Kebersamaan dalam Menunaikan Ibadah Haji

Sleman – Salah satu persiapan agar dapat melaksanakan Ibadah Haji adalah kondisi fisik yang prima, terlebih bagi jemaah lansia yang jumlahnya banyak. Berdasarkan data Kementerian Agama RI, terdapat jemaah haji lansia yang berangkat menunaikan ibadah haji pada tahun 2023 ini.

Salah satunya adalah Sumarah, salah satu jemaah haji lansia dari Kapanewon Pakem, Sleman. Ia mengatakan, dirinya telah melakukan berbagai persiapan untuk melaksanakan ibadah haji di Mekkah.

“Kegiatan menjaga kebugaran antara lain dengan asupan makanan yang bergizi dan Alhamdulillah sesuai dengan cita rasa seperti di Indonesia dan juga dilakukan senam bersama kloter SOC 51 disertai edukasi dan pemeriksaan kesehatan  terutama untuk bapak ibu jamaah lansia dan pendamping SOC 51,” ungkapnya, Rabu (14/6/2023).

Menurut Sumarah, salah satu hal yang sangat membantu dirinya adalah kebersamaan antar jemaah. “Semangat kebersamaan kekeluargaan sangat terasa disini dimana jamaah yang lebih muda membantu dengan Ikhlas para jamaah lansia,” tukasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Jazimah (75 tahun) jemaah asal Tekik, Bangunkerto, Turi.

“Alhamdulillah kami sangat terbantu dengan bantuan dari sesama anggota rombongan dalam kegiatan haji ini, semoga Allah membalas kebaikan ini dan pelayanan juga bagus terutama makanan selama di Makkah menunya seperti di Indonesia kesannya makannya enak .nasinya empuk lebih enak dari  menu di rumah,” akunya. (Arief Hartanto)




Upaya Pemkab Sleman Wujudkan Kabupaten Cerdas untuk Pelayanan Maksimal

Sleman – Tuntutan masyarakat akan pemerintahan yang lebih cepat dan peningkatan produktivitas serta daya saing ekonomi merupakan sebuah amanat bagi pemerintah daerah dalam mewujudkan pemerintahan yang responsif. Merespon hal ini, Pemerintah Kabupaten Sleman telah menyusun strategi pembangunan Sleman berbasih Kabupaten Pintar (Smart City) yang telah dicanangkan sejak tahun 2017.

“Secara berkesinambungan selama 6 tahun ini, Kabupaten Sleman terus berupaya meningkatkan penerapan konsep smart city dalam berbagai aspek tata kelola pemerintahan yang muaranya bertujuan untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat,” terang Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo saat menghadiri Evaluasi Smart City Kabupaten Sleman tahun 2023 di Sleman Smart Room, Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman, Rabu (14/6/2023).

Pemkab Sleman telah melakukan berbagai inovasi demi mendukung terwujudnya Kabupaten Cerdas tersebut sesuai dengan 6 dimensi Smart City yaitu Smart Governance, Smart Economy, Smart Living, Smart Environment, Smart Society, dan Smart Branding.

“Untuk Smart Governance, Kabupaten Sleman telah menyediakan pelayanan dokumen kependudukan yang terintegrasi secara online, layanan aduan Sleman yang terintegrasi melalui aplikasi Lapor Sleman, serta Mall Pelayanan Publik. Untuk Smart Economy, ada penerapan ekosistem pembayaran digital menggunakan QRIS,” jelas Kustini.

Sedangkan untuk memenuhi dimensi Smart Living, Pemkab Sleman mengusung Inovasi MATA HATI yang merupakan upaya mewujudkan kesehatan mental bagi seluruh masyarakat. Upaya serupa juga digagas di bidang sosial melalui Layanan Sambang Warga dan Pojok Literasi Digital.

“Tidak ketinggalan, sebagai upaya mewujudkan lingkungan yang nyaman bagi seluruh warga Sleman kami telah memberlakukan e-retribusi sampah serta mendorong pembentukan Kelompok Pengolahan Sampah Mandiri (KPSM). Pembentukan kelompok ini bertujuan untuk melakukan pemilahan dan pengolahan sampah rumah tangga,” ungkapnya.

Kustini berharap, setiap inovasi yang diberikan dapat memberikan dukungan terciptanya ekosistem smart city di Kabupaten Sleman.

“Dengan sinergi seluruh pihak, kami berharap Sleman mampu terus berinovasi membuahkan program yang selaras dengan program smart city yang  berdampak bagi masyarakat Kabupaten Sleman,” pungkas Kustini.




Jaga Generasi Penerus Bangsa, Bakesbangpol DIY Sosialisasikan Bahaya Narkoba

Sleman – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Daerah Istimewa Yogyakarta mengadakan Sosialisasi Bahaya Narkoba untuk tokoh masyarakat Kalurahan Condongcatur di Parang Garuda Meeting Room, Hotel Grand Keisha, Rabu (14/06/2023). Sosialisasi kali ini mengusung tema “Merajut Sinergi dalam Upaya Pencegahan serta Penanganan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba di Lingkungan Masyarakat”.

