500 Peserta Meriahkan Jalan Sehat Peringatan Hari Pancasila di Kabupaten Sleman

Sleman – Kemeriahan tampak di Lapangan Pemda Sleman hari ini, Jumat(9/6). Sebanyak 500 orang mengikuti senam bersama  dan jalan sehat dalam rangka Hari Lahir Pancasila tahun 2023. Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, hadir dan mengikuti jalan sehat ini.

Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Indra Darmawan, menyampaikan, Hari Lahir Pancasila pada tahun ini mengangkat tema “Gotong Royong Membangun Peradaban dan Pertumbuhan Global”. Selain senam bersama, kegiatan juga dilanjut dengan jalan sehat dan dimeriahkan dengan pembagian doorprize.

“Peserta senam berjumlah 500 orang, tidak hanya dari perwakilan OPD Pemkab Sleman, namun juga melibatkan pelajar SD, Duta Pancasila, Purna Paskibraka, dan perwakilan BUMD,” begitu keterangan Indra Darmawan.

Sementara itu, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengajak masyarakat untuk memperingati Hari Lahir Pancasila dengan kegiatan yang positif. Hal ini selaras dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Dengan penerapan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, dapat menjadi upaya membangun peradaban yang lebih baik.

“Pada peringatan Hari Lahir Pancasila ini, mari kita tingkatkan kembali gotong royong dalam membangun Sleman melalui kreativitas dan inovasi yang kita miliki. Dan mari kita terapkan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman hidup untuk membangun peradaban yang lebih baik,” kata Kustini.

Usai mengikuti jalan sehat bersama, Bupati juga menyerahkan doorprize satu buah kulkas kepada warga Warak. Bupati berharap, bingkisan tersebut dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh penerima.




Wakil Bupati Sleman Kukuhkan 50 Kader Pancasila Kalurahan Girikerto Turi

Sleman – Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa mengukuhkan 50 Kader Pancasila yang terdiri dari unsur Pemerintah, Lembaga Pemerintah, dan tokoh masyarakat Kalurahan  Girikerto, Kapanewon Turi. Pengukuhan dilakukan secara simbolis ditandai dengan pembacaan naskah pengukuhan oleh Wakil Bupati Sleman di Gedung Balai Kalurahan Girikerto, Turi, Kamis (8/6).

Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa mengatakan pengkuhan kader Pancasila ini dilakukan sebagai upaya menanamkan nilai – nilai Pancasila dalam kehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara.

Danang menyebut Pemerintah Kabupaten Sleman memiliki tanggungjawab dalam memelihara, memperkuat dan mengaktualisasikan nilai – nilai Pancasila dalam seluruh aspek. Pengukuhan kader Pancasila ini menurutnya menjadi salah satu upaya Pemerintah untuk menanamkan nilai nilai Pancasila di kehidupan bermasyarakat.

“Tanpa bantuan para kader pancasila, Pemerintah tentu tidak dapat secara maksimal menjalankan tanggungjawab dalam menanamkan nilai – nilai pancasila. Peran kader pancasila tentu sangat penting,” jelasnya.

Danang mengungkapkan, dari informasi yang Ia dapat, sampai saat ini masih banyak kegiatan kelompok atau organisasi yang ingin mengganti dasar negara dan membahayakan kesatuan dan persatuan bangsa. Menurutnya, nilai – nilai Pancasila lah yang bisa menjadi landasan bangsa untuk tetap bersatu tidak terpecah belah.

“Pancasila ini sesuai yang dikatakan Soekarno, Pancasila itu gotong royong. Apalagi sampai saat ini masih banyak gerakan radikalismu di lingkungan kita, maka sikap gotong royong, sikap kebersamaan yang ada pada nilai – nilai Pancasila harus dikuatkan dan ditanamkan bahkan sejak usia dini. Tentunya hal tersebut untuk membentengi kita dari paham radikalisme yang sifatnya memecah belah bangsa,” ujarnya.

Danang menambahkan, gerakan atau paham yang bersifat provokatif ini juga telah menyasar generasi Z dan Milenial yang merupakan generasi penerus bangsa. Menyikapi hal tersebut Ia mengatakan Pemerintah kini melakukan berbagai langkah salah satunya mulai menerapkan nilai – nilai Pancasila hingga ke sekolah – sekolah melalui wawasan kebangsaan. Langkah tersebut dinilai menjadi salah satu upaya dalam memberikan pemahaman pentingnya nilai – nilai Pancasila bagi generasi penerus bangsa.

