan dibayar sesuai dengan jenis dan beratnya sesuai harga standar yang ada,” terangnya.

“Terimakasih kepada semua warga yang telah rutin menyumbangkan dan mensedekahkan sampahnya, Alhamdulillah setiap bulanya selalu bertambah dan saat ini sudah terkumpul hasil penjualan sampah saldo sekitar Rp. 5 jutaan rupiah,” imbuh Relis.

Sementara Ketua RW 45, Sukirman, mengatakan bahwa hasil penjualan sedekah Sampah dapat digunakan untuk kegiatan bersama pengelola, pelatihan, maupun kegiatan lainnya.

“Jika hasilnya nanti banyak dapat juga sebagian untuk membantu pembuatan sarana dan prasarana di wilayah RW 45,” ujar Sukirman. (Wasana/KIM Depok)




Geliatkan Perekonomian, Kapanewon Turi Gelar Pameran UMKM

Sleman – Pemerintah Kapanewon Turi menyelenggarakan senam massal dan pameran UMKM bertempat di lapangan Kapanewon Turi, Sleman, Jumat (26/5/2023). Wakhid Basroni, Panewu Turi menuturkan bahwa acara ini digelar sebagai bagian dari penutupan rangkaian peringatan HUT Kabupaten Sleman yang ke-107.

”Selain itu, kegiatan ini juga dilakukan untuk menggairahkan lagi perkembangan UMKM serta meningkatkan daya beli masyarakat,” ujar Wakhid.

Ia juga mengakatan bahwa Pemerintah Kapanewon Turi juga terus menggeliatkan roda perekonomian di Turi pasca Pandemi COVID-19 ini, salah satunya menambah hari pasaran dari hanya Kliwon dan Pahing menjadi 3 hari, yaitu Kliwon, Pahing, dan Wage.

Senam massal dan Pameran UMKM ini juga dihadiri langsung oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo. Dalam sambutannya, Kustini mengajak masyarakat untuk selalu bergotong royong membangun Sleman.

Kegiatan ini juga di hadiri oleh ibu Bupati Sleman ibu Sri Purnomo. Dalam sambutannya beliau meng apresiasi ini .Untuk itu mari kita selalu gotong royong membangun Sleman. (Suharno/KIM Kertomandiri Turi)




Pentingnya Menciptakan Rumah Ibadah yang Ramah Anak

Sleman – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Sleman menggelar pelatihan tentang Manajemen Kasus Bagi Pengelola Rumah Ibadah Ramah Anak di Kabupaten Sleman selama 2 hari dari Rabu (24/5/2023) sampai Kamis (25/5/2023) di Hotel Prima Jln Magelang KM 11,Tridadi, Sleman. Pelatihan dibuka langsung oleh Ambar Sulistyaningrum , Kepala Bidang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Dinas P3AP2KB Kabupaten Sleman.

Dalam kesempatan tersebut, Ambar menuturkan bahwa dengan pelatihan ini diharapkan para Pengelola Tempat Ibadah semua agama dapat menciptakan Tempat Ibadah yang Ramah Anak, jangan sampai terjadi tempat ibadah malah terjadi tindak kekerasan dan tempat ibadah yang tidak ramah anak

“Dengan adanya pelatihan ini diharapkan Kasus kasus kekerasan dirumah ibadah bisa dikurangi bahkan tidak terjadi lagi di Kabupaten Sleman,” papar Ambar di depan 60 peserta Pengelola Rumah Ibadah semua Agama di Sleman.

Sementara Sri Wandansari menuturkan, pelatihan ini merupakan momentum yang strategis karena banyaknya faktor yang dapat mempengaruhi perkembangan anak.

“Untuk itulah pelatihan iniu diadakan dengan menghadirkan 6 narasumber yang kompeten dan pengalaman di bidang masing-masing, untuk melengkapi khasanah dan pengetahuan untuk bisa mengatasi masalah kalau ada kasus kasus kekerasan di tempat ibadah,” tuturnya.

Keenam narasumber yang hadir antara lain Sylvi Dewajani selaku Ketua KPAI Kota Yogyakarta, Ifa Aryani dari UPT PPA Kabupaten Sleman, serta Ulfa Nurtika sebagai Psikolog dari Badan Perlindungan Perempuan dan anak. (Srp/KIM Ngaglik)