Pemkab Sleman Luncurkan Tiga Inovasi Adminduk

Sleman – Guna meningkatkan pelayanan administrasi kependudukan (Adminduk), Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Sleman, meluncurkan sejumlah inovasi pada hari Selasa (13/6), bertempat di hotel Grha Sarina Vidi, Mlati, Sleman. Peluncuran dilakukan secara simbolis oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo.

Diantara inovasi yang diluncurkan yakni, inovasi Gerakan Pemutakhiran Data Kartu Keluarga (Gapura Datuk), inovasi Sistem Geospasial Data Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil (SIGo Dukcapil), dan inovasi Pelayanan Adminduk di hari Sabtu (Laritu).

Hal ini merupakan tidak lanjut dari Peraturan Bupati Sleman Nomor 34.1 Tahun 2023 Tentang Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan Kabupatan Sleman, dalam upaya pelaksanaan program sadar memutakhirkan data penduduk dan program pemanfaatan data kependudukan.

Kepala Dukcapil Sleman, Susmiarto, menjelaskan bahwa Gapura Datuk merupakan upaya sosialisasi Dukcapil Sleman untuk meningkatkan kesadaran masyarakat guna memutakhirkan data Kartu Keluarga sebagai strategi untuk meningkatkan akurasi data kependudukan. Adapun hasil yang diharapkan adalah urusan kependudukan apat berjalan lancar, pelayanan tepat sasaran, dan tersajinya data kependudukan yang berkualitas.

“Data Kependudukan secara spatial dapat dilihat melalui halaman depan website   dengan judul SIGo Dukcapil Sleman,” jelasnya.

Dinas Dukcapil Sleman juga meluncurkan pelayanan pada hari Sabtu atau Laritu. Inovasi ini dimaksudkan untuk memberikan kesempatan pada masyarakat yang akan mengurus adminduk di hari libur akhir pekan. Pelayanan Laritu sendiri dibuka sampai pukul .

“Ini berkaca dari pelayanan adminduk di hari lebaran kemarin. Ternyata antusias masyarakat mengurus adminduk di hari lubur cukup banyak”, ujarnya.

Pada kesempatan ini juga dilakukan penandatanganan Perubahan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Pos Pelayanan Dokumen Kependudukan (POSYANDUK) dengan 61 kelurahan, dan ditambah 7 kalurahan baru. Ini merupakan kerjasama yang diinisiasi perangkat kalurahan, dukuh, hingga Ketua RW dan RT, dengan Pemkab Sleman guna memudahkan masyarakat dalam mengajukan dokumen kependudukan melalui POSYANDUK.

“Jadi sekarang sudah ada 68 kalurahan yang menandatangani kerja sama. Harapan kami kalurahan lainnya bisa bekerjasama terkait POSYANDUK ini untuk kemudahan pengurusan adminduk,” kata Susmiarto.

Bupati Sleman, Kustini, menyebut hal ini merupakan wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Sleman untuk memberikan pelayanan terbaik terkait adminduk kepada masyarakat. Diharapkan dengan diluncurkannya inovasi ini dapat semakin memudahkan dan meningkatkan kesadaran masyarakat Sleman dalam mengurus administrasi kependudukan.

“Akurasi data kependudukan merupakan pondasi dari penyusunan kebijakan yang tepat sasaran,” kata Kustini.




Pemkab Sleman Dukung Atlet Sleman Berprestasi di Kancah Internasional

Sleman – Atlet Catur asal Kabupaten Sleman mengikuti Kejuaraan Catur Yunior ASEAN “21st ASEAN+ Age Group Chess Championship 2023” di Bangkok, Thailand, pada (17/6) mendatang.

Ketua Umum Pengurus Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PERCASI) Sleman, Sutapa menyampaikan atlet catur asal Sleman, Shavira Devi Hervesa menjadi atlet catur yang mewakili Indonesia di kejuaraan Catur Yunior Asean 2023.

