Pentingnya SOP untuk Cegah Kekersasan Seksual di Lembaga Keagamaan

Sleman – Dialog center UIN Sunan Kalijaga mengadakan Semiloka Upaya Pencegahan Pelecehan dan Kekerasan Seksual di Lembaga Keagamaan di University Hotel pada hari Minggu dan Senin, 4-5 Juni 2024 dengan menghadirkan puluhan tokoh lintas iman. Narasumber yang dihadirkan adalah Mochammad Sinung Restendy dan Pdt. Kristi.

Dialog center UIN Sunan Kalijaga sendiri digelar sejak 2004, dan tidak hanya menangani isu-isu keagamaan yang dikomunikasikan oleh tokoh keagamaan lintas iman, tetapi juga membahas upaya pencegahan pelecehan dan kekerasan seksual di lembaga keagamaan. Zaenudin Dosen UIN Sunan Kalijaga sekaligus Direktur Dialog center menyampaikan banyak sekali kasus korban atau pelaku di lingkup lembaga keagamaan.

“Oleh karenanya amat penting semiloka ini diadakan dengan menghadirkan penyuluh, guru, perwakilan lembaga keagamaan dan lainnya. Diharapkan hasil rekomendasi semiloka ini bisa ditindaklanjuti dan disosialisasikan ke seluruh stakeholders lembaga dan di masyarakat kaitan pentingnya profesionalisasi lembaga keagamaan yang standart ukurnya memiliki SOP pencegahan kekerasan seksual,” tegas Zaenudin, Minggu (4/6/2023)

Kedua narasumber semiloka menekankan pentingnya aturan, SOP, juklak, dan juknis penanganan dan pencegahan kekerasan seksual di lembaga keagamaan harus tertulis dan diimplementasikan. Sehingga menutup ruang ruang gelap yang berpotensi menjadi kekerasan seksual.

“Kurikulum, proses belajar, sarpras, mekanisme pengaduan, sanksi, pendampingan, rujukan, evaluasi monitoring jadi item item penting dari proses penyusunan SOP yang harus matang didiskusikan  oleh semua tokoh lintas keagamaan. Sehingga pencegahan kekerasan seksual dilakukan komprehensif oleh semua bidang keagamaan tanpa terkecuali,” ungkap Sinung. (Moch. Sinung Restendy/KIM Gamping)




Anggota PDM dan PDA Sleman Periode 2022-2027 Dikukuhkan

Sleman – Ribuan warga Muhammadiyah Sleman pada Kamis (1/6/2023) memadati Masjid Agung dr. Wahidin Soedirohoesodo Beran Tridadi Sleman dalam rangka mengikuti Pengajian Akbar Silaturrahmi Warga Muhammadiyah, Pengukuhan Anggota PDM dan PDA Kab. Sleman serta Pamitan 180 Calon Jama’ah Haji 1444 H.

Terpilih sebagai Nahkoda PDM Sleman 2022-2027 adalah Harjaka sebagai Ketua dan Arif Mahfud, sebagai Sekretaris.  Sedangkan Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kabupaten Sleman terpilih yakni Hanik Rosyadah, dan Sekretaris Retno Endah Sawitri.

Harjaka menandaskan pengukuhan PDM Kabupaten Sleman ini akan menjadi momentum untuk bergerak bersama di dalam memajukan Persyarikatan Muhammadiyah yang ada di Wilayah Kabupaten Sleman.

Ketua PP Muhammadiyah Agus Taufiqurrahman, berharap bagi seluruh warga termasuk pimpinan dalam ber-Muhammadiyah agar ikhlas dan niat yang benar, dalam melaksanakan  program serta bergembira dalam melayani umat.

Hadir dalam kali itu Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Agus Taufiqurrahman, Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY, Arif Jamali Muis, Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah DIY, Widiastuti, Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo serta Mantan Bupati Sleman, Sri Purnomo.

Bupati Sleman  Kustini Sri Purnomo mengapresiasi kiprah Muhammadiyah yang terus bekerja sama dengan Pemkab Sleman untuk terus memberikan pelayanan bagi masyarakat.

