Bupati Sleman Minta Kalurahan untuk Terus Berinovasi

Sleman – Menutup rangkaian Evaluasi Kalurahan Inovatif, Bupati Sleman Kustini Sri  Purnomo meninjau kantor Kalurahan Jogotirto, Kapanewon Berbah, pada Senin (26/6). Pada kesempatan itu, Kustini hadir didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan, dan jajaran.

Kustini Sri Purnomo menyampaikan apresiasi terhadap presentasi warga Kalurahan Jogotirto. Kustini menilai hal itu sebagai wujud kepedulian warga terhadap perkembangan kalurahannya. Melalui inovasi yang dipaparkan, Kustini berharap dapat menumbuhkan rasa handarbeni atau rasa saling memiliki terhadap satu sama lain. Dengan begitu, semangat gotong royong untuk meningkatkan kesejahteraan pun dapat ikut berkembang.

“Alhamdulillah Jogotirto adalah Kalurahan ke-17 dari 17 Kapanewon yang ada di Sleman dan menjadi penutup rangkaian evaluasi kalurahan inovatif.  Dari hasil pantauan kami, semua Kalurahan memiliki inovasi yang menarik dan memiliki keunggulannya masing-masing, termasuk juga dengan Kalurahan Jogotirto. Semoga inovasi yang dilahirkan dapat berjalan lancar dan menjadi kekuatan tersendiri bagi masing-masing Kalurahan,” kata Kustini.

Kustini menyampaikan arahan agar Evaluasi Kalurahan Inovatif tidak hanya dipandang sebagai sebuah kompetisi. Namun dapat diniatkan sebagai wujud keseriusan warga dalam meningkatkan kepedulian satu sama lain dalam mewujudkan kesejahteraan bersama. Maka dari itu, Kustini berpesan agar inovasi yang sudah dipaparkan dapat dijalankan sebaik mungkin.

Pada kesempatan itu, Lurah Jogotirto, Mitha Mayasari menyampaikan, Kalurahan Jogotirto memiliki visi untuk mewujudkan kawasan ekonomi kreatif terintegrasi kawasan wisata, menuju Kalurahan yang sejahtera, mandiri, dan berbudaya. Sehingga pihaknya memiliki beberapa inovasi, baik di bidang UMKM, sosial hingga layanan administrasi kependudukan.

“Salah satu inovasi produk yang dihasilkan ibu-ibu PKK adalah jogo lilin, yakni produk lilin yang kami desain secara menarik. Selain itu kami juga memiliki kegiatan sosial dengan melibatkan karang taruna. Semoga inovasi ini dapat terus memberikan manfaat khususnya bagi masyarakat Kalurahan Jogotirto,” ujarnya.

Selain itu, di bidang administrasi kependudukan, Kalurahan Jogotirto juga memiliki inovasi Palawija. Inovasi ini memberikan layanan pembuatan akta kelahiran dan akta kematian bagi warga Kalurahan Jogotirto. Dengan layanan ini, Mitha berharap dapat memudahkan warganya untuk mendapatkan akta kelahiran ataupun kematian dengan lebih mudah dan cepat.




Remaja Widododmartani Tampilkan Tari Widodo di Titik Nol Malioboro

Sleman – Penapilan para penari dari Kalurahan Budaya Widodomartani Kapanewon Ngemplak menjadi hiburan ratusan penonton Gelaran Pentas Seni Malam Selasa Wagen yang memadati Plasa Monumen SO 1 Maret Titik Nol Malioboro, Senin 26/6/2023 malam. Agenda yang dibiayai dari dana Keistimewaan itu juga dimeriahkan penapilan kontingen Provinsi  Lampung.

Seniman remaja tampil dengan mempersembahkan “Tari Widodo” yang digarap oleh Anis Damayanti dibantu  Galuh Fajar yang keduanya adalah Pendamping Kalurahan Budaya Widodomartani.

Ketua Pengelola Kalurahan Budaya Widodomartani  Subarjo menuturkan, Tari Widodo digarap dalam waktu yang singkat setelah Pemerintah Kalurahan Widodomartani beserta  Pengurus Kalurahan Budaya menyelesaikan agenda Festival Upacara Adat dengan tema Ruwat Sendang Temanten.

“Tari Widodo menggambarkan perjuangan manusia dalam kehidupan yang dilandasi nilai disiplin dan semangat serta tanggung jawab disertai doa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dengan begitu pada akhirnya akan mendapatkan kekuatan  dan kebahagiaan yang sesungguhnya,” terangnya.