“Atlet catur Sleman (Shavira Devi Hervesa) dikirim untuk mewakili Indonesia dalam kejuaraan (Catur Yunior ASEAN). Shavira dipilih mewakili Indonesia atas prestasinya di kejuaraan catur baik tingkat nasional maupun internasional,” jelas Sutapa saat menemui Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo di Kantor Bupati Sleman, Selasa (13/6).

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa keberangkatan atlet catur Sleman untuk kejuaraan internasional menjadi suatu kebanggaan terutama Kabupaten Sleman, sekaligus mendukung visi dan misi Percasi Sleman yang berkomitmen untuk menggaungkan cabang olahraga catur.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyampaikan dukungannya kepada atlet catur asal Sleman yang mewakili Indonesia di ajang internasional. Menurutnya, keikutsertaan atlet catur Sleman di kancah internasional dapat mengharumkan nama Kabupaten Sleman sekaligus menjadi motivasi untuk atlet Sleman lainnya untuk terus berprestasi.

“Pada dasarnya Pemerintah Kabupaten Sleman terus mendukung atlet atlet Sleman yang berprestasi. Berbagai upaya akan terus dilakukan Pemkab untuk meningkatkan prestasi di berbagai bidang,” jelasnya.

Dukungan bagi atlet berprestasi juga tidak diberikan dalam bentuk sarana prasarana, namun juga apresiasi diberikan dalam bentuk beasiswa pendidikan bagi anak – anak Sleman yang berprestasi.

Lebih lanjut, Kustini berpesan agar atlet catur asal Sleman yang ikut dalam kejuaraan internasional agar optimis dan berjuang memberikan yang terbaik.

Selain itu, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo bersama dengan Ketua Umum Koni Sleman, Joko Hastaryo menyerahkan secara  simbolis apresiasi bagi atlet catur asal Sleman yang akan berlaga di kejuaraan Catur Yunior ASEAN.




Pemanfaatan Bakteri Bacilus Subtilis untuk Sehatkan Akar Tanaman

Sleman – Hama dan penyakit tanaman merupakan salah satu kendala dalam budidaya pertanian. Penyakit  tanaman tersebut dapat menginfeksi dan menyebar melalui berbagai media misalnya air, tanah dan udara/angin. Patogen penyebab penyakit yang menular lewat berbagai media tersebut mampu menyebar dan bertahan lama sehingga menyebabkan kehilangan hasil budidaya yang ditandai dengan layu tanaman.

Hal tersebut yang dikatakan oleh Wiwik Widiyatni, Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) UPTD Balai Proteksi Tanaman Pertanian, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY saat memberikan pengantar pada acara Pelatihan Perbanyakan Bakteri Bacillus Subtilis di Kelompok tani Citra Mandiri padukuhan Suruh , Donoharjo, Ngaglik, Sleman, Senin (12/06/2023).

“Penyakit layu pada tanaman hortikultura diantaranya adalah layu fusarium yang dapat menjadi salah satu ancaman serius bagi petani karena penyakit ini dapat menyebabkan tanaman layu dan mati sehingga menimbulkan kerugian besar. Untuk itu penting bagi petani mengetahui dan melakukan pengendalian sebagai upaya  mencegah kematian pada tanaman hortikultura,” kata Wiwik.

Untuk menekan perkembangan patogen tersebut, lanjut Wiwik, dapat diterapkan pengendalian yang ramah lingkungan antara lain dengan memanfaatkan mikrobia antagonis yang dapat mengkoloni daerah perakaran tanaman seperti Bacillus Subtilis.

Perbanyakan Bacillus Subtilis sebagai pengendali layu pada tanaman sendiri menggunakan isolat murni yang berasal dari Laboratorium Pengamatan Hama dan Penyakit Tanaman, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY.

