Jaga Generasi Penerus Bangsa, Bakesbangpol DIY Sosialisasikan Bahaya Narkoba

Sleman – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Daerah Istimewa Yogyakarta mengadakan Sosialisasi Bahaya Narkoba untuk tokoh masyarakat Kalurahan Condongcatur di Parang Garuda Meeting Room, Hotel Grand Keisha, Rabu (14/06/2023). Sosialisasi kali ini mengusung tema “Merajut Sinergi dalam Upaya Pencegahan serta Penanganan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba di Lingkungan Masyarakat”.

Kompol Endang Sulistyandini, Kabag Binopsnal Ditresnarkoba Polda DIY sekaligus narasumber menyampaikan kondisi penyalahgunaan narkoba di DIY cukup memprihatinkan karena masuk ke dalam 5 besar di Indonesia.

“Saat ini tindak pidana narkoba merupakan tindak pidana trans nasional. Kami berharap jika ada keluarga atau tetangga yang teridentifikasi narkoba jangan dijauhi dan dianggap sebagai aib, tapi perlu dilaporkan ke IPWL (Instansi Penerima Wajib Lapor) agar selanjutnya bisa mendapat rehabilitasi. Polri juga akan terus berkomitmen melakukan upaya penanggulangan narkoba,” imbuhnya.

Selanjutnya, Dyah Wulandari Setyarini selaku penyuluh BNNP DIY juga menyampaikan bahwa saat ini Indonesia sedang darurat narkoba. Pasalnya, Indonesia memiliki letak geografis yang terbuka dan menjadikan narkoba mudah masuk dan menyebar di Indonesia. “Saat ini banyak narkoba jenis baru dan para pengedar menargetkan remaja sebagai target pasarnya. Mari kita saling menjaga anak-anak dan keluarga kita agar terhindar dari narkoba,” jelas Dyah.

Selain itu, Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji yang turut menjadi narasumber menyampaikan terima kasih karena Bakesbangpol DIY telah memberi fasilitas untuk melakukan sosialisasi di wiliayah Kalurahan Condongcatur. “Sebagai tokoh masyarakat di Condongcatur, kita harus mengerti wilayah terkecil dari lingkungan kita agar kita tahu pemetaan wilayah di mana yang memungkinkan melakukan penyalahgunaan narkoba. Mari kita bersama berkomitmen dari RT, RW, Dukuh jika menerima pendatang kita harus memastikan bahwa mereka adalah orang baik,” tegas Reno.

Ia menambahkan agar orang tua, tokoh masyarakat, tokoh agama, organisasi sosial dapat berperan penting dalam pencegahan dan penanganan narkoba. Reno juga berharap agar seluruh komponen masyarakat dapat menjaga dan mempertahankan prestasi Condongcatur sebagai kalurahan nomor satu dalam pencegahan narkoba se-DIY. (Halen Juventina/ KIM DEPOK)




SDN Donoharjo Bentuk Karakter Siswa Lewat Pagelaran Budaya Lokal

Sleman – Mengusung tema Kearifan lokal, SD Negeri Donoharjo menyelenggarakan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dan tutup tahun ajaran 2022/2023 dengan mengadakan kegiatan Gelar Budaya yang berisikan berbagai pertunjukan pada Selasa (13/6/2023). Mengambil di Halaman SD Negeri Donoharjo, pertunjukan yang ditampilkan di antaranya adalah Kirab Gunungan oleh pasukan Bregada, Tari Gambyong Pareanom, Tari Kebyak Anting-anting, Senam Sleman Bangkit dan juga Kenduri.

Kepala SD Negeri Donoharjo, Sukardi menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk  mengenalkan dan menanamkan rasa cinta terhadap budaya Jawa sejak dini kepada para murid , sekaligus sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan YME atas anugerah, sehingga proses belajar mengajar di SDN Donoharjo dapat berjalan dengan baik dan lancar.

“Selain itu, kegiatan ini juga untuk melestarikan dan mengembangkan seni budaya lokal yang adiluhung warisan dari para leluhur,” ujarnya saat melepas kirab.

