Tingkatkan Kesadaran Keamanan, Polresta Sleman Gelar Bakti Sosial dan Jumat Curhat

Sleman – Dalam rangka pengembangan peran keamanan, terutama di masyarakat, Polresta Sleman menggelar kegiatan sosial dengan tajuk Bakti Sosial dan Jumat Curhat bertempat di Masjid Al-Hikmah Sedogan, Lumbungrejo, Kapanewon Tempel, Jumat (16/6/2023). Kegiatan dihadiri langsung oleh Panewu Tempe, Kapolsek Tempel, dan Kepala Satuan Bina Masyarakat Polresta Sleman, AKM Sugiyanto.

“Hal ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan menyambut Hari Ulang Tahun Bhayangkara ke-77 yang jatuh pada Juli mendatang,” terang Sugiyanto.

“Kegiatan tersebut tidak hanya untuk memperingati HUT Bhayangkara ke 77 tahun saja, namun juga sebagai wujud nyata kepedulian Polri terhadap warga masyarakat,” imbuhnya.

Berbagai kegiatan dilaksanakan dalam kegiatan sosial ini. Selain bakti sosial, ada juga bakti religi dengan melakukan bersih-bersih tempat ibadah, bakti kesehatan dengan pemeriksaan kesehatan gratis untuk warga, serta Jumat Curhat.

Dalam kesempatan tersebut, Sugiyanto juga mengimbau masyarakat untuk dapat berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan.

”Mari agar tidak usah ragu untuk melaporkan kepada pihak kepolisian tentang tindak kejahatan yang terjadi dilingkungannya,” imbau Sugiyanto. (SBD/KIM Tempel)




Kalurahan Donoharjo Fokus Tangani Stunting di RKP 2024

Sleman – Musyawarah Kalurahan atau Muskal RKP (Rencana Kerja Pemerintah) Kalurahan sesuai ketentuan dan regulasi yang ada, dilaksanakan oleh Badan Permusyawaratan Kalurahan untuk mencermati ulang dan menyepakati hasil pencermatan dokumen RPJM Kalurahan, serta membentuk Tim Verifikasi sesuai dengan jenis kegiatan dan keahlian yang dibutuhkan.

Sesuai dengan Peraturan Presiden no 104 tahun 2022 tentang Rencana Kerja Pemerintah tahun 2023 dan Permendes no 8 tahun 2022 tentang Prioritas Penganggaran Dana Desa tahun 2023,  penggunaan Dana Desa telah diatur penggunaannya, dengan acuan penggunaan yaituuntuk BLT DD 20%, Ketahanan pangan 24%, Penanganan COVID-19 0,1%, Kesehatan 10%, operaional 2% dan kewenangan desa lainnya 44%.

Mengenai hal tersebut, Kalurahan Donoharjo mengambil sikap bahwa akan memprioritaskan program kesehatan untuk penanganan stunting.

“Bidang kesehatan akan kita prioritaskan untuk program pencegahan dan penanganan stunting, dimana masalah stunting bukan hanya terkait dengan masalah ekonomi, namun mencakup banyak aspek yang harus dijangkau,” jelas Lurah Donoharjo, Hadi Rintoko pada Muskal Donoharjo yang digelar di Aula Kalurahan Donoharjo, Kamis (15/6/2023).

Ketua BPKal Donoharjo, Fajar Krismanto mendukung penuh program pemerintah Kalurahan Donoharjo tersebut.

“Masalah stunting memang harus menjadi perhatian khusus. Karena masalah stunting memiliki faktor penyebab yang beragam bukan semata hanya masalah ekonomi tapi juga berkaitan dengan pola makan, kesehatan lingkungan maupun aspek lainnya sehingga perlu melakukan penyadaran dan pelatihan yang menyasar kader kesehatan, orang tua balita,  calon pengantin, bahkan kepada para remaja sebagai antisipasi sejak dini,” jelas Fajar.

Sementara Hadi Nugroho Kepala Jawatan Praja Kapanewon Ngaglik menyatakan bahwa  BPKal sudah menjalankan peran dan fungsinya dengan baik dalam menampung aspirasi masyarakat dan melaksanakan musyawarah Kalurahan.

“Ini merupakan bagian dari kegiatan perencanaan yang merupakan kegiatan yang sangat penting untuk pelaksanaan kegiatan ke depan. Di tengah keterbatasan anggaran, program bisa diakomodir apa yang menjadi prioritas. Keterbatasan anggaran juga bisa menjadi motivasi dan inspirasi dalam meningkatkan PAD dan mengembangkan BUMKal,” jelas Hadi Nugroho. (Endarwati/KIM Donoharjo Ngaglik)




Proklim di Terwilen Dievaluasi

Sleman – Pemkab Sleman menggelar Evaluasi Program Kampung Iklim (Proklim) Tingkat Kabupaten Sleman tahun 2023 pada Rabu (14/6/2023) bertempat di Gedung Budaya Padukuhan Terwilen, Kalurahan Margodadi Seyegan.

