Remaja Widododmartani Tampilkan Tari Widodo di Titik Nol Malioboro

Sleman – Penapilan para penari dari Kalurahan Budaya Widodomartani Kapanewon Ngemplak menjadi hiburan ratusan penonton Gelaran Pentas Seni Malam Selasa Wagen yang memadati Plasa Monumen SO 1 Maret Titik Nol Malioboro, Senin 26/6/2023 malam. Agenda yang dibiayai dari dana Keistimewaan itu juga dimeriahkan penapilan kontingen Provinsi  Lampung.

Seniman remaja tampil dengan mempersembahkan “Tari Widodo” yang digarap oleh Anis Damayanti dibantu  Galuh Fajar yang keduanya adalah Pendamping Kalurahan Budaya Widodomartani.

Ketua Pengelola Kalurahan Budaya Widodomartani  Subarjo menuturkan, Tari Widodo digarap dalam waktu yang singkat setelah Pemerintah Kalurahan Widodomartani beserta  Pengurus Kalurahan Budaya menyelesaikan agenda Festival Upacara Adat dengan tema Ruwat Sendang Temanten.

“Tari Widodo menggambarkan perjuangan manusia dalam kehidupan yang dilandasi nilai disiplin dan semangat serta tanggung jawab disertai doa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dengan begitu pada akhirnya akan mendapatkan kekuatan  dan kebahagiaan yang sesungguhnya,” terangnya.

Menurut Subarjo, para penari yang tampil merupakan putra-putri Widodomartani. Hal itu sebagai implementasi dari program Kalurahan Budaya dengan melibatkan lembaga-lembaga Kalurahan yang ada. (Tri Joko S/KIM Kalasan)




Seyegan Gelar Workshop Pemutahiran PK-23

Sleman – Dihadiri 63 kader Pendataan, PLKB Kapanewon Seyegan menggelar Workshop Pemutahiran Pendataan Keluarga (PPK) tahun 2023 di Aula lantai II Kapanewon Seyegan pada hari Senin (26/6/2023). PPK ini merupakan kegiatan rutin tahunan untuk update data yang dilakukan pada tahun 2021 yang lalu.

Aris Wibowo sebagai Koordinator PLKB Seyegan menyampaikan bahwa Pendataan Keluarga (PK) ini merupakan salah satu Kerja besar BKKBN dan merupakan siklus 5 tahunan.

“PK yang akan berlangsung selama 1 bulan ini merupakan upaya untuk mengumpulkan data primer yang berbasis pada kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga. Tidak semua Kalurahan mendapat alokasi untuk kegiatan PPK ini,” ujar Aris.

Aris menyebutkan bahwa di wilayah Seyegan ada 3 kalurahan yaitu Margoluwih, Margomulyo dan Margokaton yang mendapat program ini.

“Untuk Kapanewon di Kabupaten Sleman di tahun 2023 ini yang mendapat alokasi dana untuk program PPK hanya 10 Kapanewon,” tuturnya.

Aris juga menjelaskan bahwa PK ini berbasis android ( paperless) dengan harapan pelaksanannya lebih cepat, akurat dan data bisa terkoneksi dengan internet.

Secara garis besar, Aris juga menerangkan bahwa kegiatan pemutakhiran yang akan dimulai pada tanggal 1 Juli hingga 31 Juli 2023 ini bisa berupa melengkapi data, pembaharuan dan mendata mutasi/keluarga baru. Untuk data pembaharuan bisa dilakukan dengan observasi maupun kunjungan.

Samino, Panewu Seyegan memberi pengarahan bahwa data sangat penting. “Untuk itu data harus valid,” tegasnya terhadap Kegiatan dengan tagline Jutaan Keluarga Indonesia telah terbantu oleh jawaban anda, ayo kita sukseskan pemutakhiran pendataan ini.

Samino memberi contoh, menyajikan data yang berbasis keluarga dengan menggambarkan kondisi Rumah Tangga yang bisa dijadikan untuk pengambilan kebijakan dalam bentuk intervensi pada Keluarga dengan pola pendekatan yang berbeda.

“Kata kuncinya adalah dengan parameter data valid sesuai dengan lapangan akan tersaji data yang baik,” ujarnya.

Rika Vika Octori, penanggung jawab kegiatan PPK memberikan penjelasan tentang tata cara pemutakhiran data PK-23  mulai dari menyiapkan smartphone, mengunduh aplikasi, download sampai pengisian data dalam form.

