Bupati Targetkan Seluruh Rumah di Sleman Dapatkan Akses Air Bersih

Sleman – Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, menandatangani Perjanjian Hibah Daerah (PHD) Program Hibah Air Minum 2023, Rabu (14/7). Penandatanganan itu dilaksanakan pada agenda Rapat Teknis dan Program Hibah Air Minum Perkotaan dan Perdesaan yang dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Hotel Sheraton Yogyakarta.

Direktur Air Minum Kementrian PUPR, Anang Muchlis, menyampaikan bahwa program Hibah Air Minum merupakan hibah dari pemerintah pusat kepada Pemerintah Daerah dengan pendekatan kinerja terukur (output-based). Dengan program ini, Pemerintah Daerah diwajibkan untuk melakukan peningkatan akses air minum yang layak bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) baik di perkotaan maupun perdesaan.

Sesuai dengan surat Penetapan Pemberian Hibah (SPPH) Kementerian Keuangan Nomor S-2/MK.7/2023, Kabupaten Sieman merupakan peserta Program Hibah Air Minum Perkotaan dan Perdesaan dengan nilai Hibah Air Minum Perkotaan sebesar Rp. 3 Miliar dengan target output sambungan rumah, dan nilai Hibah Air Minum Perdesaan sebesar Rp. 1,6Miliar dengan target output 800 sambungan rumah.

“Proses penandatanganan ini sebagai wujud komitmen Pemda dan apresiasi kepada Kabupaten Sleman yang memiliki Kinerja Baik selama mengikuti Program Hibah Air Minum,” jelas Anang.

Anang melanjutkan, dengan terpenuhinya akses air minum maka sekaligus meraih terget pembangunan yang lain seperti peningkatan derajat kesehatan masyarakat, penurunan stunting, penyediaan sanitasi yang berkelanjutan dan pembangunan kawasan perkotaan dan pemukiman yang berkualitas.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menyampaikan ucapan terima kasih atas apresiasi terhadap Kabupaten Sleman yang dinilai memiliki kinerja baik selama mengikuti program hibah air minum. Kustini mengatakan, Pemerintah Kabupaten Sleman menargetkan seluruh rumah di Sleman dapat mengakses air bersih. 

Hingga saat ini, jumlah rumah yang telah terhubung dengan akses perpipaan air bersih mencapai sebesar 21,41 % atau sebanyak sambungan rumah, yang terdiri dari sambungan PDAM dan PAMDes sebanyak sambungan rumah. Sementara itu, untuk sisanya memperoleh air bersih dengan akses non perpipaan seperti memakai sumur bor, sumur gali serta mata air.

“Dengan pemberian hibah ini diharapkan akan semakin memperluas jangkauan akses air bersih perpipaan pada masyarakat Sleman. Dengan demikian seluruh masyarakat di wilayah Kabupaten Sleman memiliki akses air bersih dan mendukung program pemerintah pusat 100% air minum yang sehat dan 100% sanitasi yang layak,” kata Kustini.

Kustini juga berharap, agar kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Sleman dengan Kementerian PUPR dapat terus bersinergi di tahun berikutnya, terutama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.




Kebersamaan dalam Menunaikan Ibadah Haji

Sleman – Salah satu persiapan agar dapat melaksanakan Ibadah Haji adalah kondisi fisik yang prima, terlebih bagi jemaah lansia yang jumlahnya banyak. Berdasarkan data Kementerian Agama RI, terdapat jemaah haji lansia yang berangkat menunaikan ibadah haji pada tahun 2023 ini.

Salah satunya adalah Sumarah, salah satu jemaah haji lansia dari Kapanewon Pakem, Sleman. Ia mengatakan, dirinya telah melakukan berbagai persiapan untuk melaksanakan ibadah haji di Mekkah.

“Kegiatan menjaga kebugaran antara lain dengan asupan makanan yang bergizi dan Alhamdulillah sesuai dengan cita rasa seperti di Indonesia dan juga dilakukan senam bersama kloter SOC 51 disertai edukasi dan pemeriksaan kesehatan  terutama untuk bapak ibu jamaah lansia dan pendamping SOC 51,” ungkapnya, Rabu (14/6/2023).

Menurut Sumarah, salah satu hal yang sangat membantu dirinya adalah kebersamaan antar jemaah. “Semangat kebersamaan kekeluargaan sangat terasa disini dimana jamaah yang lebih muda membantu dengan Ikhlas para jamaah lansia,” tukasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Jazimah (75 tahun) jemaah asal Tekik, Bangunkerto, Turi.

“Alhamdulillah kami sangat terbantu dengan bantuan dari sesama anggota rombongan dalam kegiatan haji ini, semoga Allah membalas kebaikan ini dan pelayanan juga bagus terutama makanan selama di Makkah menunya seperti di Indonesia kesannya makannya enak .nasinya empuk lebih enak dari  menu di rumah,” akunya. (Arief Hartanto)




Upaya Pemkab Sleman Wujudkan Kabupaten Cerdas untuk Pelayanan Maksimal

Sleman – Tuntutan masyarakat akan pemerintahan yang lebih cepat dan peningkatan produktivitas serta daya saing ekonomi merupakan sebuah amanat bagi pemerintah daerah dalam mewujudkan pemerintahan yang responsif. Merespon hal ini, Pemerintah Kabupaten Sleman telah menyusun strategi pembangunan Sleman berbasih Kabupaten Pintar (Smart City) yang telah dicanangkan sejak tahun 2017.

“Secara berkesinambungan selama 6 tahun ini, Kabupaten Sleman terus berupaya meningkatkan penerapan konsep smart city dalam berbagai aspek tata kelola pemerintahan yang muaranya bertujuan untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat,” terang Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo saat menghadiri Evaluasi Smart City Kabupaten Sleman tahun 2023 di Sleman Smart Room, Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman, Rabu (14/6/2023).

Pemkab Sleman telah melakukan berbagai inovasi demi mendukung terwujudnya Kabupaten Cerdas tersebut sesuai dengan 6 dimensi Smart City yaitu Smart Governance, Smart Economy, Smart Living, Smart Environment, Smart Society, dan Smart Branding.

“Untuk Smart Governance, Kabupaten Sleman telah menyediakan pelayanan dokumen kependudukan yang terintegrasi secara online, layanan aduan Sleman yang terintegrasi melalui aplikasi Lapor Sleman, serta Mall Pelayanan Publik. Untuk Smart Economy, ada penerapan ekosistem pembayaran digital menggunakan QRIS,” jelas Kustini.

Sedangkan untuk memenuhi dimensi Smart Living, Pemkab Sleman mengusung Inovasi MATA HATI yang merupakan upaya mewujudkan kesehatan mental bagi seluruh masyarakat. Upaya serupa juga digagas di bidang sosial melalui Layanan Sambang Warga dan Pojok Literasi Digital.

“Tidak ketinggalan, sebagai upaya mewujudkan lingkungan yang nyaman bagi seluruh warga Sleman kami telah memberlakukan e-retribusi sampah serta mendorong pembentukan Kelompok Pengolahan Sampah Mandiri (KPSM). Pembentukan kelompok ini bertujuan untuk melakukan pemilahan dan pengolahan sampah rumah tangga,” ungkapnya.

Kustini berharap, setiap inovasi yang diberikan dapat memberikan dukungan terciptanya ekosistem smart city di Kabupaten Sleman.

“Dengan sinergi seluruh pihak, kami berharap Sleman mampu terus berinovasi membuahkan program yang selaras dengan program smart city yang  berdampak bagi masyarakat Kabupaten Sleman,” pungkas Kustini.