Terwilen menjadi wakil Kapanewon Seyegan dalam Evaluasi Proklim ini dikarenakan padukuhan ini memiliki banyak potensi di bidang pertanian, perkebunan, peternakan dan juga seni budaya yang tinggi.

Disambut dengan gending karawitan dari kelompok Karawitan Laras Budoyo, kegiatan evaluasi proklim dimulai dengan sambutan dan ucapan selamat datang dari Lurah Margodadi, Jalmo Susilodiprojo.

Dalam sambutannya, Jalmo menyampaikan bahwa Terwilen termasuk padukuhan yang mempunyai wilayah yang luas dan penduduk yang banyak.

“Di samping itu Terwilen juga mempunyai potensi dan prestasi yang bisa dibanggakan seperti juara lomba pos kampling tingkat provinsi,” ujarnya.

Enni Yuliani, sebagai Koordinator Tim Evaluasi pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa Evaluasi Proklim ini merupakan program dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang berusaha untuk menggerakkan stake holder dan masyarakat secara bersama dalam pengelolaan lingkungan dengan upaya adaptasi, upaya mitigasi, dan upaya dukungan keberlanjutan.

“Jadi evaluasi bukanlah akhir dari tujuan pengelolaan lingkungan namun keberlanjutan pasca evaluasi yang harus dijaga dan tidak berhenti,” tukas Enni.

Dalam kesempatan itu, Enni memperkenalkan Tim evaluasi yang berasal dari OPD terkait yaitu dari DLH, Dinas PMK, Bappeda, Dinas Kesehatan dan Dinas Pertanian.

Acara dilanjutkan dengan pemaparan dari perwakilan pengelola lingkungan padukuhan Terwilen yang diwakili oleh Sarjono yang juga ketua unit LPM Padukuhan.

Dalam paparannya, Sarjono menampilkan Profil Proklim Padukuhan Terwilen mulai dari kondisi geografis, kependudukan, kelembagaan, potensi padukuhan sampai dengan program kampung iklim padukuhan Terwilen yang terdiri dari kegiatan perubahan iklim, kegiatan mitigasi perubahan iklim dan kelompok masyarakat yang berkaitan dengan dukungan berkelanjutan.

Lebih jauh Sarjono menceritakan tentang upaya pengendalian kekeringan, banjir dan longsor dengan saluran irigasi yang memadai, pembuatan sumur resapan, pemasangan biopori, dan pembangunan drainase. Untuk ketahanan pangan, KWT Terwilen juga aktif dalam penanaman toga, buah dan sayuran.

“Untuk pengendalian penyakit berkait iklim, di Terwilen sudah ada jumantik cilik yang secara berkala memeriksa penampungan air warga. Pengelolaan sampah juga sudah dilaksanakan di Terwilen dengan berdirinya Bank Sampah Serasi. Sedangkan pemanfaat lahan yang kosong sudah diupayakan untuk budidaya pisang, ketela pohon dan di banyak tempat dipertahankan tutupan vegetasi,” papar Sarjono.

“Tidak kurang dari 17 lembaga / Kelompok masyarakat di Terwilen yang mendukung program kampung iklim sebagai upaya dukungan keberlanjuta,” imbuhnya.

Setelah pemaparan dilakukan kunjungan lapangan oleh Tim  untuk melihat dari dekat program pengelolaan lingkungannya, mulai dari kunjungan ke kandang Kelompok (kambing dan ayam), PAUD, Masjid, KUBE (Kelompok Usaha Bersama), KWT, Biopori dan Ketrampilan daur ulang sampah, perikanan dan terakhir melihat administrasi kegiatan berupa buku buku kegiatan dan laporan kegiatan dari kelompok masyarakat.

Samino, Panewu Seyegan yang melepas Tim Evaluasi Proklim memberikan tanggapan hasil evaluasi Tim yang intinya feedback yang disampaikan menjadi masukan yang berharga untuk kemajuan Seyegan.

“Evaluasi ini juga menjadi bahan edukasi untuk Kapanewon dan Kalurahan untuk peduli lingkungan,” ungkap Samino.

Samino juga menitip pesan, setelah evaluasi ini untuk berbenah dan melanjutkan program pengelolaan lingkungan yang lebih baik dengan perubahan perilaku ditingkat yang paling rendah. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




BKR Sedap Malam Raih Juara 3 dalam Anugerah Apresiasi BKR dan PIK-R

Sleman – Bina Keluarga Remaja (BKR) Sedap Malam Padukuhan Gandok, Condongcatur, Depok, Sleman meraih Juara III dalam Anugerah Apresiasi Bina Keluarga Remaja (BKR) dan Pusat Informasi dan Konseling Remaja Percontohan Segmentasi Usia Tingkat Provinsi DIY Tahun 2023 yang diberikan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) DIY di Hotel Manohara Depok Sleman, Kamis (16/6/2023).

