Bupati Sleman Dorong Gerakan Pemutakhiran Data Kartu Keluarga Melalui Gapura Datuk

Sleman – Dalam rangka mendorong pemutakhiran data kartu keluarga, Pemkab Sleman melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) bekerjasama dengan SMP Negeri 4 Pakem dalam acara penyerahan Hasil Inovasi Gerakan Pemutakhiran Data Kartu Keluarga (Gapura Datuk).

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menyerahkan secara simbolis Hasil Inovasi Gapura Datuk kepada perwakilan siswa SMPN 4 Pakem pada acara wisuda purnasiswa SMPN 4 Pakem, Minggu, (25/6) di Performance Hall FBSB Universitas Negeri Yogyakarta.

Dalam sambutannya, pertama-tama Kustini menyampaikan selamat kepada 162 peserta didik SMPN 4 Pakem yang telah menyelesaikan studi tingkat menengah pertama. Ia berpesan kepada siswa, dengan diserahkannya hasil inovasi ini nantinya data siswa sudah diperbaharui di dalam Kartu Keluarga dan setelah mendapat KTP di usia 17 tahun, siswa dapat mengakses layanan publik dan hak sebagai warga negara dewasa.

“Dengan diserahkannya hasil inovasi Gapura Datuk ini, kedepan saya berpesan kepada siswa SMPN 4 Pakem dan juga generasi muda Sleman agar kesadaran akan pentingnya tertib administrasi kependudukan dapat terbangun sejak dini,” ujarnya

Lebih lanjut, Kustini juga berharap dengan adanya inovasi GAPURA DATUK ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh masyarakat untuk segera memperbaharui data kependudukan sesuai kondisi terkini agar memudahkan urusan yang berkaitan dengan data kependudukan kedepannya.

“Saya berharap inovasi Gapura Datuk bisa dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh masyarakat agar sesegera mungkin memperbaharui data kependudukan sesuai kondisi terkini agar dapat memudahkan dalam mengakses berbagai pelayanan publik,” jelasnya

Berdasarkan data Dinas Dukcapil Kabupaten Sleman, anak usia 16-18 tahun seharusnya sebagian besar berstatus tamat SLTP, akan tetapi yang tercatat baru 27,35%. Oleh karenanya, Administrasi Kependudukan perlu ditanamkan sejak dini agar memiliki dan menyimpan dengan baik dokumen kependudukan yang benar, lengkap, dan mutakhir. Data yang mutakhir bermanfaat dalam mengakses pelayanan pada instansi maupun usaha yang menggunakan data Dukcapil secara terintegrasi.




Bupati Sleman Harap Jadah Tempe Bisa Jadi Magnet Pariwisata Sleman

Sleman – Sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas produk serta meningkatkan pemasaran jadah tempe sebagai kudapan khas Sleman, Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, me-launching Omah Jadah Kaliurang pada Minggu (25/6) yang berlokasi di Telogo Putri, Kaliurang. Omah Jadah Kaliurang ini merupakan rumah produksi sekaligus wisata edukasi yang diharapkan mampu meningkatkan kemandirian dan daya saing jajanan jadah tempe di pasaran.

Dikatakan oleh Kustini dalam pidatonya bahwa hal ini merupakan bentuk komitmen Pemkab Sleman untuk terus mendorong potensi yang ada di setiap wilayah di Kabupaten Sleman. Menurut Kustini, jadah tempe yang merupakan kuliner khas yang ada di Kaliurang ini perlu untuk terus dikembangkan dan dioptimalkan. Sehingga diharapkan mampu menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk datang ke wilayah Sleman serta dapat membawa pengaruh positif bagi kesejahteraan masyarakat di sekitarnya.

“Maka transformasi dari pelaku usaha jadah tempe yang senior kepada generasi penerus yang lebih junior harus terus dilakukan serta ditingkatkan kualitas produksi dan pemasarannya,” ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa untuk mengembangan jadah tempe sebagai magnet pariwisata di sleman diperlukan kerjasama dari berbagai pihak terkait, baik Dinas Pariwisata Sleman, perhotelan, hingga lembaga pendidikan. Selain itu, di zaman yang serba elektronik ini, maka strategi dan metode pemasaran juga perlu menyesuaikan dengan trend yang terus berkembang.

