735 Atlet Taekwondo Kabupaten Sleman Ikuti Ujian Kenaikan Tingkat Periode 2 Tahun 2023

Sleman – Sebanyak 735 atlet Taekwondo Kabupaten Sleman dari berbagai tingkatan mengikuti Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Periode 2 tahun 2023 yang digelar oleh Pengurus Pengkab Taekwondo Indonesia Kabupaten Sleman di GOR Pangukan, Sleman, Minggu (25/6/2023).

Kegiatan ini dihadiri pengurus dan diikuti dojang-dojang taekwondo yang berada di bawah naungan Pengkab Taekwondo Indonesia Kabupaten Sleman.

Bunyani, Ketua Pelaksana Ujian Kenaikan Tingkat menuturkan kegiatan ini dilaksanakan rutin setiap 3 bulan sekali.

“Ujian ini mempunyai beberapa tujuan, pertama menguji semua yang sudah dipelajari agar dapat naik ke level berikutnya, kedua untuk menguji apakah taekwondoin sudah menguasai teknik sesuai level yang telah dipelajari dan siap untuk diberikan teknik di level yang lebih tinggi, yang biasanya teknik tersebut tingkat kesulitannya lebih tinggi dan yang ketiga untuk menguji mental dan fisik Taekwondoin,” jelas pelatih yang biasa disapa Beum Yani ini.

Yani menambahkan, materi yang diujiankan berbeda sesuai tingkatan sabuk. Misalnya untuk sabuk putih dan kuning, materi ujiannya adalah gerakan Basic 1,2, dan 3. Untuk sabuk kuning strip sampai biru diuji gerakan dasar dan poomsae. Sedangkan untuk biru strip sampai merah strip diuji gerakan dasar, poomsae, kyupa, dan kyorugi.

“Beberapa syarat-syarat untuk mengikuti UKT antara lain hafal dan paham materi yang telah diberikan di tempat Latihan, rekomendasi dari pelatih, minimal latihan 2 bulan, terdaftar di sistem TIIS dan saat ujian dilarang memakai kalung, cincin, gelang dan jam tangan,” terang Yani.

Pendaftaran Ujian Kenaikan Tingkat menggunakan Aplikasi Taekwondo Indonesia Integrated System (TIIS). Aplikasi TIIS berfungsi sebagai database atlet.

“Melalui aplikasi TIIS, atlet mendaftar ujian kenaikan tingkat maupun kejuaraan. Sehingga tingkatan sabuk atau prestasi atlet tersimpan dalam database TIIS dan otomatis tercatat sampai Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) Pusat,” ungkap Beum Rubi, salah satu pelatih Taekwondo Pengkab TI Kabupaten Sleman.

Sementara Supriyanta, Ketua Pengurus Pengkab Taekwondo Indonesia Kabupaten Sleman berharap dengan banyaknya atlet taekwondo di Sleman akan memunculkan atlet tingkat nasional maupun internasional. (Arief Hartanto)




Pamong Donoharjo Ziarahi Makam Pendahulu

Ngaglik – Memperingati Hari Jadi ke-75 Kalurahan Donoharjo, perangkat Kalurahan Donoharjo melakukan ziarah dan doa bersama di makam pamong dan lurah terdahulu yang telah meninggal dunia di makam Penen, Kalurahan Donoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, Jumat (23/6/2023).

Carik Donoharjo, Anang Patri Widyantoro mengatakan ziarah ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan peringatan Hari Jadi Kalurahan Donoharjo. “Ziarah ini diselenggarakan untuk mendoakan para pamong yang telah berpulang, mengenang kembali jasa para pendahulu serta sebagai wahana pembelajaran bahwa setiap insan pasti akan kembali kepada Sang Pencipta,” terang Anang.

Ziarah dilakukan di makam seluruh mantan pamong yang tersebar di pemakaman Suruh, Balong, Karanglo, dan Nyamplung. Acara ziarah ini diisi dengan tabur bunga dan doa bersama.

Selain acara tabur bunga dan doa bersama di makam para pendahulu, rangkaian Hari Jadi Donoharjo ke-75 juga diisi dengan aneka lomba antar padukuhan yaitu lomba volly putra, lomba bulu tangkis, lomba catur, lomba senam, lomba mewarnai, serta lomba kesenian antar padukuhan.

Di samping itu juga diselenggarakan berbagai kegiatan di antaranya pengajian, misa, aneka pentas budaya seperti angguk, jathilan, gedrug, pentas musik, pameran UMKM, dan sebagai puncak acara diselenggarakan kirab budaya pada 16 Juli nanti dengan rute dari Kalurahan Karanglo lama menuju Balai Kencana Bakalan diakhiri di Balai Kalurahan Donoharjo. (Endarwati/KIM Ngaglik)




Bupati Sleman Dukung Upaya Polri Tingkatkan Kesehatan Masyarakat

Sleman – Peringati HUT Bhayangkara ke 77, Polda DIY selenggarakan fun run, Jumat (23/6). Kabupaten Sleman dipilih menjadi tempat pelaksanaan penyelenggaraan rangkaian peringatan HUT Bhayangkara ke-77 Polda DIY yang melibatkan masyarakat disabilitas.