Sementara itu, Sekretaris Bakesbangpol Sleman, Indra Darmawan menjelaskan Kalurahan Girikerto merupakan salah satu wilayah dari 6 lokasi dikukuhkannya kader pancasila. Adapun 5 Kalurahan lain yang telah mengukuhkan kader pancasila antara lain Kalurahan Trihanggo, Kalurahan Margomulyo, Kalurahan Caturtunggal, Kalurahan Minomartani, dan Kalurahan Sumbersari.

Sampai saat ini, sebanyak 308 kader pancasila telah dikukuhkan dan telah dibekali pemahaman dan pembelajaran nilai – nilai pancasila melalui workshop yang bertajuk Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai – Nilai Pancasila Berbasis Kalurahan Berkarakter Pancasila.

“Secara khusus kader pancasila akan menjadi pioner penerapan nilai – nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” jelasnya.




Sekda Sleman Lepas Pemberangkatan Kloter Terakhir Calon Jamaah Haji Sleman Tahun 2023

Sleman – Calon jamaah haji tahun 2023 asal Kabupaten Sleman telah diberangkatkan seluruhnya menuju tanah suci. Pemberangkatan terakhir dilaksanakan pada hari Kamis (8/6) siang, dan dilepas secara simbolis oleh Sekda Sleman, Harda Kiswaya.

Ada sebanyak 46 calon jamaah haji dari kloter 52 yang diberangkatkan pada siang ini. Dengan begitu, jamaah haji tahun 2023 dari Kabupaten Sleman telah diberangkatkan ke tanah suci guna menjalankan rukun Islam yang ke lima. Jumlah ini meningkat dua kali lipat dari tahun sebelumnya yaitu sebanyak 549 orang.

Ditemui di sela-sela acara tersebut, Harda mengucapkan selamat kepada seluruh calon jamaah haji yang telah diberangkatkan. Diharapkan para jamaah haji dapat menjalankan ibadah di tanah suci dengan lancar, dan dapat kembali lagi ke Kabupaten Sleman dengan sehat dan selamat.

“Dan semoga dapat menjadi haji yang mabrur,” imbuhnya.

Ia juga menyebut banyaknya jamaah haji asal Kabupaten Sleman yang diberangkatkan pada tahun ini merupakan rezeki dari Allah SWT. Sebab, lanjutnya, dengan banyaknya jamaah haji, diharapkan kualitas keimanan umat Islam dapat meningkat, dan selanjutnya dapat berperan dan memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat di lingkungannya.

“Para jamaah haji ini nantinya harapannya dapat menyampaikan hal-hal yang positif kepada masyarakat, seperti kerukunan antar umat beragama, dan sebagainya,” kata Harda.




Bupati Sleman Ajak Masyarakat Perkuat Pondasi Keluarga Lewat Program DBKS

Sleman – Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo  hadir dalam kegiatan evaluasi Kalurahan Inovatif dan Desa Binaan Keluarga Sakinah (DBKS) di Kantor Kalurahan Sinduharjo, Kamis (8/6). Pada kesempatan itu, Bupati sekaligus meninjau stand UMKM Kalurahan Sinduharjo yang menyuguhkan berbagai produk kuliner hingga fashion.

Kustini menyampaikan apresiasi terhadap kesiapan Kalurahan Sinduharjo dalam mempersiapkan evaluasi Kalurahan Inovatif dan DBKS. Kustini berharap kesiapan tersebut juga dapat diwujudkan melalui penerapan program DBKS. Sebab, penerapan DBKS dapat menjadi pondasi kehidupan yang baik dari berbagai aspek.

“Program DBKS bertujuan untuk mewujudkan kehidupan beragama dalam keluarga, meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan dan kestabilan ekonomi keluarga. Maka dari itu, saya mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi mewujudkan keluarga sakinah melalui penerapan program DBKS,” papar Kustini.