Dalam sambutanya Kepala BKKBN Prov DIY, Shodiqin, menyampaikan bahwa Generasi Berencana harus menghindari pernikahan dini, seks bebas narkoba disamping itu untuk mewujudkan generasi sehat tanpa stunting diharapkan menerapkan slogan  4T (tidak terlalu muda, tidak terlalu banyak, tidak terlalu banyak dan tidak terlalu sering) karena Stunting berawal dari sang ibu hamil yang memiliki kekurangan gizi

Sekretaris Daerah DIY yang diwakili oleh Kepala Dinas P3AP2KB, Erlina Hidayati Sumardi, ., M.M menyampaikan ucapan terima kasih atas keterlibatan para pihak sehingga dapat terlaksananya kegiatan BKR dan PIK-R di wilayah masing masing.

“Semoga dengan keberadaan PIK-R dan BKR Generasi Berencana Indonesia dapat terwujud,” ungkapnya

Ketua PKK Padukuhan Gandok, Anies Kusuma Wardani mengatakan bahwa BKR Sedap Malam telah melewati tahap penilaian administrasi, visitasi lapangan yang dilaksakan tanggal 22 Mei 2023 dan final wawancara hari ini Kamis 15 Juni 2023 di Hotel Manohara.

“Bina Keluarga Remaja (BKR) adalah suatu kelompok / wadah bagi kegiatan yang terdiri dari keluarga yang mempunyai remaja usia 10-24 tahun untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku orang tua dalam rangka pengasuhan tumbuh kembang remaja,” ujarnya.

Program BKR merupakan salah satu program yang dikembangkan oleh BKKBN dalam upaya menciptakan ketahanan keluarga dan mewujudkan peningkatan kualitas remaja sebagai implementasi Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga

Ditempat terpisah, Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, mengucapkan selamat kepada BKR Sedap Malam Padukuhan Gandok yang telah membawa prestasi mewakili Kabupaten Sleman pada perlombaan penilaian Tingkat Provinsi DIY. 

“Semoga dengan pencapaian ini dapat memotivasi BKR Sedap Malam Padukuhan Gandok dan menginspirasi BKR lainya untuk semakin kompak, menambah ilmu dan memperluas manfaatnya untuk masyarakat,” tutupnya. (Wasana/KIM Depok)




Bupati Targetkan Seluruh Rumah di Sleman Dapatkan Akses Air Bersih

Sleman – Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, menandatangani Perjanjian Hibah Daerah (PHD) Program Hibah Air Minum 2023, Rabu (14/7). Penandatanganan itu dilaksanakan pada agenda Rapat Teknis dan Program Hibah Air Minum Perkotaan dan Perdesaan yang dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Hotel Sheraton Yogyakarta.

Direktur Air Minum Kementrian PUPR, Anang Muchlis, menyampaikan bahwa program Hibah Air Minum merupakan hibah dari pemerintah pusat kepada Pemerintah Daerah dengan pendekatan kinerja terukur (output-based). Dengan program ini, Pemerintah Daerah diwajibkan untuk melakukan peningkatan akses air minum yang layak bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) baik di perkotaan maupun perdesaan.

Sesuai dengan surat Penetapan Pemberian Hibah (SPPH) Kementerian Keuangan Nomor S-2/MK.7/2023, Kabupaten Sieman merupakan peserta Program Hibah Air Minum Perkotaan dan Perdesaan dengan nilai Hibah Air Minum Perkotaan sebesar Rp. 3 Miliar dengan target output sambungan rumah, dan nilai Hibah Air Minum Perdesaan sebesar Rp. 1,6Miliar dengan target output 800 sambungan rumah.

“Proses penandatanganan ini sebagai wujud komitmen Pemda dan apresiasi kepada Kabupaten Sleman yang memiliki Kinerja Baik selama mengikuti Program Hibah Air Minum,” jelas Anang.

Anang melanjutkan, dengan terpenuhinya akses air minum maka sekaligus meraih terget pembangunan yang lain seperti peningkatan derajat kesehatan masyarakat, penurunan stunting, penyediaan sanitasi yang berkelanjutan dan pembangunan kawasan perkotaan dan pemukiman yang berkualitas.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menyampaikan ucapan terima kasih atas apresiasi terhadap Kabupaten Sleman yang dinilai memiliki kinerja baik selama mengikuti program hibah air minum. Kustini mengatakan, Pemerintah Kabupaten Sleman menargetkan seluruh rumah di Sleman dapat mengakses air bersih. 

Hingga saat ini, jumlah rumah yang telah terhubung dengan akses perpipaan air bersih mencapai sebesar 21,41 % atau sebanyak sambungan rumah, yang terdiri dari sambungan PDAM dan PAMDes sebanyak sambungan rumah. Sementara itu, untuk sisanya memperoleh air bersih dengan akses non perpipaan seperti memakai sumur bor, sumur gali serta mata air.

“Dengan pemberian hibah ini diharapkan akan semakin memperluas jangkauan akses air bersih perpipaan pada masyarakat Sleman. Dengan demikian seluruh masyarakat di wilayah Kabupaten Sleman memiliki akses air bersih dan mendukung program pemerintah pusat 100% air minum yang sehat dan 100% sanitasi yang layak,” kata Kustini.

Kustini juga berharap, agar kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Sleman dengan Kementerian PUPR dapat terus bersinergi di tahun berikutnya, terutama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.