Penjual Rokok Ilegal di Sleman Dikenakan Denda

Sleman – Tim Operasi Penertiban Barang Kenai Cukai Hasil Tembakau (BKCHT) Ilegal berhasil menertibkan sebanyak 380 batang rokok ilegal dengan merk Smith dan Luffman dari dua kios di wilayah Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman, Selasa (20/6/2023). Rokok-rokok tersebut termasuk kategori rokok ilegal karena tidak dilengkapi cukai dan label resmi.

Tim Operasi Penertiban BKCHT melibatkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sleman, Bea Cukai Yogyakarta, serta TNI dan Polri Wilayah Kabupaten Sleman.

Kepala Bidang Penegakan Peraturan Perundang–Undangan Satpol PP Sleman, Sri Madu Rakyanto menyampaikan kegiatan ini merupakan bentuk tanggungjawab Pemerintah Kabupaten Sleman terkait dana bagi hasil BKCHT.

“Kegiatan kali ini dalam rangka memberantas peredaran rokok ilegal. Rokok yang tidak sesuai dengan ketentuan perundangan terkait dengan produk yang tidak ada cukainya atau menggunakan cukai palsu,” kata Madu.

Madu mengatakan  peredaran rokok ilegal di wilayah Kabuapten Sleman ini merugikan bagi pendapatan negara dan kesehatan masyarakat. “Rokok ilegal ini kita tidak bisa melihat kandungan di dalamnya karena tidak terstandar dari pabrik resmi,” jelasnya.

Berbeda dengan Operasi Penertiban BKCHT tahun lalu, Madu menyampaikan bahwa penjual yang terbukti menjual rokok ilegal kali ini tidak hanya disita tapi dikenakan denda. “Harapannya penjual semakin sadar bahwa mereka rugi juga terkena denda atas penjualan rokok ilegal,” kata Madu.

Pamadi, Petugas Bea Cukai Yogyakarta menjelaskan rokok ilegal yang disita dikenakan denda ultimum remedium berdasarkan peraturan kemeterian keuangan. “Denda Ultimum Remedium yaitu 3 kali dari nilai cukai rokok ilegal,” kata Pamadi.

Dalam Operasi Penertiban BKCHT kali ini tim berhasil menyita rokok ilegal dengan merk Smith dan Luffman.  Total 380 batang rokok ilegal dengan denda sebanyak Rp ,00, –

Pamadi menyampaikan dengan dikenakannya denda,  diharapkan mampu memberikan efek jera baik bagi penjual  maupun agen rokok ilegal. “Diharapkan dengan operasi ini mampu mencegah peredaran rokok dari hilirnya,” pungkas Pamadi.

Selanjutnya rokok ilegal yang berhasil disita selama operasi ini akan dijadikan sebagai barang bukti dan akan dilakukan proses penyelidikan lebih lanjut.




Tanoto Foundation Berikan Pendampingan Budidaya Maggot di Berbah

Sleman – Tanoto foundation melalui kemitraan dengan lembaga pengabdian masyarakat UGM Yogyakarta memberikan hibah pendampingan dalam usaha budidaya maggot yang merupakan salah satu unit usaha FLH Berbah.  Penyerahan  bantuan secara simbolis dilakukan di Klampengan, Jogotirto, Berbah, Sleman DIY pada hari Minggu (18/6/2023). Kegiatan dihadiri ketua FLH Berbah, kepala unit budidaya maggot, ketua RW 23 , ketua RT 08 beserta warga masyarakat Klampengan.

Adalah Theodorus Soni, Ali Nur Hidayat, Darin Ayun, Firyal Ghaida, Putri Salsabilla mahasiswa UGM dari yang mendapatkan kesempatan beasiswa  dari Tanoto foundation. Mereka akan melakukan pendampingan dari bulan Juni sampai bulan Oktober 2023. Tema pendampingan kali ini adalah Peningkatan kapasitas produksi Budidaya maggot dan Sosialisasi program 3 R

Menurut Soni dipilihnya budidaya maggot di Klampengan setelah melalui beberapa proses seperti observasi peninjauan dan diskusi.  