Kapolda DIY, Irjen Pol Suwondo Nainggolan menyampaikan bahwa penyelenggaraan Fun Run yang melibatkan masyarakat umum dan masyarakat disabilitas ini sebagai bentuk relaksasi hubungan antara Polri dan masyarakat.

“Dalam kegiatan kesehariannya, Polri melindungi, mengayomi, termasuk penegakan hukum. Dalam kesempatan ini menjadi momen Polri melakukan sisi lain seperti silaturahmi dengan masyarakat, dan saat ini dilaksanakan di Kabupaten Sleman bersama Kapolresta Sleman dan Bupati Sleman,” jelas Irjen Pol Suwondo usai melepas peserta Fun Run di Lapangan Pemda Sleman.

Lebih lanjut, Ia juga menjelaskan bahwa seluruh rangkaian peringatan HUT Bhayangkara yang berlangsung di Lapangan Pemda Sleman ini dibuka secara umum dan melibatkan ribuan peserta dengan segala kondisi termasuk masyarakat Disabilitas.

“Dalam penyelenggaraan event ini bersifat fun, namun tetap diberikan apresiasi bagi pemenang lari. Dengan tujuan benar benar masyarakat dapat merasakan kegembiraannya dan mempererat hubungn Polri dan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyambut baik penyelenggaraan Fun Run yang melibatkan masyarakat umum di Kabupaten Sleman. Kustini juga menyampaikan apresiasi karena Kabupaten Sleman dipilih menjadi tempat pelaksanaan fun run dalam rangka HUT Bhayangkara ke 77 tahun 2023.

“Kami tentu merasa bahagia dan bangga atas penyelenggaraan kegiatan ini, khususnya dalam rangka peringatan HUT Bhayangkara yang berlangsung di Lapangan Pemda Sleman. Tentu dengan harapan kegiatan ini nantinya dapat meningkatkan semangat masyarakat dalam berolahraga dan menerapkan pola hidup sehat,” katanya.

Lebih lanjut, Kustini juga menyampaikan dukungannya untuk segala bentuk kegiatan yang dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan gaya hidup sehat melalui olahraga.

“Kesehatan adalah modal penting untuk hidup yang berkualitas. Terutama agar usia harapan hidup meningkat yang diimbangi dengan peningkatan kualitas kesehatan. Dengan kesehatan kita bisa mengupayakan urip kang urup,” jelasnya.

Kustini juga berharap dengan semangat HUT Bayangkara ini, Polri dapat menggelorakan semangat hidup sehat, memelihara semangat kebersamaan, memelihara kebugaran fisik dan memberikan suatu wadah bagi pecinta lari bagi Disabilitas untuk turut serta membangun masyarakat yang sehat dan sejahtera.




BPBD Sleman Siaga Antisipasi Kekeringan

Pemerintah Kabupaten Sleman dalam upaya untuk melindungi masyarakat dan mewaspadai ancaman bencana kekeringan di musim kemarau, telah mengambil langkah-langkah proaktif dan berkelanjutan untuk menghadapi bencana ini.

Beberapa waktu lalu BMKG DIY merilis informasi peringatan bencana kekeringan di 8 kapanewon di Sleman yakni Prambanan, Berbah, Depok, Kalasan, Ngemplak, Gamping, Seyegan, dan Minggir. Merespon ancaman bencana kekeringan ini, Bambang Kuntoro, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman mengungkapkan pihaknya telah siap siaga menghadapinya.

“Sampai dengan saat ini belum ada laporan dan hasil pantauan serta monitoring BPBD dan tim serta relawan setempat tentang kekeringan atau kekurangan air baku di wilayah yang diperkirakan mengalami kekeringan sesuai prakiraan BMKG,” ujar Bambang di BPBD Sleman, Jumat (23/6/2023).

Meski demikian, BPBD Sleman telah mengambil upaya-upaya antara lain dikeluarkannya Keputusan Bupati Sleman tentang Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi Nomor 19.2 /Kep. KDH/2023 sejak 10 Maret 2023 lalu yang di dalamnya mengatur langkah-langkah antisipasi bencana kekeringan. Selain itu BPBD Sleman juga sudah menyiapkan 29 tangki 5000 liter untuk dropping air bila memang nantinya diperlukan.

“Pengalaman tahun 2023 kekeringan terjadi di Kapanewon Tempel Kalurahan Banyurejo (Padukuhan Tangisan, Plambongan, dan Jambeyan) serta Kapanewon Sayegan Kalurahan Margokaton (Padukuhan Susukan I dan Susukan II), kekeringan yang terjadi karena dampak revitalisasi Selokan Mataram. BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) Serayu Opak akan koordinasi bila akan ada revitalisasi Selokan Mataram dengan OPD terkait sehingga tidak berdampak buruk atau kekeringan,” lanjut Bambang.