Kompol Endang Sulistyandini, Kabag Binopsnal Ditresnarkoba Polda DIY sekaligus narasumber menyampaikan kondisi penyalahgunaan narkoba di DIY cukup memprihatinkan karena masuk ke dalam 5 besar di Indonesia.

“Saat ini tindak pidana narkoba merupakan tindak pidana trans nasional. Kami berharap jika ada keluarga atau tetangga yang teridentifikasi narkoba jangan dijauhi dan dianggap sebagai aib, tapi perlu dilaporkan ke IPWL (Instansi Penerima Wajib Lapor) agar selanjutnya bisa mendapat rehabilitasi. Polri juga akan terus berkomitmen melakukan upaya penanggulangan narkoba,” imbuhnya.

Selanjutnya, Dyah Wulandari Setyarini selaku penyuluh BNNP DIY juga menyampaikan bahwa saat ini Indonesia sedang darurat narkoba. Pasalnya, Indonesia memiliki letak geografis yang terbuka dan menjadikan narkoba mudah masuk dan menyebar di Indonesia. “Saat ini banyak narkoba jenis baru dan para pengedar menargetkan remaja sebagai target pasarnya. Mari kita saling menjaga anak-anak dan keluarga kita agar terhindar dari narkoba,” jelas Dyah.

Selain itu, Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji yang turut menjadi narasumber menyampaikan terima kasih karena Bakesbangpol DIY telah memberi fasilitas untuk melakukan sosialisasi di wiliayah Kalurahan Condongcatur. “Sebagai tokoh masyarakat di Condongcatur, kita harus mengerti wilayah terkecil dari lingkungan kita agar kita tahu pemetaan wilayah di mana yang memungkinkan melakukan penyalahgunaan narkoba. Mari kita bersama berkomitmen dari RT, RW, Dukuh jika menerima pendatang kita harus memastikan bahwa mereka adalah orang baik,” tegas Reno.

Ia menambahkan agar orang tua, tokoh masyarakat, tokoh agama, organisasi sosial dapat berperan penting dalam pencegahan dan penanganan narkoba. Reno juga berharap agar seluruh komponen masyarakat dapat menjaga dan mempertahankan prestasi Condongcatur sebagai kalurahan nomor satu dalam pencegahan narkoba se-DIY. (Halen Juventina/ KIM DEPOK)




SDN Donoharjo Bentuk Karakter Siswa Lewat Pagelaran Budaya Lokal

Sleman – Mengusung tema Kearifan lokal, SD Negeri Donoharjo menyelenggarakan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dan tutup tahun ajaran 2022/2023 dengan mengadakan kegiatan Gelar Budaya yang berisikan berbagai pertunjukan pada Selasa (13/6/2023). Mengambil di Halaman SD Negeri Donoharjo, pertunjukan yang ditampilkan di antaranya adalah Kirab Gunungan oleh pasukan Bregada, Tari Gambyong Pareanom, Tari Kebyak Anting-anting, Senam Sleman Bangkit dan juga Kenduri.

Kepala SD Negeri Donoharjo, Sukardi menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk  mengenalkan dan menanamkan rasa cinta terhadap budaya Jawa sejak dini kepada para murid , sekaligus sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan YME atas anugerah, sehingga proses belajar mengajar di SDN Donoharjo dapat berjalan dengan baik dan lancar.

“Selain itu, kegiatan ini juga untuk melestarikan dan mengembangkan seni budaya lokal yang adiluhung warisan dari para leluhur,” ujarnya saat melepas kirab.

Menurut Sukardi, dengan pembelajaran budaya lokal, anak dapat mengenal keberagaman potensi budaya yang ada di sekitarnya yang bisa dipergunakan sebagai modal untuk membentuk karakter , budi pekerti , moral, dan watak, sehingga anak mampu memberikan keputusan terbaik dalam kehidupan sehari-hari.

“Acara kirab budaya yang diselenggarakan saat  ini dimaksudkan juga untuk memelihara kearifan lokal seperti budaya gotong royong , saling memberi kepada sesama yang diwujudkan dalam bentuk gunungan dan kenduri,” tutur Sukardi.

Prosesi kirab diawali dengan menerbangkan 7 balon warna-warni oleh kepala SD Negeri Donoharjo yang melambangkan tujuh atau tujuan, yang secara filosofi bisa dimaknai gambaran semangat untuk mencapai cita-cita setinggi mungkin.

Diiringi suara gendhing dari Bregada Reksayuda, kirab menempuh jarak 2 Km dengan barisan terdepan pasukan bregada Reksoyuda, diikuti gunungan hasil pertanian berupa sayur mayur, gunungan buah-buahan dan disusul gunungan mainan anak. Kirab diikuti oleh guru dan karyawan, para murid, orang tua/wali murid dan tamu undangan yang kesemuanya hadir mengenakan baju Kejawen.

