BKL Suka Manunggal Ngaglik Studi Tiru di BKL Mugi Waras Moyudan

Moyudan – Bina Keluarga Lansia (BKL) Suko Manunggal, Sukoharjo, Ngaglik, Sleman berkunjung ke BKL Mugi Waras, Blendung, Sumbersari Moyudan,  Sabtu (10/6/2023).

Rombongan sebanyak 30 orang itu didampingi oleh  Koordinator Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) Kapanewon Ngaglik, Tafwidiati Abidah dan anggota Komisi Daerah Lanjut Usia (Komda Lansia) DIY, Suripto yang juga Ketua Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Sembada Sleman. Kunjungan ini diterima oleh Panewu Moyudan,  Koordinator PKB Kapanewon Moyudan, Lurah Sumbersari, Dukuh Blendung, dan Ketua BKL Mugi Waras beserta segenap kadernya.

Ketua BKL Suko Manunggal, Mintarjo, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kunjungan tersebut  bertujuan untuk belajar atau studi tiru.

“Kami ingin belajar dari sini, ingin tahu segala sesuatunya tentang BKL Mugi Waras, yang kemudian akan kami diterapkan di BKL kami,”  kata Mintarjo.

Selanjunya Ketua BKL Mugi Waras, Djumanah menjelaskan segala sesuatunya tentang   BKL Mugi Waras mulai tanggal berdirinya, maksud dan tujuan, kegiatan, pendampingan, studi banding, prestasinya, dan lain-lain.

“Kami dapat memiliki banyak seragam, alat kesenian, angklung, orjen, kereta jenazah, dapat berkegiatan, rekreasi dan lain-lain itu karena dapat bantuan-bantuan dari pemerintah, serta dapat uang pembinaan dari prestasi-prestasi yang kami peroleh,” kata Djumanah.

Sementara itu, Suripto yang menjabat sebagai Ketua Komda Lansia DIY 2018-2022 memberikan sambutan dan motivasinya. 

Suripto menyampaikan bahwa Komda Lansia sebagai mitra pemerintah turut berjuang dengan merumuskan kebijakan pemerintah yang kemudian tertuang dalam Perda Nomor 3 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Kesejahteraan Lanjut Usia, bagaimana mengurus kesejahteraannya, perawatannya, kemandiriannya, dan lain-lain.

“Dan implementasi tentang perda itu sudah terwujud di BKL Mugi Waras ini. BKL-nya ada, Posbindu-nya ada, LKS-nya ada, dan ketiganya berjalan dengan baik, kompak dan semangatnya luar biasa,”  kata Suripto.

Kemudian Suyadi dari BKL Suko Manunggal yang juga merupakan penyiar Radio Vedac FM dalam kesan dan pesannya menyampaikan apresiasinya terhadap BKL Mugi Waras.

“Kami senang sekali dan terharu datang disini diterima  dengan sepenuh hati, disambut dengan gejog lesung, angklung dan pelajarannya yang dapat kami petik untuk kemajuan BKL Suko Manunggal,” tutup Suyadi.  KIM Sumber Biwara Moyudan/Eny Ms




Sarjugi Kapanewon Seyegan Kembali Digelar

Pasar Jum’at Pagi (Sarjugi) Kapanewon Seyegan kembali digelar oleh Forkom UMKM Seyegan, Jum’at (9/6/2023) bertempat di Pendopo Kantor Kapanewon Seyegan. Acara ini dihelat rutin sebulan sekali sebagai ajang promosi produk UMKM di wilayah Seyegan.

Ketua Forkom UMKM Seyegan, Marzuni menyampaikan keluh kesahnya berkaitan dengan strategi yang tepat untuk membangkitkan animo bagi pelaku UMKM dari generasi muda.

“Perlu start up bagi generasi milenial untuk terjun ke UMKM. Era digitalisasi dalam segala aspek ini membutuhkan generasi yang bukan saja melek teknologi tapi juga punya sense of bussiness yang memadai. Pendeknya tidak saja cakap dalam kualitas produk namun juga fasih  dalam pemasaran produknya,” kata Marzuni.

Marzuni juga menyampaikan bahwa berbeda dengan bulan sebelumnya, kali ini kegiatan Sarjugi diikuti pula oleh Peserta pelatihan Tata Boga yang sudah 2 minggu dilaksanakan di Kapanewon Seyegan.

“Sebanyak 16 Peserta Pelatihan Tata Boga unjuk kebolehan memamerkan hasil kreasinya untuk dijual di stan yang sudah disediakan,” kata Marzuni.

Pelatihan Tata Boga sendiri diselenggarakan oleh Balai Latihan Kerja Kabupaten Sleman yang didanai dari kegiatan PUPM Kapanewon Seyegan.