“Betapa Sinergisitas Muhammadiyah -Aisyiyah Sleman dengan Pemerintah Daerah Sleman  telah terbukti baik di bidang Pendidikan, Kesehatan serta berbagai bidang lain dan ke depan harus semakin ditingkatkan untuk kemajuan masyarakat Sleman,” tuturnya. (Arief Hartanto)




Matangkan Daftar Pemilih, Donoharjo Siap Sukseskan Pemilu 2024

Ngaglik – Lurah Donoharjo, Hadi Rintoko mengajak warganya untuk dapat berpartisipasi supaya Pemilu 2024 berjalan sukses tidak kurang suatu apapun.

Hal ini ia utarakan saat Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) Akhir Pemilu 2024 di aula Kelurahan Donoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, Jumat (2/6/2023).

“Kami juga mengajak kepada seluruh masyarakat berpartisipasi dalam gelaran even nasional ini untuk memilih pemimpin yang berkualitas dan amanah demi kemajuan bangsa dan negara kita,” ungkapnya.

“Kami juga ingin mengajak kepada seluruh pihak untuk menjaga situasi dan kondisi tetap aman tentram, damai di tengah suhu politik yang kian memanas,” imbuhnya.

Dalam rapat pleno tersebut PPS Donoharjo juga menetapkan Rekapitulasi Perubahan untuk DPSHP Akhir dengan rincian jumlah TPS 32, pemilih aktif 7636, pemilih baru 2, pemilih tidak memenuhi syarat 17, perbaikan data pemilih 22, dan pemilih potensial non KTP elektronik 59.

Susy Kristianingsih, Ketua PPS Donoharjo mengatakan bahwa DPSHP Akhir adalah Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan Akhir yang merupakan saringan ketiga dari proses pengumpulan dan pengolahan data setelah sebelumnya melewati proses Daftar Pemilih Hasil Pemutahiran (DPHP) dan daftar pemilih sementara hasil perbaikan (DPSHP).

“Selanjutnya DPSHP Akhir ini menjadi acuan bagi KPU dalam menentukan Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang nantinya akan digunakan pada saat pelaksanaan pemungutan suara tanggal 14 Februari 2024,” kata Susy.

Ketua PPS Donoharjo ini juga menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam penyusunan dan perbaikan Data Pemilih baik dari pihak KPU, Pantarlih, Pemerintah Kalurahan, PPK, Pengawas Pemilu, dan juga masyarakat yang telah memberi masukan/tanggapan dan partisipasinya dalam proses perbaikan DPSHP Akhir. (Upik Wahyuni/KIM Donoharjo)




Festival Van Der Wijck Kembali Digelar

Sleman – Festival Van Der Wijck kembali dilaksanakan pada tahun 2023. Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, membuka festival secara simbolis pada Jumat (2/6) di Buk Renteng, dengan didampingi Staf Ahli Menteri Kemeparekraf, Fajar Hutomo. Dengan dibukanya festival Van Der Wijck, kegiatan promosi pariwisata itu dapat dinikmati masyarakat mulai hari Jumat hingga Sabtu (3/6).

Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Ishadi Zayid, melaporkan bahwa Festival Van Der Wijck pada tahun ini dilaksanakan dengan suasana yang berbeda dari tahun sebelumnya. Tak hanya dimeriahkan dengan penampilan beragam kesenian lokal, Festival Van Der Wijck 2023 juga dinobatkan menjadi salah satu agenda yang lolos dalam Kharisma Event Nusantara Kemenparekraf.

Karisma Event Nusantara (KEN) merupakan strategi kolaborasi Kemenparekraf bersama Pemerintah Daerah dan seluruh stakeholder pariwisata untuk menaikkan citra pariwisata Indonesia dan penggerak kebangkitan sektor pariwisata serta ekonomi kreatif. Pada tahun ini terdapat 110 agenda unggulan yang telah dikurasi dari 291 event usulan Dinas Pariwisata Provinsi se-Indonesia.

“Salah satu yang spesial dari tahun ini adalah Festival Van Der Wijck menjadi 1 dari 110 daftar kegiatan dalam Karisma Event Nusantara. Hal ini patut kita syukuri, dan semoga semakin membuka pintu untuk mengenalkan pariwisata khususnya di Sleman Barat,” kata Ishadi.

