Matangkan Daftar Pemilih, Donoharjo Siap Sukseskan Pemilu 2024

Ngaglik – Lurah Donoharjo, Hadi Rintoko mengajak warganya untuk dapat berpartisipasi supaya Pemilu 2024 berjalan sukses tidak kurang suatu apapun.

Hal ini ia utarakan saat Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) Akhir Pemilu 2024 di aula Kelurahan Donoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, Jumat (2/6/2023).

“Kami juga mengajak kepada seluruh masyarakat berpartisipasi dalam gelaran even nasional ini untuk memilih pemimpin yang berkualitas dan amanah demi kemajuan bangsa dan negara kita,” ungkapnya.

“Kami juga ingin mengajak kepada seluruh pihak untuk menjaga situasi dan kondisi tetap aman tentram, damai di tengah suhu politik yang kian memanas,” imbuhnya.

Dalam rapat pleno tersebut PPS Donoharjo juga menetapkan Rekapitulasi Perubahan untuk DPSHP Akhir dengan rincian jumlah TPS 32, pemilih aktif 7636, pemilih baru 2, pemilih tidak memenuhi syarat 17, perbaikan data pemilih 22, dan pemilih potensial non KTP elektronik 59.

Susy Kristianingsih, Ketua PPS Donoharjo mengatakan bahwa DPSHP Akhir adalah Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan Akhir yang merupakan saringan ketiga dari proses pengumpulan dan pengolahan data setelah sebelumnya melewati proses Daftar Pemilih Hasil Pemutahiran (DPHP) dan daftar pemilih sementara hasil perbaikan (DPSHP).

“Selanjutnya DPSHP Akhir ini menjadi acuan bagi KPU dalam menentukan Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang nantinya akan digunakan pada saat pelaksanaan pemungutan suara tanggal 14 Februari 2024,” kata Susy.

Ketua PPS Donoharjo ini juga menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam penyusunan dan perbaikan Data Pemilih baik dari pihak KPU, Pantarlih, Pemerintah Kalurahan, PPK, Pengawas Pemilu, dan juga masyarakat yang telah memberi masukan/tanggapan dan partisipasinya dalam proses perbaikan DPSHP Akhir. (Upik Wahyuni/KIM Donoharjo)




Festival Van Der Wijck Kembali Digelar

Sleman – Festival Van Der Wijck kembali dilaksanakan pada tahun 2023. Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, membuka festival secara simbolis pada Jumat (2/6) di Buk Renteng, dengan didampingi Staf Ahli Menteri Kemeparekraf, Fajar Hutomo. Dengan dibukanya festival Van Der Wijck, kegiatan promosi pariwisata itu dapat dinikmati masyarakat mulai hari Jumat hingga Sabtu (3/6).

Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Ishadi Zayid, melaporkan bahwa Festival Van Der Wijck pada tahun ini dilaksanakan dengan suasana yang berbeda dari tahun sebelumnya. Tak hanya dimeriahkan dengan penampilan beragam kesenian lokal, Festival Van Der Wijck 2023 juga dinobatkan menjadi salah satu agenda yang lolos dalam Kharisma Event Nusantara Kemenparekraf.

Karisma Event Nusantara (KEN) merupakan strategi kolaborasi Kemenparekraf bersama Pemerintah Daerah dan seluruh stakeholder pariwisata untuk menaikkan citra pariwisata Indonesia dan penggerak kebangkitan sektor pariwisata serta ekonomi kreatif. Pada tahun ini terdapat 110 agenda unggulan yang telah dikurasi dari 291 event usulan Dinas Pariwisata Provinsi se-Indonesia.

“Salah satu yang spesial dari tahun ini adalah Festival Van Der Wijck menjadi 1 dari 110 daftar kegiatan dalam Karisma Event Nusantara. Hal ini patut kita syukuri, dan semoga semakin membuka pintu untuk mengenalkan pariwisata khususnya di Sleman Barat,” kata Ishadi.

Wakil Bupati Danang Maharsa menyampaikan perasaan bangga atas pencapaian tersebut. Danang mengatakan, meski baru dilaksanakan kali kedua, namun Festival Van Der Wijck berhasil membuktikan Sleman memiliki potensi wisata yang tak kalah menawan dari daerah lain.

“Keberuntungan bagi kita Festival Van Der Wijck ini menjadi salah satu event yang lolos dalam Karisma Event Nusantara dan dibiayai sepenuhnya oleh Kemenparekraf. Prestasi ini patut kita banggakan, dan semoga bisa ditingkatkan di tahun-tahun berikutnya,” ujar Danang.

Staf Ahli Menteri Kemeparekraf, Fajar Hutomo, membenarkan bahwa Festival Van Der Wijck 2023 masuk dalam daftar Karisma Event Nusantara. Fajar pun menyampaikan pemilihan Festival Van Der Wijck dalam Karisma Event Nusantara tak terlepas dari keunikan pemilihan tema “Rice For All” dan suguhan berbagai pertunjukan budaya di Kabupaten Sleman.

“Dengan menyuguhkan berbagai pertunjukan budaya, membawa festival ini masuk dalam karisma event nusantara. Tentu saja setelah melalui proses akurasi yang detail dan selektif. Semoga festival ini tidak hanya memperluas peluang pariwisata Sleman namun juga sekaligus memberikan dampak peningkatan perekonomian bagi masyarakat,” kata Fajar.

Pada tahun ini Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki 6 agenda yang lolos dalam Karisma Event Nusantara di antaranya, Sumonar (Kota Yogyakarta), Wayang Jogja Night Carnival (Kota Yogyakarta), Jogja Violin Fest (Sleman), Festival Van Der Wijck (Sleman), Keroncong Plesiran (Sleman), dan Ngayogjazz (Sleman).

Di Festival Van Der Wijck masyarakat dapat menikmati beragam rangkaian penampilan kesenian, kirab budaya, lomba, talkshow, edu walking, workshop, dan pameran UMKM. Acara ini dapat diikuti mulai dari pukul – WIB.