Kustini pun juga mengimbau agar masyarakat terus berkreasi untuk menghasilkan inovasi dalam meningkatkan kesejahteraan.  Kustini menambahkan, inovasi pada masing-masing Kalurahan tak hanya meningkatkan perekonomian, namun juga memberikan dampak pada penyelesaian masalah sosial, pengelolaan sampah, hingga pencegahan stunting. Sehingga Kustini berharap, inovasi yang telah dibuat tak hanya berhenti sampai disitu saja, namun juga perlu terus dikembangkan mengikuti perkembangan zaman.

Sementara itu Lurah Sinduharjo, Sudarja, menyampaikan ucapan bangga karena Sinduharjo diamanahkan dalam menyelenggarakan presentasi Kalurahan Inovatif dan Desa Binaan Keluarga Sakinah secara bersamaan. Menurutnya, agenda ini tak hanya sebagai sebuah kompetisi, namun juga menjadi motivasi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kami ucapkan terima kasih karena diberi amanah dalam melaksanakan dua agenda hari ini. Semoga kesempatan ini dapat menjadi motivasi bagi masyarakat Kalurahan Sinduharjo. Karena jika kita lihat sebagai lomba hanya berakhir di hari ini, namun yang lebih penting bagaimana kita menindaklanjuti dari program yang telah dibentuk,” kata Sudarja.

Sudarja memaparkan, usai Kalurahan Sinduharjo ditetapkan sebagai peserta program DBKS oleh Bupati pada 2022 lalu, pihaknya kemudian menyusun beberapa langkah kegiatan, di antaranya membentuk tim penggerak DBKS Kalurahan, membentuk tim motivator DBKS, hingga melakukan pendataan, monitoring, dan evaluasi kegiatan.

“Untuk selanjutnya kami melakukan langkah pembinaan pada bidang keagamaan, pendidikan, kesehatan dan ekonomi. Semoga beberapa kegiatan di atas dapat mendukung terwujudnya Pembangunan keluarga sakinah di masyarakat,” begitu ujarnya.




TMMD Sengkuyung Tahap I 2023 di Kabupaten Sleman Habiskan Dana 310 Juta Rupiah

Sleman – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung yang dilaksanakan di Kalurahan Lumbungrejo, Kapanewon Tempel, Sleman, telah resmi ditutup pada hari Kamis (8/6). Kegiatan ini ditutup secara resmi oleh Dandim 0732/Sleman, Letkol (Arm) Danny Arianto Pardamean Girsang.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, yang juga hadir pada acara tersebut, sempat meninjau RTLH (Rumah Tidak Layak Huni) milik warga yang telah direnovasi, sekaligus memberikan kunci secara simbolis kepada pemilik rumah tersebut. Selanjutnya Kustini, meninjau jalan corblok serta talud yang juga telah selesai dibangun.

Ditemui usai acara, ia menyampaikan terima kasih serta apresiasi setinggi-tingginya kepada TNI, Polri, serta masyarakat yang telah menyukseskan kegiatan ini. Diharapkan dengan rampungnya TMMD Sengkuyung tahap I ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya warga Kalurahan Lumbungrejo dan sekitarnya.

“Sinergi yang baik antara TNI dengan pemerintah ini perlu kita lanjutkan dan tingkatkan,” ujarnya.

Sementara itu, menurut Dandim 0732/Sleman, Letkol (Arm) Danny Arianto Pardamean Girsang, seluruh pembangunan infrastruktur dalam kegiatan ini telah rampung 100 persen. Adapun pembangunan fisik terdiri dari pembangunan jalan desa sepanjang 500 meter dengan lebar 3 meter, pembangunan talud, dan pembangunan dua Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

“Selain pembangunan fisik, ada juga pembangunan nonfisik, yakni penyuluhan pencegahan stunting bekerjasama dengan Posyandu dan Posbindu, penyuluhan wawasan kebangsaan, penyuluhan Kamtibmas, kejahatan jalanan dan bullying,” jelasnya.

TMMD Sengkuyung tahap I tahun 2023 ini dilaksanakan dalam waktu 30 hari, mulai tanggal 10 Mei 2023 hingga 8 Juni 2023. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, diantaranya TNI, Polri dan masyarakat. Adapun dana yang dihabiskan untuk kegiatan ini sebesar 310 juta rupiah, terdiri dari APBD DIY sebesar 75 juta rupiah, APBD Sleman sebesar 200 juta rupiah, dan Baznas Sleman sebesar 35 juta rupiah.