Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman melakukan Evaluasi dan Kunjungan Lapangan Lomba Program Kampung Iklim (Proklim) tingkat Kabupaten Sleman tahun 2023 di Padukuhan Pondok, Condongcatur, Depok, Sleman, Selasa (27/6/2023). Tim yang terdiri dari Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan, Dinas PMK, Dinas Pertanian, dan Bappeda Sleman ini disambut langsung oleh Panewu Depok, Wawan Widiantoro.
Dalam kesempatan tersebut, Wawan menuturkan bahwa masyarakat Padukuhan Pondok yang merupakan wilayah perkotaan selalu beradaptasi terhadap perubahan iklim dengan melakukan mitigasi perubahan iklim.
Wawan menambahkan, Padukuhan Pondok dipilih mewakili Kapanewon Depok karena pada tahun 2019 berhasil menjuarai Lomba Wajah Padukuhan tingkat Kapanewon Depok.
“Di samping itu Padukuhan Pondok memiliki fasilitas pendukung untuk diangkat pada evaluasi proklim yaitu TPS 3 R (satu satunya yang memiliki TPS 3 R di Kapanewon Depok ), IPAL Komunal “Sumber Sehat”, dan Drainase & SPAH pembanguan Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU),” ungkapnya.
Lebih lanjut Wawan berpesan kepada seluruh elemen masyarakat untuk tetap saling kompak, mempertahankan lahan hijau yang notabene 40 persen lahan di Padukuhan Pondok adalah lahan pertanian.
“Proklim dilakukan dalam rangka mendorong masyarakat untuk melakukan peningkatan kapasitas adaptasi terhadap dampak perubahan iklim dan penurunan emisi gas rumah kaca serta memberikan penghargaan terhadap upaya-upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang telah dilaksanakan di tingkat lokal sesuai dengan kondisi wilayah,” jelas Wawan.
Kepala Bidang Pengendalian Lingkungan Hidup, Eni Yuliani, yang juga selaku Ketua Tim Juri Evaluasi Proklim Tahun 2023 menyampaikan tujuan evaluasi dan perlunya keberlanjutan kegiatan dimasyarakat setelah evaluasi dilakukan.
Menurut Eni, Program Kampung Iklim (Proklim) adalah kegiatan masyarakat sebuah kampung baik teknis maupun non teknis berkontribusi secara langsung maupun tidak langsung terhadap pengurangan salah. Satu penyumbang terbesar perubahan iklim, kampung iklim masyarakatnya melakukan upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim secara terukur dan berkesinambungan
” 3 (tiga) indikator komponen dalam Proklim adalah Kegiatan Adaptasi perubahan iklim, Kegiatan Mitigasi Perubahan iklim dan Kelompok masyarakat dan dukungan berkelanjutan, sedangkan penilaian meliputi Administrasi dan Verifikasi Fisik (lapangan)”, ungkapnya
Dalam kesempatan ini, Eni juga memperkenalkan tim yang terdiri dari beberapa instansi yaitu Bappeda, DLH, PMK, Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman dan dari Yayasan OISCA.
Tim Evaluasi Proklim dibagi menjadi Tim Administrasi dan Tim Lapangan yang menilai kegiatan yang telah dilakukan masyarakat sebagai bentuk adaptasi terhadap perubahan iklim serta kegiatan Mitigasi terhadap perubahan iklim, selanjutnya tim juri mencocokkan dokumen kegiatan tersebut dengan realitas dilapangan serta keberlanjutan serta lembaga masyarakat yang sangat penting untuk pelaksana dan pengambil kebijakan program
Arizka Asfandaru selaku Ketua Kampung Hijau Padukuhan Pondok kemudian memaparkan profil Padukuhan Pondok, Kelembagaan Padukuhan, legalitas kegiatan masyarakat, potensi Padukuhan, Program Proklim Padukuhan Pondok (kegiatan perubahan iklim, kegiatan adaptasi, mitigasi dan kelompok masyarakat dan dukungan keberlanjutan) serta program kerjasama masyarakat (program jangka pendek, menengah dan panjang untuk kegiatan pengelolaan lingkungan)
Setelah peninjauan lapangan dilakukan pelepasan Tim evaluasi Proklim dilakukan oleh Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji.
“Evaluasi kita terima untuk kemajuan Padukuhan Pondok, hasil evaluasi dari tim dapat dipergunakan sebagai bahan acuan untuk perbaikan perbaikan kedepanya, tetap semangat, kompak selalu dijaga kegotongroyongan, kekompakan dan kebersihan lingkunganya,” tutupnya. (Wasana/KIM Depok)