Hadir dalam kegiatan sarjugi dan baking demo tersebut, Kepala BLK Kabupaten Sleman,  Rina Pandu Pertiwi mengapresiasi kepada peserta pelatihan boga yang belum genap 30 hari pelatihan sudah berani menampilkan karya boganya.

Rina juga berharap setelah selesai pelatihan, peserta dapat mengembangkan ketrampilan boganya untuk menjalankan bisnis.

“Peserta untuk membuka jaringan seluas – luasnya sehingga produk bisa terjual dan bisnis berjalan lancar,” kata Rina.

Rina menegaskan pihak BLK juga akan membantu untuk menawarkan produk dari peserta.

“Berkaitan dengan bisnis, BLK juga membantu untuk membuatkan NIB dan MBIZ,” tutup Rina. KIM Seyegan/Sutarto Agus




Bupati  Sleman Apresiasi Rakerwil RAPI Sleman atas Peningkatan Manfaat

Sleman – Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Kabupaten Sleman menyelenggarakan Rapat Kerja Wilyah di Gedung Bappeda, Minggu (11/6/2023). Kegiatan Rapat Kerja (Raker) RAPI Sleman merupakan serangkaian kegiatan setelah dilaksanakannya musyawarah wilayah pada tahun lalu, di tempat yang sama. Hadir dalam muswil, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo, sekaligus membuka acara dan memberikan sambutan.

“Dengan ini, mengapresiasi adanya Rapat Kerja Wilayah  RAPI Kabupaten Sleman. Serta saya merasa bangga, pagi ini bersama-sama di hadapan para relawan yang tak kenal lelah  terus semangat membantu masyarakat. Dalam Rapat Kerja wilayah merupakan suatu kesempatan yang baik, untuk menyusun langkah, rencana sumbangsih mengoptimalkan peran RAPI,” ungkap Kustini.

Dirinya menambahkan, apa yang didapat dari Rakerwil RAPI Ini, merupakan cerminan dan dinamisasi dari optimalnya koordinasi dan konsolidasi semua unsur wilayah di Sleman. 

“Sleman adalah daerah yang rawan bencana, membutuhkan partisipasi dari anggota RAPI,” tukas Kustini.

“RAPI merupakan organisasi yang bergerak di bidang sosial, mampu berkomunikasi dengan radio ke berbagai wilayah, tanpa menggunakan pulsa. Semoga anggota RAPI selalu memasyarakat, memiliki kesadaran bersama, berbeda-beda golongan tapi tetap membantu masyarakat,” imbuhnya.

Pembukaan Rapat Kerja RAPI Sleman dihadiri oleh Bupati Sleman, unsur FORKOMPIMDA yaitu POLRES, KODIM juga utusan dari Dinas Sosial Sleman, Dinas Pendidikan Sleman,  Basarnas, PMI, ORARI dan FK2RS.

Dari Internal RAPI, hadir pula Ketua RAPI DIY, Nurdi Antoro, beserta jajaran Pengurus Daerah 12 DIY, Pengurus Wilayah RAPI Sleman,serta perwakilan dari 11 RAPI Lokal setingkat keamatan di Sleman.

Setelah sesi pembukaan Rapat Kerja Wilayah RAPI Sleman, dilanjutkan  sesi pembahasan rencana kerja hingga sore hari. Peserta rapat kerja terbagi menjadi 3 komisi dengan materi bahasan bidang yang berbeda. Komisi A tentang bidang sumber daya manusia,Komisi B tentang bidang organisasi dan Komisi C tentang hukum dam inovasi.

Hasil rumusan rapat kerja akan digunakan sebagai acuan kerja organisasi hingga 5 tahun mendatang. (Iswara JZ12ARI)




Ukuran Kualitas dan Konten Siaran TV Menjadi Tantangan

Sleman – TV tempat belanja dan iklan karena aksesnya lebih mudah dan murah. TV merupakan media dominan di asia. Yang jadi tantangan adalah bagaimana ukuran kualitas dan konten siaran TV. Berbeda ukuran kualitas menurut regulator, konten media ataupun TV.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Rektor UIN Sunan Kalijaga, Iswandi Syahputra saat memberikan sambutan dalam Diseminasi Indeks Kualitas Program Siaran Televisi  periode I tahun 2023 di Ruang Rapat  Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora UIN Sunan Kalijaga,  Senin (12/6/2023).

Iswandi mengatakan Otoritas Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) sangat penting untuk menjaga dan merawat siaran yang baik.

“Lain sisi, KPI juga sebagai pendamping bagi penonton untuk dewasa dan edukatif. Masyarakat akan lebih percaya mitos karena konstruksi media dan entertainment jika tidak ada pengawalan dari KPI,” kata Iswandi.