Seusai arak-arakan, kirab berakhir di halaman SD Donoharjo, dilanjutkan dengan menikmati berbagai hiburan dan kesenian yang dilakukan oleh murid, guru dan juga alumni SD Donoharjo, sebelum ditutup dengan doa bersama. Terakhir adalah perebutan gunungan oleh warga sekitar.

Fitri, salah seorang wali murid mengaku sangat senang dan bangga menjadi bagian dari kegiatan ini.

“Acaranya sangat meriah dan menghibur, nuansa Jawa sangat kental, suasana gotong royong dan kekeluargaan sangat terasa, semoga akan menambah berkah dan kebaikan bagi kita semua,” tutupnya. (Upik Wahyuni/KIM Donoharjo)




Maksimalkan Pemanfaatan Ruang, Pertaru DIY Gelar Sosialisasi SPPR

Sleman – Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru) Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar Sosialisasi Sinkronisasi Program Pemanfaatan Ruang (SPPR) di Kapalnewon Seyegan pada hari Selasa (13/6/2023) di Gedung Pertemuan Kalurahan Margodadi. Kegiatan ini mengundang Panewu Seyegan dan  Pamong Kaluraran di wilayah Seyegan dari mulai Lurah, Carik, Jogoboyo, dan Pangripto.

C. Retno Kusharjanti, Kasi Pelaksanaan Tata Ruang, Dispertaru DIY dalam sambutannya menyampaikan bahwa sosialisasi SPPR yang dilakukan ini merupakan langkah awal untuk sinkronisasi pembangunan yang ada di Kalurahan sampai dengan propinsi yang dalam pelaksanannya membutuhkan peran serta masyarakat.

Sementara Rini Nurhidayatu, Kawat Kemakmuran yang mewakili Panewu Seyegan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa tujuan sosialisasi SPPR ini adalah untuk menyelaraskan kebutuhan pembangunan kedepan yang lebih baik, yang selaras dengan perencanaan tata ruang wilayah.

“Artinya dengan sinkronisasi SPPR ini, semua perencanaan tata ruang diminimalisir kesalahannya, sementara itu kebutuhan akan tata ruang  di wilayah dapat difasilitasi,” ungkap Rini.

Muhammad Yazid, dari Komisi C DPRD DIY yang hadir untuk memberikan pengarahan, menyampaikan bahwa sosialisasi SPPR ini tidak lain adalah aktualisasi dari Perda DIY No. 5 tahun 2019 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2019-2039.

Yazid menambahkan, Perda no  2 tahun 2010 mengenai RTRW Provinsi DIY dalam perjalanannya dapat ditinjau kembali 1 kali dalam 5 tahun sehingga pada tahun 2015 dikakukan review terhadap RTRW DIY, dan akhirnya pada tahun 2019 dilakukan penetapan RTRW DIY Tahun 2019-2039 melalui Perda no. 5 tahun 2019.

“Tujuan penataan ruang DIY akan diselaraskan dengan visi misi  RPJPD, DIY yang  pada tahun 2025 sebagai pusat pendidikan, budaya dan daerah tujuan wisata terkemuka berkelas dunia dengan mengedepankan keterpaduan pembangunan antar sektor berbasis mitigasi bencana, keistimewaan tata ruang DIY, dan lingkungan melalui penataan ruang yang berkualitas dan berkelanjutan,” jelas Yazid.

Yazid mengatakan untuk mewujudkan itu semua perlu dukungan infrastruktur termasuk didalamnya sistem dan jaringan transportasi, prasarana listrik dan air. Demikian juga dengan mitigasi bencana dari wilayah rawan letusan gunung api, bencana tanah longsor, bencana kekeringan , bencana gempa bumi, bencana banjir dan tsunami

“Muaranya adalah pembangunan berkelanjutan dengan menentukan kawasan strategis provinsi dari sudut kepentingan sosial budaya, ekonomi, ekologi dan pendayagunaan SDA,” tukasnya.

Sedangkan Novi Maulida Ni’mah dosen dan peneliti dari Institut Teknologi Nasional Yogyakarta sebagai Narasumber kedua memberikan pemaparan berkenaan  SPPR.

Novi menyampaikan bahwa latar belakang SPPR adalah amanat PP 21 tahun 2021 ditambah dengan isu strategis belum sinerginya program pembangunan intra-antar sektor, belum efektifnya sistem penganggaran dan belum fokusnya sasaran pembangunan.

“Dengan isu tersebut menjadi alasan urgensi penyusunan dan manfaatnya,” ujarnya.

“Adapun maksud dan tujuannya adalah untuk menyebarluaskan dan memberikan informasi mengenai pelaksanaan SPPR sekaligus meningkatkan peran masyarakat pada pelaksanaannya,” imbuh Novi.

Novi juga menyinggung tinjauan kebijakan, dan tinjauan konseptual. Adapun pelaksanaannya berdasarkan PP No. 21 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang yang terdiri dari Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) dan SPPR sendiri.

Dibagian akhir, Novi menjelaskan tentang tata cara pelaksanaan SPPR dan output dari SPPR baik jangka pendek maupun menengah yang dapat digambarkan melalui Peta SPPR. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)