Wakil Bupati Danang Maharsa menyampaikan perasaan bangga atas pencapaian tersebut. Danang mengatakan, meski baru dilaksanakan kali kedua, namun Festival Van Der Wijck berhasil membuktikan Sleman memiliki potensi wisata yang tak kalah menawan dari daerah lain.

“Keberuntungan bagi kita Festival Van Der Wijck ini menjadi salah satu event yang lolos dalam Karisma Event Nusantara dan dibiayai sepenuhnya oleh Kemenparekraf. Prestasi ini patut kita banggakan, dan semoga bisa ditingkatkan di tahun-tahun berikutnya,” ujar Danang.

Staf Ahli Menteri Kemeparekraf, Fajar Hutomo, membenarkan bahwa Festival Van Der Wijck 2023 masuk dalam daftar Karisma Event Nusantara. Fajar pun menyampaikan pemilihan Festival Van Der Wijck dalam Karisma Event Nusantara tak terlepas dari keunikan pemilihan tema “Rice For All” dan suguhan berbagai pertunjukan budaya di Kabupaten Sleman.

“Dengan menyuguhkan berbagai pertunjukan budaya, membawa festival ini masuk dalam karisma event nusantara. Tentu saja setelah melalui proses akurasi yang detail dan selektif. Semoga festival ini tidak hanya memperluas peluang pariwisata Sleman namun juga sekaligus memberikan dampak peningkatan perekonomian bagi masyarakat,” kata Fajar.

Pada tahun ini Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki 6 agenda yang lolos dalam Karisma Event Nusantara di antaranya, Sumonar (Kota Yogyakarta), Wayang Jogja Night Carnival (Kota Yogyakarta), Jogja Violin Fest (Sleman), Festival Van Der Wijck (Sleman), Keroncong Plesiran (Sleman), dan Ngayogjazz (Sleman).

Di Festival Van Der Wijck masyarakat dapat menikmati beragam rangkaian penampilan kesenian, kirab budaya, lomba, talkshow, edu walking, workshop, dan pameran UMKM. Acara ini dapat diikuti mulai dari pukul – WIB.




Margoluwih Wakili Seyegan Sebagai Kalurahan Inovatif 2023

Sleman – Bertempat di GOR Margoluwih, Kapanewon Seyegan, Rabu (31/05/2023) berlangsung Evaluasi Kalurahan Inovatif tahun 2023. Mewakili Seyegan, Margoluwih dengan segala inovasinya berjuang untuk menampilkan yang terbaik, didukung sumber daya alam dan sumber daya manusia yang ada.

Sunaryo selaku Lurah Margoluwih yang menyampaikan bahwa inovasi yang ada di Margoluwih memang didominasi oleh pelayanan kesehatan dan pengentasan kemiskinan.

“Namun dari apa yang sudah dipersiapkan untuk evaluasi Kalurahan Inovatif ini, saya juga berharap ada pembinaan kepada generasi muda untuk bisa bekerja di luar negeri yang kedepannya bisa menjalankan usaha sendiri dengan modal yang dikumpulkan dan sebagai dampaknya adalah rekruitmen tenaga kerja dari lingkungan sendiri,” ujar Sunaryo.

Sebelumnya Sunaryo juga membuat gebrakan dengan merespon positif program dari Kabupaten Sleman untuk membiayai anak-anak yang tidak nampu sampai dengan perguruan tinggi. “Program Indonesia Pintar (PIP) mendorong anak anak untuk kuliah dengan program beasiswa,” ungkap Sunaryo.

Dihadapan 40 dewan juri dari semua OPD Kabupaten Sleman, Widodo, memberi paparan inovasi yang selama ini telah dan sedang dilaksanakan di Margoluwih. Tidak kurang dari 16 program inovasi yang ditampilkan dari program kesehan, lingkungan hidup, sosial, kependudukan, ekonomi, pertanian, pajak dan sosial media.

Ke 16 program inovasi tersebut adalah LAKON SEMAR, Layanan pemeriksaan kesehatan masyarakat agar sadar akan pentingnya pengecekan kesehatan secara rutin dan berkala, GEBRAK KUNTING yaitu Gerakan bersama keluarga menuju keluarga unggul tanpa stunting, JUMANTIK yaitu Juru Pemantau Jentik.