Rika juga menyampaikan bahwa hasilnya adalah basis data keluarga termasuk pembangunan keluarga yang dapat digunakan juga untuk pencegahan terhadap penyakit.

Rika memberi contoh data pemilikan jamban dan sumur bisa digunakan untuk menentukan derajat sanitasi yang berimplikasi pada faktor resiko stunting.

“Disamping itu dengan data yang valid di lapangan juga bisa digunakan untuk fasilitas rujukan oleh TPK (Tim Pendamping Keluarga) untuk melakukan kunjungan rumah dan memberikan KIE,” terang Rika.

Di bagian akhir, Rika juga menggambarkan kesulitan yang dihadapi pada saat pendataan, seperti proses loading pendataan yang lambat karena server digunakan secara nasional, waktu yang singkat ataupun banyaknya data anomali yang harus diperbarui dari pendataan yang lalu. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




PAUD-KB Tunas Bangsa Bentuk Pribadi Anak yang Agamis

Sleman – Pendidikan Anak Usia Dini Kelompok Bemain (PAUD KB ) Tunas Bangsa yang berdomisili di Padukuhan Sombangan, Kalurahan Sumbersari, Kapanewon Moyudan, Kabupaten Sleman mewisuda 14 siswanya yang purna pada hari Senin (26/6/2023 ) di Gedung Paud Tunas Bangsa. Acara tersebut dihadiri oleh wali siswa, pengurus Yayasan Tunas Bangsa Cendekia, serta dukuh setempat.

Kepala PAUD KB Tunas Bangsa Riningsih dalam sambutannya menyampaikan bahwa  siswa yang diwisuda berjumlah 14 anak dari 22 siswa KB Tunas Bangsa. Ia menambahkan bahwa ada 8 anak belum masuk umur untuk melanjutkan  ke jenjang sekolah berikutnya.

” Kami serahkan putra-putri bapak untuk bisa melanjutkan sekolah dijenjang selanjutnya, mohon jalinan silaturahmi tetap terjaga,” Harap Riningsih.

Lebih lanjut riningsih dan semua guru PAUD KB Tunas Bangsa mohon maaf selama mendidik dan mengasuh siswa masih banyak kekurangan sehingga menjadikan kurang berkenan di hati para wali murid.

Syaiful Bahri, Ketua Yayasan Tunas Bangsa Cendekia melaporkan prestasi yang diraih oleh Paud KB tunas Bangsa antara lain sebagai juara 3 tingkat Kabupaten dalam Lomba Kepala Lembaga berprestasi pada bulan Maret 2023.

“Kelompok Bermain Tunas Bangsa pembelajaran anak distimulan seluruh perkembangannya namun tetap menitik beratkan pada Aqidah, nilai-nilai luhur agama untuk membentuk pribadi anak yang berahklakul karimah, agamis dan berkarakter serta pengenalan budaya Jawa sejak dini,” ungkap Syaiful.

Dukuh Sombangan Agus Sartono atas nama Pemerintah menyampaikan apresiasi yang tinggi atas perjuangan pendidik KB Tunas Bangsa yang tidak menilai honor yang diterima tetapi tetap semangat dalam mendidik dan mengasuh peserta didiknya.

“Kami ucapakan selamat kepada wisudawan-wisudawati semoga tetap semangat untuk melanjutkan sekolah ke jenjang berikutnya, semoga menjadi anak yang shalih dan shalikhah,” ungkap Agus. (Giek/KIM Sumber Biwara Moyudan)




Takmir Masjid At-Taqwa Pakem Gelar Temu Shohibul Kurban

Takmir Masjid At-Taqwa Pakem Gelar Temu Shohibul Kurban

Sleman – Panitia Kurban Masjid At Taqwa Labasan Pakembinangun Pakem Sleman menggelar acara temu silaturrahmi dengan para Shohibul Kurban  warga Sukunan – Labasan Pakembinangun, Pakem, Sleman, Senin, (26/6/2023) di Masjid At-Taqwa, Pakem.

Siswanto, Ketua Panitia Kurban Masjid at Taqwa memaparkan bahwa ini adalah ajang temu wicara langsung antara para shohibul kurban dengan panitia kurban. Dengan adanya pertemuan ini, keluhan dan permasalahan yang disampaikan oleh para shohibul kurban bisa diakomodir langsung oleh panitia selaku pengemban amanah dari para shohibul kurban.