Senada dengan Iswandi, Bono selaku Ketua Panitia menyampaikan bahwa tentang pentingnya pengawalan oleh KPI terhadap konten siaran TV.

“Maka dengan pengawalan KPI, masyarakat tercerdaskan dengan konten konten siaran TV yang terus dievaluasi”. tutur Bono Ketua Panitia

Ubaidilah, Ketua KPI Pusat mengapresiasi kerjasama KPI dengan Perguruan Tinggi bekerjasama dengan UIN Sunan Kalijaga sejak tahun 2010, karena banyak hal yang didapatkan.

“Televisi masih didengar publik oleh karena itu konten mitos, drama, action harus terus dikawal agar tidak ditiru masyarakat luas,” kata Ubaidilah.

Sedangkan Sodik, Dekan  Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora menegaskan dalam memandang tayangan  konten siaran TV ada model penafsiran rasional dan tafsir mitos yang kadang berbenturan di dunia siaran. Hal ini yang meyakinkan KPI terus bekerjasama dengan perguruan tinggi salah satunya UIN Sunan Kalijaga.

“Tafsir cinta kasih dalam melihat tradisi, budaya, keagamaan terus dirawat oleh KPI. Sehingga meminimalisir tafsir tafsir kebencian dalam melihat konten siaran TV,” tutup Sodik. KIM Gamping/Sinung Restendi




Masjid NHK Gelar Pengajian Sambut Idul Adha 1444 H

Depok – Takmir Masjid Nurul Hidayah Kayen (NHK) menyelenggarakan acara Pengajian Sambut Idul Adha 1444 H sekaligus Pembukaan Pengajian Rutin Malam Sabtu (PMS) oleh Bupati Sleman di Condongcatur,Depok, Sleman, Jumat (9/6/2023).

Ketua Takmir Masjid NHK, Ari Yulianto menyampaikan bahwa Pengajian Sambut Idul Adha 1444 H ini mengambil tema “Qurban Tanda Cinta Allah dan Sesama” yang disampaikan oleh Sri Purnomo (Bupati Sleman 2010 – 2021) dan Pembukaan PMS oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo.

“Alhamdulillah di Padukuhan Kayen Condongcatur Depok Sleman ini dalam sepekan selalu ada kegiatan pengajian rutin. Setiap malam Kamis di wilayah RW 45, Malam Jumat di RW 44, dan Malam Minggu di RW 43. Selanjutnya PMS merupakan gabungan pengajian dari  3 RW tersebut”, kata Ari.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo memberikan apresiasi kepada Jamaah Masjid NHK yang telah rutin mengadakan PMS  sejak tahun 1990an.

“Pengajian Rutin adalah mencari ilmu tholabul Ilmi yang harus dijalankan terus menerus dalam rangka menambah keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Ibarat seperti batu yang keras apabila selalu ditetesi air maka akan ada bekasnya. Begitu juga dengan pengajian rutin akan menambah keimanan kepada Allah SWT, Hablum minallah maupun Hablum minannas”, kata Kustini.

Sementara itu, Kamituwa Kalurahan Condongcatur, Al Thouvik Sofisalam berharap jamaah PMS banyak dan meluangkan waktu setiap malam Sabtu ke masjid untuk tholabul ilmi.

“Semakin memperdalam dalam ilmu – ilmu agama dengan berkumpul dan bersilaturahmi dalam pengajian rutin,”  kata Thouvik.

Thouvik menyampaikan bahwa Padukuhan Kayen  telah ditunjuk sebagai Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

“Harapannya dengan adanya pengajian rutin bisa menjadi benteng kita semua terkait Narkoba,  mari kita jaga kekuatan dan ketahan keluarga kita terhadap bahaya narkoba melalui kampanye P4GN bersama  Pemerintah Kalurahan Condongcatur bersama BNN Kab. Sleman ,”kata Thouvik.

Sedangkan, Sri Purnomo sebagai penceramah menyampaikan cerita kisah antara Qabil dan Habil.

“Dari cerita Qabil dan Habil dapat diambil hikmah seperti yang terkandung dalam Al Quran surat Al Maidah ayat 27-31 tentang perintah berqurban, taqwa, sabar, berserah diri, larangan memiliki sifat iri, dengki, dan serakah,” kata Sri.

Sri juga menyampaikan bahwa melaksanakan kurban dengan penuh penghayatan dapat memupuk sifat mahmudah.

“Sifat mahmudah berupa ketaatan, ketundukan atas perintah Allah SWT,  pemurah terhadap sesama, bertaubat, menambah rasa syukur.  Di samping itu hikmah berqurban adalah memupuskan sifat mazmumah seperti cinta dunia, kikir, pelit, sombong, dendam, hasad, dengki dll,” tutup Sri. KIM Depok/Wasana