“Untuk perbanyakan Bacillus Subtilis menggunakan media cair berupa ekstrak kentang gula (EKG). Caranya dengan memanfaatkan air rebusan kentang  dan gula pasir kemudian ditambah biang/bibit Bacillus subtilis. Lakukan fermentasi  selama kurang lebih 2 minggu dalam keadaan aerob. Hasil yang didapatkan adalah turunan pertama (F1),” ungkapnya.

Selanjutnya dari F1 tersebut bisa diperbanyak dengan cara yang sama, hasilnya turunan kedua (F2).

“Dari F2 inilah yang bisa diaplikasikan pada beberapa hari sebelum tanam agar mikroorganisme berkembang biak dengan baik dan dapat dipergunakan untuk melindungi  akar tanaman dari bakteri yang merugikan,” imbuhnya.

Wiwik berharap akan semakin banyak petani menggunakan agen hayati seperti Bacillus Subtilis yang ramah lingkungan untuk menekan dan  mengendalikan penyakit layu bakteri, karena bahan yang terkandung di dalamnya merupakan bakteri baik (probiotik) yang tidak akan menganggu ekosistem dan meninggalkan residu pada lahan. (Upik Wahyuni/KIM Donoharjo).




PRM Margomulyo Gelar Pengajian Rutin Selapanan Malam Selasa Kliwon

Sleman – Pengurus Ranting Muhammadiyah (PRM) Kalurahan Margomulyo, Seyegan menggelar kegiatan rutin Pengajian Selapanan Selasa Kliwon di Serambi Masjid At-Taufiq, Perum Puri Margomulyo Asri, Senin (12/56/2023).  

Kegiatan yang sudah dilaksanakan hampir 10 tahun ini dilaksanakan secara bergilir dari semua anggota (PRM) yang anggotanya lebih dari 40 orang itu.

Forum yang dihadiri kurang lebih 25 orang anggota PRM yang mewakili dari 14 dusun yang afa di Margomulyo digunakan juga sebagai ajang silaturahmi sekaligus bagian dari forum mencari ilmu utamanya ilmu Agama.

Kegiatan dibuka dengan kegiatan Tadarus Al-Qur’an dengan melanjutkan bacaan surat pada pengajian tang lalu yaitu Surat al ahzab ayat 59-73. Surat dibaca ayat per ayat yang ditirukan oleh jamaah yang hadir dengan dilakukan pembetulan/tahsin dari bacaan yang belum betul. Setelah selesai kemudian dibacakan terjemah dari surat yang sudah dibaca

Acara dilanjukan dengan sambutan, Prayitno selaku tuan rumah dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kedatangan jamaah PRM. Ia juga mengajak kepada jamaah untuk memanfaatkan ajang silaturahmi tersebut sebagai sarana untuk menimba ilmu.

“Utamanya ilmu agama sehingga pemahaman kita terhadap agama yang berkaitan dengan ibadah semakin mantab,” ungkap Prayitno.

Suprapto, Ketua PRM Margomulyo dalam sambutannya mengingatkan kepada jamaah sehubungan dengan datangnya bulan Dzulhijah atau bulan haji. “Artinya sebagai seorang muslim harus mempunyai cita-cita menunaikan rukun islam yang kelima,” tukas Suprapto.

Prapto menegaskan paling tidak sudah punya niat untuk pergi haji sedangkan ikhtiar bisa berbagai cara. Misalnya dengan menabung sesuai dengan kemampuannya sendiri, ini juga bagian dari ikhtiar.

Selebihnya, Suprapto menambahkan tentang keorganisasian yaitu dengan selesainya Musda akan disusul dengan Muscab dan Musran.

“Untuk itu perlu dipersiapkan materi menghadapi Muscab ditingkat Kapanewon. Dalam Muscab mendatang salah satu agendanya adalah pergantian pengurus PCM, untuk itu segera diusulkan nama nama yang akan menempati sebagai pengurus PCM. Sedangkan generasi muda Muhammadiyah diharapkan untuk mengisi di PRM yang pengurusnya sudah relatif tua-tua,” ujarnya.