“Di mana dengan gerakan itu, Margoluwih dari tatun 2021, 2022, 2023 masuk kategori zero DB,” ungkap Widodo.

Ada juga gerakan JAMU LUWIH, Jaring aspirasi masyarakat Kalurahan Margoluwih, yaitu program yang membuka ruang kepada masyarakat untuk mendapat informasi apa saja dari Kalurahan sekaligus menyampaikan aspirasi kepada Kalurahan, serta JEMPOL MATA BAJA yaitu Jemput Bola masyarakat taat bayar pajak. “Dengan gerakan tersebut, Kalurahan Margoluwih lunas pajak 2017 -2023,” ujar Widodo.

Gerakan lainnya adalah LUKA DESI (Keluarga berduka desa beraksi), JEMPOL ADMINDUK (Jemput bola administrasi kependudukan pak Dukuh), RDS (Relawan Desa Siaga) di Barak I, Jaga Warga, Inovasi Umkm, Kelompok Mina Padi, Petani Milenial, TAJARWO (Tanam Jajar Legowo), BARTAKUM IMAN  (Barak tanpa kumuh indah nyaman) , program sedekah sampah, PAMSIMAS TIRTO LINUWIH, dan gerakan LUWIH MIGUNANI, Program karang taruna di bidang sosial kemasyarakatan.

Sarjono, Sekretaris Dinas PMK Kabupaten Sleman menuturkan bahwa Margoluwih merupakan kalurahan ke 5 dari 17 Kalurahan yang di evaluasi pada saat ini.

“Tujuan dari evaluasi adalah untuk mendorong kalurahan untuk melakukan tata kelola pemerintahan yang baik dengan dukungan teknologi,” ungkap Sarjono,

Sarjono melihat Margoluwih sudah banyak inovasinya. Artinya Margoluwih sekarang ini telah mendekatkan dan mempermudah pelayanan kepada masyarakat, disamping keterbukaan dan pemberdayaan masyarakat baik ekonomi serta pengembangan potensi.

Diakhir sambutannya, Sarjono berpesan setelah diadakan evaluasi, Margoluwih tidak berhenti dalam menciptakan program unggulan. Setelah sambutan tersebut, dewan juri menyebar ke bidang masing masing untuk mengadakan tanya jawab dan pengecekan administrasi kepada masing masing bidang.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo yang hadir setelah evaluasi, berkenan untuk berkeliling mengunjungi stand UMKM yang menjajakan aneka produk dan setelah itu memberi sambutan yang menggarisbawahi bahwa dalam lomba kalurahan inovatif ini sengaja melibatkan semua OPD Kabupaten Sleman dengan jumlah juri sebanyak 40 orang.

“Harapannya, Kalurahan dapat mempersiapkan diri baik sebagai kalurahan budaya mandiri maupun kalurahan berkreasi yang mempunyai inovasi dalam mendekatkan pelayanan kepada masyarakat,” tutur Kustini.

Selain itu Kustini juga berharap adanya pelibatan masyarakat dalam kerangka pemberdayaan masyarakat dalam mengatasi permasalahan yang ada, seperti permasalahan stunting, sampah, sosial, keamanan sampai dengan permasalahan kemiskinan. “Kata kuncinya adalan pola pendekatan dan komunikasi,” tegasnya.

Sebagai sambutan sekaligus pelepasan tim juri, Panewu Seyegan, Samino, mengucapkan terima kasih atas evaluasi yang telah diberikan dan menyampaikan bahwa apa yang ditampilkan oleh Margoluwih ini merupakan program yang selama ini telah berjalan. “Artinya program yang dievaluasi ini bisa menggambarkan inovasi yang sebenarnya,” tukas Samino.

Dirinya berharap program inovasi yang ditampilkan tersebut mampu mengatasi permasalahan utamanya angka kemiskinan dan stunting. Di bidang UMKM, dengan evaluasi Kalurahan inovatif ini dapat mendorong semangat pelaku UMKM untuk menciptakan kreasi kreasi terbaru. (Sutarto Agus/KIM Seyegan).