“Kalau kita pengen maju, memang zamannya sudah beda, yaitu dengan teknologi. Begitu juga pembayarannya tidak perlu dengan cash, tapi bisa dengan qris atau aplikasi lainnya,” jelas Kustini.

Sementara RR. Mae Rusmi Suryaningsih selaku Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman meyebutkan anggota sentra jadah tempe yang ada di Kaliurang ini sebelumnya telah mendapatkan berbagai pelatihan. Diantaranya yakni pelatihan cara produksi Jadah Tempe yang baik dan benar, inovasi produk olahan jadah tempe dan turuanannya, manajemen pemasaran, serta strategi mendatangkan konsumen. Dengan begitu diharapkan Jadah Tempe ini nantinya dapat bersaing di pasaran, baik di wilayah Sleman bahkan hingga internasional.

“Kalau belum beli jadah tempe, belum ke Kaliurang. Nah, bagaimana ini nanti kita kolaborasi dengan berbagai pihak,” sebutnya.

Ketua Sentra jadah tempe Kaliurang, Bejo Wiryanto, menjelaskan bahwa saat ini anggota sentra Jadah Tempe yang ada di Kaliurang ini bejumlah 80 orang. Dari jumlah tersebut didominasi perempuan dan lansia. Maka dengan adanya Omah Jadah Kaliurang ini diharapkan mampu menarik minat para generasi muda, sehingga makanan khas Kaliurang ini dapat lestari dan berkembang lagi.

Di Omah Jadah Kaliurang ini terdapat pengolahan Jadah Tempe dengan metode tradisional dan modern. Selain produk Jadah Tempe konvensional, ada juga produk olahan sushi jadah temped an jadah tempe frozen.




Peringati HUT ke-75, Donokerto Gelar Kirab Budaya

Sleman – Pemerintah Kalurahan Donokerto menggelar Kirab Budaya dalam ranga merayakan hari jadinya yang ke-75 di Lapangan Donokerto, Kapanewon Turi, Sleman, Sabtu (24/6/2023). Kegiatan dihadiri oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo.

Lurah Donokerto, Waluyo Jati menuturkan, Kalurahan Donokerto dulunya merupakan gabungan 3 kalurahan yaitu Kembangarum, Dukuh, dan Karanganyar.

“Donokerto mempunyai semboyan Gumregah Dadi Siji Ngrembakani Budaya,” ujarnya.

Sementara Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan oleh Donokerto ini. Ia juga mengajak seluruh unsur di Kalurahan Donokerto untuk bekerja keras bersama untuk membangun Donokerto, dan mempedulikan budaya.

Acara dilanjutkan dengan menampilkan hasil pertanian di wilayah Donokerto. (Suharno/KIM Kertomandiri Turi)




Sambut Iduladha, Condongcatur Lakukan Pembinaan Takmir Masjid

Sleman – Menyambut Hari Raya Iduladha 1444 Hijriah, Pemerintah Kalurahan Condongcatur melalui Dewan Masjid Indonesia (DMI) Ranting Condongcatur menyelenggarakan Pembinaan Takmir Masjid di Wilayah Kalurahan Condongcatur bertempat di Ruang Wacana Loka Kantor Kalurahan Condongcatur, Sabtu (26/6/2023)

Dalam sambutanya Ketua DMI Ranting Condongcatur, Suyono menyampaikan bahwa kegiatan ini mengundang dan dihadiri oleh takmir-takmir masjid di lingkungan Kalurahan Condongcatur dan menghadirkan narasumber dari JULEHA (Juru Sembelih Halal) Jogja agar pengelolaan Qurban di masjid – masjid di wilayah Kalurahan condongcatur terlaksana dengan baik, halal, sehat dan berkualitas

Dalam kesempatan ini ia juga berpesan untuk menjaga keharmonisan dan kerukunan ditengah adanya perbedaan tanggal pelaksanaan Hari Raya Iduladha tahun ini, karena ibadah kurban intinya adalah keikhlasan untuk bersikap toleran menghadapi perbedaan tanggal idul adha itu sendiri

“Merayakan Iduladha itu dengan ikhlas dan sepenuh hati, karena prinsip idul adha adalah bagaimana kita bisa meneladani kisah Nabi Ibrahim AS dan Ismail AS untuk sabar, ikhlas dan tentu saja kalau dikaitkan dengan kondisi sekarang adalah kita ikhlas untuk bisa saling toleransi terhadap sesama, termasuk bisa menghargai perbedaan penentuan itu sendiri karena masing masing sudah mempunyai keyakinan dan dasar yang kuat,” ujarnya.