Suwandi, yang hadir memberikan materi tentang Hikmah bulan Dzulhijah membuka pengajian dengan berdo’a untuk keselamatan, kesehatan dan keistiqomahan jamaah yang hadir untuk tetap semangat dijalan dakwah.

Memasuki bulan Dzulqaidah yang artinya bulan persiapan untuk menuju bulan Dzulhijah, Suwandi menyemangati jamaah yang hadir dengan memberikan testimoni atau pengalaman yang penuh hikmah dari orang yang memenuhi undangan dari Allah Swt dengan menunaikan ibadah haji.

Dari testimoni yang disampaikan oleh Suwandi, digambarkan bahwa ‘tidak ada tang tidak mungkin bagi Allah untuk memanggil hambanya memenuhi panggilan-Nya’.

“Ada yang berangkat haji naik sepeda dari tanah air, ada yang naik motor, ada karena do’a orang tuanya, ada juga yang diajak oleh jama’ahnya. Ini artinya niat tulus kita menunaikan ibadah haji memang garus dibarengi dengan ikhtiar dan ikhtiar itu tidak harus berupa uang,” tutur Suwandi.

Suwandi menegaskan lagi perlunya Ilmu dan kemauan yang kuat yang menjadi landasan kekuatan niat untuk bisa mewujudkan cita cita menunaikan ibadah haji. Diakhir pengajiannya, Suwandi mengatakan  yang tidak kalah penting adalah menjaga kesehatan, untuk itu olah fisik dan qolbu juga harus dijaga. (Sutarto Agus/ KIM Seyegan)




51 Siswa SD Muhammadiyah Dadapan Diwisuda

Sleman – Sebanyak 51 Siswa Kelas 6 SD Muhammadiyah Dadapan, Kalurahan Wonokerto, Kapanewon Turi mengikuti Wisuda Pelepasan Siswa Tahun Ajaran 2022/2023 di Gedung Dakwah Muhammadiyah Turi, Sleman, Senin (12/6/2023). Kegiatan juga diadakan bersamaan dengan Wisuda Tahfiz bagi 10 orang siswa yang telah hafal juz 30 Al Qur’an.

Rahayu Sulastriningsih, Kepala SD Muhammadiyah Dadapan berharap siswa yang diwisuda dapat memanfaatkan ilmu yang diperoleh selama menuntut ilmu di SD Muhammadiyah Dadapan.

 “Tetap  menjaga nama baik almamater SD Muh Dadapan di manapun berada dan walaupun sudah lulus namun sejatinya perjuangan belum berakhir, kalian harus berjuang lebih keras lagi dan jangan pernah bosan untuk rajin belajar dan minta do’a restu pada orang tua. Semoga ilmu yang anak-anak dapatkan di SD Muh Dadapan menjadi berkah dan bermanfaat bagi diri,agama, keluarga, masyarakat dan terlebih bangsa dan Negara,” tambahnya.

Sementara itu, Bambang Rahmanto selaku Ketua PCM Turi menyampaikan motivasi kepada wali siswa agar anak-anak meneruskan jejak pendidikannya di sekolah keagamaan, seperti Muhammadiyah.

“Atas nama PCM Turi apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh dewan guru SD Muhammadiyah Dadapan yang telah sukses menggelar acara pelepasan ini dan telah mengantarkan 50 siswa kelas VI menjadi siswa handal yang penuh kreasi, prestasi dan inovasi,” ungkapnya.

Hadir pula dalam kesempatan itu Muspika Turi, Panewu, Kapolsesk, Danramil, PCM Turi dan Dikdasmen,  Lurah Wonokerto, KS SMP Muh Turi,  Komite dan segenap Orang tua/Wali siswa kls 6. (Arief Hartanto)