Kalurahan Donoharjo Fokus Tangani Stunting di RKP 2024

Sleman – Musyawarah Kalurahan atau Muskal RKP (Rencana Kerja Pemerintah) Kalurahan sesuai ketentuan dan regulasi yang ada, dilaksanakan oleh Badan Permusyawaratan Kalurahan untuk mencermati ulang dan menyepakati hasil pencermatan dokumen RPJM Kalurahan, serta membentuk Tim Verifikasi sesuai dengan jenis kegiatan dan keahlian yang dibutuhkan.

Sesuai dengan Peraturan Presiden no 104 tahun 2022 tentang Rencana Kerja Pemerintah tahun 2023 dan Permendes no 8 tahun 2022 tentang Prioritas Penganggaran Dana Desa tahun 2023,  penggunaan Dana Desa telah diatur penggunaannya, dengan acuan penggunaan yaituuntuk BLT DD 20%, Ketahanan pangan 24%, Penanganan COVID-19 0,1%, Kesehatan 10%, operaional 2% dan kewenangan desa lainnya 44%.

Mengenai hal tersebut, Kalurahan Donoharjo mengambil sikap bahwa akan memprioritaskan program kesehatan untuk penanganan stunting.

“Bidang kesehatan akan kita prioritaskan untuk program pencegahan dan penanganan stunting, dimana masalah stunting bukan hanya terkait dengan masalah ekonomi, namun mencakup banyak aspek yang harus dijangkau,” jelas Lurah Donoharjo, Hadi Rintoko pada Muskal Donoharjo yang digelar di Aula Kalurahan Donoharjo, Kamis (15/6/2023).

Ketua BPKal Donoharjo, Fajar Krismanto mendukung penuh program pemerintah Kalurahan Donoharjo tersebut.

“Masalah stunting memang harus menjadi perhatian khusus. Karena masalah stunting memiliki faktor penyebab yang beragam bukan semata hanya masalah ekonomi tapi juga berkaitan dengan pola makan, kesehatan lingkungan maupun aspek lainnya sehingga perlu melakukan penyadaran dan pelatihan yang menyasar kader kesehatan, orang tua balita,  calon pengantin, bahkan kepada para remaja sebagai antisipasi sejak dini,” jelas Fajar.

Sementara Hadi Nugroho Kepala Jawatan Praja Kapanewon Ngaglik menyatakan bahwa  BPKal sudah menjalankan peran dan fungsinya dengan baik dalam menampung aspirasi masyarakat dan melaksanakan musyawarah Kalurahan.

“Ini merupakan bagian dari kegiatan perencanaan yang merupakan kegiatan yang sangat penting untuk pelaksanaan kegiatan ke depan. Di tengah keterbatasan anggaran, program bisa diakomodir apa yang menjadi prioritas. Keterbatasan anggaran juga bisa menjadi motivasi dan inspirasi dalam meningkatkan PAD dan mengembangkan BUMKal,” jelas Hadi Nugroho. (Endarwati/KIM Donoharjo Ngaglik)




Proklim di Terwilen Dievaluasi

Sleman – Pemkab Sleman menggelar Evaluasi Program Kampung Iklim (Proklim) Tingkat Kabupaten Sleman tahun 2023 pada Rabu (14/6/2023) bertempat di Gedung Budaya Padukuhan Terwilen, Kalurahan Margodadi Seyegan.

Terwilen menjadi wakil Kapanewon Seyegan dalam Evaluasi Proklim ini dikarenakan padukuhan ini memiliki banyak potensi di bidang pertanian, perkebunan, peternakan dan juga seni budaya yang tinggi.

Disambut dengan gending karawitan dari kelompok Karawitan Laras Budoyo, kegiatan evaluasi proklim dimulai dengan sambutan dan ucapan selamat datang dari Lurah Margodadi, Jalmo Susilodiprojo.

Dalam sambutannya, Jalmo menyampaikan bahwa Terwilen termasuk padukuhan yang mempunyai wilayah yang luas dan penduduk yang banyak.

“Di samping itu Terwilen juga mempunyai potensi dan prestasi yang bisa dibanggakan seperti juara lomba pos kampling tingkat provinsi,” ujarnya.

Enni Yuliani, sebagai Koordinator Tim Evaluasi pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa Evaluasi Proklim ini merupakan program dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang berusaha untuk menggerakkan stake holder dan masyarakat secara bersama dalam pengelolaan lingkungan dengan upaya adaptasi, upaya mitigasi, dan upaya dukungan keberlanjutan.

“Jadi evaluasi bukanlah akhir dari tujuan pengelolaan lingkungan namun keberlanjutan pasca evaluasi yang harus dijaga dan tidak berhenti,” tukas Enni.

Dalam kesempatan itu, Enni memperkenalkan Tim evaluasi yang berasal dari OPD terkait yaitu dari DLH, Dinas PMK, Bappeda, Dinas Kesehatan dan Dinas Pertanian.

Acara dilanjutkan dengan pemaparan dari perwakilan pengelola lingkungan padukuhan Terwilen yang diwakili oleh Sarjono yang juga ketua unit LPM Padukuhan.