“Ini adalah kesempatan bagus bagi kita untuk sharing. Nanti kami akan mengadakan pengecekan dan pembetulan nama shohibul kurban, agar tidak salah sebut pada waktu prosesi penyembelihan hewan kurban nanti, yang kita takutkan akan merusak nilai ibadahnya,” ujar Siswanto.

Siswanto juga menambahkan bahwa pada pertemuan ini, dirinya bersama panitia yang lain akan meminta masukan dan arahan untuk teknis lebih lanjutnya tentang kebijakan yang ada, khususnya untuk distribusi daging kurban.

“Agar tidak ada permasalahan ataupun sesuatu yang tidak mengenakkan para shohibul kurban, yang akhirnya bisa merusak nilai ibadah kurban, maupun merusak pahala kurban” papar Siswanto.

“Saya harap kegiatan temu shohibul kurban seperti ini bisa berlangsung secara berkelanjutan di masa yang akan datang. Agar lega semuanya, bisa ngemong satu sama lain,dan tidak merusak esensi ibadah kurban,” pungkas Siswanto

Sementara, Imam Besar Masjid At-Taqwa, Ahmad Hifni berpesan agar para shohibul kurban dapat bekerja dengan ikhlas dalam melaksanakan tugasnya.

“Para shohibul kurban hendaknya tidak pernah ngarani jatah yang nanti diterima. Sudah, diikhlaskan saja semua. Dan percayakan semua kepada panitia. Karena kualitas daging kurban itu bermacam-macam,” pesan Ahmad Hifni. (Asrori Wardan/KIM Pakembinangun)




Kandang Kambing Desa Binaan Dusun Ngandong Turi Diresmikan

Sleman – Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo meresmikan kandang kambing kelompok ternak Ngudi Makmur dan Giri Lestari yang merupakan bantuan dari Kementerian Pertanian RI kepada Desa Binaan Fakultas Kedokteran UII.

Peresmian tersebut ditandai dengan pengguntingan pita oleh Bupati Sleman bersama Direktur Pakan Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian RI, bertempat di Dusun Ngandong, Kalurahan Girikerto, Turi, pada Minggu (25/6).

Bantuan yang diberikan kepada masyarakat Dusun Ngandong ini merupakan hasil kerjasama antara Kementerian RI dengan Fakultas Kedokteran UII yang selama 11 tahun melakukan pengabdian di wilayah Dusun Ngandong, Turi.

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengatakan, bantuan yang diberikan oleh Kementerian RI melalui Fakultas Kedokteran UII merupakan wujud kepedulian kepada warga Sleman sebagai upaya pemberdayaan warga Dusun Ngandong.

“Peresmian kandang ternak kambing di Dusun Ngandong ini tentunya semakin memperluas peluang bagi masyarakat dalam mengembangkan ternak kambing,” katanya.

Lebih lanjut, Kustini menyebut Dusun Ngandong juga memiliki potensi pengembangan potensi wisata alam, peternakan, pertanian dan budaya. Ia berharap dengan adanya bantuan di sektor perernakan ini dapat mendukung upaya pengembangan Dusun Ngandong menjadi rintisan Kawasan Desa Wisata Baru.

“Dengan adanya kandang yang representatif, saya harapkan pengembangan ternak kambing di Ngandong ini akan semakin optimal. Disamping meningkatkan produktivitas ternak kambing, keberadaan kandang ini saya harapkan dapat mendukung upaya pengembangan Dusun Ngandong menjadi rintisan Kawasan Desa Wisata Baru,” jelasnya.

Adapun bantuan yang diberikan oleh Kementerian RI melakui Fakultas Kedokteran UII sebagai pengampu Desa Binaan Dusun Ngandong yaitu hibah bibit ternak kambing PE sejumlah 50 ekor.

Sementara itu, Direktur Pakan Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian RI, Nur Saptahidayat menyebutkan, bantuan yang diberikan ini hanya sebagai stimulus. Menurutnya, pengembangan khususnya di bidang peternakan selanjutnya akan tergantung kepada komitmen warga Dusun Ngandong.

Nur Saptahidayat juga mengatakan bahwa dalam proses pengembangan Dusun Ngandong baik sektor peternakan maupun sebagai rintisan wisata baru, telah banyak pihak terlibat. Ia mencontohkan adanya keterlibatan akademisi dari UII dan Pemerintah Kabupaten Sleman dalam prosesnya. Oleh karena itu, Ia berharap pengembangan Dusun Ngandong ini dapat menuai hasil yang baik sesuai yang diharapkan.