Wilayah Prambanan adalah paling rawan kawasan bencana terutama di Gayamharjo, Sambirejo, Wukirharjo, dan sebagian Sumberharjo. Namun sejak tahun 2020 telah dibangun pompa dari PDAM yang diambil dari mata air Padukuhan Pendekan, Tirtomartani, Kalasan.

“Air dinaikkan ke bak penampung di wilayah tertinggi di Prambanan (Mintorogo, Gayamharjo) lalu diluncurkan secara gravitasi ke hidran umum di beberapa wilayah dan di sambungan rumah di wilayah Prambanan. Sehingga mulai tahun 2020 kawasan tersebut telah terlayani melalui Organisasi Pengelola dan Pemakai Air, PDAM serta Pamsimas Desa yang merupakan program DPUPKP Sleman,” terang Bambang.

Upaya lainnya adalah melalui para relawan menitip pesan kepada masyarakat untuk bijak menggunakan air bersih karena saat ini sudah memasuki musim kemarau kering. Selain itu yang juga patut diwaspadai adalah adanya longsoran material Gunungapi Merapi yang dikhawatirkan akan merusak pipa air bersih di wilayah masyarakat lereng Merapi yang memanfaatkan air bersih dari mata air di Merapi.




BPKal Margomulyo Seyegan Gelar Penjaringan Aspirasi Masyarkat

Badan Permusyawaratan Kalurahan ( BPKal) Margomulyo mengadakan kegiatan Penjaringan Aspirasi Masyarakat tahun 2023 pada hari Rabu (21/6/2023) di Area Angkringan dan Outbond Kaliklangsi Babrik Jamblangan, Margomulyo, Seyegan.

Kegiatan yang diikuti oleh ketua RT, RW dan Tokoh Masyarakat tersebut merupakan agenda rutin tahunan untuk menjaring usulan dari masyarakat berdasarkan kebutuhan dan skala prioritas.

Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Ketua BPKal Margomulyo, Sarjono yang berharap bahwa aspirasi masyarakat menjadi masukan untuk BPKal dalam mengawal penyusunan RKP tahun 2024.

Lurah Margomulyo, Eko Puji Mulyanto yang hadir memberikan sambutan mengatakan bahwa pada tahun 2023 ini Kalurahan Margomulyo akan melaksanakan 53 kegiatan yang bersumber dari dana BKK Kabupaten yang terdiri dari 28 kegiatan pemberdayaan dan 25 kegiatan fisik. “Disamping itu ada 5 kegiatan berasal dari BKK Provinsi,” ujarnya.

Eko juga menambahkan bahwa Margomulyo tahun ini dikukuhkan sebagai Kalurahan rintisan budaya. Sedangkan keberadaan pembangunan jalan Tol di wilayah Margomulyo diharapkan untuk dapat meningkatkan pendapatan warga Margomulyo. Di Bagian akhir, Eko juga sampaikan keberadaan masjid di TKD akan tetap dilestarikan dan akan diusahakan dapat kekancingan dari Kraton.

Musyawarah penjaringan aspirasi masyarakat dipimpin oleh Supriyadi, yang di awal menyampaikan bahwa penjaringan aspirasi masyarakat ini adalah amanat dari Perda no. 3 tahun 2009 pasal 39 yang menyatakan bahwa BPKal akan membantu menjaring aspirasi masyarakat dalam melaksanakan pembangunan.

“Ada 5 Bidang yang harus dipenuhi yaitu bidang penyelenggaraan pemerintahan, bidang pelaksana pembangunan, bidang pembinaan kemasyarakatan, bidang pemberdayaan masyarakat dan bidang penanggulangan bencana,” terang Supriyadi.

Penjabaran kelima bidang tersebut dituangkan dalam program prioritas yang akan direview tiap tahun berdasarkan kebutuhan masyarakat melalui muskal RKP.

Skala prioritas harus memenuhi syarat syarat, yaitu mengurangi stunting, memperkuat ketahanan ekonomi, fasilitasi kesehatan, kualitas pendidikan, memperkuat informasi untuk mengurangi ketimpangan wilayah, meningkatkan kualitas publik, meningkatkan lingkungan hidup, meningkatkan nilai-nilai budaya masyarakat, menertibkan pemanfaatan TKD, dan keamanan di tahun politik.

Setelah penjelasan dari Supriyadi, dilakukan penjaringan aspirasi yang diurutkan dari dusun 1 hingga dusun 13. Usulan warga masyarakat melalui Dukuh dan RT/RW dicatat oleh BPKal yang nantinya akan menjadi bekal untuk muskal. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)