Dalam paparannya, Sarjono menampilkan Profil Proklim Padukuhan Terwilen mulai dari kondisi geografis, kependudukan, kelembagaan, potensi padukuhan sampai dengan program kampung iklim padukuhan Terwilen yang terdiri dari kegiatan perubahan iklim, kegiatan mitigasi perubahan iklim dan kelompok masyarakat yang berkaitan dengan dukungan berkelanjutan.

Lebih jauh Sarjono menceritakan tentang upaya pengendalian kekeringan, banjir dan longsor dengan saluran irigasi yang memadai, pembuatan sumur resapan, pemasangan biopori, dan pembangunan drainase. Untuk ketahanan pangan, KWT Terwilen juga aktif dalam penanaman toga, buah dan sayuran.

“Untuk pengendalian penyakit berkait iklim, di Terwilen sudah ada jumantik cilik yang secara berkala memeriksa penampungan air warga. Pengelolaan sampah juga sudah dilaksanakan di Terwilen dengan berdirinya Bank Sampah Serasi. Sedangkan pemanfaat lahan yang kosong sudah diupayakan untuk budidaya pisang, ketela pohon dan di banyak tempat dipertahankan tutupan vegetasi,” papar Sarjono.

“Tidak kurang dari 17 lembaga / Kelompok masyarakat di Terwilen yang mendukung program kampung iklim sebagai upaya dukungan keberlanjuta,” imbuhnya.

Setelah pemaparan dilakukan kunjungan lapangan oleh Tim  untuk melihat dari dekat program pengelolaan lingkungannya, mulai dari kunjungan ke kandang Kelompok (kambing dan ayam), PAUD, Masjid, KUBE (Kelompok Usaha Bersama), KWT, Biopori dan Ketrampilan daur ulang sampah, perikanan dan terakhir melihat administrasi kegiatan berupa buku buku kegiatan dan laporan kegiatan dari kelompok masyarakat.

Samino, Panewu Seyegan yang melepas Tim Evaluasi Proklim memberikan tanggapan hasil evaluasi Tim yang intinya feedback yang disampaikan menjadi masukan yang berharga untuk kemajuan Seyegan.

“Evaluasi ini juga menjadi bahan edukasi untuk Kapanewon dan Kalurahan untuk peduli lingkungan,” ungkap Samino.

Samino juga menitip pesan, setelah evaluasi ini untuk berbenah dan melanjutkan program pengelolaan lingkungan yang lebih baik dengan perubahan perilaku ditingkat yang paling rendah. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




BKR Sedap Malam Raih Juara 3 dalam Anugerah Apresiasi BKR dan PIK-R

Sleman – Bina Keluarga Remaja (BKR) Sedap Malam Padukuhan Gandok, Condongcatur, Depok, Sleman meraih Juara III dalam Anugerah Apresiasi Bina Keluarga Remaja (BKR) dan Pusat Informasi dan Konseling Remaja Percontohan Segmentasi Usia Tingkat Provinsi DIY Tahun 2023 yang diberikan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) DIY di Hotel Manohara Depok Sleman, Kamis (16/6/2023).

Dalam sambutanya Kepala BKKBN Prov DIY, Shodiqin, menyampaikan bahwa Generasi Berencana harus menghindari pernikahan dini, seks bebas narkoba disamping itu untuk mewujudkan generasi sehat tanpa stunting diharapkan menerapkan slogan  4T (tidak terlalu muda, tidak terlalu banyak, tidak terlalu banyak dan tidak terlalu sering) karena Stunting berawal dari sang ibu hamil yang memiliki kekurangan gizi

Sekretaris Daerah DIY yang diwakili oleh Kepala Dinas P3AP2KB, Erlina Hidayati Sumardi, ., M.M menyampaikan ucapan terima kasih atas keterlibatan para pihak sehingga dapat terlaksananya kegiatan BKR dan PIK-R di wilayah masing masing.

“Semoga dengan keberadaan PIK-R dan BKR Generasi Berencana Indonesia dapat terwujud,” ungkapnya

Ketua PKK Padukuhan Gandok, Anies Kusuma Wardani mengatakan bahwa BKR Sedap Malam telah melewati tahap penilaian administrasi, visitasi lapangan yang dilaksakan tanggal 22 Mei 2023 dan final wawancara hari ini Kamis 15 Juni 2023 di Hotel Manohara.

“Bina Keluarga Remaja (BKR) adalah suatu kelompok / wadah bagi kegiatan yang terdiri dari keluarga yang mempunyai remaja usia 10-24 tahun untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku orang tua dalam rangka pengasuhan tumbuh kembang remaja,” ujarnya.

Program BKR merupakan salah satu program yang dikembangkan oleh BKKBN dalam upaya menciptakan ketahanan keluarga dan mewujudkan peningkatan kualitas remaja sebagai implementasi Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga

Ditempat terpisah, Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, mengucapkan selamat kepada BKR Sedap Malam Padukuhan Gandok yang telah membawa prestasi mewakili Kabupaten Sleman pada perlombaan penilaian Tingkat Provinsi DIY. 

“Semoga dengan pencapaian ini dapat memotivasi BKR Sedap Malam Padukuhan Gandok dan menginspirasi BKR lainya untuk semakin kompak, menambah ilmu dan memperluas manfaatnya untuk masyarakat,” tutupnya. (Wasana/KIM Depok)