Menurut Sukardi, dengan pembelajaran budaya lokal, anak dapat mengenal keberagaman potensi budaya yang ada di sekitarnya yang bisa dipergunakan sebagai modal untuk membentuk karakter , budi pekerti , moral, dan watak, sehingga anak mampu memberikan keputusan terbaik dalam kehidupan sehari-hari.

“Acara kirab budaya yang diselenggarakan saat  ini dimaksudkan juga untuk memelihara kearifan lokal seperti budaya gotong royong , saling memberi kepada sesama yang diwujudkan dalam bentuk gunungan dan kenduri,” tutur Sukardi.

Prosesi kirab diawali dengan menerbangkan 7 balon warna-warni oleh kepala SD Negeri Donoharjo yang melambangkan tujuh atau tujuan, yang secara filosofi bisa dimaknai gambaran semangat untuk mencapai cita-cita setinggi mungkin.

Diiringi suara gendhing dari Bregada Reksayuda, kirab menempuh jarak 2 Km dengan barisan terdepan pasukan bregada Reksoyuda, diikuti gunungan hasil pertanian berupa sayur mayur, gunungan buah-buahan dan disusul gunungan mainan anak. Kirab diikuti oleh guru dan karyawan, para murid, orang tua/wali murid dan tamu undangan yang kesemuanya hadir mengenakan baju Kejawen.

Seusai arak-arakan, kirab berakhir di halaman SD Donoharjo, dilanjutkan dengan menikmati berbagai hiburan dan kesenian yang dilakukan oleh murid, guru dan juga alumni SD Donoharjo, sebelum ditutup dengan doa bersama. Terakhir adalah perebutan gunungan oleh warga sekitar.

Fitri, salah seorang wali murid mengaku sangat senang dan bangga menjadi bagian dari kegiatan ini.

“Acaranya sangat meriah dan menghibur, nuansa Jawa sangat kental, suasana gotong royong dan kekeluargaan sangat terasa, semoga akan menambah berkah dan kebaikan bagi kita semua,” tutupnya. (Upik Wahyuni/KIM Donoharjo)




Maksimalkan Pemanfaatan Ruang, Pertaru DIY Gelar Sosialisasi SPPR

Sleman – Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru) Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar Sosialisasi Sinkronisasi Program Pemanfaatan Ruang (SPPR) di Kapalnewon Seyegan pada hari Selasa (13/6/2023) di Gedung Pertemuan Kalurahan Margodadi. Kegiatan ini mengundang Panewu Seyegan dan  Pamong Kaluraran di wilayah Seyegan dari mulai Lurah, Carik, Jogoboyo, dan Pangripto.

C. Retno Kusharjanti, Kasi Pelaksanaan Tata Ruang, Dispertaru DIY dalam sambutannya menyampaikan bahwa sosialisasi SPPR yang dilakukan ini merupakan langkah awal untuk sinkronisasi pembangunan yang ada di Kalurahan sampai dengan propinsi yang dalam pelaksanannya membutuhkan peran serta masyarakat.

Sementara Rini Nurhidayatu, Kawat Kemakmuran yang mewakili Panewu Seyegan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa tujuan sosialisasi SPPR ini adalah untuk menyelaraskan kebutuhan pembangunan kedepan yang lebih baik, yang selaras dengan perencanaan tata ruang wilayah.

“Artinya dengan sinkronisasi SPPR ini, semua perencanaan tata ruang diminimalisir kesalahannya, sementara itu kebutuhan akan tata ruang  di wilayah dapat difasilitasi,” ungkap Rini.

Muhammad Yazid, dari Komisi C DPRD DIY yang hadir untuk memberikan pengarahan, menyampaikan bahwa sosialisasi SPPR ini tidak lain adalah aktualisasi dari Perda DIY No. 5 tahun 2019 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2019-2039.

Yazid menambahkan, Perda no  2 tahun 2010 mengenai RTRW Provinsi DIY dalam perjalanannya dapat ditinjau kembali 1 kali dalam 5 tahun sehingga pada tahun 2015 dikakukan review terhadap RTRW DIY, dan akhirnya pada tahun 2019 dilakukan penetapan RTRW DIY Tahun 2019-2039 melalui Perda no. 5 tahun 2019.