Sementara Ustadz Himawan dari JULEHA (Juru Sembelih Halal) Jogja dalam paparan materinya menyampaikan bahwa penyembelih hewan qurban yang memiliki kompetensi sangat penting bagi kehalalan dan kualitas proses penyembelihan.

“Dari hal tersebut ada 2 hal yang ditekankan kepada pengelola /panitia  Qurban yaitu memastikan hewan qurban yang sebelum disembelih masih hidup dan memastikan hewan qurban yang telah disembelih benar-benar mati,” tegasnya.

Ia bersama tim juga melakukan simulasi penyembelihan hewan kurban dan menyampaikan materi tentang syarat-syarat penyembelihan hewan kurban yang menjadi standar penyembelihan yang halal seperti syarat bagi penyembelih, alat penyembelihan, tata cara penyembelihan dan syarat hewan kurban yang disembelih

Ditempat terpisah Kamituwa Condongcatur, Al Thouvik Sofisalam selaku pengampu bidang kegiatan menyampaikan bahwa Kebersamaan antar Takmir Masjid diseluruh wilayah Kalurahan Condongcatur agar senantiasa terjalin dengan baik.

“Diharapkan DMI sebagai penggerak dan pihak yang akan menyatukan seluruh Takmir dengan program program yang telah disusun oleh DMI, demikian juga Ketakmiran dari masing-masing Masjid juga diharapkan semua bisa bergabung didalam DMI Ranting Condongcatur,” tutur Al Thouvik.

“Kepengurusan Takmir se-Condongcatur sebaiknya dibentuk dan bisa rutin mengadakan pertemuan untuk saling sharing dan Pemerintah Kalurahan Condongcatur akan memberikan Support pada kegiatan tersebut,” pungkasnya. (Wasana/KIM Depok)




Polsek Pakem Ajak Masyarakat untuk Jaga Kondusivitas Jelang Iduladha

Sleman – Kompol Jumani beserta 7 (tujuh) anggota Kepolisian Sektor (Polsek) Pakem melaksanakan Safari Jumat di Masjid Raudhatul Jannah, Padukuhan Pojok, Hargobinangun, Pakem, Jumat (23/6/2023).  “Safari ini merupakan upaya untuk mendekatkan Polsek Pakem dengan warga masyarakat,” ujar Jumani.

Dalam kesempatan tersebut, Jumani mengajak masyarakat untuk bersama menjaga kebersamaan dalam menyikapi perbedaan, terutama menjelang Hari Raya Iduladha 1444 H. Perayaan Idul Adha 1444 H ditengarai terjadi perbedaan sehingga harus disikapi dengan arif dan bijaksana.  Menyikapi hal tersebut, seluruh warga masyarakat harus tetap menjaga kerukunan dan ketenteraman. 

“Para tokoh agama memiliki peran penting menjaga kebersamaan masyarakat agar tetap kondusif,” ujar Kompol Jumani yang merupakan Kanit Binmas Polsek Pakem tersebut.

Ia menegaskan tokoh agama, khususnya dari Pedukuhan Pojok memiliki peran penting dalam menjaga kerukunan dan ketenteraman masyarakat menjelang perayaan Iduladha.  

Selain melakukan dialog, para personal Polsek Pakem juga menyerahkan buku Iqro kepada Pengurus Takmir Masjid Roudhatul Jannah. 

“Kami sampaikan terima kasih dan akan kami manfaatkan dengan sebaik-baiknya,” kata Parjuni, salah satu Pengurus Takmir Masjid Raudhatul Jannah Pojok Harjobinangun Pakem Sleman. 

“Dengan adanya safari Jum’at ini akan terjalin kedekatan antara Polsek Pakem dengan warga jamaah, khususnya di Masjid Roudhotul Jannah,” pungkas Parjuni. (Edy – KIM Sumber Biwara Moyudan)