“Harapannya pendampingan dan pemberian bantuan hibah peralatan  sebagai usaha mengoptimalkan hasil budidaya maggot,” harap Soni.

Sedangkan menurut Ali dipilihnya pendampingan untuk budidaya maggot karena maggot merupakan larva dari lalat BFS yang mampu dengan cepat menghabiskan sampah  organik, hampir semua jenis terutama sampah organik dari dapur  (SOD).

Juga maggot yang sudah agak besar bisa dipergunakan untuk tambahan pakan ayam, pakan ikan, pakan burung. Karena kandungan protein pada maggot cukup tinggi diatas 50

“Dengan budidaya maggot harapannya bisa menyerap sampah organik sisa dapur yang dalam proses budidaya juga menghasilkan bekas budidaya maggot  (kasgot) sebagai pupuk organik yang bagus bagi tumbuhan,” terangnya.

Wijiyono sebagai ketua unit usaha budidaya maggot FLH Berbah mengucapkan terimakasih para penerima beasiswa Tanoto yang sudah berkenan menghibahkan programnya untuk perkembangan budidaya maggot di Klampengan.

“Semoga dengan program pendampingan ini memberi semangat warga Klampengan dalam mengelola lingkungan,” ujarnya.

Mardiono, Ketua RW 23 mengatakan pihaknya sangat mendukung program pengelolaan sampah untuk kebersihan lingkungan.”Apabila memerlukan tambahan tempat untuk pengelolaan  sampah akan kita sediakan,” kata Mardiono. (Kusnadi/KIM Berbah)




Bupati Sleman Harap Pramuka Jadi Motor Pembentuk Generasi Muda Kreatif dan Berkarakter

Sleman – Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo membuka Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) Tahap I Tahun 2023 pada Senin, (19/6) di Kampung Pramuka Bromonilan, Purwomartani, Kalasan. Kustini juga sekaligus menyerahkan Tunggul Latihan dan menyematkan kartu peserta sebagai tanda dibukanya KMD.

Dalam arahannya, Kustini berharap dengan KMD ini dapat meningkatkan kapasitas Pembina Pramuka di Kabupaten Sleman sehingga sesuai dengan semangat revitalisasi Gerakan Pramuka yang mampu menjadi motor pembentuk generasi muda yang kreatif, cerdas, mandiri, terampil, berkarakter serta bertaqwa.

“Gerakan Pramuka memiliki peran yang strategis dalam upaya menyiapkan generasi muda menjadi generasi penerus bangsa. Oleh karenanya Gerakan Pramuka harus mempu menjadi motor pembentuk generasi muda yang cerdas, kreatif, mandiri, terampil, bertaqwa dan berkarakter,” ujarnya

Lebih lanjut, Kustini juga menaruh harapan untuk kedepan Pramuka di Kabupaten Sleman harus mampu mengakomodir perkembangan zaman sehingga mampu mengembangkan dan menerapkan metodologi pendidikan yang up to date dengan tidak melupakan prinsip dasar dan metode kepramukaan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sleman, Agung Armawanta melaporkan tujuan acara ini adalah memberikan pengetahuan dan pengalaman praktis kepada pembina pramuka sehingga akses, mutu, dan kualitas pembina Pramuka di Kabupaten Sleman meningkat

“Dengan pembina Pramuka yang berkualitas diharapkan dapat berperan positif dalam kehidupan serta meningkatkan akses, mutu, dan kualitas pembina Pramuka Kabupaten Sleman,” jelasnya

Pelaksanaan Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) Tahap I Tahun 2023 diselenggarakan pada Senin hingga Sabtu, 19 s.d 24 Juni 2023 pukul hingga selesai dengan jumlah peserta yakni 45 orang. Selama tahun 2021 dan 2022 terdapat 278 Pembina Pramuka Kabupaten Sleman telah memiliki sertifikat KMD dan terdapat 433 orang yang belum bersertifikat yang nantinya akan dikursuskan agar mendapat sertifikat KMD kedepannya.