“Tujuan penataan ruang DIY akan diselaraskan dengan visi misi  RPJPD, DIY yang  pada tahun 2025 sebagai pusat pendidikan, budaya dan daerah tujuan wisata terkemuka berkelas dunia dengan mengedepankan keterpaduan pembangunan antar sektor berbasis mitigasi bencana, keistimewaan tata ruang DIY, dan lingkungan melalui penataan ruang yang berkualitas dan berkelanjutan,” jelas Yazid.

Yazid mengatakan untuk mewujudkan itu semua perlu dukungan infrastruktur termasuk didalamnya sistem dan jaringan transportasi, prasarana listrik dan air. Demikian juga dengan mitigasi bencana dari wilayah rawan letusan gunung api, bencana tanah longsor, bencana kekeringan , bencana gempa bumi, bencana banjir dan tsunami

“Muaranya adalah pembangunan berkelanjutan dengan menentukan kawasan strategis provinsi dari sudut kepentingan sosial budaya, ekonomi, ekologi dan pendayagunaan SDA,” tukasnya.

Sedangkan Novi Maulida Ni’mah dosen dan peneliti dari Institut Teknologi Nasional Yogyakarta sebagai Narasumber kedua memberikan pemaparan berkenaan  SPPR.

Novi menyampaikan bahwa latar belakang SPPR adalah amanat PP 21 tahun 2021 ditambah dengan isu strategis belum sinerginya program pembangunan intra-antar sektor, belum efektifnya sistem penganggaran dan belum fokusnya sasaran pembangunan.

“Dengan isu tersebut menjadi alasan urgensi penyusunan dan manfaatnya,” ujarnya.

“Adapun maksud dan tujuannya adalah untuk menyebarluaskan dan memberikan informasi mengenai pelaksanaan SPPR sekaligus meningkatkan peran masyarakat pada pelaksanaannya,” imbuh Novi.

Novi juga menyinggung tinjauan kebijakan, dan tinjauan konseptual. Adapun pelaksanaannya berdasarkan PP No. 21 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang yang terdiri dari Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) dan SPPR sendiri.

Dibagian akhir, Novi menjelaskan tentang tata cara pelaksanaan SPPR dan output dari SPPR baik jangka pendek maupun menengah yang dapat digambarkan melalui Peta SPPR. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Pemkab Sleman Luncurkan Tiga Inovasi Adminduk

Sleman – Guna meningkatkan pelayanan administrasi kependudukan (Adminduk), Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Sleman, meluncurkan sejumlah inovasi pada hari Selasa (13/6), bertempat di hotel Grha Sarina Vidi, Mlati, Sleman. Peluncuran dilakukan secara simbolis oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo.

Diantara inovasi yang diluncurkan yakni, inovasi Gerakan Pemutakhiran Data Kartu Keluarga (Gapura Datuk), inovasi Sistem Geospasial Data Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil (SIGo Dukcapil), dan inovasi Pelayanan Adminduk di hari Sabtu (Laritu).

Hal ini merupakan tidak lanjut dari Peraturan Bupati Sleman Nomor 34.1 Tahun 2023 Tentang Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan Kabupatan Sleman, dalam upaya pelaksanaan program sadar memutakhirkan data penduduk dan program pemanfaatan data kependudukan.

Kepala Dukcapil Sleman, Susmiarto, menjelaskan bahwa Gapura Datuk merupakan upaya sosialisasi Dukcapil Sleman untuk meningkatkan kesadaran masyarakat guna memutakhirkan data Kartu Keluarga sebagai strategi untuk meningkatkan akurasi data kependudukan. Adapun hasil yang diharapkan adalah urusan kependudukan apat berjalan lancar, pelayanan tepat sasaran, dan tersajinya data kependudukan yang berkualitas.

“Data Kependudukan secara spatial dapat dilihat melalui halaman depan website   dengan judul SIGo Dukcapil Sleman,” jelasnya.