Menurut Subarjo, para penari yang tampil merupakan putra-putri Widodomartani. Hal itu sebagai implementasi dari program Kalurahan Budaya dengan melibatkan lembaga-lembaga Kalurahan yang ada. (Tri Joko S/KIM Kalasan)




Seyegan Gelar Workshop Pemutahiran PK-23

Sleman – Dihadiri 63 kader Pendataan, PLKB Kapanewon Seyegan menggelar Workshop Pemutahiran Pendataan Keluarga (PPK) tahun 2023 di Aula lantai II Kapanewon Seyegan pada hari Senin (26/6/2023). PPK ini merupakan kegiatan rutin tahunan untuk update data yang dilakukan pada tahun 2021 yang lalu.

Aris Wibowo sebagai Koordinator PLKB Seyegan menyampaikan bahwa Pendataan Keluarga (PK) ini merupakan salah satu Kerja besar BKKBN dan merupakan siklus 5 tahunan.

“PK yang akan berlangsung selama 1 bulan ini merupakan upaya untuk mengumpulkan data primer yang berbasis pada kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga. Tidak semua Kalurahan mendapat alokasi untuk kegiatan PPK ini,” ujar Aris.

Aris menyebutkan bahwa di wilayah Seyegan ada 3 kalurahan yaitu Margoluwih, Margomulyo dan Margokaton yang mendapat program ini.

“Untuk Kapanewon di Kabupaten Sleman di tahun 2023 ini yang mendapat alokasi dana untuk program PPK hanya 10 Kapanewon,” tuturnya.

Aris juga menjelaskan bahwa PK ini berbasis android ( paperless) dengan harapan pelaksanannya lebih cepat, akurat dan data bisa terkoneksi dengan internet.

Secara garis besar, Aris juga menerangkan bahwa kegiatan pemutakhiran yang akan dimulai pada tanggal 1 Juli hingga 31 Juli 2023 ini bisa berupa melengkapi data, pembaharuan dan mendata mutasi/keluarga baru. Untuk data pembaharuan bisa dilakukan dengan observasi maupun kunjungan.

Samino, Panewu Seyegan memberi pengarahan bahwa data sangat penting. “Untuk itu data harus valid,” tegasnya terhadap Kegiatan dengan tagline Jutaan Keluarga Indonesia telah terbantu oleh jawaban anda, ayo kita sukseskan pemutakhiran pendataan ini.

Samino memberi contoh, menyajikan data yang berbasis keluarga dengan menggambarkan kondisi Rumah Tangga yang bisa dijadikan untuk pengambilan kebijakan dalam bentuk intervensi pada Keluarga dengan pola pendekatan yang berbeda.

“Kata kuncinya adalah dengan parameter data valid sesuai dengan lapangan akan tersaji data yang baik,” ujarnya.

Rika Vika Octori, penanggung jawab kegiatan PPK memberikan penjelasan tentang tata cara pemutakhiran data PK-23  mulai dari menyiapkan smartphone, mengunduh aplikasi, download sampai pengisian data dalam form.

Rika juga menyampaikan bahwa hasilnya adalah basis data keluarga termasuk pembangunan keluarga yang dapat digunakan juga untuk pencegahan terhadap penyakit.

Rika memberi contoh data pemilikan jamban dan sumur bisa digunakan untuk menentukan derajat sanitasi yang berimplikasi pada faktor resiko stunting.

“Disamping itu dengan data yang valid di lapangan juga bisa digunakan untuk fasilitas rujukan oleh TPK (Tim Pendamping Keluarga) untuk melakukan kunjungan rumah dan memberikan KIE,” terang Rika.

Di bagian akhir, Rika juga menggambarkan kesulitan yang dihadapi pada saat pendataan, seperti proses loading pendataan yang lambat karena server digunakan secara nasional, waktu yang singkat ataupun banyaknya data anomali yang harus diperbarui dari pendataan yang lalu. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




PAUD-KB Tunas Bangsa Bentuk Pribadi Anak yang Agamis

Sleman – Pendidikan Anak Usia Dini Kelompok Bemain (PAUD KB ) Tunas Bangsa yang berdomisili di Padukuhan Sombangan, Kalurahan Sumbersari, Kapanewon Moyudan, Kabupaten Sleman mewisuda 14 siswanya yang purna pada hari Senin (26/6/2023 ) di Gedung Paud Tunas Bangsa. Acara tersebut dihadiri oleh wali siswa, pengurus Yayasan Tunas Bangsa Cendekia, serta dukuh setempat.