Dinas Dukcapil Sleman juga meluncurkan pelayanan pada hari Sabtu atau Laritu. Inovasi ini dimaksudkan untuk memberikan kesempatan pada masyarakat yang akan mengurus adminduk di hari libur akhir pekan. Pelayanan Laritu sendiri dibuka sampai pukul .

“Ini berkaca dari pelayanan adminduk di hari lebaran kemarin. Ternyata antusias masyarakat mengurus adminduk di hari lubur cukup banyak”, ujarnya.

Pada kesempatan ini juga dilakukan penandatanganan Perubahan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Pos Pelayanan Dokumen Kependudukan (POSYANDUK) dengan 61 kelurahan, dan ditambah 7 kalurahan baru. Ini merupakan kerjasama yang diinisiasi perangkat kalurahan, dukuh, hingga Ketua RW dan RT, dengan Pemkab Sleman guna memudahkan masyarakat dalam mengajukan dokumen kependudukan melalui POSYANDUK.

“Jadi sekarang sudah ada 68 kalurahan yang menandatangani kerja sama. Harapan kami kalurahan lainnya bisa bekerjasama terkait POSYANDUK ini untuk kemudahan pengurusan adminduk,” kata Susmiarto.

Bupati Sleman, Kustini, menyebut hal ini merupakan wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Sleman untuk memberikan pelayanan terbaik terkait adminduk kepada masyarakat. Diharapkan dengan diluncurkannya inovasi ini dapat semakin memudahkan dan meningkatkan kesadaran masyarakat Sleman dalam mengurus administrasi kependudukan.

“Akurasi data kependudukan merupakan pondasi dari penyusunan kebijakan yang tepat sasaran,” kata Kustini.




Pemkab Sleman Dukung Atlet Sleman Berprestasi di Kancah Internasional

Sleman – Atlet Catur asal Kabupaten Sleman mengikuti Kejuaraan Catur Yunior ASEAN “21st ASEAN+ Age Group Chess Championship 2023” di Bangkok, Thailand, pada (17/6) mendatang.

Ketua Umum Pengurus Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PERCASI) Sleman, Sutapa menyampaikan atlet catur asal Sleman, Shavira Devi Hervesa menjadi atlet catur yang mewakili Indonesia di kejuaraan Catur Yunior Asean 2023.

“Atlet catur Sleman (Shavira Devi Hervesa) dikirim untuk mewakili Indonesia dalam kejuaraan (Catur Yunior ASEAN). Shavira dipilih mewakili Indonesia atas prestasinya di kejuaraan catur baik tingkat nasional maupun internasional,” jelas Sutapa saat menemui Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo di Kantor Bupati Sleman, Selasa (13/6).

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa keberangkatan atlet catur Sleman untuk kejuaraan internasional menjadi suatu kebanggaan terutama Kabupaten Sleman, sekaligus mendukung visi dan misi Percasi Sleman yang berkomitmen untuk menggaungkan cabang olahraga catur.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyampaikan dukungannya kepada atlet catur asal Sleman yang mewakili Indonesia di ajang internasional. Menurutnya, keikutsertaan atlet catur Sleman di kancah internasional dapat mengharumkan nama Kabupaten Sleman sekaligus menjadi motivasi untuk atlet Sleman lainnya untuk terus berprestasi.

“Pada dasarnya Pemerintah Kabupaten Sleman terus mendukung atlet atlet Sleman yang berprestasi. Berbagai upaya akan terus dilakukan Pemkab untuk meningkatkan prestasi di berbagai bidang,” jelasnya.

Dukungan bagi atlet berprestasi juga tidak diberikan dalam bentuk sarana prasarana, namun juga apresiasi diberikan dalam bentuk beasiswa pendidikan bagi anak – anak Sleman yang berprestasi.

Lebih lanjut, Kustini berpesan agar atlet catur asal Sleman yang ikut dalam kejuaraan internasional agar optimis dan berjuang memberikan yang terbaik.

Selain itu, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo bersama dengan Ketua Umum Koni Sleman, Joko Hastaryo menyerahkan secara  simbolis apresiasi bagi atlet catur asal Sleman yang akan berlaga di kejuaraan Catur Yunior ASEAN.