Kepala PAUD KB Tunas Bangsa Riningsih dalam sambutannya menyampaikan bahwa  siswa yang diwisuda berjumlah 14 anak dari 22 siswa KB Tunas Bangsa. Ia menambahkan bahwa ada 8 anak belum masuk umur untuk melanjutkan  ke jenjang sekolah berikutnya.

” Kami serahkan putra-putri bapak untuk bisa melanjutkan sekolah dijenjang selanjutnya, mohon jalinan silaturahmi tetap terjaga,” Harap Riningsih.

Lebih lanjut riningsih dan semua guru PAUD KB Tunas Bangsa mohon maaf selama mendidik dan mengasuh siswa masih banyak kekurangan sehingga menjadikan kurang berkenan di hati para wali murid.

Syaiful Bahri, Ketua Yayasan Tunas Bangsa Cendekia melaporkan prestasi yang diraih oleh Paud KB tunas Bangsa antara lain sebagai juara 3 tingkat Kabupaten dalam Lomba Kepala Lembaga berprestasi pada bulan Maret 2023.

“Kelompok Bermain Tunas Bangsa pembelajaran anak distimulan seluruh perkembangannya namun tetap menitik beratkan pada Aqidah, nilai-nilai luhur agama untuk membentuk pribadi anak yang berahklakul karimah, agamis dan berkarakter serta pengenalan budaya Jawa sejak dini,” ungkap Syaiful.

Dukuh Sombangan Agus Sartono atas nama Pemerintah menyampaikan apresiasi yang tinggi atas perjuangan pendidik KB Tunas Bangsa yang tidak menilai honor yang diterima tetapi tetap semangat dalam mendidik dan mengasuh peserta didiknya.

“Kami ucapakan selamat kepada wisudawan-wisudawati semoga tetap semangat untuk melanjutkan sekolah ke jenjang berikutnya, semoga menjadi anak yang shalih dan shalikhah,” ungkap Agus. (Giek/KIM Sumber Biwara Moyudan)




Takmir Masjid At-Taqwa Pakem Gelar Temu Shohibul Kurban

Takmir Masjid At-Taqwa Pakem Gelar Temu Shohibul Kurban

Sleman – Panitia Kurban Masjid At Taqwa Labasan Pakembinangun Pakem Sleman menggelar acara temu silaturrahmi dengan para Shohibul Kurban  warga Sukunan – Labasan Pakembinangun, Pakem, Sleman, Senin, (26/6/2023) di Masjid At-Taqwa, Pakem.

Siswanto, Ketua Panitia Kurban Masjid at Taqwa memaparkan bahwa ini adalah ajang temu wicara langsung antara para shohibul kurban dengan panitia kurban. Dengan adanya pertemuan ini, keluhan dan permasalahan yang disampaikan oleh para shohibul kurban bisa diakomodir langsung oleh panitia selaku pengemban amanah dari para shohibul kurban.

“Ini adalah kesempatan bagus bagi kita untuk sharing. Nanti kami akan mengadakan pengecekan dan pembetulan nama shohibul kurban, agar tidak salah sebut pada waktu prosesi penyembelihan hewan kurban nanti, yang kita takutkan akan merusak nilai ibadahnya,” ujar Siswanto.

Siswanto juga menambahkan bahwa pada pertemuan ini, dirinya bersama panitia yang lain akan meminta masukan dan arahan untuk teknis lebih lanjutnya tentang kebijakan yang ada, khususnya untuk distribusi daging kurban.

“Agar tidak ada permasalahan ataupun sesuatu yang tidak mengenakkan para shohibul kurban, yang akhirnya bisa merusak nilai ibadah kurban, maupun merusak pahala kurban” papar Siswanto.

“Saya harap kegiatan temu shohibul kurban seperti ini bisa berlangsung secara berkelanjutan di masa yang akan datang. Agar lega semuanya, bisa ngemong satu sama lain,dan tidak merusak esensi ibadah kurban,” pungkas Siswanto

Sementara, Imam Besar Masjid At-Taqwa, Ahmad Hifni berpesan agar para shohibul kurban dapat bekerja dengan ikhlas dalam melaksanakan tugasnya.

“Para shohibul kurban hendaknya tidak pernah ngarani jatah yang nanti diterima. Sudah, diikhlaskan saja semua. Dan percayakan semua kepada panitia. Karena kualitas daging kurban itu bermacam-macam,” pesan Ahmad Hifni. (Asrori Wardan/KIM Pakembinangun)